infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Melacak Jejak Kerajaan SRIWIJAYA

Posted by infokito™ pada 17 April 2008

Sinopsis
Melacak Jejak Kerajaan SRIWIJAYA
triyono-infokito

Untuk memasuki tahapan telaah kerajaan Sriwijaya secara lebih detail, ada baiknya kita mengetahui kisah perjalanan pribadi pendeta I-Tsing. Ia membuat catatan perjalanannya yang berjudul Ta-tang Hsi-yu Chin-fa Kao-seng Chuan (Catatan Pendeta-Pendeta yang Menuntut Ilmu di India Zaman Dinasti Tang) dan catatan lainnya berjudul Nan-hai Chi-kuei Nei-fa Chuan (Ajaran Buddha yang yang dikirim dari Laut Selatan) yang dibuat antara tahun 689 sampai 692 M.

Peta Kerajaan Sriwijaya

Asia Tenggara pada Zaman Sriwijaya

Kisah perjalanan pendeta I-Tsing ini merupakan sumber informasi paling utama dan terpenting melengkapi sejarah kerajaan Sriwijaya. Hal ini tidak hanya I-Tsing bercerita panjang tentang Sriwijaya, tetapi ini merupakan cerita pengalaman pribadi yang agak rinci dalam kurun waktu paling awal dari sejarah perkembangan Sriwijaya.

Tulisan berikut ini, yang kami publikasikan di portal infokito, merupakan pelengkap cakrawala untuk mencari jejak kerajaan Sriwijaya sebagai bagian sejarah perjalanan bangsa …

33 Tanggapan to “Melacak Jejak Kerajaan SRIWIJAYA”

  1. Agung Arlan said

    The Rise of Sriwijaya Empire
    ( The Legend of Jaya Naga )

    Pada tahun 600 Masehi terdapat suku di pedalaman Sumatera Selatan yang di kenal dengan nama Suku Sakala Bhra ( purba ) yang berarti Titisan Dewa , suku ini mendiami daerah pegunungan dan lembah bagian utara di sekitar gunung Seminung daerah perbatasan Sumatera Selatan dengan Lampung .
    Suku ini terpecah menjadi dua kelompok masyarakat, yang pertama yang mendiami kawasan sekitar gunung Seminung dan turun ke lembah bagian utara sampai ke Lampung kemudian sebagian lagi turun ke daerah bawah dengan mengikuti aliran sungai di bagian huluan sumatera bagian selatan yang di sebut juga dengan suku SAMANDA_DI_ WAY yang berarti orang yang mengikuti aliran sungai dan berakhir di Minanga ( Purba ), Suku ini yang kelak kemudian asal mula suku Daya, komring, dan Pasemah. ( Van Royen -1927 )
    Minanga karena kedudukannya di tepi Pantai di tinjau dari berbagai segi memikul beban sebagai ibukota negara. Adapun bahasa yang mereka pergunakan adalah Bahasa Malayu Kuno atau Proto Malayu yang merupakan cikal bakal bahasa komring di daerah uluan sumatera selatan.

    Kerajaan tersebut di pimpin oleh seorang Raja yang hebat , sakti , yang bernama JAYA NAGA kemudian oleh masyarakat pedalaman di beri Gelar DA-PUNTA-HYANG yang berarti Maha Raja yang Keramat , sekarang pun di daerah uluan sumatera selatan masih dapat kita kenal gelar Pu-Yang untuk orang yang kita anggap sesepuh maupun orang yang mempunyai kesaktian tinggi..
    Nama kerajaan tersebut adalah SRIWIJAYA yang disebut juga dalam kronik china yaitu kerajaan Shi Li Fo Shih
    Kerajaan ini setiap tahun nya mengirim utusan ke negeri china tercatat sejak tahun 670 s/d 742 yang saat itu di negeri China sedang berkuasa Dinasti Tang ( 618 – 907 ).
    Disebut pada satu tulisan di negeri China bahwa ada kerajaan dari laut china selatan yang selalu mengirim utusannya ke Tiongkok, kerajaan itu bernama Shi-Li-Fo-Shih yang di translerasikan menjadi Sriwijaya.
    Pada tahun 671 Masehi seorang pendeta China yang bernama It-Tsing mengunjungi negara ini dalam perjalanan menuju India untuk memperdalam ajaran Budha.
    It-Tsing menetap 6 bulan di Minanga ibukota kerajaan Sriwijaya untuk memperdalam bahasa Sansekerta , dengan bantuan Dapunta Hyang Sri Jaya Naga , It-Tsing Berangkat menuju tanah Melayu ( Jambi ) dan menetap selama 2 bulan sebelum melanjutkan perjalanan melalui Kedah terus keutara menuju India.

    Dapunta Hyang Sri JayaNaga sangat di sayangi dan di sanjung oleh rakyatnya karena selain mempunyai kesaktian tinggi juga merupakan pemimpin yang arief , bijaksana dan adil terhadap rakyatnya. Jaya Naga juga seorang penganut Budha yang taat.
    Setiap daerah yang dia taklukkan selalu menunjuk pemimpin setempat yang di ambil dari Jurai Tua ( sesepuh masyarakat ) untuk menjadi Datu ( Ratu – pemimpin ) di daerahnya sendiri tetapi tetap terikat sebagai bagian dari daerah kerajaan Sriwijaya. Jaya Naga juga mampu menyatukan beberapa rumpun suku yang ada di daerah pedalaman atau uluan sumatera selatan yang awalnya semua penduduk berasal dari tiga rumpun yang mendiami Gunung Seminung, Gunung Dempo dan Bukit Kaba, System pemerintahan inilah yang kelak menjadi cikal asal mula system pemerintahan Marga yang ada di daerah uluan sumatera selatan.

    Kerajaan Sriwijaya terkenal merupakan kerajaan yang makmur dengan hasil alamnya berupa kayu kamper, kayu gaharu, Pinang, cengkeh, pala, kepulaga, gading, emas, dan timah yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Selain itu juga kerajaan Sriwijaya merupakan pusat kebudayaan agama Budha Mahayana yang mana daerah ini merupakan perlintasan perjalanan para pendeta budha yang ingin memperdalam pertapaannya dari India ke China maupun sebaliknya,dan dalam perkembangannya kerajaan Sriwijaya merupakan pusat Studi agama Budha di kawasan Asia tenggara terutama saerah semenanjung Selat Malaka dan Selat Sunda terbukti dari catatan It-Tsing , kerajaan Sriwijaya mempunyai 1.000 pendeta Budha, pendeta Budha yang cukup terkenal dari kerajaan Sriwijaya ini bernama Sakyakirti.
    Penduduk kerajaan ini sebagian merupakan petani dan sebagian lagi merupakan saudagar yang melakukan perdagangan dengan India , Arab dan China .

    Kerajaan ini di aliri oleh sungai-sungai kecil yang memasuki perkotaan sehingga perahu merupakan sarana transportasi penting masyarakat kota tersebut sehingga kerajaan ini terkenal dengan armada kapal – kapal yang menguasai kawasan pelayaran di selat Malaka dan selat Sunda .

    Para pedagang dari Sriwijaya mulai berkembang pesat mengikuti perkembangan jaman malalui perdagangan ke India maupun ke China sehingga menambah kemakmuran dan kejayaan bagi kerajaan tersebut. Sekarang pun masih kita lihat adanya Makam tua di daerah uluan sungai Komering di dusun Minanga Kecamatan Cempaka Oku Timur Sumatera Selatan yang di ceritakan oleh orang setempat sebagai makam saudagar pinang asal India yang bernama Komering Sing. ( asal mula sungai Minanga berubah menjadi sungai komering )

    Seiring itu juga bermunculan para perompak kapal kapal niaga yang membawa barang dagangan yang melintas di perairan pantai timur pulau Sumatera yang membuat risau para pedagang yang melintasi daerah tersebut.Di Daerah sekitar kerajaan juga bermunculan kelompok masyarakat yang satu sama lain saling bertempur dan mulai menggangu lalu lintas perdagangan di daerah sekitar kerajaan Sriwijaya.
    Pada saat itu pelabuhan Palembang yang merupakan pintu masuk ke perairan sungai-sungai yang ada di uluan sumatera selatan banyak di kuasai perompak-perompak.
    Kondisi seperti ini membuat kapal kapal yang berlayar di pantai timur pulau sumatera berlabuh di pelabuhan Melayu ( Jambi ) kemudian melanjutkan pelayaran tanpa memasuki pelabuhan Palembang.

    Kisah perkembangan kerajaan Sriwijaya ini dimulai dari apa yang diutarakan dalam Prasasti Kedukan Bukit. Pada Hari kesebelas bulan terang bulan Wai Saka tahun 605, Dapunta Hyang Jayanaga berperahu kembali ke Minanga selepas melakukan pertapaan di gunung Seminung. Dalam pertapaannya Jaya Naga meminta restu dan memohon petunjuk dari sang Gaib di gunung Seminung untuk menaklukkan tempat-tempat yang strategis agar dapat menguasai jalur pelayaran di Laut Cina Selatan di karenakan pada waktu itu Minanga ( ibukota kerajaan ) terletak dalam suatu teluk dimana sungai komring bermuara kurang strategis di pandang dari sudut perdagangan.

    Untuk Mewujudkan cita – citanya tersebut Dapunta Hyang Sri Jaya Naga melakukan konsolidasi dengan daerah belakang yang satu rumpun yaitu rumpun Sakala Bhra (Purba).Kemudian Dapunta Hyang Sri Jaya Naga menaklukan daerah yang juga satu Rumpun tersebut yang terletak di sekitar bukit Pesagih di Hujung Langit Lampung Barat dan kemudian semua penduduk di ikat oleh Sumpah setia kepada Dapunta Hyang Sri Jaya Naga untuk menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya. ( Prasasti Hujung Langit – Lampung Barat )

    Sepulang dari penaklukan daerah belakang makin kuatlah pasukan kerajaan Sriwijaya yang di dukung oleh pasukan tambahan dari satu rumpun.

    Dapunta Hyang Sri Jaya Naga mulai melakukan expansi pertamanya yaitu dia harus menaklukan Tanjung Palembang dan menunjuk Mukha Upang di daerah Po-Lim-Fong ( palembang ) biasa kita sebut sekarang adalah Bukit Siguntang Mahameru. sebagai titik temu.

    Kemudian Dapunta Hyang Sri Jaya Naga membawa 20.000 ( Dua Puluh Ribu ) pasukannya dengan 1.312 berjalan kaki melalui daratan atau hutan dan sebagian lagi membawa perahu mengikuti perairan sungai Komring.
    Palembang pada jaman itu merupakan kota di pinggir pantai di mana bukit Sigiuntang merupakan tanjung palembang yang menjorok ke laut. Tempat ini merupakan dataran tinggi yang merupakan mercu suar atau tempat pintu masuk ke tanjung Palembang yang merupakan akses laut menuju ke sungai sungai yang ada di sumatera.selatan.

    Selama dalam perjalanan terjadilah pertempuran – pertempuran kecil yang tidak terlalu berarti yang merupakan perlawanan dari daerah daerah yang di lintasi oleh pasukan Kerajaan Sriwijaya.

    Pada tanggal 16 Juni 682 Masehi atau sekitar tujuh hari perjalanan sampailah rombongan pasukan yang di pimpin Dapunta Hyang Sri Jaya Naga di Muka Uphang. Perjalanan pasukan Sriwijaya mendapat kemenangan besar sehingga memberikan kepuasan bagi Sang Raja Dapunta Hyang Sri Jaya Naga, untuk mengabadikan kemenangan tersebut di pahatlah Prasati Kedukan Bukit . Kemudian membangun suatu benteng pertahanan di karenakan dari tempat ini dapat terlihat kelautan lepas kapal – kapal yang mau memasuki pelabuhan palembang.
    Kerajaan Sriwijaya adalah pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Negara ini tidak memperluas kekuasaannya diluar wilayah kepulauan Asia Tenggara, dengan pengecualian berkontribusi untuk populasi Madagaskar sejauh 3.300 mil di barat. Sekitar tahun 500, akar Sriwijaya mulai berkembang di wilayah sekitar uluan Palembang, Sumatra. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama – daerah ibukota muara yang berpusatkan Minanga, lembah Sungai Musi yang berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara sungai yang mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yang berharga untuk pedagang Tiongkok.[12] Ibukota diperintah secara langsung oleh Dapunta Hyang Sri Jaya Naga , sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh datu lokal.

    Setelah Mengadakan konsolidasi di daerah Mukha Upang dan menguasai pelabuhan palembang , maka kemudian yaitu “ pada hari kedua bulan terang bulan Caitra tahun 606 Saka ( 23 Maret 684 M) Dapunta Hyang Sri Jaya Naga sangat puas akan kesetiaan rakyat setempat. Oleh karena itu di bangunlah Taman Sriksetra dengan pesan agar semua hasil yang di dapat di dalam taman ini seperti Nyiur, Pinang, Enau, Rumbia dan semua yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, demikianla pula halnya dengan tebat dan telaga agar dapat di pelihara sehingga berguna bagi sekalian makhluk.. Untuk itu Dapunta Hyang Sri Jaya Naga memohon restu agar ia selalu sehat sentosa terhindar dari para penghianat yang tidak setia, termasuk para abdi bahkan oleh istri-istri beliau. Karena beliau tidak akan menetap lama beliau menambah pesannya : “ Walaupun dia tidak berada di tempat dimanapun dia berada janganla hendaknya terjadi Curang,Curi, Bunuh dan Zinah di situ. Akhirnya di harapkan doa agar beliau mendapatkan Anuttara bhisayakasambodhi “
    ( Parasasti Talang Tuo )

    Setahun kemudian terjadilah pemberontakan yang di pimpin oleh Perwira Lokal yaitu Kandra Kayet sehingga menimbulkan korban termasuk salah satu Panglima Perang Sriwijaya terbunuh yaitu Tan Drun Luah, walaupun demikian Kandra Kayet yang gagah perkasa dapat di di bunuh oleh Dapunta Hyang Sri Jaya Naga dan mati sebagai penghianat.

    Untuk mengingat hal ini maka di buatlah suatu prasasti persumpahan untuk mengikat setiap para pejabat lokal yang ada di daerah taklukan agar dapat tetap setia kepada Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kalau tidak maka akan terkutuklah dan di makan sumpah ( Prasasti Telaga Batu ).

    Secara Geografis palembang adalah tempat yang strategis untuk menguasai lalu lintas pelayaran di laut Selatan. Namun kebanyakan pada waktu itu kapal – kapal berlayar singgah di kerajaan Melayu ( jambi ) yang juga merupakan pelabuhan strategis di pantai timur sumatera kemudian kapal kapal tersebut melanjutkan perjalanannya ke utara tanpa singgah lagi di pelabuhan palembang.
    Melihat kondisi seperti ini Dapunta Hyang Jaya Naga berencana untuk menaklukan kerajaan Melayu ( Jambi ) untuk di jadikan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

    Dapunta Hyang Sri Jaya Naga bersama pasukannnya segera menuju Melayu, yang dari semula tanah Melayu sudah di rencanakan untuk di tundukkan.

    Pada tahun 685 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Sri Jaya Naga, Kerajaan Melayu takluk di bawah imperium Sriwijaya. Penguasaan atas Melayu yang kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. [13] . Di abad ke-7, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian imperium Sriwijaya.
    Untuk meneruskan perjalanan ke Selatan dengan tujuan akhir adalah bumi Jawa tentu saja Melayu harus segera pula di tinggalkan. Peristiwa pemberontakan Kandra Kayet terus saja terbayang oleh sri baginda dan ini di jadikan sebagai contoh oleh Sri Baginda Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kepada setiap pejabat lokal bahwa setiap penghianatan, walau di lakukan oleh seorang perkasa sekalipun dapat di tumpas . kemudian penduduk kerajaan Melayu pun di ikat dengan Sumpah maka di pahatlah prasasti Karang Birahi.
    Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kembali berangkat dengan melalui lautan berarti harus melalui selat Bangka . Oleh Karena itu kerajaan Bangka harus pula di tundukkan lebih dahulu. Setelah menaklukan Bangka Dapunta Hyang Jaya Naga bersiap melanjutkan perjalanannya ke Bumi Jawa, namun sebelum keberangkatan Sri Baginda Penguasa Lokal dan rakyatnya harus di beri peringatan dan di ikat dengan persumpahan untuk selalu setia kepada Dapunta Hyang Sri Jaya Naga.Demikianlah pada akhirnya : “ Pada hari pertama bulan terang Waiseka tahun 608 Saka atau tahun 686 Masehi Sri Baginda Dapunta Hyang Sri Jaya Naga meninggalkan Batu Prasasti Persumpahan yang kita kenal sebagai Parasasti Kota Kapur dan segera menuju Bumi Jawa yang tidak mau tunduk kepada Sriwijaya.
    Dalam perjalanan Sri Baginda menuju Bumi Jawa masih ada daerah yang berdiri sendiri di pantai timur Sumatera Bagian Selatan, untuk kepentingan keamanan penguasaan laut selatan, kerajaan itu harus pula di tundukan. Kerajaan itu sebenarnya berasal dari satu rumpun wangsa Sakala Bhra. Kerajaan itu adalah kerajaan Ye-Po-Ti ( Way Seputih ) di lampung Selatan. Sama dengan peristiwa- peristiwa lainnya, setiap beliau meninggalkan daerah – daerah yang rawan pemberontakan harus diadakan sumpah setia terlebih dahulu. Sumpah tersebut terpahat dalam Prasasti Palas Pasemah.

    Dari Way Seputih Rombongan langsung menuju Bumi Jawa, Dapunta Hyang Sri Jaya Naga Mengutus salah Satu Panglima terbaiknya yang juga merupakan kerabat dekat kerajaan yaitu Dapunta Syailendra untuk memimpin pasukan Sriwijaya menuju Bumi Jawa. Dari Data yang ada tampaknya mereka menuju Jawa tengah bagian Utara .
    Di Jawa tengah rombongan pasukan yang di pimpim Dapunta Syailendra mendirikan kerajaan sendiri dengan pemerintahan sendiri terpecah dengan kerajaan Sriwijaya. Pada saat inilah di nyatakan oleh berita di China ( Dinasti Tang ) menyebutkan bahwa kerajaan Sriwijaya terpecah menjadi dua bagian masing- masing mempunyai pemerintahan sendiri. ( Kronik Dinasti Tang ).
    Hal ini awalnya membuat Dapunta Hyang Jaya Naga gusar akan akan sikap Dapunta Syailendra untuk mendirikan Negara yang terpisah pemerintahan dengan kerajaan Sriwijaya , namun akhirnya Jaya Naga membiarkannya dengan syarat Syailendra untuk membangun suatu Candi di Ligor ( Muangthai ) atas permintaan Raja Sriwijaya.
    Pada periode perkembangan kerajaaan Wangsa Syailendra di Jawa Tengah harus melaksanakan pesan Sri Baginda Dapunta Hyang Sri Jaya Naga untuk membangun candi di Ligor ( Muangthai ) candi tersebut baru selesai tahun 775 di resmikan oleh raja Wisnu dari Wangsa Syailendra.
    Sementara itu Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kembali ke Minanga untuk melanjutkan memerintah kerajaan Sriwijaya yang menguasai lalu lintas perdaganan di Selat Malaka dan Laut China Selatan .
    Berdasarkan prasasti Kota Kapur, Kerajaan Sriwijaya menguasai bagian selatan Sumatera hingga Lampung, mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata. Di abad ini pula, Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan. [15].
    akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Menurut catatan, pada masa ini pula wangsa Budha Sailendra di Jawa Tengah berada di bawah dominasi Sriwijaya. [14].
    Masa berikutnya, Pan Pan dan Trambralinga, yang terletak di sebelah utara Langkasuka, juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya.
    Di akhir Abad ke 7 ibukota Minanga telah mengalami malapetaka hingga Silap atau hilang secara misterius di telan bumi. Keadaan ini membuat Sri Baginda Dapunta Hyang Jaya Naga bersedih sehingga mengasingkan diri ke Gunung Seminung untuk bertapa sampai akhir hayatnya.( Legenda Minanga Sigonong-Gonong )

    Di angkat dari Buku :
    Periodisasi Kerajaan Sriwijaya
    Karangan : H.M. Arlan Ismail, SH ( 2003 )

    • Nabilla Ulpa said

      Pak H.M Arlan Ismail yang terhormat saya minta tolong apakah bapak bisa menceritakan tentang asal usul orang daerah penyandingan enim dan seleman enim kecamatan tanjung agung kabupaten muara enim yang sampai sekarang cerita mengenai asal usul nya belum jelas kebenarannya……………………..terimakasih banyak sebelumnya

  2. Agung Arlan said

    Minanga Ibukota Kerajaan Sriwijaya……..

    Nama Minanga ( Komring Ulu ) sebagai nama tempat sudah ada semenjak sebelum Van Rokel membaca prasasti kedukan bukit tahun 1924. Oleh karena itu nama Minanga di Komering Ulu itu bukanlah mencontoh kebesaran nama dalam prasasti kedukan bukit.
    Itu terlihat dalam suatu piagam perjanjian tahun 1629 dengan mamakai tulisan Arab-Melayu antara kesultanan Palembang yang pada waktu itu di berkuasa Sedaing Kenayan dengan Ratu Sinuhun mengenai tapal batas Marga Minanga. Piagam tersebut masih tersimpan sebagai dokumen Marga Semendawai Suku III.
    Minanga yang kita identifikasikan sebagai ibukota Sriwijaya sekarang adalah merupakan nama dua buah desa yaitu desa Minanga Tengah dan desa Minanga Besar .
    Desa Minanga sekarang terletak di daerah rawa-rawa dataran rendah. Daerah yang agak tinggi permukaannya mengelilingi desa-desa tersebut yaitu di sebelah hulu sungai disekitar daerah Betung ( dahulu bernama Kedaton ) di sebelah barat ada dataran tinggi yang membentang sampai ke batas Kedaton dan sungai Ogan. Jadi bahwa kawasan Minanga berada di antara dua daerah yang bernama Kedaton yang berada di pedalaman Sumatra Selatan di pinggir Sungai Komring.

    Jarak Minanga dengan Pantai timur sekarang jika di tarik lurus horizontal lebih dari 100 Km. Karena Minanga berada di pinggir sungai yang sekarang di kenal dengan sungai Komring maka penduduknya di sebut orang Komring. W.V. Van Royen dalam bukunya “ De Palembang Sche Marga ( 1927 ) “ tidak menyebut orang komring tetapi “ Jelma Daya “ .Nama sugnai Komring sendiri diambil dari nama seorang yang berasal dari India yang Makam nya terdapat di sebelah hulu desa Muara Dua , sungai yang mengalir mulai dari makam tersebut tepatnya mulai dari Muara Selabung yang mengalir ke hilir sampai muara Plaju di sebut sungai Komring .
    Menurut sejarah Kabupaten Ogan Komering Ulu ( 1979 ) Jelma Daya kelompok pertama yang turun dari gunung Seminung melalui Danau Ranau kemudian seterusnya menelusuri sungai Komring sampai di Gunung Batu adalah kelompok Samandaway. Samandaway berasal dari kata Samanda Di Way yang berarti mengikuti aliran sungai.
    Pada tahun 1974 telah ditemukan sebuah arca Budha yang terbuat dari Perunggu ukuran tinggi ±35 cm, tebal 11 cm di temukan 15 km dari desa Minanga yang di temukan tidak sengaja oleh petani setempat yang kemudian menjadi barang koleksi pribadi mantan bupati OKU pada saat itu.

    Minanga hanyalah monumen sejarah dalam bentuk nama tempat, tapi kawasan Minanga purba adalah begitu Luas yaitu paling sedikit sebesar Marga Semendawai Suku III dan di sebelah barat berbatasan dengan daerah Kedaton ( Ogan Ulu Sumatera Selatan ).
    Karena langka nya peninggalan Sriwijaya dalam bentuk benda kepurbakalaan di manapun termasuk di daerah Minanga ( Komring Ulu ) maka alternative lain yang harus di cari identitasnya ke dalam nilai-nilai Budaya dimana salah satu aspek budaya yang penting dan masih menonjol adalah Bahasa . :

    “ Bahasa adalah alat utama Kebudayaan. Tanpa Bahasa kebudayaan tidak mungkin ada. Kebudayaan tercermin dalam Bahasanya. ( S Gazalba 1966 : 102 ) “

    Seperti di utarakan di muka bahwa rumpun Seminung mempunyai bahasa dan tulisan sendiri. Orang Rumpun Seminung tergolong suku Malayu Kuno ( Proto Malayan Tribes ), bahasanya banyak terdiri dari bahasa Malyu Kuno , bahsa Jawa Kuno dan bahasa Sansekerta.
    Bahasa Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Telaga Batu, dan prasasti lainnya dalam periode Shi-Li-Fo-Shih ( 670 s.d 742 Masehi ) adalah bahasa Malayu Kuno dan kausa katanya banyak yang tertinggal dalam bahasa Rumpun Seminung ( Komering, Daya, Lampung, Ranau ).
    Sebagai perbandingan kita mengambil contoh adalah prasasti Telaga Batu : menurut bacaan dan terjemahan Prof.Dr.J.G. de Casparis dalam bukunya “ Selted inscription from the 7 th to the 9 th century A.D ( 1956 )” . Prasasti itu terdiri dari 28 baris dengan jumlah ±709 kata-kata yang sudah terbaca, dari kata-kata tersebut terbentuk ±311 bentukan kata yang tidak kurang dari 50 kata yang terbukti di pakai dalam bahasa Komering ( Rumpun Seminung ).

    Tidak teridentifikasinya Minanga Komring Ulu sebagai ibukota Sriwijaya selama ini di karenakan :

    1. Para ahli sejarah tidak mengetahui bahwa ada Minanga di daerah Komering Ulu Sumatera Selatan yang berada di Muara Sungai di tepi Pantai pada waktu itu, sehingga orang mencari Minanga di luar Sumatra Selatan di dasarkan kepada semata-mata kesamaan bunyi dan penggantian huruf.
    2. Penelitian Geomorfologi semata-mata di tujukan hanyalah penelitian kedudukan Jambi dan Palembang apakah berada di tepi pantai atau tidak pada jaman Sriwijaya
    3. Minanga dalam Prasasti kedukan bukit di satukan dengan kata Tamvan sebagai Toponim (nama tempat ), Minanga yang tersebut dalam prasasti kedukan bukit di tafsirkan sebagai daerah yang ditundukkan oleh sriwijaya yhanya semata-mata untuk memperkuat Palembang sebagai ibukota Kerajaan..
    4. Para ahli sejarah hanya mau mengakui sesuatu atau mengarahkan penelitian pada suatu tempat kalau sudah ada bukti arkeologis di ketemukan lebih dahulu, sedangkan sumber sejarah bukan terletak kepada benda arkeologis semata, tetapi juga dalam bentuk cirri-ciri budaya, bahasa dan lain-lain peninggalan kebudayaan masa lampau yang dapat di jadikan petunjuk awal.
    5. Karena tidak di ketahui bahwa Minanga ada di Komering Ulu Sumatera Selatan maka ia tersisihkan dari obyek penelitian sehingga tidak di temukan benda-benda yang bersifat arkeologis. Benda-benda arkeologis itu hanya di tunggu atau di harapkan untuk di ketemukan secara kebetulan seperti yang kita alami sekarang.

    • iwan eka saputra said

      saya sebagai orang palembang sangat setuju kalau komring adalah situs sejarah yg tak tersentuh oleh para arkeologi kita padahal penduduk setempat banyak menemukan secara tidak sengaja peninggalan2 sejarah tersebut,bagai mana kah cara nya agar komring minanga dapat di sentuh oleh para arkeolog kita????

    • Rumpun melayu tengah said

      Dari bahasa seluruh prasasti sriwijaya itu sangat jelas dari mana asal dapunta. Dapunta berasal dari rumpun melayu tengah/ rumpun suku pasemah (sumsel- bengkulu) ini bahasa dapunta dalam prasasti. Kita bandingkan dengan bahasa melayu tengah/ rumpun pasemah, bahasa rumpun lampung( skala berak, komering, ranau, abung), melayu riau, jambi, minang.
      Bahasa dapunta sriwijaya, aku melayu tengah/ rumpun pasemah= aku
      lampung/ komring= nyak/onyak
      minang= ambo
      riau = saya
      jambi = sayo
      kamu, bahasa dapunta mengatakan kamu
      rumpun pasemah/ melayu tengah kamu= kamu
      lampung/ komring= niku
      minang= awak
      jambi= kau
      riau= engkau/ anda.
      Bahasa sriwijaya ini
      rumpun pasemah/ melayu tengah =ini
      lampung/ komring enji/inji/ ejo
      minang= iko
      jambi= iko
      riau= ini
      semua bahasa sriwijaya selain sanskerta semuanya menggunakan bahasa melayu tengah/ rumpun pasemah

  3. apakah memang mungkin, komring ulu daerah yang bernama Campang 3 ada sebuah pulau yang kadang-kadang nampak dan juga lenyap bisa disebutkan kerajaan Sriwijaya (Minangan). dari apa yang saya dengar dari warga setempat.
    sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian bapak, dan dengan ini bs menambah pengetahuan saya akan Sriwijaya.

    • Ada legenda di tanah Melayu, yang menceritakan penguasa Sriwijaya adalah keturunan dari Alexander III ‘The Great’ of Macedonia (Iskandar Agung). Akan tetapi, apakah cerita ini hanya sebatas Legenda?

      Sejarah Sriwijaya versi Ahmad Grozali

      Di dalam tulisannya, yang berjudul ‘Ringkasan Sedjarah Seriwijaya Pasemah’, Ahmad Grozali mengisahkan tentang mendaratnya kapal Putera Mahkota kerajaan Rau (Rao) India, yang bernama Yang Mulia Seri Mapuli Dewa Atung Bungsu, tahun 101 Saka (179 M) di bukit Siguntang.

      Kedatangannya bertujuan untuk mencari, Seri Nuruddin, Panglima Angkatan Laut Negeri Rau yang menghilang, setelah berangkat menuju Nusantara tahun 10 Saka (88M). Ringkas cerita, akhirnya Atung Bungsu bertempat tinggal di sekitar tanah basemah.

      Atung Bungsu dipercaya merupakan leluhur dari :

      * Suku Basemah (Pasemah), Empat Lawang, Lahat dan Semende
      * Dapunta Hyang Srijayanasa, pendiri Kedatuan Sriwijaya.
      * Dapunta Hyang Syailendra, pendiri Wangsa Syailendra
      * Parameswara, pendiri Kerajaan Malaka di Malaysia

      Sumber :
      http://besemah.blogspot.com/2006/06/sejarah-sriwijaya-versi-grozali.html

      Rau adalah Kushans

      Bila kita membuka lembaran sejarah, pada tahun 80M-200M, di India terdapat Kerajaan yang terkemuka yang bernama Kushans.

      Kuat dugaan Kerajaan Kushans indentik dengan Kerajaan Rau, yang menjadi tempat asal Atung Bungsu. Pendapat ini setidaknya didukung dua alasan, yaitu :

      1. Penguasa Kushans memiliki kepercayaan yang sama dengan Penguasa Sriwijaya, yakni penganut agama Buddha Mahayana.

      2. Penguasa Kushans, pada tahun 80M-200M dipimpin oleh keturunan Kaisar Liu Pang (Dinasti Han). Dan apabila kita perhatikan anak cucu Atung Bungsu, yang berada di daerah tanah Basemah (Pasemah), seperti di Pagar Alam, Empat Lawang dan Lahat, memiliki perawakan mirip bangsa cina.

      Atung Bungsu Putera Kanishka III

      Diperkirakan Seri Nuruddin meninggalkan kerajaan Rau (Kushans) menuju Nusantara, pada masa pemerintahan Kanishka I (75M-105M). Dan Atung Bungsu, Putera Mahkota kerajaan Rau (Kushans), pergi untuk mencari Seri Nuruddin, pada masa pemerintahan ayahnya Kanishka III (175M-200M).

      Kanishka III adalah keturunan Wema Kadphises II. Wema Kadphises II adalah putera Kuyula Kadphises I dengan Princess dari Kerajaan Bactria, melalui Princess of Bactria inilah, silsilah keturunan Alexander III ‘The Great’ berasal.

      Silsilah lengkapnya, silahkan kunjungi blog berikut :
      http://kanzunqalam.blogspot.com/2009/12/alexander-iii-great-leluhur-penguasa.html

      • jeme semende dapunta hyang srijayenage gunung dempo said

        saya agak sependapat dengan anda berdasar kan referensi yg sudah ada bukan seperti AGUNG ARLAN yg bercerita seperti pemabuk yg tak tau kepalanya sendiri di mana buat apa agung arlan mau menaikan gengsi suku anda jika referensi anda tidak di dukung fakta sejarah mohon agung arlan belajar yg lebih banyak lagi supaya lebih menjelaskan sejarah yg sudah ada bukan malah membuat kacau sejarah yg memang belum sepenuh nya jelas ok hai AGUNG ARLAN !!!!!!

  4. yemszacharis said

    terima kasih atas tulisannya karena sangat membantu saya

  5. fahmi said

    saya sebagai orang empat lawang memang percaya bahwa puyang kami sudah tua bahkan lebih tua dari sriwijaya memang atung bungsu itu didalam silsilah sudah ada dan orang kamipun banyak yang memilikinya silsilah keturunan itu terima kasih

  6. SILAMPUNG RATU BAKA/BOKO SAILENDRA said

    Istilah PANG LIPANG DANG dan TANDANG MIDANG dalam bahasa lampung dibawa keluarga RAJA RAJANDRA SAILENDRA dari champa yg blyr ke lampung.. Pelayaran trsbt dipimpin oleh LALAULA yg dikenal dg nama RATU MENAPIK SAILENDRA..

    • jeme semende dapunta hyang srijayenage gunung dempo said

      alat musik serdam dan gitar tunggal itu asli milik suku semende di awalai dengan lagu dirut suku lampung hanya menngubah syairnya ke bahsa lampung saja tapi petikanya menjiplak secara total ptikan org semendo kenapa di semendo tdk ada suku lampung tapi di lampung sangat banyak org semendo apalagi suku jawa kalau kita suku tertua tak mungkin anak keturunan kita juga lebih sedikit dari suku yg muda contoh nya suku jawa salah satu suku tertua penyebaranya anak keturanya sudah di mana2 coba lihat suku lampung di kota lampung sendiri banyak org lampung nya apa pendatangnya fakta sejarah di depan kita boleh diu ganti jika referensi udah jelas sekali

      • Puyang Yal Bungkok Gumay said

        pusat kerajaan Sriwijaya pusatnya ada di kaki Gunung Dempo sebelah kiri kalau di lihat dari kota Pagar Alam,sedangakan candinya yaitu bernama Rimba Candi /Seribu Candi sebagai pusat peribadatan agama Budha yg memiliki tangga yg panjang mengarah ke Gunung Dempo di sebelah kanan dan kirinya ada gapura2 yg tinggi dan besar serta di kelililngi oleh pohon2 yg tinggi dan besar,Universitas agama Budha/tempat orang2 China belajar agama Budha di Sriwijaya terletak di desa Tanjung Sakti sekarang,sedangkan Taman megah yg di buat oleh Sang Maha Raja Utama Dapunta Hyang Srijayenage terletak di dataran kaki Gunung Dempo.Asal muasal Raja pertama Sriwijaya dari Gunung Dempo[Gunung Dempu/Empu/Keramat/Sakti].Raja Syailendra yg mendirikan Candi Borobudur adalah keturunan Besemah/gunung dempo ini diakui oleh Ahli sejarah dari Palembamg Djohan Hanafiah dan Sulta HamengKubowono X mengaku nenek moyang nya /Dinasti Syailendra berasal dari Besaemah.Bukti2 sudah banyak tinggal penelitian selanjutnya akan terbukti siapa yg benar dan salah,sebentar lagi Pagar Alam akan membuktikan bahwa Pusat Kerajaan Sriwijaya ada di Pagar Alam/Kaki Gunung Dempo.Mari kita buktikan analisa kita!!!

  7. achen said

    terima sukur kiaya arlan niku kok nyurita ko asal usul kumoring nayaja keturunan asli minanga balak rik minanga tongah bangga mih say angguai nyak kecewa ba api tanah peninggalan minanga d jual ko prangakat2 rik kades minanga mak bu tanggung jawab , tanoh pok si gonong2 tiuh silop tempat keraja,an sriwijaya lobon d jual ko tian prangkat desa duit na d poya2 ko tian ambagi duit mak sasuai d masyarakat nayah da d prangkat desa na, tapi onti tian harus tanggung jawab d aherat donti haga d tunggang tian tanoh 3000 hactar persegi

    • thea said

      yu,, nyak munih bangga…walau lamon sai mak percaya rik cerita tiuh kita….
      nyak jak minanga rik gunung batu….

      saya tau cerita minanga dari orang2 tua….
      saya sangat ingin tau cerita si gonong gonong kampung yang hilang.kalau ada yg tau mhn d ceritakan

  8. jeme semende dapunta hyang srijayenage gunung dempo said

    kepada saudara agung arlan anda lebih baik buat novel fiksi saja jika belum mampu mencari referensi2 sejarah buat pendukung bualan anda sriwijaya bukan sekala krna bahsa sriwijaya dengan bahsa komring dan lampung sangat berbeda tapi kalo komring dan lampung berasal dari satu keturunan itu bisa jadi krna dari segi adat dan bahsa kalian banyak sangat miripnya tapi kalau dengan kami melayu sumtra selatan baik ogan lahat smende sekayu musi rawas bahasa kalian sangat berbeda ingat di sumsel banyak sekali suku komring hanya salah satu suku saja jadi saudara agung arlan jangan memancing suku2 lain di sumsel untuk angkat bicara nanti anda tertelan lidah anda sendiri anda jangan mengaitkan sriwijya dengan suku anda krna sriwijya berdiri di dukung oleh semua suku di sumsel kesempitan pemikiran AGUNG ARLAN jangan sampai menimbulkan perpecahan di palembang sendiri

  9. heri said

    bagaimana tentang sejarah arya panangsang dan adiknya arya matara yang melarikan diri ke sumatera? yg kononya pernah tinggal di komering dan aliran sungai ogan. malah ada makam ny loh

  10. Lelaki said

    Kata Coedes yang mengangkat nama Sriwijaya, memang akan banyak tinta mengalir dari kontroversi kerajaan maritim yang hebat itu. Yang numpang tenar juga banyak. Ada orang Semenanjung Malaya menganggap Dapunta Hyang dari sana. Malah bandara Bangkok, Thailand kini sudah bernama Swarnadwipa Airport. Ha ha ha ha ha. Itulah kehebatan Sriwijaya

  11. saudara Agung arlan di dalam meneliti sejarah apalagi sejarah agung seriwijaya yang kekuasannya dari afrika sampai nusantara ( termasuk Jawa) dan asia tenggara untuk dapat menarik satu kesimpulan harus berdasarkan 5 pedoman
    1. Harus berdasarkan bukti pisik/ pakta sejarah otentik, baik berupa bangunan, isi prasati/ surat ulu sebagai bukti otentik yang takdapat dibantah
    2. Harus berdasarkan logika. masuk akal tidak
    3. Harus berdasarkan adat, budaya, bahasa, agama. Hal ini sangat penting sebagai dasar utuk mengetahui, siapa yang menaklukkan, siapa yang ditaklukkan, siapa yang mempengaruhi dan siapa yang dipengaruhi.
    4. harus ilmiah dan harus ada kecocokan satu sama lain
    5. harus melibatkan banyak pihak.

    untuk asal seriwijaya, dapuntahyang seri jaya naga, dinasti selendra yang paling mendekati kebenaran adalah berasal dari rumpun suku bangsa pasemah ( wilayah gunung dempo, pagar alam, gunung kaba, musi rawas/ musi ulu/ lubuk linggau, lahat, muara enim, empat lawang, ogan semendo, kaur, rejang, bengkulu. ) dengan bukti sebagai berikut
    1. Berdasarkan bukti pisik/ pakta sejarah otentik baik berupa bangunan, peralatan, isiprasasti surat ulu dll
    a. kuburan raja seriwijaya / leluhur seriwijaya di gunung dempo termasuk ( puyang athung bungsu)
    b. komplek istana raja yang lengkap dengan pemandiannya dan segalanya di bukit mendare pagar alam,
    c. komplek candi terluas di asia tenggara di rimba candi pagar alam,( ma’af lebih luas dari jambi)
    d, situs megalitkum yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dipagar alam, empat lawang, muara enim ogan ulu
    e. situs ajaran monothisme yang dibawa nabi IBrahim dipagar alam
    f. situs kerajan purba dempu alam, ratusan tahun sebelum masehi di gunung dempo
    g. situs purbakala di gunung dempo berumur ribuan tahun sezaman dengan nabi nuh
    h. situs kerajan purba dewi jaya perbatasan bengkulu dan sumsel
    i. situs kerajan purba trijaya, perbatasa bengkulu- sumsel
    j. situs kerajaan , seri jaya tahun 0- 200M dikisam tinggi semendo
    k. situs kerajaan tua seri buana lahat, tahun 200-500M
    l. situs purba berumur 3000 ( tiga ribu sebelum masehi) di gua harimau ogan ulu
    m. situs batu kapal dibengkulu
    n. kompleks bangunan suci di sekitar uludanau semendo sumsel yang berbatasan dengan bengkulu yang merupakan tempat persembahan leluhur dinasti selendra berupa bhumi shambara, lingga suci, sungai suci yang mengalir dari ulu danau ke muara di samudara hindia laut bengkulu, desa tanjung melake
    o, nama, nama kampung2 tua rumpun suku bangsa pasemah banyak yang memakai kata menanga, sepperti menanga siamang, menanga jaya, menanga taman dll .
    2. Harus berdasarkan logika. (MASUK AKAL TIDAK)

    Tidak masuk akal ditahun 683 masehi komering ulu mempunyai pasukkan tentara dua laksa sebagaimana dalam prasasti kedukan bukit di bukit seguntang plembang. dua laksa itu bahasa sanskerta salaksa artinnya 100.000 ( seratus ribu) dua laksa= 200.000 lihat kamus sanskerta. tidakmungkin tentara sebanyak itu orang komering ulu semua apalagi ranau apalagi sekala berak. apa lagi hanya desa minanga komering ulu tidak mungkin sekup desa bisa menghimpun tentara sebanyak 200.000.

    tidak mungkin dapunthyang serijaya naga dan 200.000 ( dua laksa) tentaranya itu orng komering semua
    harus ada komonitas yang besar dan luas dan telah mempunyai peradaban maju atau kerajaan besar sebelumnya sebagai komonitas penduk pendukung dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkan tentaranya.
    komonitas komering adalah sekalaberak sebagai nenek moyang suku sai batin dan dan suku pepadun sebagai leluhur suku tulang bawang.
    dan tak mungkin dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya berasal dari komonitas ini karana komonitas ini ( komring skala berak, tulang bawang berdasarkan seluruh prasasti seriwijaya yang ditemukan didaeah ini menegaskan kalaw ditaklukkan dan dikutuk seriwijaya).
    tidak mungkinlah asal sendiri kihancurkan dan dikutuk. semua orang dengan derah asal itu selalu berciri ciri bangga, setia, hormat, mensucikan, mengagungkan, membela. anda saja membangga banggakan asdal anda..
    dan rindu kampung halaman.
    c. tapi gabungan rumpun sukubangsa pasemah/ besemah ( gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, musi rawas/ musi ulu/ lubuk linggau, lahat, empat lawang, muara enim, ogan, lematang, semendo, kaur, rejang, bengkulu) ditahun 683 M mempunyai pasukkan tentara sebanyak 200.000 berdasarkan peradababn di situ sangat masuk akal.

    d. semua prasasti yang dibuat seriwijaya dan leluhurnya diseluruh wilayah nya baik itu di seluruh sumatra termasuk selurah lampung, nusantara termasuk jawa asia tenggara seri langka, dan malagasi afrika itu menunjukkan menegaskan wilayah itu di taklukkan dan di kutuk serta diancam dengan kutukan kutukan yang menakutkan.
    tapi tidak ada satupu prasasti yang dibuat seriwijaya kalau tempat wilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah itu ditaklukkan dan dikutuk karena apa? saya rasa logika anak SDsaja tau krena derah itu adalah tempat asalnya yang menjadi modal wilayah untuk menaklukkan wilayah lain. untuk apa ditaklukkan lagi karena wilayah pendukungnya serta wilayah aslinya,
    seluruh prasasti seriwijaya di daerah pasemah/ besemah itu selalu menunjukkan, penghormatan, pemujaan terhadap leluhur menggambarkan kemegahan dan kejayaan serta kekuatan dan kesaktian.) seperti komplek istana di bukit mendare, komplek candi terbesar di asia tenggara di rimba candi pagar alam sumsel. komplek bangunan suci, makam athung bungsu/ leluhur selendra di pagar alam.
    dan surat ulu yang ditemukan atung bungsu di palembang yamg ditulis seri nurudin panglima perangnya yang meniggal di muara lematang.yang telah datang lebih awal dari athung bungsu.
    adanya hubungan nama kerajaan serijaya di kisam tingi semendo dengan nama dapuntahyang serijaya

    e. bisajadi ditahun 683 masehi itu palembang dijadikan `pusat seriwijaya oleh dapuntahyang serijaya naga. dengan membawa 200.000 pasukkan tentara yang dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah membentuk komonitas palembang. dam menaklukkan wilayah nusantara dan asia tenggara
    f. karena secara logika hanya kekuatan besar dan kuat yang mampu menaklukkan dan menguasai wilayah nusantara dan asia tenggara bahkan serilangka malagasi afrika. karena dari prasasti prasasti seriwijaya yang ditemukan dipalembang menegaskan dari palembang langsung ke bangka, kalimantan lampung jawa dll.
    dari prasasti bukit seguntang ditegaskan dapuntahyang serijaya nasa membawa dua ratus cara perbekalan jika merujuk dari kata dua laksa 200.000 tentara maka 200 cara itu adalah 200 kapal peti kemas yang khusus membawa perbekalan untuk 200.000 tentara maka sangat masuk akal.
    g. jangan lupa dalam prasasti kedukan bukit itu juga di tegaskan ada 1300 lebih pasukkan yang berjalan menuju palembang melalui jalan darat. tidak mungkin orang lampung yang melakukan serangan bersama dapuntahyang serijaya naga itu karena ditahun 683 M tidak ada jalan darat dari lanmpung kepalembang. mereka pasti menyeberangi sungai sungai yang ada di lampung dan sumsel. sedangkan kelompok rumpun sukubangsa pasemah/ besemah lewat arahmana saja sampai kepalembang lewat jalan darat melalui pinggir sungai yang ada di sumsel tanpa harus menyeberang.
    apalagi klaim malaisia dan india sangat tidak masuk akal kalauu dapuntahyang serijayanaga dan pasukkannya dari sana karena ditahun 683 M itu antara palembang dan malaysia thailan itu sudah terpisah oleh laut. jalan lewat mana pasukkan daunthyang serijaya naga yang melalui darat . tidak ada daratan. apalagi india lebih tidak masukakal lagi.
    begitujuga dengan jawa ditahun 683 M Iitu antara sumatra jawa sudah terpisah oleh laut. dan jelas jelas jawa ditaklukkan sumatera melalui angkatan perang serwijaya. seluruh prasasti kuno dijawa jelas menegaskan itu.
    hampir dapat dipastikan melewati wilayah rumpun sukubangsa pasemah/ besemahlah ( gunung dempo, gunung kaba, musi rawas/ musi ulu/lubuk linggau, lahat, muara enim, empat lawang, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu) lah pasukkan darat dapuntahyang serijaya naga berjalan menuju palembang..

    tidak mungkin dapuntahyang serijaya naga dan pasukkannya yang berjumlah 200.000 itu orang komering. karena dapuntahyang dan 200.000 pasukkannya dan 200 kapal peti perbekalan itu naik perhu. tidak mungkin sungai komering yang dangkal itu mampu membawa kapal kapal besar yg membawa dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya. maka hampir dapat dipastikan dapuntahyang dan 200.000 pasukkannya itu berlayar melalui sungai yang lebar dan dalam untuk bisa membawa kapal kapal dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya. sungai musilah yang paling lebar dan paling dalam diantara sungai sungai yang ada di sumsel, karena sungai musi adalah induk dari semua sungai yang ada di sumsel. maka hampir dapat dipastikan dari hulu sungai musilah dapuntahyang serijayanaga dan 200.000 (dua laksa) pasukkannya berlayar menuju palembang dan tepat berlabuh di muara sungai upang di tepi sungai musi palembang. dan berdasrkan prasasti kedukan bukit bukit seguntang itu memang disitu dapuntahyang serijaya naga berhenti/berlabuh.
    Dan hulu sungai musi adalah gunung dempo dam musi rawas/ ulu musi.
    kalau dapuntahyang serijaya naga orang komering berlayar melalui sungai komering tidak mungkin akan sampai ke muka upang sungai musi dipalembang. karena sungai komering tidak bermuara di sungai musi. tidak akan sampai kepalembang dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya kalaw lewat sungai komering tidak mungkin berlayar dari sungai komering berlabuh di palembang pasti melalui laut selat bangka dan berhenti di di ilir palembang dan berada di sebelah timur palembang. tapi berdasrkan isi petunjuk prasasti bukit seguntang itu dapuntahyang serjaya naga berlabuh di muara sungai upang di sungai musi masuk kab musi banyu asin sebelah barat palembang maka yang paling masuk akal dia berlayar melalui hulu sungai musi.
    tidak mungkin dapuntahyang serijaya naga orang komering apalagi ranau apalagi sekalaberak apalagi lampung berlayar melalui hulusungai musi karena pasti harus melewati wilayah rumpun suku bangsa pasemah untuk bisa dari komering sampai kehulu musi. karena satupun tidak ada jejak budaya, bahasa, tulisan dan lain lain komering apalagi sekala berak, apalagi ranau, apalagi lampung, diwilayah rumpun suku bangsa pasemah ( gunung dempo, gunung kaba pagaralam, musirawas/ulu musi/ lubuk linggau, lahat/lematang, empat lawang, muaraenim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu).

    3. harus berdasarkan adat, budaya bahasa, agama.
    hal ini sangat penting untuk dapat mengetahui siapa yang menaklukkan dan siapa yang ditaklukkan, siapa yang datanng dan siapa yang didatangi, siapa yang mempengaruhi siapa yang dipengaruhi, siapa yang mewarnai siapa yang diwarnai.

    Bahasa rumpun suku bangsa pasemah, besemah adalah bahasa melayu dengan logat dialek e,E,a ( ape, apE, apa) sedangnkan bahasa rumpun suku komering/ lampung adalah dialek api, nyow/ sai batin/ ,komering, pepadun. bandingkan dengan bahasa palembang sebagai tempat yang didatangi oleh dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 tentaranya yang sudah pasti memberi warna terhadap bahasa palembang. dan seluruh bahasa melayu yang ada dibelahan dunia wilayah seriwijaya…

    bahasa rumpun suku bangsa pasemah/ besemah pacak lemak nian bahasa palembangnya pacak lemak nian sama persis sedangkan bahasa komering/ lampung pandai bangik becong, bahasa rumpun suku bangsa pasemah/ besemah jangan diambik gale, bahasa palembang jangan diambik galo, komering/ lampung,dang diakuk unyin“sangat jauh beda dengan bahasa palembang. bahasa rumpun suku pasemah naik bahasa palembangnya naik bahasa komering/ lampung cakak jauh berbeda, bahasa rumpun suku pasemah endak kemane pahasa palembang endak kemano, bahasa komering/ lampung haga dipa bagaikan langit dan bumi beda bahasa komring/ lampung dengan bahasa palembang. kalau bahasa palembang itu adalah termasuk bahasa rumpun suku bangsa pasemah/ besemah“karena didatangi oleh dapuntahyang seri jaya naga dan dua laksa 200.000 pasukkannya tentaranya yang membentuk komunitas palembang pada tahun683 M. Oleh karena palembang ditakllukkanjuga ole jawa, bahkan orang jawa mendirikan kesultanan palembang darussalam maka dialek palembang menjadi berjung o. tapi tetap asalnya dari melayu rumpun suku bangsa pasemah. bukan komerimg/ lampung/tulang bawang. coba bandingkan dengan Kayu agung karena dilalui sungai komering, dandidatangi orang menggala bahasa kayu agung hampir sama dengan bahasa lampung/ komering. lihat siapa yang datang pasti akan memberi warna terutama bahasa adat, agama.lihat melayu p banka, kalimantan, jakarta/ betawi, malysia thailan, philipina mindanau mereka semua sama persis bahasa dengan rumpun sukubangsa pasemah/ besemah ( melayu dialek e,E.a) kenapa sama karena pasti ada hubungannya tidak mungkin tau tau sama tanpa ada hubungan seluruh melayu mengatakan ayam adalah ayam sedangkan komering/ lampung Manuk, bagaikan langit dan bumi dengan bahasa palembang bahkan dengan bahasa melayupun berbeda sangat. tidak ada satupun bahasa palembang yang sama dengan bahasa komering apalagi bahasa lampung. tapi dengan kayu agung ia komering, lampung sama. ketika majapahit menyerang palembang yang dipimpin oleh gajah mada. keturunan serrwijaya/ keturunan dapuntahyang serijayanaga yang dipimpin prameswara menyingkir kemalaysia dan hampir dapat dipastikan kelompok rumpun suku bangsa pasemah yang berbahasa melayu ‘e’ yang mengikuti prameswara kemalaysia dan mendirikan kerajaan melake/ malaka sehingga bahasa malaysia hampir sama persis dengan bahasa rumpun suku bangsa pasemah besemah.
    hampir dapat dipastikan tidak ada satupun orang komering/ ranau/ lampung yang mengikuti prameswara kemalaysia. karena satupun tidak ada yang sama bahasa malaysia dengan bahasa komering apalagi ranau apalagi lampung.

    tapi pada masa kesultanan palembang darussalam dari jawa yang mendirikan kesultanan palembang darussalam. orang sumsel yang paling dekat dengan kesultanan ini adalah orang komering dan orang ( OKI/ OGAN KOMERING ILIR)
    sedangkan rumpun suku bangsa pasemah tidak begitu dekat dengan kesultanan jawa ini. karena masih ada dendam sejarah jawa, yang mennghancurkan seriwijaya di palembang dan mengusir prameswara dari palembang. belakangan baru pada masa ratu sinuhun hubungan kesultanan palembang darussalam membaik dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah( daerah uluan) sumsel setelah kesultanan palembang darussalam menyatakan merdeka dari kesultanan mataram islam jawa dan memproklamirkan kesultanan palembang darussalam adalah kesultanan melayu.
    dan juga dalam prasasti kedukan bukit dibukit seguntang bahasa yang dipakai adalah bahasa sans kerta dan melayu yang sama dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah diantaranya, nayik, dua ratus, wulan terang, dari,di, dangan, jalan,seribu, suke cite, di, merlepas. banyak sekali itu semua adalah dari bahasa melayu Rumpun Suku Bangsa pasemah/ besemah. sedangkan dari bahasa komering apalagi lampung satupun tidak ada dalam prasasti kedukan bukit itu.

    Dalam pernyataan Agung arlan dari 700 kata diantara prasasti prasasti seriwijaya yang memakai bahasa komering ada sekitar 50. Sedangkan yang menggunakan bahasa Melayu Rumpun Suku Bangsa Pasemah/ besemah lebih dari 400 kata dan itu tidak ada dalam bahasa komering apa lagi lampung. sedangkan diantara 50 kata yang sama dengan bahasa komering itu juga digunakan dalam bahasa rumpun Suku bangsa pasemah/ besemah seperti: talu, puyang, lapik, dll itu bukan orang komering saja yang menggunakannya tetapi rumpun suku bangsa pasemah/ besemah juga menggunakannya. Jangan jangan kelompok ginung siminung/ komering, ranau, sekalaberak/ lampung ini juga berasal dari gunung dempo pagar alam sana. ini harus di teliti lagi dengan bukti, pakta dan kajian ilmiah.
    harus berdasarkan agama.
    Dapunthyang serijaya naga, seriwijaya dinasti selendra dan leluhurnya adah bweragama, budah dan islam. raja seriwijaya padatahun 717-720 M.( PADA ZAMAN KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ ) Dari bani umayyah di damaskus. telah masuk islam hal ini terbukti dengan adanya surat dari raja serwijaya yang tersimpan di damaskus. bahkan jauh sebelum nabi Muhammad situs ajaran menyembah ALLAH ( agama monotheisme ) sudah ada di gunung dempo pagar alam yang di bawa oleh Nabi Ibrahim AS.
    sedangkan Kerajaan skala brak kuno kerajaan tertua lampung adalah hindu. tidak ada hubungannya dengan seriwijaya.

    HARUS BANYAK PIHAK YANG TERLIBAT.
    dalam meneliti sejarah agung sebesar seriwijaya yang mengusai nusantara, asia tenggara, serilangka, malagasi afrika Tidak bisa hanya dari satu pihak saja atau dari satu komunitas saja apalagi hanya komunitas Lampung saja apa lagi ranau, apalagi komering apa lagi sekelas kampung yang bernama minanga komering. alangkah banyaknya kampung- kampung tua rumpun suku bangsa pasemah besemah yang benama menanga, bahkan disumatera utara juga ada bahkan dibugis sulawesi juga ada.

    pihak pihak yang harus dilibatkan adalah
    1. rumpun suku bangsa pasemah/ besemah ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA,
    PAGAR ALAM, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, LAHAT, MUARA EN
    NIM, EMPAT LAWANG, SEMENDO, KAUR REJANG BENGKULU. TERMASUK
    RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH YANG MENJADI PENDUDUK ASLI BUKIT
    BARISAN BAGIAN BELAKANG PROPENSI LAMPUNG)
    2. SELURUH WILAYAH SERIWIJAYA TERMASUK SELURUH SUMATERA, NUSAN
    TARA, ASIA TENGGARA TERMASUK MALAYSIA, SERILANGKA, MALAGASI, AF
    RIKA
    3. PEMERINTAH SEBAGAI PIHAK INDEPENDEN ARTINYA TIDAK MEMIHAK
    4. PARA AHLI/ PAKAR BAIK AHLI SEJARAH, ARKEOLAGI, GEOLOGI
    5. PARA MAHASISWA
    6. PIHAK INDEPENDEN DARI LSM

    “““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““`

    .

    • ashruri said

      maaf om putra sumsel, mungkin sy tidak tahu, adakah aksara basemah/pasemah ? yang om bilang hampir sama dengan bahasa palembang,

  12. Dapunta hyang serijaya naga dan 200.000 pasukan nya dan 1312 yang berjalan melalui darat menuju palembang, itu bukanlah kembali atau pulang dari penaklukkan akan tetapi datang sebagai penakluk dan pendiri/ yang membuat wanua/ istana / komunitas seriwijaya. sebab dalam prasasti kedukan bukit, bukit seguntang disebelah barat palembang itu sangat jelas menegaskan bahwa dapuntahyang seri jaya naga dan pasukkannya membuat wanua/ istana hal ini yang sangat menguatkan palembang sebagai pusat seriwijaya sebagai istana kerajaan. kata marvuat wanua inilah yang hampir memastikan palembang sebagai pusat seriwijayaditahun 683 M.
    artinya sebelum dapuntahyang serijaya naga dan pasukkannya datang wanua belum ada/ belum dibuat.
    kalaw dapunta asli dari palembang mustahil dia membuat wanua/ istana karena sudah hampir dapat dipastikan wanua/ istana sudah ada untuk apa dibuat lagi.
    begitu juga taman kesetra yang dibuat 684 M artinya satu tahun setelah kedatangan dapuntahyang serijaya naga dan pasukkannya.
    dan dipalembang juga banyak prasasti kutukan dan ancaman ancaman yang sangat menakutkan dari seriwijaya dan leluhurnya.

  13. Adapun kata minagatamwan dalam prasasti bukit seguntang itu ada yang berpendapat daerah taklukkan mungkin saja ada benarnya sebab sebelum sampai kepalembang mungkin saja dapuntahyang serijaya naga dan pasukkannya terlebih dahulu menaklukkan minagatamwan.TAPI YANG JELAS MINANGATAMWAN ITU BUKANLAH MINAGA KOMRING ULU SEBAB TIDAK ADA SATUPUN BUKTI. entah minangatamwan itu taklukkan atau bukan tapi yang jelas asal dapuntahyang serijaya naga beserta leluhurnya dan seluruh pasukkannya berdasarkan semua bukti yang yang telah ada tetap hampir dapat dipastikan berasal dari / KELOMPOK RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH YANG MENDIAMI WILAYAH ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, MUARA ENIM EMPAT LAWANG, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU)/ SUMSEL DAN BENGKULU YANG MENGGUNAKAN BAHASA MELAYU DENGAN DIALEK e, E, a.
    Saya angkat topi dengan jambi yang mengajukan sebagai pusat seriwijaya berdasarkan penemuan komplek candi di muara jambi yang sangat luas konon katanya terluas di asia tenggara. artinya berdasar. tidak seperti agung arlan yang satupun tidak ada bukti. kalau betul komplek candi di muara jambi itu pusat seriwijaya agaknya sulit palembang untuk menjadi pusat seriwijaya lagi dan itu harus diakaui kalau memang benar.
    tapi sebelum menyimpulkan jambi sebagai pusat seriwijaya berdasarkan komplek candi dimuaro jambi itu harus diadu dulu dengan komplek rimba candi dipagar alam, sumsel yang lebih luas dari komplek candi dimuaro jambi.
    candi di rimba candi pagaralam lahat itu dari batu dan candi di muara jambi dari bata.
    karena kalau pagaralam/ rumpun suku bangsa pasemah/ besemah itu asal seriwijaya, maka akan tetap menjadikan dan bahkan lebih memperkuat lagi posisi palembang sebagai pusat seriwijaya pada tahun 683 M.
    Tapi kalau jambi asal dapunta dan 200.000 ( dua laksa) pasukkannya posisi palembang tidak tepat lagi menjadi pusat seriwijaya. karena walau bagaimanapun juga jambi` menawarkan bukti arkeologis berupa candi yang sangat luas sedangkan palembang tidak ada/ belum ada candi seluas yang di jambi itu. sebagaimana keterangan it-sing di seriwijaya terdapat 1000 pendeta yg sudah hampir pasti komplek candi yang dimiliki sangat luas. dan itu hanya ada di jambi dan pagar alam (sumsel)
    jagan lupa berdasarkan keterangan raja seriwijaya kepada khalifah umar bin abdul aziz ( khalifah bani umayyah ) di damaskus diseriwijaya itu banyak ribuan gajah. dan rajanya adalah berasal dari keturunan raja raja.
    dan populasi gajah terbesar di sumatra adalah bukit barisan wilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah ( sumsel dan bengkulu).kalau way kambas dilampung tengah itu baru. zaman seriwijaya belum ada way kambas.
    Atung bungsu 175 M. adalah leluhur selendra. dan atung bungsu leluhurnya adalah para raja-raja dan merupakan keturunan raja raja dan keturunan alexander the great/ iskandar zulkarnain“`kuburan atung `bungsu berada`di pagar alam. Bagaimana dengan jambi siapa keturunan alexander thegreat yang menjadi leluhur raja jambi??? tapi walau bagai manapunjuga pendapat dari jambi itu harus dihormati karena berdasar dan berbukti tidak seperti agung arlan dan orang lampung. sebaiknya agung arlan dan orang lampung cari dulu bukti mungkin saja belum di temukan. jangan dulu langsung mengklaim. masalah nya adalah seriwijaya itu bukan saja daerah tapi harkat martabat, dan wibawa bangsa dan negara dipertaruhkan disitu“`sebagai bangsa besar, sebagai bangsa penakluk, sebagai bangsa terhormat. yang akan jadi dasar pijakan kita dan anak cucu kita `dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

  14. agung arlan tentang catatan itsing yang belajar agama budah ke india dan singgah di seriwijaya itu tidak usah dibahas lagi anak SD dah tau semua itu.
    COBA ILMIAH DIKIT BAHASAN WAHAI AGUNG ARLAN.
    yang harus di bahas tentang catatan itsing itu adalah letak serwijaya berdasarkan ciri ciri yang di cerItakan itsing.
    anda mau tau catatan itsing itu mari kita bahas satu persatu
    1. menurut catatan it-sing di seriwijaya terdapat 1000 pendeta budah maka sudah hampir dapat di pastikan diseriwijaya ada komplek candi yang sangat luas.untuk hal ini yang sesuai denga catatan itsing adalah wilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah dan jambi. komering satupun tidak ada candi di situ apa lagi lampung.
    2. menurut itsing di seriwijaya tepat tengah hari tidak ada bayangan. artinya berada di katulis tiwa/ ekquator/ sekitar khatulis tiwa. semakin jauh dar khatulistiwa semakin mustahil jadi pusat seriwijaya palembang saja menurut orang malaisia dan thailan tidak berada dikatulistiwa.
    tetapi palembang itu masih dekat dengan garis khatulistiwa / berada disekitar khatulitiwa pada bulan bulan tertentu dipalembang juga tidak ditemui bayangan pada tengah hari. rtinya dipalembang saja bulan- bulan tertentu tengah hari masih ada bayangan. apalagi komering yang berada jauh dari selatan palembang yang semakin jauh meninggalkan wilayah khatulistiwa apalagi lampung.
    sedangkan wilayah rumpun suku bangsa pasemah yang berada di musi rawas dan bengkulu semakin mendekati garis khatulistiwa/ dan di wilayah itu tengah hari juga tidak ditemukan bayangan walaupun tidak persis dengan garis khatulistiwa tapi sudah hampir dekat sekali dengan khatulis tiwa
    3. diseriwijaya itu ada dua gunug dan ada samudra/ laut maka tau tau agung arlan langsung memponis dua gunung yang dimaksud adalah gunung siminung dan gunung pesagi dan laut yang dimaksud adalah danau ranau
    diwilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah juga ada gunung dempo pagar alam sumsel dan gunung kaba dibengkulu sedangkan laut/ samudra yang dimaksud itsing adalah samudra hindia/ laut bengkulu yang tepat berada di samudra hindia
    4. dan menurut itsing pada waktu itu di daerah sumatra ada kerajaan seriwijaya, melayu, dan tulang bawang sekala berak. kemudian setelah itsing pulang dari india singgah lagi di seriwijaya melayu ( kerajaan jambi tua) dan tulang bawang telah menjadi seriwijaya. artinya kedua kerajaan ini telah ditaklukkan seriwijaya artinya jelas dua kerajaan ini bukanlah asal serwijaya dan di wilayah lampung menurut itsing ada kerajaan kerjaan lain, sedangkan diwilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah ( WILAYAH GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, MUARA ENIM, EMPAT LAWANG, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU). menurut catatan itsing tidak ada kerajaan kenapa???????????? KARENA ITULAH SERIWIJAYA. Carilah dalam catatan itsing diwilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah tidak ada kerajaan lagi karena itulah sesungguhnya seriwijaya.

    SEKARANG KITA LIHAT SURAT RAJA SERIWIJAYA KEPADA KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ KHALIFAH BANI UMAYYAH DI DAMASKUS TAHUN 717-720 di damaskus

    Dari Raja di Raja (Malik al amlak) yang adalah keturunan seribu raja; yang beristeri juga turunan seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayanya ter-dapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu nan harum, bumbu-bumbu n’emangian, pala, dan kapur barus yangsemerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengitimkan kepada Anda hadthb, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda perrahabatan. Dengan seculars bail, saya inggin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Ini adalah surat dari Raja Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang baru raja diangkat menggantikan Khalifah Sulaiman (715-¬717M).

    raja seriwijaya itu leluhurnya adalah para raja raja yang nasabnya sampai kepada Alexander the great/ iskandar zulkarnain dari atung bungsu dipagar alam yang kemudian menjadi raja , dwi jaya, trijaya/ serijaya kemudian seri buana kemudian seriwijaya. bagaimana dengan komering. dari mana silsilah raja raja dikomring kerajaan apa saja di komering sebelum seriwijaya abad ke VII itu. bagaimana hubungannya dengan iskandar zulkarnain.
    kandang binatangnya ada1000 gajah wilayah sumatra yang paling banyak gajah adalah bukit barisan antara bengkulu dan sumsel yang didiami rumpun suku bangsa pasemah besemah
    adapun pusat pelatihan gajah di way kambas itu zaman seriwijaya belum ada. dan gajah gajah di waykambas lampung itu berasal dari bukit barisan. berarti di pusat seriwijaya itu mengalir dua sungai. banyak sekali wilayah2 rumpun suku bangsa pasemah yang dilalui ole dua sungai rata rata wilayah rumpun suku bangsa pasemah dan kota kotanya dilalui oeh dua sungai. bagaimana dengan minanga komering dan sekala berak.
    dan semua ciri yang ditulis raja seriwijaya itu ada semua diwilayah rumpun sukubangsa pasemah/ besemah. ( WILAYAH GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, MUARA ENIM, EMPAT LAWANG, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU). sedang komering/ lampung tidak ada. kapur barus saja tidak ada dikomering apa lagi yang lain..
    dan rumpun suku bangsa pasemah tidak pernah mengatakan pasti. paling hampir dapat dipastikan besdasarkan bukti pakta sejarah dan logika budaya adat bahasa agama, dan berdasarkan penelitian2 ilmiah seminar, dan telah melibatkan banyak pihak termasuk seri sultan hamengku bowono raja jawa itu mengatakan dengan tegas ketika kepagar alam mengatakan pulang kampung. silahkan kemukakan pendapat lain tapi harus berdasar ada bukti dan masuk akal. tidak seperti agung arlan yang seolah olah telah memastikan bahwa ibukota seriwijaya dan dapuntahyang serijaya naga adalah orang minanga komering dan lampung.dengan bukti satupun tidak ada. baik bukti pisik, logika, adat, budaya, bahasa ilmiah dan tidak melibatkan pihak lain.

  15. Saudara Agung arlan jangan main- main bicara tentang seriwijaya harkat martabat wibawa dan harga diri bangsa dan negara dipertaruhkan. sebagai bangsa negara yang menaklukkan atau yang ditaklukkan.
    kalau tidak ada bukti pisik pakta otentik, tidak masuk akal dan tidak ada hubungan dengan bahasa, budaya, agama melayu, tidak ilmiah dan tidak melibatkan banyak pihak sebaiknya tidak usah bicara.
    sebab malaysia, thailan, mianmar, india, kamboja, laos petnam merka juga punya banyak bukti dan logika dan kajian merka ilmiah, akan semakin mudah mereka menjadikan negara mereka sebagai pusat dan asal usul seriwijaya.
    kita jangan dulu alergi dengan merka. mereka punya bukti dan logika dan penelitian ilmiah secara besar besaran. bahaya kalau karangan agung arlan ini yang sama sekali tidak ada bukti di ketahui oleh negara lain. akan jadi bahan tertawaan mereka saja dan akan semakin merendahkan indonesia saja. mereka banyak candi seperti thailan, kamboja, laos pitnam , india, sedangkan seriwijaya itu pusat agama budah mustahl tidak memiliki candi atau bekas reruntuhan candi. dan komplek candi haruslah luas dan megah. dan itu sangat jelas hingga kini di thailan, kamboja pitnam laos india. dikomering/ lampung satupun tidak ada candi
    malaisa punya bahasa melayu yang hampir sama dengan seluruh melayu di kawasan asia tenggara sedangkan bahasa komering apalagi lampung satupun wilayah melayu tidak ada yang sama apalagi yang menggunakannya. india dengan agama budah dan bahasa sanskertanya. komering/ lampung apa yang punya apa lagi sekala berak. dan prasasti ligor itu menegaskan menjadi pelabuhan bandar seriwijaya. dan disana ditemukan patung balaputra dewa. dan negara merka lebih dekat dengan garis khatulistiwa tidak ada bayangan pada tengah hari. dapat dibayangkan jika diadu dengan komering atau lampung. babak belur indonesia jadi bulan bulanan merka yang sangat jauh dari khatulistiwa. negara mereka tepat berada di lautan sedang komering jauh dari laut apalagi minanga
    thailan sedari zaman seriwijaya sudah punya ribuan gajah sedang kan komering tidak ada dan gajah di waykambas lampung zaman belanda saja belum ada apalagi zaman serwijaya. thailan pun ada nama minangatamwan.
    kita jangan alergi dulu denga merka atau marah dengan mereka lihat dulu merka. lalu bandingkan dengan kita dan logika kita kalau tidak ada yang dapat dibandingkan apa alasan indonesia mengatakan seriwijaya adalah indonesia.
    orang orang seperti agung arlan inilah yang merusak yang asal bicara. negara negara asing akan dengan mudah mengatakan dengan logika, pasukkan darat dapuntahyang serijaya naga itu bisa saja lewat laut dulu setelah sampai ke sumatra mereka baru berjalan lewat darat. komering/ lampung saja tidak ada jalan darat ditahun 683 M itu bisa mengakuku asal seriwijaya dan dapuntahyang serijaya naga, yang melakukan serangan lewat darat berjalan lewat darat. mau ngomong apa indonesia. karena dengan pernyataan agung arlan itu terbuka logika mereka.
    tapi jika dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, EMPAT LAWANG, MUARA ENIM, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU) yang lewat arah mana saja bisa kepalembang melalui darat dengan menelusuri sungai sungai di sumsel tanpa harus menyeberang sungai, mati kutu negara negara asing itu.
    dan komunitas penduduk mereka ditahun 683 M sangat masuk akal punya tentara sebanyak dua laksa ( 200.000 ) sedang komering tidak mausuk akal tahun 683 M punya pasukkan tentara sebanyak itu.
    sekarang thailan punya bandar udara internasional swarna dwipa. kenapa jangan marah dulu orang2 orang seperti agung arlan inilah yang jadi perusak yang asal bicara saja tanpa ada bukti sedikitpun dan sama sekali tidak masuk akal sangat jauh dari logika akal sehat. bahasa komering apalagi lampung sangat jauh dengan bahasa asia tenggara. akan dengan mudah dipatahkan malaysia dan thailan.
    asal usul kerajaan dikomeringpun tidak jelas sedangkan negara negara asing sangat jelas.
    Berdasarkan catatan it-tsing yang menceritakan l
    etak seriwijaya itu maka syarat yang memenuhi sebagai wilayah inti seriwijaya adalah sbb
    1. harus memiliki bangunan candi yang sangat luas
    2. Harus berada di sekitar khatulis tiwa
    3. harus memiliki dua gunung tinggi minimal
    4 harus memiliki samudra/ lautan luas
    5 harus wilayah seriwijaya itu tidak pernah di sebut sebut dan di ceritakan sebagai wilayah lain karena wilayah itulah seriwijaya.
    6. harus mempunyai peradaban budhah
    7. harus sudah mempunyai peradaban maju.
    8. wilayah itu tidak pernah ditaklukkan
    9. wilayah itu haarus dihormati dan di sucikan bukan dikutuk dan dihancurkan.
    Sedangkan syarat wilayah inti seriwijaya berdasarkan surat raja seriwijaya kepada khalifah umar bin adul aziz dari dinasti umayyah, di damaskus adalah
    1. keturunan raja raja artinya leluhur mereka adalah para raja- raja
    2. harus mempunyai 1000 gajah/ banyak gajah
    3. Harus memiliki emas/ tambang emas
    4. harus memiliki kapur barus
    5. harus mempunyai peradaban islam juga walau sedikit
    6. harus dilalui dua sungai.

    DAN SEMUA ITU HANYA ADA DI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH
    ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, EMPAT LAWANG, MUARA ENIM, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU).

    Kalau yang lain punya pendapat lain silahkan saja dan itu tetap harus kita hormati
    tapi harus berbukti, masuk akal, berdasarkan budaya bahasa agama, melibatkan banyak pihak, dan ilmiah. tidak seperti agung arlan asal bicara saja.

  16. RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TERMASUK KUBU MENDIAMI WILAYAH PESEMAH AIR KERUH DAN MUSI RAWAS ADALAH MELAYU PROTO ADALAH YANG PALING TUA DI SUMSEL BUKAN LAMPUNG APA LAGI KOMRING.

    KATA ORANG LAMPUNG DAN AGUNG ARLAN MELAYU TUA/ MELAYU PROTO ADALAH LAMPUNG. DAN LAMPUNG LAH SUKU PALING TUA DISUMBAGSEL
    Ini sama sekali tidak ada bukti tidak masuk akal tidak ilmiah, ini hanyalalah pendapat orang orang gila hormat, gila pangkat dan gila gila gila.
    BUKTI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH YANG TERMASUK ORANG KUBU ADALAH MELAYU TERTUA B AHKAN DISUMATRA
    1. DITEMUKANNYA SITUS PERADABAN MANUSIA DARI YANG PALING TUA dari zaman batu tua (paleolithikum/ kebudayaan pacitaan/ budaya kapak batu SAMPAI ZAMAN SERIWIJAYA di wilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah yang termasuk di dalamnya orang kubu ( kubu rawas/ kubu yang masih liar dan alami)
    sedangkan dilampung paling tua adalah suku tumi kebudayaannya hanya megalithikum yang termasuk baru itupun banyak berada diwilayah rumpun suku bangsa pasemah seperti di sumber jaya. dikebun tebu, batu bedil, ulu belu pulau panggung dll. sedangkan di komering satupun tidak ada dari mana datang datang mengaku orang lampung paling tua. dasar gila hormat dan gila wibawa.
    dibenua atlantis ada ada peradaban 3 gunung yang paling tua yaitu 1. gunung dempo sumsel, 2. gunung danau toba sumut, 3 gunung krakatau /gunung sunda land. jawa barat/ banten

    bukti yang ke 3 rumpun sukubangsa pasemah/ besemah termasuk kubu adalah yang paling tua disumatra ada 3 peradaban gunung sebagai peradaban suku tertua yaitu antara gunung dempo sumsel dan gunung kerinci jambi yaitu rumpun suku bangsa pasemah/ besemah yang termasuk didalamnya orang kubu. peradaban ke dua adalah antara gunung kerinci jambi dan gunung merapi sumbar yaitu suku kerinci dan orang merpi yang ketiga adalah antara gunung merapi sumbar dan gunnug danau toba sumut yaitu suku batak dan suku sakai. mana lampung gak ada apa lagi komering.
    Reply
    putra sumsel permalink
    November 25, 2013

    orang lampung dan orang komering dan agung arlan anda telah membangunkan singa dari tidur panjangnya rumpun suku bngsa pasemamah/ besemah ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT MUSI RAWAS TERMASUK KUBU RAWAS ASLI KUBU YANG MASIH LIAR DAN GANAS, LAHAT, MUARA ENIM EMPAT LAWANG OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU )
    lampung apalagi komering itu anak kemaren sore gak usah ngaku ngaku paling tua paling hebat. mau kena kutuk lagi seperti zaman serwijaya dulu. orang lampung menghadapi orang bali saja tidak sanggup. siapa yang membantu lampung mengalahkan bali di lampung selatan itu tiu kelompok rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. kalau lampung sendiri mana mungkin mau menang perang lawan bali di daerah lampung selatan tu. perang dengan belanda paling panjang di negara ini adalah perang aceh dan perang pasemah. siapa yang menyerang pasukkan inggris dibengkulu zaman rafles orang pasemah. mana punya nyali orang lampung apa lagi komring menyerang benteng inggris di bengkulu. orang orang rumpun suku bangsa pasemah tidak pernah mau tunduk dengan belanda. tidak seperti komering bermuka dua.`dan rumpunsuku bangsa pasemah itu ada di sumsel adalah kelompok masyarakat mayoritas 50 persen lebih orang komering di sumsel hanya 5 persen kurang. dilampung mayoritas kedua setelah jawa dibengkulu dijambi, di bangka belitung.
    jangan lagi pilih orang komering lampung sebagai gubernur atau bupati atau caleg. bangkitlah wahai rumpun suku bangsa pasemah/ besemah wahai melayu dialek e, E, A. bangkit jangan mau diinjak injak harga diri apa lagi oleh orang komering atau lampung. jangan pernah pilih ABURIZAL BAKRI dia adalah `orang lampung.
    wahai putra putri sumsel seluruh wilayah gunung dempo, gunung kaba, seluruh lahat seluruh sungai musi dari hulu sampai laut“““` termasuk musi banyu asin, pagaralam seluruh muara enim seluruh empat lawang seluruh semendo baik itu darat atau lembak seluruh ogan dari hulu sungai ogan sampau muara ogan kertapati, palembang kaur rejang seluruh bengkulu.
    bangkit bangkit bangkit.
    bangun, bangun, bangun.
    ““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““
    Reply
    putra sumsel permalink
    November 25, 2013

    bajak laut yang terkenal dan ditakuti di sekayu musi banyu asin itu sama sekali bukan orang komering atau lampung atu cina tapi asli pri bumi Musi Banyu Asin.
    Sedangkan bajak laut kayu agung bukan hanya orang komering tetapi gabungan dari keturunan bajak laut cina, ogan ilir, dan komering ilir dan menggala. kayu agung juga dilalui sungai ogan
    Raden intan yang melawan belanda di lampung selatan itu adalah keturunan raja banten pantas dia berani lawan belanda. mana ada asli orang lampung. gak usah merasa paling hebat komering dan lampung.
    Reply
    putra sumsel permalink
    November 25, 2013

    DENGAR BAIK BAIK HAI ORANG KOMERING DAN LAMPUNG KAMU JUGA AGUNG ARLAN. TIDAK USAH MERASA PALING HEBAT, PALING TERHORMAT, PALING TUA, PALING GAGAH, PALING SEGALA GALANYA. DIATAS GUNUNG MASIH ADA GUNUNG DIATAS GUNUNG MASIH ADA LANGIT, DIATAS LANGIT ADA LANGIT.
    HANYA ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA YANG MAHA SEGALA GAL ANYA YANG PALING HEBAT YANG PALING DULU, YANG PALING GAGAH, YANG PALING MULIA.
    putra sumsel 28 November 2013 pada 20:41

    kenapa semua yang berhubungan dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah `sesuatu yang telah jelasdibuat tidak jelas, dibuat samar- samar, dibuat kabur kemudian di acak acak semua orang usil, mengusik, kemudian masing- masing semua pihak lain mengklaim, mengaku ngakui sebagai kepunyaannya sebagai miliknya.
    sedangkan sesuatu yang ada pada rumpun suku bangsa yang lain tidak ada yang jelas tapi dibuat-buat agar jelas dan tidak ada yang usil. berdasarkanbanyak bukti baik pisik prasasti, logika, ilmiah sudah begitu banyak pihak yang terlibat. jelas bahwa rumpun suku bangsa pasemah/ besemah adalah asal dari seriwijaya, dinasti selendra, dapuntahyang serijaya naga. tapi di buat buat agar tidak jelas.
    semua orang mengaku,,, komering, sekala berak, lampung, jambi, jawa, sumatra barat, riau, malaisia thailan` sedangkan seluruh kerajaan di nusantara ini tempo dulu tidak ada yang jelas tapi dibuat-buat agar jelas, contoh kerajaan tulang bawang letak pastinya tidak ada yang tau dimana siapa pendirinya`tapi kenapa gak ada yang usil, majapahit gak jelas sekarang dimana letaknya gak ada yang usil, ken arok asal usulnya gak jelas tapi dibuat-buat agar jelas. bisa saja ken arok itu adalah orang dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. karena dijawa banyak keturunan raja raja dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah (seriwijaya/ selendra) begitu juga gajah mada gak jelas darimana asalnya. bisa saja dia orang dayak/ bugis, sumatra.
    karena dari bentuk wajahnya berdasarkan patung patungnya gak ada potongan muka orang jawa. tapi mirip potongan muka- muka orang dayak.
    sedangkan puyang atung bungsu jelas jelas dia tinggal dan berkubur di pagar alam yang masuk dalam rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. dan beliau adalah putra mahkota kerajaan kushan di india yang leluhurnya adalah raja alexander the great ( iskandar zulkarnain)
    jelas jelas yang dimaksud` besemah menurut puyang atung bungsu itu adalah semuatera sungai yang telah ditimbangnya yang ber ikan semah`adalah wilayah besemah,seluruh batanghari sembilan termasuk sungai ogan dan sungai komering karena pasti ada ikan semahnya.
    atung bungsu itu orang cerdas bukan orang bodoh putra mahkota kerajaan kushans di india yang masih keturunan alexander the great tokoh sang penakluk dunia yang wilayahnya meliputi eropa afrika dan asia. itu sangat jelas. tapi dibuat buat agar tidak jelas dikatakan yng dimaksud atung bungsu besemah itu adalah sungai yang tempat istrinya mencuci beras itu saja. alangkah bodoh dan sempitnya pemikiran atung bungsu kalau begitu. kemudian dikatakan atung bungsu itu adalah anak bungsu. sebab di jadikan putra mahkota karena dia adalah yang paling tua.

    dan untuk lebih membingungkan lagi agar tidak jelas dikatakan atung bungsu adalah anak bungsu raja majapahit yang bernama ratu sinuhun kemudian bersama kakak perempuannya pergi ke bukit seguntang palembang, kemudian kakak perempuannya atung bungsu ini menjadi sultanah ( ratu/ raja perempuan) di palembang yakni kesultanan palembang darussalam. kemudian sang adik si atung bungsu menjadi penguasa pasemah, besemah. jadi sudah menjadi hukum adat pasemah besemah kalau setiap tahunnya menengok kakak perempuannya di palembang dengan membawa barang barang bawaan sebagai oleh- oleh. dan dikatakan dalam adat pasemah/besemah adik laki laki ibu di sebut sebagai meraje. dan harus sangat dihormati. ketika orang2 pasemah/ besemah datang menghantarkan barang bawaan ke palembang pihak kesultanan sangat menghormati orang2 pasemah/.
    hal ini sebenarnya jelas akal akalan kesultanan palembang darussalam untuk menaklukkan pasemah/ besemah tanpa harus bertempur/ perang. karena apapun nama dan bentuknya kewajiban datang orang pasemah/ besemah ini sama dengan membayar upeti dan sebagai tanda takluk tanpa di sadari oleh rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. hebatkan politik kesultanan jawa ini. Karena dalam sejarah majapahit tidk ada satupun raja/ ratu perempuan yang bernama ratu sinuhun. dan silsilah 7 /6 orang anak raja itu tidak ada dalam sejarah majapahit. ratu sinuhun itu adalah raja/ ratu perempuan kesultanan palembang darussalam. jadi jelas ini adalah hanya akal akalan bagian dari strategi dan taktik untuk memenangkan peperananngan tanpa berperang dar kesultanan palembang darussalam saja. tapi akibatnya existensi/ keberadaan orang rumpun suku bangsa pasemah/ besemah menjadi tidak jelas.`karena siapapunakan berpikir 1000 kali untuk langsung menyerang dan berperang terbuka dengan rumpun suku bangsa pasemah ini. sebagai pendiri dan asal seriwijaya, daountahyang serijaya naga, dinasti selendra. disitu ada gunung dempo ada orang kubu ada orang rejang, kaur, semendo dll. gajah mada saja tidak mau masuk ke wilayah ini. inggris saja pimpinan raples tidak mau menyerang secara langsung dan terbuka melain kan dengan strategi pecah, belah, pisah, beda, jauh, lemahkan.“begitu juga dengan belanda.`sekarang orang komering, lampung dan jawa juga mengikuti strategi belanda dan inggris. untuk melemahkan rumpun suku bangsa pasemah, besemah ini pecahkan dar rumpunnya, belahkan dari rumpunnya, pisahkan pecahan- pecahannya itu, bedakan satu sama lain antara pecah- pecahannya itu dan jauhkan. lemahkan semangat nya, lemahkan sosial budayanya, lemahkan pengaruhnya dipertidak keberadaannya, dibuat tidak jelas asal usul/ jatidirinya. maka dengan sendirinya tidak akan memiliki kekuatan lagi dalam segala hal baik secara politik, sosial, budaya, militer/pisik, pengaruh dan peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. kemudian puyang sipahit lidah, puyang mata empat, sserunting sakti, rakihan sakti jelas jelas mereka itu adalah leluhur rumpun suku bangsa pasemah/ besemah tapi dibuat agar tidak jelas. dengan mengatakan mereka itu adalah orang komering lah, orang ranaulah, orang lampung baratlah orang liwalah orang bantenlah orang jawa lah. sehingga menjadi tidak jelas lagi siapa dan darimana puyang sipahit lidah, simate empat, serunting sakti, rakihan sakti. surat ulu jelas jelas surat ulu itu dari rumpun suku bangsa pasemah, besemah semua derah uluan batang hari sembilan dan bengkulu) , mereka semua menyebut dengan nama surat ulu jambi, lampung/ komering langsung mengklem hanya mereka saja yang punya aksara di indonesia ini bersama jawa dan batak. padahal semua wilayah uluan batang hari sembilan dan bengkulu / rumpun suku bangsa pasemah punya juga urat ulu ka ga nga atas dasar apa lampung mengatakan hanya lampung yang punya tulisan aksara
    di OKI / kayu agung mereka namakan dan pakai khat ogan yang vokalnya berujung e menjadi ke ge nge sama persis dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah yang lainnya termasuk bengkulu. lampung punya aksara juga silah silahkan aja tapi jangan pernah mengatakan hanya lampung yang punya/ lampung yang pertama/ paling tua.atau mengatakan yang lain lain itu menjiplak aksara lampung. OKI kayu Agung saja marah karena menurut mereka khat ogan yang mereka pakai itu yang asli dan lampung menjiplak khat ogan. apalagi rumpun suku bangsa pasemah/ besemah“ yang lain termasuk yang dibengkulu. jelas jelas nenek moyang orang lampung itu dari rumpunsuku bangsa pasemah/ besemah juga. kenapa orang lampung malah mengaku nenek moyang merka orang batak. Batak itu di sumatra utara alangkah jauhnya dengan lampung sedangkan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah berada di sumsel semenjak sedari dulu.
    jauh sebelum melayu proto datang wilayah orang2 rumpun suku bangsa pasemah/ besemah sudah ada. sejak zaman purba zaman batu paling tua/paleolithikum/ kebudayaan kapak batu yang sama dengan kebudayaan pacitan kebudayan gua purba seperti gua harimau dan gua putri di ogan ulu, yakni hidup di zaman neo lithikum. kalau megalithikum itu termasuk baru. dan pusat peradaban megalithikum di asia tenggara ini berada di pagar alam. sedangkan pusat palleolithikum berada di pacitan.
    putra sumsel 29 November 2013 pada 03:07

    begitu juga dengan `kantoli/kandali/ kuntala. jelas jelas semua berta dari negeri cina mengatakan kantoli itu adalah asal seriwijaya. karena menurut catatan2 merka seriwijaya itu dulunya bernama kantoli dan letaknya di sumatera selatan s`eda`ngkan dilampung pada waktu itu ada kerajaan `s“ekala `berak `dan “tulang `bawang di jambi ada kerajaan koying dan melayu tua dimana lagi letaknya kerajaan kantoli kalau` bukan berada di wilayah rumpun su`ku `bangsa ““pasemah/ `besemah. karena wilayah ini tidak di sebut sebut. yang di sebut hanya kantoli. ya inilah kantoli wilay`ah rum[un suku bangsa “pasemah/besemah. ( sumsel) masa lampung ada kerajaan di jambi ada kerajaan sedangkan sumsel tidak ada sama sekali. sedangkan atung bungsu dan 7 armda kapalnya menetap di rumpunsuku bangsa pasemah / sumsel dan bengkulu. kalau kantoli itu dilampung lantas tulang bawang dan sekala berak dimana. begitu juga jambi, kalau kantoli dijambi makakoying dan moloyo dimana katanya dijambi itu sezaman dengan kantoli. masa wilayah sumsel gak ada kerajaan. tidak masuk akal.
    sangat jelas itu karena kantoli pada waktu itu telah `melaku`kan hubungan dagang dengan cina dan di daerah pagar alam banyak ditemukan patung2 “dan keramik keramik cina pada abad itu ata sekit`a t`ahun` itu`tapi dibuat tidak jelas dengan mengatakan kantoli/ kandali adalah kenali di lampung, ada yang mengatakan kantoli itu adalah kendari di riau ada` pula yang mengatakan kantoli/ kandali adalah kendal jawa.“`ada juga mengatakan dari jambi““
    bahkan sekarang ini bangsa korea edang meneliti dan ingin membuktikan bahwa bangsa korea nenek moyangnya berasal dari rumpun suku bangsa pasemah/ beemah. karena bangsa korea sendiri yang neng klaim meraka berasal dari rumpun uku bangsa pasemah/ besemah di pagar alam.
    lihat itu jika sudah jelas nanti pasti dibut tidak jelas juga oleh orng komering, lampung, jambi, jawa dll.
    ““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““““`
    putra sumsel 29 November 2013 pada 05:25

    Kalau seh nur kodim atau puyang awak yang datang ke semendo dari banten dan merupakan cucu sunan gunug jati yang masih keturunan prabu sili wangi. orang yang paling sakti dijawa barat itu memang benar dan orang semendo sangat menghormati puyang awak seh nurkodim sebagai leluhur semendo dan sebagai peletak adat semendo yang berfilsafah islam tingkat tinggi yang diajarkan sekh ini. dan orang semendo sangat mengkultuskan seh ini. tetapi orang semendo bukan berasal dari se ini. karena seh ini datang kesemendo sudah ada orang semendo. dan seh ini menikah dengan orang semendo artinya orang semendo sudah ada sebelum seh ini. tepi kalau orang semendo ada yang keturunan seh ini memang benar.
    dan seh ini mengajarkan ahlak islami. krena orang semendo pada waktu itu sebagian besar sudah beragama silam tetapi ahlaknya masih sangat bejat dan jahiliyah. bahkan seh ini sangat disayangi oleh masyarakat semendo khususnya, karena kemulyaan hatinya. yang mengajarkan cinta kasih sesama bahkan terhadap hewan sekalipun. semut mau menyeberang sungai saja di buatkan jembatan dari kayu oleh seh ini untuk membantu semut agar bisa menyeberang ke seberang.
    putra sumsel 30 November 2013 pada 03:00

    Ogan yang juga termasuk rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. karena bahasa rumpun melayu e. dan sungai ogan itu daru hulu sampai ilir dan muaranya di kertapati palembang itu pasti ada ikan semahnya. dan sungai ogan itu juga telah ditimbang oleh puyang atung bungsu
    ogan dan semendo mau dipisahkan dan dibedakan dengan rumpun suku bangsa besemah yang lain tujuannya untuk melemahkan dan mempertidak keberadaannya.
    saya sebagai orang sumsel sangat sangat tersinggung batu raja itu berasal dari bantu raja. yang membantu raja dalam peperangan. lama kelamaan kata bantu raja berubah menjadi batu raja.
    hampir dapat dipastikan ini adalah kerjaan orang komering, lampung dan jawa untuk mempertidak dan menghilangkan keberadaan orang ogan. seolah olah bantu raja adalah orang ogan yang hanya bisa jadi pembantu raja sedangkan rajanya orang komering atu lampung atau jawa. enak saja asal bicara.
    lebih tua ogan dari komering. ogan dulu baru komering. tulisan aksara lampung dan komering itu menjiplak khat ugan.
    MAU BUKTI YANG NYATA TEMUAN POSIL MANUSIA PURBA ZAMAN NEOLITHIKUM DAN KAPAK BATU ZAMAN PALEOLITHIKUM DI GUA PUTRI DAN GUA HARIMAU ITU DI OGAN BUKAN DI KOMERING ATAU LAMPUNG.
    BATU RAJA ITU BUKAN DARI BANTU RAJA TETAPI RAJA YANG MENJADI BATU, ARTINYA RAJA BUKAN PEMBANTU. JANGAN ASAL NGOMONG SAJA.
    ORANG SUMBAGSEL YANG PERTAMA JADI, KSAD ( KEPALA SETAP ANGKATAN DARAT/ PANGLIMA ANGKATAN DARAT ADALAH JENDRAL MAKMUN MURAT ORANG BATU RAJA ORANG OGAN.)
    Bukan orang komering martapura saja yang ganas dan dan berani. orang ogan dikatakan penakut semua. muara saung dan muara saE dan ogan ulu itu lebih ganas lagi.

  17. Dalam sebuah artikel di internet yang berjudul dinding angin karangan arfan rachman yang sangat sangat tidak masuk akal tidak ada bukti, tidak berdasar sama sekali yang sangat merendahkan dan menghina rumpun suku bangsa besemah/ sumsel/ batang hari sembilan. yang lebih gila lagi dari agung arlan. yang mengatakan rumpun suku bangsa besemah orang purba orang telanjang, yang di hancurkan oleh seriwijaya semudah membalikkan telapak tangan. yang di bantai habis oleh seriwijaya. pasti arfan rachman ini orang komering.
    dengar baik baik kalian semua DEMI ALLAH TIDAK PERNAH RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH BERPERANG DENGAN SERIWIJAYA APALAGI DIHANCURKAN DAN DIBANTAI SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN. KALIAN SEMUA INGIN MEMUTAR BALIKKAN PAKTA BERSILAT LIDAH. ALLAH LEBIH TAU ARFAN RACHMAN DARI MANA SERIWIJAYA BERASAL. APA DAN SIAPA RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH. DEMI ALLAH KALAU LAMPUNG IA DIHANCURKAN DILAKNAT DAN DIKUTUK DAN DIBANTAI OLEH SERIWIJAYA DAN YANG MEMBANTAINYA TIDAKLAIN ORANG RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH/ PASEMAH. BUKTI SELURUH PRASASTI SERIWIJAYA DILAMPUNG MENGABADIKAN HAL ITU TERMASUK ORANG KOMERING JANGAN MEMUTAR BALIKKAN PAKTA SERIWIJAYA YANG MENGHANCURKAN RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH
    DAN SERIWIJAYA BERASAL DARI KOMERING DAN LAMPUNG. KALIAN MENGHADAPI ORANG BALI SAJA KEOK.
    TIDAK ADA SATUPUN PRASASTI SERIWIJAYA DI WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH YANG MENGATAKAN RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH DITAKLUKKAN APALAGI DIKUTUK OLEH SERIWIJAYA. SELURUH PRASASTI ATAU SURAT ULU YANG BERADA DIRUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ITU BERISI TENTANG PENGHORMATAN DAN KEBESARAN LELUHUR. BUKTINYATA ADALAH KUBURAN PUYANG SERI BAGINDA MAPULI ATUNG BUNGSU. DAN SURAT YANG DIBUAT OLEH SERI NURUDDIN PANGLIMA ANGKATAN LAUT KERAJAAN RAO INDIA YANG MENGATAKAN BAHWA BELIAU WAFAT DIMUARA LEMATANG. YANG SETIAP TAHUN RAJA RAJA SERIWIJAYA SELALU BERZIARAH KE GUNUNG DEMPO KEKUBURAN PUYANG SERIBAGINDA MAPULI DEWA ATUNG BUNGSU. DEMI ALLAH ITU ADALAH PAKTA.
    DAN BERDASARKAN PAKTA SEJARAH PULA TELAH SANGAT JELAS PERANG DIINDONESIA INI YANG PALING PANJANG MELAWAN HINDIA BELANDA ADALAH PERANG PASEMAH/ BESEMAH DAN PERANG ACEH. ORANG ORANG PASEMAH/ BESEMAH BERKALI KALI MEMBUKTIKAN MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAG SEL YAKNI PALEMBANG DIANTARANYA serangan orang Pasemah ke kota Palembang (1829), Lahat(1829), Musi Ulu)1837), Rejang(1840), Ampat Lawang(1840-1850) KAUR. BAHKAN PADA SERANGAN ORANG PASEMAH TAHUN 1829 ITU YANG IKUT HANYA PAGAR ALAM KISAM DAM MEKAKAU SAJA MEREKA SANGGUP MEMBAWA 3000 PASUKKAN DAN MEMBAKAR 150 KAMPUNG DIPALEMBANG YANG SUDAH DIDUDUKI HINDIA BELANDA. DAN TIDAK ADA SATUPUN ORANG INDONESIA YANG SANGGUP MENYERANG BENTENG INGGRIS DI BENGKULU YANG MENJADI MARKAS BESAR GUBERNUR JENDRAL INGGRIS YANG BERNAMA RAFLES KECUALI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH DAN ITU ADALAH MALA PETAKA YANG PALING BESAR BAGI INGGRIS SELAMA DI INDONESIA. SEDANGKAN KOMERING SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA YANG BEKEDUDUKAN DI PALEMBANG, BAGAIMANA BISA DIKATAKAN DAPUNTAHYANG SERI JAYA NAGA SERIWIJAYA ITU ORANG KOMERING. JELAS INI ADALAH BUKTI, PETUNJUK, ISARAT DARI MANA DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA DAN 200.000 PASUKKANNYA. BARU PADA REPOLUSI PISIK PERANG KEMERDEKAAN RI ORANG KOMERING BERTEMPUR MELAWAN BELANDA, DENGAN DI BUMI HANGUSKANNYA DESA BETUNG KOMERING ULU OLEH BELANDA YANG SEOLAH OLAH ORANG KOMERING PALING BERJASA, PALING BERANI MELAWAN BELANDA, SUDAH SUDAH LAGI KOMERING ITU ANAK KEMAREN SORE TIDAK USAH MENGAJARI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TENTANG ARTI SEBUAH PERANG. DITAHUN 1829 SAJA RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH INI MASIH SANGGUP MELAKUKAN SERANGAN KEPALEMBANG YANG MENJADI PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAGSEL PADAHAL RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH SUDAH TERCERAI BERAI AKIBAT PECAH BELAH PISAH BEDA ADU DOMBA MAJAPAHIT AKIBAT PALEMBANG DARUSSALAM, INGGRIS, BELANDA. DAPAT DIBAYANGKAN JIKA RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH INI MASIH SOLID DITAHUN 683 PADA MASA DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA. SEDANGKAN KOMERING MANAPUNYA NYALI MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAGSEL YANG BERKEDUDUKAN DIPALEMBANG. APALAGI LAMPUNG. RADEN INTAN ITU MASIH KETURUNAN RAJA BANTEN SESUAI DIA BERANI.
    DAERAH KOMERING/ LAMPUNG SELALU MENJADI TAKLUKKAN MULAI DARI SERIWIJAYA, MAJAPAHIT, PALEMBANG DARUSSALAM, BANTEN, BAJAK LAUT CINA BELANDA, INGGRIS.
    SEDANGKAN WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH DITAKLUKKAN MAJAPAHIT TIDAK PERNAH GAJAHMADA MEMASUKI WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH MEMANG MAJAPAHIT BERHASIL MENAKLUKKAN PALEMBANG HANYA SEBATAS PALEMBANG DAN KOMERING SAJA SEDANGKAN KEDAERAH ASLI SERIWIJAYA YAKNI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH TAKLUK DENGAN GAJAHMADA DAN MAJAPAHIT, BEGITU JUGA DENGAN BANTEN YANG MENGHANCURKAN LAMPUNG DAN BENGKULU HANYA BENGKULU SELATAN YANG BERADA DI PESISIR SELATAN BENGKULU SAJA YG TAKLUK SEDANGKAN DIWILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH PASUKAN BANTEN MENGINJAKAN KAKINYA. KEMUDIAN DATANG PALEMBANG DARUSSALAM ITU PUN MENAKLUKKAN LAMPUNG DENGAN PEPERANGAN DI MANGGALA SEDANGKAN DIWILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ITU MERDEKA DARI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM. KEMUDIAN DATANG KERAJAAN PAGAR RUYNG MENGHANCURKAN ORAN KOMRING DAN LAMPUNG PULA SEDANGKAN RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH TAKLUK DENGAN PAGAR RUYNG APAKAH PANTAS KOMERING DAN LAMPUNG MENGAKU ASAL SERIWIJAYA YANG KATANYA BESAR KALAU SELALU JADI BULAN BULANAN DAN TAKLUKKAN DAN DIHANCURKAN OLEH SEMUA KERAJAAN SEPERTI KOMRING DAN LAMPUNG YANG SELALU DI HANCURKAN DAN DITAKLUKKAN SETIAP KERAJAAN. BAIK ITU OLEH SERIWIJAYA, SUNDA, JAWA, BANTEN, PALEMBANG DARUSSALAM PAGARRUYUNG
    Balas

    10 | putra sumsel
    Desember 1, 2013 pada 10:56 am

    Komentar Anda menunggu moderasi

    Demi ALLAH sungguh tidak pantas dan saanga tidak layak komering menyandang asal seriwijaya, dinasti Selendra dan dapuntahyang serjaya naga yang membawa pasukkan dua laksa ( dua ratus ribu ) mendatangi palembang.DALM CATATAN SEJARAH TIDAK PERNAH ORANG KOMERING MELAKUKAN PENYERANGN. SELALU DISERANG DIBANTAI DAN DICINCANG OLEH SEMUA KERAJAAN BAHKAN DENGAN ABUNG SAJA KOMERING KEOK. BAHKAN RAJANYA DIPENGGAL KEPALANYA OLEH ORANG ABUNG DAN DIJADIKAN BOLA OLEH ORANG ABUNG DILAMPUNG.SELURUH WILAYAH KOMERING ITU ADLAH JAJAHAN ORANG ABUNG KECUALI GUNUNG BATU SAJA. KARENA DISITU ADA RATU SAHIBUL ATAU ARIA PENANGSANG ORANG JAWA DARI DEMAK PANTAS DIA SAKTI WAJAR. MANA ADA ORANG ASLI KOMERING PUNYA NYALI DENGAN ORANG ABUNG. INI PAKTA SEJARAH YANG TAK DAPAT DIBANTAH DAN TIDAK USAH DITUTUP TUTUPI. HANYA ARYA PENANG SANG SEORANG YANG MENHADAPI ORANG ABUNG. DAN ORANG ABUNG YANG DATANG MENYERANG. TIDAK PERNAH KOMERING MENYERANG ABUNG. KALAU KISAH ARIA PENANGSANG BERKEINGINAN MENYERANG PALEMBANG DARUSSALAM YANG MASIH ADA SILSILAH DENGAN RADEN PATAH. ARIA PENANGSANG PANGERAN SAHIBUL/ RADEN SARIMAN KUNING MENDIRIKAN BENTENG DI OGAN ILIR INDRALAYA. YANG KEMUDIAN MENJADI LELUHUR ORANG OGAN ILIR JUGA DENGAN BERBAGAI LEGENDA DI DAERH OGAN ILIR.
    demi ALLHAH ORANG OGANLAH YANG PALING BANYAK MENJADI PASUKKAN ARIA PENANGSANG INI DISEKITAR OGAN ILIR, TERMASUK DAERAH PEGAGAN, MERANJAT SERITANJUNG SERIBANDUNG. BUKAN DARI ORANG KOMERING. APALAGI DARI GUNUNG BATU HANYA SEBAGIAN KECIL SAJA. TERMASUK ANAK RATU SAHIBUL TUAN KAPAR YANG BERASAL DARI GUNUNG BATU TEWAS MENGENASKAN DI SUNGAI MUSI. ITUPUN SUDAH BANYAK YANG BERGABUNG DENGAN ARIA PENANGSANG/ RATU SAHIBUL BAIK ITU ORANG GUNUNG BATU ATAU JAWA PENGIKUT PENGIKUT RATU SAHIBUL DAN ORANG OGAN KHUSUSNYA OGAN ILIR PEGAGAN INDRALAYA, MERANJAT SERITANJUNG. DEMI Allah yang menyerang palembang darussalam itu bukan tuan kapar sendiri omomng kosong komering aja itu orang ogan ilir yang paling banyak.
    DEMI ALLAH RATU SAHIBUL ATAU ARIA PENANGSANG/ RADEN ARIMAN KUNING ITU MENYERANG PALEMBANG DARUSSALAM. DEMIALLAH BUKAN SERIWIJAYA. KARENA SERIWIJAYA SUDAH TIDAK ADA LAGI DI PALEMBANG DAN TELAH MENJADI JAWA MAJAPAHIT MULAI DARI GAJAH MADA ARYA DAMAR SAMPAI RADEN PATAH DAN KETURUNANNYA DARI JAWA YANG MENDIRIKAN KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM YANG MASIH KETURUNAN RADEN PATAH. TIDAK ADA HUBUNGANNYA SEDIKITPUN DENGAN SERIWIJAYA. JANGAN PERNAH SERIWIJAYA DIHUBUNGKAN DENGAN PALEMBANG DARUSSALAM. PALEMBANG DARUSSALAM ITU ORANG JAWA. SEDANGKAN SERIWIJAYA ADALAH MELAYU RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT MUSI RAWAS TERMASUK KUBU RAWAS ASLI KUBU YANG MASIH LIAR DAN GANAS, LAHAT, MUARA ENIM EMPAT LAWANG OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU )

  18. DENGAR BAIK BAIK KAMU ORANG KOMERING GAK USAH MERASA PALING HEBAT DAN PALING BERANI DAN PALING JAGOK.
    DEMI ALLAH ASAL NENEK MOYANG ORANG ABUNG YANG MEMBANTAI HABIS ORANG KOMERING ITU KECUALI GUNUNG BATU KARENA ADA ORANG JAWA YANG SAKTI DISITU YANG BERNAMA ARYA PENANGSANG/ RATU SAHIBUL/ RADEN SARIMAN KUNING. YANG TELAH MEMENGGAL KEPALA RAJA ORANG KOMERING DAN MENJADIKANNYA BOLA DITENDANG TENDANG DAN DILUDAH LUDAHI ITU BERASAL DARI KAUR. SEDANGKAN KAUR TERMASUK RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH. DEMI ALLAH INI TIDAK MAIN MAIN.

  19. Orang komering itu walau bagaimanapun juga saudara batang hari sembilan keluarga besar rumpun suku bangsa besemah orang sumsel juga. orang sumsel juga ikut tercoreng harga dirinya keluarga besar batang hari sembilan ikut tercoreng harga dirinya dengan peristiwa perang abung ini.
    ratu sahibul/ arya penangsang / raden sariman kuning ini adalah panglima perang kerajaan demak adipati jipang, cucu raden patah murid kesayangan sunan kudus. arya penangsang ini adalah ahli strategi perang. arya penangsang dalam menghabisi dan membantai orang abung dikomering ini telah membentuk koalisi yang terkenal dengan poros OGAN-KOMERING-SEMENDE-DAYE. SETELAH MENGKONDISIKAN POROS INI BARU ARYA PENANGANG MENYERANG DAN MEMBANTAI ORANG ABUNG DENGAN KOALISI-KOALISINYA YAKNI SELURUH ORANG LAMPUNG. YANG TELAH MENJAJAH DAN MENINDAS TANAH KOMERING. KOALISI ABUNG ADALAH SELURUH LAMPUNG SEDANGKAN KOALISI KOMERING ADALAH OGAN, SEMENDE, DAYE. DAN JAWA
    SEBAGAI BUKTINYATA LIHATLAH KETIKA ARYA PENANGSANG MENYERANG KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM. DIA TIDAK LANSUNG MENYERANG TETAPI ARYA PENANGSANG MEMBENTUK KOALISI ILIRAN YAKNI OGAN ILR, PEGAGAN, SERI TANJUNG, INDRALAYA, MERANJAT KAYU AGUNG. BAHKAN ORANG MUARA ENIM DAN ORANG JAWA JUGA ADA YANG BERGABUNG. DAN ARYA PENANGSANG INI MENJADI LELUHUR ORANG INDRLAYA DAN OGAN ILIR. DISANA JUGA BANYAK KETURUNANNYA.
    putra sumsel 2 Desember 2013 pada 19:13

    kami di sumsel rukun antara komering, ogan, semende, daye.orang lampung aja yang reseh apa lagi abung ngaku ngaku komering itu adalah orang lampung kayu agung itu orang lampung.palak kamu kayu agung orang lampung. orang plembang kayu agung tu. kami di sumsel bersatu dalam bingkai plembang gak usah di usik usik dengan lampung. apa lagi kami orang sumsel jika sudah keluar sumsel identitas plembang semua yang kami bawa.
    saya yakin akal akalan lampung saja yang ingin mengklaim kalau seriwijaya itu di hancurkan oleh lampung. karena kalau langsung mengatakan seriwijaya itu dihancurkan lampung sudah pasti mustahil karena jelas2 semua isi prasasti serwijaya itu menegaskan bumi lampung luluh lantah dan orang2 lampung di bantai dan dikutuk oleh eriwijaya.orang lampung ingin menjadikan komering kambing hitamnya. dengan mengatakan seriwijaya , selendra dan dapunta orang komering. karena dengan demikian dapatlah diartikan seriwijaya itu tidak ada apa apanya bagi lampung. karena orang komering dijajah oleh lampung terutama abung dapat diartikan bagaimana harkat derajat martabat seriwijaya/ palembang/ sumsel dimata orang lampung khususnya orang abung.
    kalau orang lampung tidak percaya datanglah ke kayu agung ngaku ngakulah kalau kayu agung itu orang lampung potong telinga saya kalau gak di cincang orang lampung apa lagi abung dengan orang kayu agung. jangan sekali kali lagi orang lampung apalagi orang abung masuk ke sumsel tanah batang hari sembilan ini kalau mau dicincang masuklah berikut dengan raja abung itu.
    orang lampung dengar baik baik komering itu saudara kami keluarga besar batang hari sembilan. pada saat serwijaya menghancurkan lampung baik itu di lampung timur, lampung barat dan lampung selatan orang komering juga ikut dalampasukkan seriwijaya. sampai kapanpun orang komering ogan semendo dan daya tidaj akan pernah akur dengan orang lampung apalagi abung. kalian artikan sendiri itu.

  20. science diet dog food prices

    Melacak Jejak Kerajaan SRIWIJAYA « infokito

  21. Anak melayu tengah said

    Sriwijaya disebut oleh itsing th 671 seli- po- shi ibukota nya bernama po-shi, terletak di sungai po-shi. Sungai po-shi adalah sungai musi/ mosi. Jadi ikbu kota sriwijaya itu berada di sungai musi antara muara tamban- palembang- sekayu- lahat- empat lawang- ulu musi- lubuk linggau- rejang. Sedangkan sungai komering namanya dulu sungai selabung, itsing menyebutnya selapon, kerajaannya/ negerinya tolang pohwang. Jadi sriwijaya bukan berasal dari komring apalagi dari lampung sangat jauh.

  22. Kerajaan Sriwijaya dari awal sudah berada di Palembang , bukan di Minanga Tidak ada perpindahan ibukota. Minanga adalah taklukan Sriwijaya

    wwwjayasriwijaya.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: