infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Empat Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang Janji Pilkada Damai

Posted by infokito™ pada 16 April 2008

Empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang sepakat akan mewujudkan pilkada 7 Juni 2008 mendatang dengan bersih dan aman. Kapoltabes Palembang Kombespol Zainul Arifin menilai, kesepakatan untuk mewujudkan pilkada yang damai sudah menjadi semacam tradisi pilkada, namun pada praktiknya, sering kali pasangan calon yang kalah atau pendukungnya melanggar kesepakatan tersebut, saat hasil pilkada diumumkan.


Menurut Zainul seperti dikaporkan harian SINDO, kedewasaan berpolitik pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang baru akan terbukti setelah hasil pilkada diumumkan. Pasalnya, dari beberapa pilkada yang telah berlangsung di Sumsel, konflik justru muncul setelah pilkada berakhir. Ironisnya, konflik itu justru dimulai dari pasangan calon yang kalah dalam pilkada.

Oleh karena itu, Kapoltabes mengimbau Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang untuk tidak memprovokasi pendukungnya jika kalah dalam pilkada mendatang. ”Masing-masing pasangan calon harus punya komitmen untuk tidak mencederai demokrasi dengan tindakan- tindakan tidak sportif, seperti memprovokasi pendukungnya untuk menolak hasil pilkada hingga melakukan tindakan yang anarkistis,” ujarnya sebelum penandatanganan sejumlah MoU Pilkada di Aula Mapoltabes Palembang, Selasa (15/4) kemarin.

Menurut Zainul, seharusnya pola pikir pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang sejalan dengan kepentingan masyarakat yang menginginkan kesejahteraannya terwujud dengan jalan damai. Calon yang kalah dalam pilkada juga diharapkan dapat mendukung calon lain yang berhasil menjadi wali kota dan wakil wali kota Palembang, dengan sama-sama membangun daerahnya.

”Menjadi kepala daerah bukan akhir dari pengabdian, tapi bagaimana kita bisa memberikan seluruh jiwa raga kita untuk kepentingan masyarakat dan bangsa ini, apapun fungsi dan peranan kita. Dengan begitu, seharusnya semua kompetitor merasa menang. Kalau tidak puas dengan hasilnya, lakukan upaya hukum,” tegasnya.

Seusai empat pasangan calon menandatangani nota kesepahaman (Memorium of Understanding, MoU) sore kemarin, Kapoltabes menegaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan hukum jika pasangan calon melanggar kesepakatan tersebut.

Pria dengan tiga melati di pundaknya ini mengungkapkan,kesepakatan yang ditandatangani kemarin berisi komitmen untuk tidak melakukan perbuatan curang, seperti mencuri start kampanye dan melakukan kampanye buruk terhadap calon lain.

”Jika pasangan calon termasuk tim suksesnya melanggar kesepakatan tersebut, dan melakukan tindakan pelanggaran pidana pilkada, kami akan melakukan aturan hukum pidana terhadap mereka. Dan kami juga telah berkomitmen dengan panwas serta kejaksaan negeri, untuk memproses segala pelanggaran pidana pilkada tanpa pandang bulu,” urai Kapoltabes.

Sementara itu, calon wali kota nomor urut 1 M Yansuri- Sunnah NBU mengaku pihaknya akan menjalankan komitmen tersebut dengan sebaik-baiknya, sebab menurut Yansuri, komitmen itu sejalan dengan keinginannya, untuk menjadikan kota Palembang aman dan sejahtera.

”Siapa pun pemimpin kota, wajib memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemimpinnya, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingannya sendiri,” kata Yansuri.

Senada dengan yang dikatakan cawako dengan nomor urut 2 Sarimuda. Cawako yang berpasangan dengan ketua MPW PKS M Iqbal Romzie ini menginginkan pilkada mendatang berlangsung dalam suasana yang aman dan kondusif.

”Setiap pemimpin pastinya tidak ada yang menginginkan daerahnya kacau setelah pilkada berlangsung. Kalau kami jelas ingin mewujudkan Palembang Darussalam sebagai kota yang aman dan nyaman sejalan dengan slogan Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghafur,” kata Sarimuda.

Calon wali kota (incumbent) nomor urut 3 Eddy Santana Putra meminta seluruh lapisan masyarakat kota Palembang terus menjaga suasana kondusif sebelum dan setelah pilkada dilaksanakan.

”Pilkada ini harus berjalan lancar,aman,damai dan penuh dengan suasana persaudaraan,” kata Eddy yang berpasangan dengan Romi Herton sebagai calon wakil wali kotanya.

Ditemui seusai penandatanganan MoU di Poltabes Palembang, cawako nomor urut 4 Asmawati juga meminta, agar pelaksanaan pilkada mendatang berjalan dengan lancar dan damai. Asmawati yang berpasangan dengan Ketua Kadin Sumsel Ahmad Rizal sebagai wakil wali kotanya, meminta semua pihak mampu menahan diri, apapun yang terjadi.

”Pilkada ini harus berjalan lancar, dan masyarakat Palembang sejahtera untuk semua. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat, karenanya calon pemimpin harus terus menjaga kondisi keamanan sesuai keinginan rakyat,” kata Asmawati saat dicegat wartawan.

Sementara itu, dalam kata sambutannya, wakil Wali kota Palembang Tolha Hasan meminta agar lembaga penyelenggara pilkada, KPUD Palembang dan Panwasda Palembang bersifat netral dan tegas dalam pilkada mendatang. Dia mencontohkan, masih maraknya atribut kampanye pasangan calon meski sudah ada peringatan panwasda bahwa hal itu merupakan pelanggaran.

”Harusnya panwasda tegas, tidak ada yang boleh mencuri start kampanye, kalau menurut undang-undang harus bersih (dari atribut kampanye) bersihkan. Kalau bersih-bersih atribut, bersihkan semua jangan ada yang tersisa,” tegas Tolha disambut tepuk tangan hadirin yang memadati aula Mapoltabes Palembang kemarin.

Kepada para pasangan calon, Tolha meminta mereka belajar dari semboyan tim sepak bola Sumsel, Sriwijaya FC, yang siap menang tapi juga lebih siap kalah. Semboyan itu, menurut Tolha, tidak hanya disebutkan, tapi dipraktikkan, sehingga tidak merusak citra diri masingmasing.

”Semboyan SFC itu kalau menang syukur, kalau kalah tetap bersyukur,Tanpa ribut, karena kalau dalam pertandingan yang sering ribut itu hanya orang yang berjudi. Kalau tidak ingin dibilang penjudi, kalau kalah jangan ribut,” ujar Tolha yang hampir selalu menonton langsung pertandingan Sriwijaya FC di Stadion Utama Jakabaring.

Selain penanda tanganan MoU Pilkada damai, kemarin juga dilakukan penandatanganan MoU kerja sama pembentukan sentra penegakan hukum tindak pidana pilkada secara terpadu (Gakkumdu) antara Poltabes Palembang, Panwasda Palembang dan Kejaksaan Negeri Palembang.

Penandatanganan tersebut dilakukan Kapoltabes Palembang, Kombespol Zainul Arifin, Kajari Palembang, Baginda P Lumbangaol dan Ketua Panwasda Palembang,Donny Suryadi. Selain itu, juga ditandatangani perjanjian penggunaan kantor polsek se-Kota Palembang, sebagai sekretariat Panwascam oleh Kapoltabes dan ketua Panwasda. Sebelumnya, juga ditandatangani perjanjian kerja sama tentang pengamanan penyelenggaraan pilkada, oleh Kapoltabes dan ketua KPUD Palembang Kemas Khoirul Mukhlis.

Untuk mengamankan Pilkada Palembang 7 Juni 2008 mendatang, Poltabes Palembang akan menerjunkan 2.500 personel kepolisian yang tersebar di seluruh kota Palembang. Jumlah tersebut masih ditambah lagi 500 personel dari Sat Brimob, Polda Sumsel, dan TNI. Selain itu, untuk mengamankan diri setiap pasangan calon dan keluarganya, Poltabes Palembang menyiagakan 6 polisi untuk setiap pasangan calon. (ahmad fajrihidayat/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: