infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Pembenci “Al-Quran” itu Akhirnya Dinyatakan Tak Bersalah

Posted by infokito™ pada 9 April 2008

Umat Islam sedunia nampaknya harus kecewa sangat mendapat terhadap si pembeni Al-Quran, Geert Wilders. Hari Senin kemarin, pengadilan Belanda telah memutuskan ‘tak bersalah’ terhadap pembuat film Fitna dan pernah menganggap Al-Quran sebagai ‘buku orang fasis’.

Pengadilan menganggap anggota parlemen sayap kanan Belanda itu tidak bersalah oleh pengadilan di Negeri Kincir Angin itu.

Wilders dinyatakan tidak bersalah menyebarkan kebencian, meski komentar-komentar atau film yang dibuatnya menyakitkan umat muslim sedunia. Demikian dilansir Radio Netherlands, Selasa (8/4) kemarin.

Sebelumnya, Wilders diadukan ke pengadilan oleh Federasi Islam Belanda (DIF), yang menuntut Wilders dihukum karena membandingkan Al-Quran dengan Mein Kampf, buku yang dibuat Adolf Hitler dan dianggap sebagai kitab suci kaum Nazi.

DIF berargumentasi bahwa Wilders telah menghasut dan menimbulkan rasa kebencian terhadap Muslims. Karena itu, pria dengan rambut jabrik ini selayaknya harus dihukum berat.

Sayangnya, hari Senin kemarin, hakim pengadilan Belanda mengatakan, anggota parlemen dari kubu konservatif itu tak bersalah dan memiliki hak untuk berbicara dan mengekspresikan opininya.

Minggu-minggu ini berbagai protes melawan film Fitna merambah berbagai Negeri dengan komunitas Muslim. Diantaranya; Pakistan, Iran, Indonesia, Mesir dan Afghanistan. Di Belanda sendiri, banyak kalangan Muslim menunggu dengan perasaan cemas keputusan pengadilan ini.

Keputusan pengadilan Netherland ini nampaknya menafikkanya perasaan kecewa mendalam warga Muslim dunia. Nampaknya, kebebasan serta demokrasi di Barat dan Eropa tak benar-benar memberi ruang pada Islam. [sttm/www.hidayatullah.com]

3 Tanggapan to “Pembenci “Al-Quran” itu Akhirnya Dinyatakan Tak Bersalah”

  1. Hai wilders boleh kamu membenci Al-Qur’an tapi ingat bahwasanya isi alqur’an adala kalamullah dan kamu akan merasakannya nanti ketika kamu mati.sekarang tertawalah dan berbahagialah dengan sepenuh hati sebelum azab dan siksa ALLAH SWT datang.

  2. erensdh said

    Biarkan Wilders bebas pada keyakinannya, toh salah-benar akan di tentukan pada akhir zaman, tanpa bisa kita elakan.
    Akhirnya,
    Mari kita semua mau berrendah hati agar kita mengerti kekurangan serta kesalahan kita, dan mau berbesar hati mengakui kelebihan orang lain.
    Biarkan Allah dengan Kesucian-Nya menguasai hati dan pikiran kita agar kita tidak pernah mampu berlaku curang maupun jahat pada setiap manusia yang adalah ciptaan Allah.
    Biarkan setiap orang memiliki kesempatan yang bebas untuk belajar agama apapun serta kebebasan untuk memeluknya.
    Allah terlampaui berkuasa melebihi atas apa yang Ia kehendaki tanpa perlu bantuan kita, sebab Ia Maha Kuasa.

  3. Mukhtar said

    Keputusan itu memang amat mengecewakan dan mencemaskan umaat Islam. Kita semua tentu khawatir bahwa gerakan anti Islam dan kekerasan terhadap mereka akan makin bertambah di kemudian hari. Sebagaimana telah nampak gejalanya dibeberapa negara seperti Perancis, Jerman dan juga Rusia. Yang amat kita cemaskan adalah timbulnya reaksi balas dari segelintir umat Islam yang tidak mampu berpikir panjang dan hanya mengerti sedikit ajaran Islam dan jatuh dalam rangkulan kaum fanatik. Mereka ini amat mudahdiprovokasi untuk melakukan tindakbalas yang terkadang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti tindak terorisme. Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya umt Islam mengkaji dan meneladani sepenuhnya sikap yang telah dicontohkan nabi Muhammad SAW.
    Mari kita perhatikan sikap nabi Muhammad SAW ketika menghadapi seorang Yahudi yang tiaap hari memaki dirinya.
    Konon setelah nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar sahabat terdekat beliau ingin melaksanakan semua amal baik yang pernah dikerjakan nabi. Tetapi setelah sekian lama melaksanakannya Abu Bakar tidak merasa puas. Dia merasa ada sesuatu yang belum dilaksanakannya. Karena penasaran maka dia bertanya pada Aisyah istri Rasulullah SAW tentang suatu amal perbuatan nabi yang belum diketahuinya. Ummul mukminin pun bercerta bahwa tiap hari sebelum matahari terbit nabi Allah menemui seorang Yahudi yang betempat di ujung jalan untuk memberi makan kepadanya. Siapakah Yahudi itu yang sedemikian istimewa sehingga nabi Alla berkenan tiap hari memberimakan kepadanya ? Siapakah dia ? ternyata dia adalah seorang Yahudi, tua, buta, ompong pula. tidak keluarga atau kerabatyahudinya yang menjaga dan menyantuninya. Pakaianya kumuh. Kediamannya hanyalah sekedar sebuah tempat berteduh. Keistimewaanya ? Tiap hari yang dilakukannya hanyalah memaki nabi Allah serta ajaran yang dibawanya dengan kata-kata yang paling kotor yang bisa dipikirkan manusia. Hal itu dilakukannya selama berbulan atau mungkin bertahun. Kisah tidak menjelaskan berapa lama. Tetapi itu dilakukannya di jalan kediaman nabi. tentulah merupakan pusat kota yang hidup. Bisa anda bayangkan ? Nabi Allah dimaki, dicerca, dinista dengan kata-kata yang palingkotor, di tengah2 masyarakatnya sendiri, di pusat kekuasaan kaum muslim ? Dan itu dilakukan dengan bebas oleh seorang Yahudi ! Bisa anda bayangkan bagaimana masyarakat yang membiarkan pemimpinnya, yang Rasulallah, yang oleh sebagian orang sebagai orang suci, dimaki dengan kata-kata yang paling kotor ? Itulah masyarakat Islam yang dibentuk nabi Muhammad SAW ! Lalu apa perlakuan balas yang beliau lakukan terhadap orang yang telah menhinanya dan memakinya itu ? Tiap hari beliau mengunjungi Yahudi itu untuk memberinya makan. Itu dilakukannya di pagi hari sebelum matahari terbit dan dengan izin Allah tidak seorang pun melihatnya ! Perilaku itu ingin ditiru oleh Abu Bakar. Tapi apa yang terjadi ? Suapan p3ertama ditolak laki-laki itu. Laki-laki Yahudi yang mulut terus memaki nabi menolaknyua denga berkata, Siapa kau ini. Kau bukan laki-laki yang biasa memberi makan pada ku. Kemana dia sekarang ? Dia selalu bicara dengan lembut menyenangkan hatiku. Siapa dan kemana dia ? Dia tau mulutku kering, tidak ada air ludah”. Lalu memaki nabi lagi. Abu Bakar tidak mempedulikan makiannya lalu manambah air pada suapan berikutnya. Tetapi ? ” Siapa kau ini ? Mana laki-laki itu. Laki-laki yang biasa memnyuapi makan selalu memberi roti yang sangat enak, basah dengan cairan yang agak kental, seperti bubur. Sangat enak, manis dan mudah ditelan. Dia pun selalu berbicara dengan lembut. Siapa kau dan ke mana dia ?” Abu Bakar oun tidak dapat menahan diri lagi. Dia menangis dan berkata. Wahai orang tua, kamu tidak bisa menemuinya lagi. Kita tidak akan bertemu dengan nya. Dia telah meninggal.” Lalu siapa dia ?” Wahai orang tua dialah orang yang selalu kau maki dialah yang telah memberi makan engkau dengan makanan yang telah dikunyah dari mulutnya sendiri !
    Itulah Nabi Allah, Muhammad Rasul Allah SAW yang menjadi imam dan panutan kaum mulimin. dapatkah meneladaninya ? atau , mamkah masyarakat muslim sekarang ini meniru sikap masyarakat Madinah ketika menghadapi perilaku Yahudi tua yang memaki-maki Rasul Allah di tengah-tengah masyarakatnya sendiri ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: