infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Petani Keramba di Kecamatan Rantau Bayur Butuh Suntikan Dana

Posted by infokito™ pada 5 April 2008

Petani keramba sepanjang Sungai Musi di Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, mendesak pemerintah setempat untuk memberikan suntikan dana bagi pengembangan usaha mereka. Pasalnya, walaupun harga ikan cenderung mengalami kenaikan, namun ikan yang diternakan di dalam keramba sulit untuk dikembangkan lantaran minimnya dana. Apalagi, sejak seringnya gagal panen, maka ikan air tawar dalam keramba sekarang menjadi mata pencaharian alternatif warga setempat. Ini artinya, untuk masa sekarang perekonomian masyarakat Rantau Bayur sangat tergantung dengan sektor perikanan air tawar.

Saidul, salah seorang petani keramba air tawar setenpat mengatakan, sejak sering mengalami gagal panen, warga setempat tidak punya alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, selain mengembangkan keramba dan mencari ikan di Sungai Musi. Walaupun ada juga yang mencari penghasilan lainnya, namun persentasenya tidak terlalu banyak dibanding warga yang mengembangkan keramba.

Dijelaskan pula oleh Saidul, satu keramba ukuran sedang biasanya menghabiskan dana sekitar Rp2 juta- Rp2,5 juta hingga masa panen tiba. Dengan dana yang cukup besar tersebut, bagi yang tidak memiliki banyak dana, satu keluarga paling hanya mampu membuat dua keramba, jumlah yang sangat minim untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Akan tetapi bagi mereka yang memiliki banyak dana bisa membuat keramba sebanyak 6-7 buah bahkan lebih. “Ya,sekarang memang banyak yang mengalami kekurang dana,dulu pernah ada kucuran dana dari pemerintah, tapi sekarang tidak ada lagi. Ya, kalau bisa sekarang pemerintah memberikan bantuan modal untuk masyarakat kita yang sedang mengembangkan keramba. Sekarang kan harga ikan cukup tinggi, terutama untuk ikan yang kita kerambakan seperti ikan toman dan ikan patin.Tapi karena modalnya minim, tidak semua warga membuat keramba,walaupun mayoritas mereka memiliki keramba,” ungkap Saidul.

Keluhan serupa juga diungkapkan petani lainnya Mashuri. Menurut dia, saat yang paling banyak mengeluarkan biaya, ketika ikan sudah dimasukan ke dalam keramba dan biaya untuk pakan ikan. (yopie cipta raharja/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: