infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

21 Ton Pupuk Diamankan

Posted by infokito™ pada 4 April 2008

Aksi penyelundupan 21 ton pupuk NPK merek Mahkota Fertilizer milik PT Perkebunan Minanga Ogan berhasil digagalkan Polres OKU. Informasi mengenai penyelundupan ini berawal dari pegawai PTP Minanga Ogan Syamsuri yang melaporkan kepala gudang pupuk yang juga Koordinator Penyaluran Pupuk PTP Minanga Ogan Malina Safitri alias Yeyen, 33, atas dugaan penggelapan pupuk milik PT Minanga Ogan Permai, Selasa (1/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres OKU langsung mengerahkan anggota ke lapangan. Hasilnya, sekitar pukul 19.00 WIB, petugas berhasil mengamankan sebuah truk yang melintas di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Jembatan Ogan II Baturaja, yang mengangkut puluhan karung pupuk NPK merek Mahkota Fertilizer.

Kapolres OKU AKBP H Napoleon Bonaparte melalui Kasat Reskrim AKP Djoko Julianto menjelaskan, penangkapan berawal saat anggotanya melakukan razia di sekitar lokasi Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Jembatan Ogan II Baturaja.Tak lama, melintas sebuah truk yang dikemudikan Wayan dan kernet bernama Putu, keduanya warga Baturaja.

“Karena tak memiliki kelengkapan surat, keduanya terpaksa diamankan,” terang Kasat di Baturaja,kemarin. Kasat menambahkan, dari keterangan kedua tersangka, diketahui bahwa pupuk tersebut akan diantarkan ke salah satu gudang milik Ikhsan, 33, di Jalan Mohamad Hatta, Kel Kemalaraja, Kec Baturaja Timur.Petugas pun langsung meluncur ke lokasi dimaksud.

Ternyata, di gudang itu terdapat puluhan karung pupuk. Setelah ditotalkan, jumlahnya mencapai 21 ton. Dari keterangan Ikhsan, lanjut Kasat, pupuk-pupuk itu dibeli dari Hardin, 44, warga Desa Kurup, Kec Lubuk Batang. Malam itu juga, Kasat bersama anggota langsung melakukan pengejaran. Hardin pun berhasil digiring ke Polres OKU untuk menjelaskan asal mula puluhan ton pupuk tersebut.

Di hadapan petugas, Hardin mengaku mendapatkan puluhan ton pupuk dari Malina, warga Jalan Imam Bonjol, Air Pauh,Kec Baturaja Timur, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Gudang Induk Afdelling I PTP Minanga Ogan yang berlokasi di Desa Tanjung Manggus, Kec Lubuk Batang. Ternyata, dari hasil pengembangan, Malina Safitri menerangkan bahwa puluhan ton pupuk NPK tersebut milik PTP Minanga Ogan Permai yang digelapkannya.

”Adapun modus yang dilakukan tersangka Malina, ketika pupuk disalurkan ke gudang induk Afdelling I, tanpa sepengetahuan pegawai lain, pupuk diangkut dengan mobil truk dan dijual ke penadah,” ujar Kasat.

Dia menambahkan, penjualan pupuk itu sudah berlangsung sebanyak tiga kali, dengan total pupuk yang digelapkan mencapai 21 ton. Untuk normal, harga pupuk Rp3.500/kg. Tetapi, tersangka Ikhsan membelinya seharga Rp125.000/sak dan dijual ke masyarakat dan beberapa toko pupuk seharga Rp170.000–290.000/sak, di mana satu sak pupuk berbobot 50 kg.

Dalam Kasus ini, menurut Kasat, untuk sementara, Malina Safitri dikenakan pasal penggelapan. Begitu pula dengan Hardin yang ikut terlibat dalam penjualan pupuk. Sedangkan Iksan, dikenakan pasal penadah barang-barang curian. Sementara, Wayan dan Putu hanya ditetapkan sebagai saksi dalam pengungkapan kasus penggelapan pupuk tersebut.

“Ketiga tersangka, Malina, Iksan, dan Hardin diamankan di Polres OKU untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.

Namun, Malina masih terbaring di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja karena sakit. Sebab, saat akan dijebloskan ke sel,tersangka pingsan dan dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo. GA Manajer PTP Minanga Ogan Syamsir membenarkan Malina Safitri menjabat sebagai Kepala Gudang PTP Minanga Ogan. Tetapi, soal berapa jumlah pupuk milik PTP yang telah digelapkan tersangka, Syamsir mengaku belum tahu.

“Nanti, saya cek dulu,” katanya. Salah satu tersangka, Hardin, mengaku telah bekerja sama dengan Malina untuk menjual puluhan ton pupuk milik PTP Minanga Ogan kepada Ikhsan. ”Pupuk itu satu karung dijual ke Ikhsan seharga Rp125.000,” akunya. Dia mengaku nekat membantu menjual pupuk karena kasihan kepada Malina yang saat itu sedang membutuhkan uang.

Sementara, Ikhsan mengaku tak mengetahui kalau puluhan ton pupuk yang dibelinya itu merupakan milik PTP Minanga Ogan yang diduga digelapkan Malina alias Yeyen. ”Pupuk itu rencananya akan dijual ke petani yang membutuhkan. Satu karung pupuk seharga Rp150 kalau cash, dan Rp190.000 kalau mereka bon,” ungkap Iksan.

Terpisah, tersangka Malina ditemui di salah satu ruang penyakit dalam RSUD Ibnu Sutowo Baturaja tak banyak mengeluarkan kata. Bahkan, ketika wartawan mendatangi tempat tidurnya, dia langsung menutup sekujur tubuhnya dengan selimut. ”Tolong lah Pak, aku ni lagi sakit, nanti dululah,” terang Malina dari balik selimut. (jimmy octa harto/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: