infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Produksi Padi Kabupaten Banyuasin Ditarget Naik 17%

Posted by infokito™ pada 24 Maret 2008

Kepala Kadistanak Kabupaten Banyuasin Syaiful Bakhri AR mengatakan, pihaknya menargetkan pencapaian produksi padi 2008 sebesar 17%. Angka optimis ini mendapatkan dukungan dari tingginya peningkatan produksi padi di kabupaten a khususnya pada tahun 2008 dengan luas lahan sebesar 179.220 hektar (ha).

Menurut Syaiful Bakhri, dengan angka produksi diatas, selain mampu memenuhi kebutuhan dalam daerah, Banyuasin juga akan menyumbangkan material pangan ke sumsel dengan angka yang cukup memuaskan.

”Banyuasin sudah dikenal sebagai salah satu kabupaten yang memiliki sumbangan pangan ke sumsel dan menjadi salah satu kabuapten lumbung pangan di sumsel. Hal inilah yang akan kita pertahankan dengan terus meningkatkan produktifitas padi pertahunnya,” ujarnya.

Dipaparkannya, pada 2007 lalu, realisasi panen padi yang dialami kabupaten Banyuasin mencapai angka hampir satu juta ton dari luas lahan panen sebesar 300 ribu ha. Dengan produksi tersebut, setelah memenuhi kebutuhan dalam daerahnya,Kabupaten Banyuasin mendistribusikan hasil panen petaninya ke provinsi Sumsel sebesar 40%.

Namun demikian, dengan angka produktifitas yang tinggi bukan berarti Banyuasin bebas dari permasalan pertanian khususnya yang berkaitan dengan masalah pangan. Diakui oleh syaiful, ada beberapa kendala dan permasalahan yang dialami oleh Banyuasin dalam meningkatkan produktifitas pangan.

Diantaranya, pemanfaatan dan pengolahan lahan yang belum optimal, ditambah dengan penerapan teknologi seperti penggunaan bibit unggul dan penggunaan pupuk masih rendah. Selain itu, penanganan panen dan pasca panen yang masih rendah, kelembagaan petani belum berfungsi dan masih terbatasnya alat mesin pertanian.

”Ya itulah beberapa kendala yang kerap kali dialami oleh petani kita di lahan pasang surut. Akan tetapi, kita terus berusaha membantu untuk sedikit mengurangi permasalahan dan kendala petani dilapangan. Dengan harapan, kedepan, panen padi di Banyuasin akan terus meningkat seiring dengan penambahan lahan pertanian kita,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada 2007 lalu, surplus beras di Banyuasin mencapai 335.634 ton. Kemudian hal yang menggembirakan adalah, dari 1556 tempat pengilingan padi yang tersebar di 15 kecamatan dalam wilayah Banyuasin, saat ini rata-rata menyimpan gabah sebanyak 31120 ton.

Kepala Dinas PU Pengairan Rislaini mengatakan pada tahun jamak ini Pemkab Banyuasin telah merencanakan perbaikan daerah relokasi rawa sebanyak 9 buah. Perbaikan sarana penunjang irigasi ini adalah untu membantu petani dalam meningkatkan produksi padi mereka. (yope cipta raharja/SINDO)

2 Tanggapan to “Produksi Padi Kabupaten Banyuasin Ditarget Naik 17%”

  1. Fahis said

    Wah ini satu contoh, betapa besarnya potensi bangsa ini. Lihatlah pada 2007 lalu, surplus beras di Banyuasin mencapai 335.634 ton. Angka yang menakjubkan untuk sebuah lahan yang dikerjakan dengan seadanya.

    Coba semua kendala di atas bisa diatasi. seperti pemanfaatan Lahan yang belum optimal. Jika belum optimal bisa mencapai angka yang sedemikian besar. lalu bagaimana jika dimanfaatkan dengan optimal. Bisa-bisa angka surplus itu bisa berlipat ganda menjadi 600.000 ton bahkan lebih.

  2. omyosa said

    MARI KITA BUAT PETANI TERSENYUM KETIKA DATANG PANEN
    Petani kita sudah terlanjur memiliki mainset bahwa untuk menghasilkan produk pertanian berarti harus gunakan pupuk dan pestisida kimia. NPK yang terdiri dari Urea, TSP dan KCL serta pestisida kimia pengendali hama sudah merupakan kebutuhan rutin para petani kita.
    Produk ini dikenalkan sejak tahun 1969 oleh pemerintah saat itu, karena berdasarkan penelitin tanah kita yang sangat subur ini ternyata kekurangan unsur hara makro (NPK). Setelah +/- 5 tahun dikenalkan dan terlihat peningkatan hasilnya, maka barulah para petani mengikuti cara tanam yang dianjurkan tersebut. Hasil pertanian mencapai puncaknya pada tahun 1985-an. Saat itu Indonesia swasembada pangan.
    Petani kita selanjutnya secara fanatis dan turun temurun beranggapan bahwa yang meningkatkan produksi pertanian mereka adalah Urea, TSP dan KCL, mereka lupa bahwa tanah kita juga butuh unsur hara mikro yang pada umumnya terdapat dalam pupuk kandang atau pupuk hijau, sementara yang ditambahkan pada setiap awal musim tanam adalah unsur hara makro NPK dan pengendali hama kimia saja.
    Mereka para petani juga lupa, bahwa penggunaan pupuk dan pengendali hama kimia yang tidak bijaksana dan tidak terkendali, sangat merusak lingkungan dan terutama tanah pertanian mereka semakin tidak subur, semakin keras dan hasilnya dari tahun ketahun terus menurun.
    Tawaran solusi terbaik untuk para petani Indonesia agar mereka bisa tersenyum ketika panen, maka tidak ada jalan lain, perbaiki sistem pertanian mereka, ubah cara bertani mereka, mari kita kembali kealam.
    System of Rice Intensification (SRI) pada tanaman padi yang digencarkan oleh SBY adalah cara bertani yang ramah lingkungan, menghasilkan produk yang terbebas dari unsur-unsur kimia berbahaya, kuantitas dan kualitas hasil juga lebih baik, belum mendapat respon positif dari para petani kita. Mungkin ini walaupun hasilnya sangat menjanjikan, tetapi sangat merepotkan petani dalam teknis budidayanya.
    Petani kita sudah terlanjur termanjakan oleh system olah lahan yang praktis dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia, sehingga sangat berat menerima metoda SRI ini. Mungkin tunggu 5 tahun lagi setelah melihat petani tetangganya berhasil menerapkan pola tersebut.
    Atau mungkin solusi yang lebih praktis ini dapat diterima oleh para petani kita; yaitu “BERTANI SISTEM GABUNGAN POLA SRI DIPADUKAN DENGAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK NASA”. Cara gabungan ini hasilnya tetap ORGANIK yang ramah lingkungan seperti yang dikehendaki oleh pola SRI, tetapi cara pengolahan lahan/tanah lebih praktis, dan hasilnya bisa meningkat 60% — 200% dibanding pola tanam sekarang.
    Semoga petani kita bisa tersenyum ketika datang musim panen.
    AYOOO PARA PETANI DAN SIAPA SAJA YANG PEDULI PETANI.
    SIAPA YANG AKAN MEMULAI? KALAU TIDAK KITA SIAPA LAGI?
    KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI?
    GUNAKAN PUPUK DAN PENGENDALI HAMA ORGANIK NASA UNTUK TANAM PADI DAN BERBAGAI KOMODITI. HASILNYA TETAP ORGANIK.
    KUALITAS DAN KUANTITAS SERTA PENGHASILAN PETANI MENINGKAT, RAKYAT MENJADI SEHAT, NEGARA MENJADI KUAT.
    Omyosa – Jakarta, 08159927152
    Rudy – Kalibata, 021 91719495
    Dedi – Karawang, 085691526137
    Avian – Pamanukan, Subang, 08122156162
    Apud – Limbangan dan Bandrek, Garut, 085216895621
    Hudri – Malangbong, Garut, 081320109152
    papa_260001527@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: