infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Tarif Disinsentif Listrik 160 Persen, Insentif 20 Persen Berlaku Mulai 1 April

Posted by infokitoâ„¢ pada 22 Maret 2008

PT PLN (Persero) memastikan akan mengenakan denda (disinsentif) tarif antara 30 sampai 160 persen kepada pelanggan yang menggunakan listrik di atas batas hemat yang ditetapkan namun memberi penghargaan berupa pemotongan tarif (insentif) sebesar 20 persen yang konsumsi listriknya di bawah batas hemat tersebut.

“Kebijakan ini akan diberlakukan mulai 1 April 2008 dan akan terlihat pada rekening listrik yang akan dibayar pelanggan pada bulan Mei 2008 nanti,” kata Ir Dietje, Deputi Manajer Pemasaran PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) kepada Antara di Makassar, Jumat petang.

Didampingi Deputi Manager Komunikasi, Yamin Loleh, Dietje menjelaskan, untuk mengetahui apakah pelanggan menghemat atau boros, PLN telah menetapkan batas hemat untuk setiap golongan tarif, kecuali untuk pelanggan golongan sosial dan industri.

Ada 18 golongan tarif yang terkena ketentuan insentif dan disinsentif tersebut yakni R1 450 VA sampai 2.200VA, R2, R3, B1 450 VA sampai 2.200VA, B2, P-1 450 VA sampai 2.200 VA, P1 2.200 VA sampai 200 kVA dan P2 di atas 200 kVA.

Untuk gologan tarif R1 450 VA misalnya, batas hematnya adalah 60 kWh, R1 900 VA batas hematnya 92 kWh, 1.300 VA (158 kWh) dan 2.200 VA batas hematnya 283 kWh.

“Kalau pelanggan menggunakan listrik di bawah batas hemat itu, maka mereka akan diberitan insentif secara merata sebesar 20 persen dari penghematan yang dicapainya, tetapi lebih dari itu akan dikenai disinsentif yang bervariasi antara 30 sampai 160 persen dari kelebihan penggunaan,” ujarnya.

Ia memberi contoh, pelanggan golongan R1 900 VA yang menggunakan listrik hanya 82 kWh dalam sebulan, berarti yang bersangkutan menghemat 10 kWh sehingga ia akan mendapat potongan tarif sebesar 20 persen dari 10 kWh dikali tarif listrik per kWh.

Akan tetapi kalau penggunaannya dalam sebulan mencapai 102 kWh, maka pelanggan tersebut dianggap boros 10 kWh sehingga akan dikenai denda (disinsentif).

Penggunaan 5 kWh di atas batas hemat akan didenda 30 persen, 10 kWh didenda 35 persen, kelebihan 15 kWh didenda 60 persen dan kelebihan di atas 15 kWh dikenakan denda 160 persen, katanya menjelaskan.

“Ketentuan ini tidak diberlakukan untuk pelanggan kategori sosial seperti rumah ibadah dan panti asuhan atau yayasan sosial lainnya serta kalangan industri,” ujarnya.

Terkait penentuan batas hemat untuk setiap golongan tarif tersebut, Dietje mengatakan bahwa angka itu ditetapkan berdasarkan analisis konsumsi listrik rata-rata bulanan perpelanggan selama ini.

Ia memberi contoh, untuk pelanggan R1 450 VA, konsumsi rata-ratanya selama ini adalah 50 kWh/bulan, karena itu batas hemat 60 kWh yang ditetapkan dalam kebijakan tarif ini sudah cukup memadai karena berada di atas konsumsi rata-rata.

Ia berharap, kebijakan insentif dan disinsentif listrik ini akan semakin mendorong masyarakat menghemat listrik agar dengan daya yang tersedia saat ini, masyarakat lainnya yang belum menikmati listrik bisa terlayani.

PLN Sulselrabar mencatat ada sekitar 68.000 daftar tunggu yang menantikan pelayanan listrik di daerah ini.

Di tempat terpisah, Ketua YLKI Sulsel, Zohra Andi Baso mendesak PLN untuk segera mensosialisasikan kebijakan tarif insentif dan disinsentif itu kepada masyarakat sebelum diberlakukan karena hampir semua pelanggan listrik saat ini masih buta soal hitung-hitungan insentif dan disinsentif tersebut.

Sedangkan General Manager PT PLN Sulselrabar, Arifuddin Nurdin telah memerintahkan seluruh kepala unit PLN sampai unit yang terkecil untuk mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi yang memungkinkan dan efektif.

“Kami sudah mengumpulkan seluruh kepala unit PLN baru-baru ini untuk menyusun rencana tindak dan pola sosialisasi yang efektif untuk masalah ini,” ujarnya dan meminta kepada pelanggan yang ingin mengetahui lebih mendalam soal tarif insentif dan disinsentif ini agar menghubungi pihak PLN terdekat.

Deputi Manajer Komunikasi, Yamin Loleh mengatakan dalam waktu dekat akan mensosialisasikan kebijakan tarif ini kepada kalangan pers dan YLKI serta tokoh-tokoh agama.

Sedangkan untuk pelanggan akan ditempelkan pada kwitansi tagihan listrik bulan April dan juga di loket-loket pembayaran rekening dan tempat-tempat umum yang mudah dijangkau masyarakat. (Ant)

Satu Tanggapan to “Tarif Disinsentif Listrik 160 Persen, Insentif 20 Persen Berlaku Mulai 1 April”

  1. Putra said

    Setelah di lihat semakin jeli..
    ternyata PLN hanya memberikan 5% ( utk Insentif) dari dana yg di poroleh dari program Dis-Insentf, Coba dikalikan jumblah pelanggan PLN di Indonesia. Setelah itu berjalan maka Rakyat akan semakin susah hidupnya, sementara pejabat PLN mulai menghitung untuk bagi-bagi komisi…… sepertinya sudah tidak ada yg bisa di harapkan lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: