infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Gila! Di 9 Ilir Bayi Cuma Rp 1 Juta

Posted by infokito™ pada 16 Maret 2008

MODUS perdagangan bayi tidak hanya terjadi di kawasan Pipareja, Kecamatan Kemuning, Palembang. Modus serupa juga terjadi di Lorong Kebangkan, kawasan 9 Ilir, Ilir Timur 1. Bahkan cukup mudah mencari informasi tentang bayi yang akan dijual.

Dengan memakai kode mengelus perut, makelar akan mengantarkan peminat ke ibu yang sedang mengandung. Yang lebih gila, harga untuk seorang bayi yang akan dijual lebih murah dibanding di Pipareja. Di 9 Ilir harga seorang bayi hanya Rp 1 juta.

Dari investigasi Sripo, Jumat (14/3) Lorong Kebangkan adalah merupakan pemukiman kawasan padat penduduk yang terdiri dari 15 RT. Lokasi ini hanya berjarak tiga kilometer dari Pasar Kuto. Disinyalir di lokasi ini aktivitas jual beli bayi marak terjadi.

Seperti yang Sripo alami kemarin siang. Hujan deras memaksa Sripo berteduh di sebuah warung nasi dekat gapura lorong. Saat celingak celinguk datang seorang ibu menghampiri.

“Cari siapo dek,”sapa ibu bertubuh tambun itu.
“Idak katik bu neduh bae,” jawab Sripo.

Setelah ngobrol-ngobrol barulah Sripo membuka diri untuk meminta carikan seorang bayi. Dengan mata bersinar, si ibu tadi tetap menjawab hati-hati. Menurutnya orang-orang seperti dirinya banyak di sekitar lorong itu. Dan, bila Sripo benar-benar berminat, dia bersedia mengantarkan.

Menurut ibu tiga anak ini, saat berhadapan dengan ibu yang punya bayi berilah kode mengelus perut. Bila melakukan kode itu berarti pembeli sudah mengetahui aturan mainnya. Misal, membayar setoran tanda jadi (DP) atau memberi upah pengantar untuk makelar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu demi alasan keamanan. Sesuai kesepakatan sebelum makelar mengantar uang harus tersedia. Namun nyatanya, si makelar bersedia saja ketika diberi Rp 20 ribu.

“Bila Wati tidak bersedia memberikan bayinya saya akan mengantarkan ke bidan S,” tegas wanita paruh baya ini sembari menjelaskan biasanya di tempat praktik bidan ada bayi yang ditinggal orangtuanya karena tidak sanggup membayar biaya persalinan.
Calon Suami Meninggal

Saat hujan mereda, kami berjalan ke kawasan padat penduduk tersebut. Makelar ini mengaku sudah lebih dari delapan kali mengantarkan ibu-ibu yang ingin mengadopsi bayi. Terakhir baru, Minggu (9/3) kemarin dengan harga satu juta rupiah.

Di rumah panggung yang didominasi warna biru tua, perempuan muda yang tengah hamil lima bulan itu bersedia menjual bayinya pada Sripo asal mau membayar satu juta.

“Sekarang saya minta uang lima ratus ribu dulu untuk berobat,” ucap Wati (nama samaran, Red) seraya menegaskan sisanya bisa dibayarkan saat bayi lahir ditambah biaya persalinan.

Menurut Wati, dia bersedia menukarkan bayi yang dikandungnya karena belum menikah. Selain itu pacar yang telah menghamili meninggal menjelang tiga bulan pernikahan digelar.

“Sebenarnya saya tidak tega, tapi mau gimana lagi,” isak Wati sambil menahan tangis. Saat kami asyik berbicara tiba-tiba, Tarno (sebut saja begitu) menyeruak dari balik pintu. Ia menegaskan tidak akan memberikan bayi Wati pada siapa pun karena bayi ini akan diurus keluarga ayahnya di Mariana.

Menerima perlakuan seperti itu, sontak tangis Wati makin mengeras.
“Saya tetap akan menjual bayi ini,” tegas Wati seraya berlari mengajak Sripo menjauhi lokasi rumahnya.

Derita batin yang terpancar dari muka wanita yang berusia sekitar 23 tahun ini terpancar jelas. Sambil terus terisak menahan kepedihan Wati bercerita bahwa keluarga calon suaminya menginginkan bayi yang tengah dikandungnya. Hasrat melupakan masa lalu yang kelam bisa direndanya lagi bila bayi yang dikandungnya tidak ada.

Warga Pipareja Tutup Mulut
Sementara itu, praktik penjualan bayi di Kelurahan Pipareja, Kecamatan Kemuning sebenarnya sudah lama diketahui sebagian besar warga. Namun banyak di antara mereka yang mengaku pura-pura tidak tahu. Pasalnya para penjual bayi itu adalah warga yang ekonominya rendah.

Seperti diungkapkan warga yang namanya tidak mau disebutkan jelas. An (45), warga Kelurahan Pipareja kepada Sripo, Jumat (14/3), tetapi benar ya nama saya jangan dimasukkan. Saya takut nanti dicari-cari polisi. Padahal saya tidak melakukannya. Saya cuma dengar-dengar saja, biasalah obrolan kita para ibu,” kata An mempertegas ucapannya.

Menurutnya kalau terdengar ada yang hamil tanpa diketahui siapa ayahnya, biasanya nanti anaknya pasti dijual.

Sripo juga berusaha mewawancarai beberapa ibu lainnya yang tinggal di kawasan tersebut. Namun kebanyakan dari mereka malah memilih bungkam.

“Maaf mbak kami tidak mau ikut-ikutan masalah itu. Tadi sudah dibilangin oleh suami saya,” kata salah seorang dari mereka.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang ibu muda yang mengaku bernama Rianti.
“Maaf mbak saya nggak tahu tuh, coba saja tanya ke Pak Lurah atau ke Polsek,” terang ibu muda ini.

Berbeda dengan para bapak. Mereka menyambut kedatangan Sripo dengan baik dan mau berbagi cerita. Salah satunya adalah Sadat (56), warga Jl Kejawen RT 32 RW 7 No 1938.
“Saya tadi memang mendengar dari teman-teman. Biasalah kalau ada berita hangat langsung terdengar,” kata Sadat.

Menurutnya dia baru mendegar dari cerita teman-temannya tadi. Pada obrolan itu diceritakan bahwa pelaku penjualan bayi memang rata-rata 75 persen faktornya adalah ekonomi. Namun 25 persennya karena si ibu tidak mempunyai suami, bisa janda atau anak gadis yang hamil karena “kecelakaan”.

Makanya kemudian anaknya dititipkan ke seseorang dan selanjutnya dijual kepada orang lain yang mau mengurus anaknya tersebut. Sadat menambahkan dia tidak setuju dengan pelaku penjualan anak tersebut.

“Hal itu sangat tidak baik, walau bagaimanapun hidup kita anak itu kan titipan tuhan. Jadi jangan disia-siakan, dialah nantinya yang akan menolong kita di akhirat,” imbuh Sadat.
Sedangkan Sudirman (28), warga Jl Kejawen RT 32 RW 7 No 1950 Kelurahan Pipareja mengatakan, dia sudah dengar tentang penjualan anak tersebut.

“Nah yang tahu lagi Mang Asep tukang jualan tekwan. Sudah ada empat ibu yang menitipkan anaknya di rumah tetangga sebelah rumahnya,” kata Sudirman.
Sementara itu Kapolsekta Kemuning Palembang, Iptu Armansyah mengatakan bahwa dia terkejut mendengar berita yang ada di Sripo. “Kami belum tahu. Tentu kami akan melakukan pengembangan di lapangan,” katanya.

Sedangkan Lurah Pipareja Kecamatan Kemuning Palembang, Aris Satria, B. S. STP mengatakan bahwa pihaknya sudah mengadakan koordinasi dengan Polsek Kemuning.
“Saya sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Selanjutnya kita akan melakukan pendekatan kepada mereka, sebenarnya apa alasannya mereka melakukan hal itu,” kata Aris. (sta/cw6/SRIPO)

7 Tanggapan to “Gila! Di 9 Ilir Bayi Cuma Rp 1 Juta”

  1. leelly said

    kasus-kasus perdagangan bayi (Human Trafficking) semacam ini harus secepatnya ditindak, karena perdagangan manusia itu menurut Saya sesuatu yang sangat tidak manusiawi. apapun alasannya. selain untuk memberi efek jera terhadap penjual dan pembeli, juga terhadap Makelarnya. jadi ke tiga pelaku ini harus di tindak secara hukum sesuai dengan UU perlindungan anak. dan saya percaya, pak Polisi lebih mengerti UU tersebut, karena tanpa harus ada Pengaduan dari pihak manapun, kasus ini tetap harus ditangani dan ditindak.
    jika tidak segera ditindak, dikhawatirkan akan makin banyak pelaku human trafficking ini (penjual, pembeli dan makelar).
    dan ini tentu akan berakibat buruk pada menta dan psikologis sang Bayi (anak).

    Jangan pernah membiarkan pelaku kejahatan bertindak dengan dalih “mempertahankan hidup atau ekonomi lemah” terus melakukan kejahatan seperti ini.

    Bravo Sripo… lanjutkan investigasi-investigasimu lainnya.

    regards,

    Leelly

  2. asuna17 said

    waduh semakin parah deh moral bangsa ini sudah indonesia tidak pernah lepas dari kesusahan malah ditambahi orang2 yang bejad…mungkin UU negara dan penegak hukum yang kurang tegas..:D
    http://www.infogue.com/masalah_sosial_budaya/gila_di_9_ilir_bayi_cuma_rp_1_juta/

  3. Kazelxbe said

    Hi webmaster!

  4. Kazelehm said

    Hi webmaster!

  5. Kazelinq said

    Hi webmaster!

  6. Kazellrp said

    Hi webmaster!

  7. stephanazs said

    Interesting facts.I have bookmarked this site. stephanazs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: