infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

2 Pulau Indonesia Dilego Lewat Internet

Posted by infokito™ pada 10 Desember 2007

Indonesia negara kepulauan. Begitulah yang kerap didengungkan dan dibanggakan ke manca negara. Namun Pulau Sipadan dan Ligitan telah lepas ke tangan Malaysia. Kini 2 pulau Indonesia dilego lewat internet. Pulau Panjang dan Meriam Besar. Itulah nama kedua pulau yang dijual oleh Karangasem Property melalui situs www.karangasemproperty.com.

Pulau Panjang dan Meriam Besar (karangasemproperty.com)

Begitu membuka situs ini pada Senin (10/12/2007), tampak foto Pulau Panjang dan Meriam Besar nan indah dengan background gambar pohon kelapa yang sedang melambai diterpa angin di bawah langit nan biru.

Pulau Panjang di Sumbawa, NTB tertulis seluas 33 hektar. Sedangkan Meriam Besar yang juga berada di Sumbawa, NTB tertulis seluas 5 hektar.

Spesifikasi kedua pulau dibeberkan dalam Bahasa Inggris, seperti pantai berpasir putih nan cantik, air nan jernih bak kristal, dan pohon palem. Jika Pulau Panjang berada 90 km dari bandara di Sumbawa Besar, maka Meriam Panjang berada 80 km dari bandara serupa.

Penggunaan kedua pulau ini disebutkan tidak terlarang. Tidak ada batasan pembangunan fasilitas kecuali batas tinggi bangunan. Pembangunan landasan helikopter dimungkinkan dan diperbolehkan untuk menjamin kecepatan dan kenyamanan transportasi pulang pergi melalui Sumbawa Besar atau Bali.

Lalu berapa harga kedua pulau tersebut? Tidak ada pembukaan harga. Bagi yang berminat dipersilakan mengisi formulir yang tersedia dalam situs tersebut.

Formulir terdiri dari nama dan email yang wajib diisi. Kemudian nomor telepon, alamat, kota, negara bagian, kode pos, dan negara yang tidak harus diisi. Selanjutnya ada kotak untuk menuliskan pesan.

Karangasem PropertyKarangasem Property, sang penjual kedua pulau, mengklaim sebagai spesialis real estate dan properti di Indonesia yang memiliki tenaga penjualan dan pemasaran di Eropa.

Perusahaan yang berkantor di Jl Dharmawangsa Kerta Sari, Padang Kerta Karangasem, Bali, ini mengaku berwenang menemukan properti-properti unik untuk dibawa ke pasar internasional.

Terpisah, Departemen Dalam Negeri (Depdagri) akan meminta klarifikasi kepada Pemda Nusa Tenggara Barat terkait penjualan Pulau Panjang dan Meriam Besar di Sumbawa, NTB, yang ditawarkan via internet.

“Depdagri akan berkoordinasi dengan pihak terkait di tingkat pusat dan meminta klarifikasi Pemda NTB,” kata Kapuspen Depdagri Saut Situmorang.

Hal ini disampaikan Saut di Gedung Depdagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2007).

Saut menegaskan, tidak ada dasar aturan dan pasal-pasal yang menjadi celah bagi penjualan wilayah teritorial Indonesia.

Berdasarkan pasal 33 ayat 3 UUD 1945, menurut dia, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasi oleh negara, bukan oleh daerah.

“Yang ada otonomi daerah itu desentralisasi kewenangan mengelola, bukan kepemilikan. Jika berbicara batas-batas wilayah itu adalah batas-batas wilayah pengelolaan, bukan kepemilikan. Itu milik negara,” ujarnya.

Pemilik 10 Bidang Pulau Panjang-Meriam

Tujuh pengusaha asal Bali memiliki hak milik atas puluhan hektar tanah di Pulau Panjang dan Pulau Meriam Besar. Mereka membeli dengan harga murah dari penduduk penggarap lahan ketela di pulau itu. Siapakah mereka?

Para pengusaha ini menguasai 10 bidang tanah di Pulau Panjang dan Meriam Besar yang berada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Terdiri dari 8 bidang di Pulau Panjang seluas total 25,12 hektar persegi dari luas tanah 38,8 hektar persegi, dan 2 bidang di Pulau Meriam Besar seluas total 2,5 hektar persegi dari luas tanah 3,83 hektar persegi.

Data di Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa, NTB menunjukkan ada 10 sertifikat untuk 10 bidang tanah itu.

Plh Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa, NTB, Hafad menegaskan kepada detikcom, Selasa (11/12/2007), sebetulnya yang dijual kepada pengusaha Bali itu tanah di Pulau Meriam Kecil, bukan Meriam Besar. Sementara dalam tawaran di internet yang dilakukan Karangasem Property disebutkan Pulau Meriam Besar.

Dibeberkan Hafad, sertifikat pertama dimiliki I Made Sutrisna yang membeli sebidang tanah di Pulau Meriam dari Baharudin Kamar.

Satu sertifikat tanah lainnya di pulau itu dimiliki Gusti Ayu Putu Susilawati yang membeli tanah dari Arsyad.

Sementara 8 sertifikat tanah di Pulau Panjang dimiliki Komang Heri yang membeli tanah dari Hasnah, Gusti Nengah Made Sidarta yang membeli dari Syarif Hidayatullah, I Made Sutrisna dari Arsyad, I Made Sutrisna dari Syamsudin Yakub, Gusti Ayu Putu Susilawati dari Arsyad, Gede Herman dari Patriani, Ketut Agus Mahendra dari A Rahim, dan Made Budi dari Syamsudin Yakub.

Sertifikat tanah itu dibuat berdasarkan akta jual beli yang dibuat camat Plampang pada tahun 2003. (aan/sss/nrl/umi/detik)

21 Tanggapan to “2 Pulau Indonesia Dilego Lewat Internet”

  1. erander said

    Mau dijual apa cuma disewakan ya Pak?? trus kalo pun dijual apakah statusnya SHGB atau HP atau SHM pak??

  2. endem said

    bne ta pulau itu dijual?berapa harganya… 1 m bleh nggak

  3. pensi said

    du pulau indonesia mau dijual paudah gila.
    sdngkan negara orang aja dipertahani sekuat tenaga.apa kata dunia

  4. satrio said

    weleh2 udah edan kali ya ?

  5. satrio said

    kejepit bumi baru tau rasa,enak ja main jual.

  6. dani said

    kalau cuma diseewakan dengan jangka waktu tertentu negara pasti untung
    kalau jadi hak milik bangsa lain
    baru itu yang namanya masalah

  7. irzan said

    aduh……….!
    bagian dari ibu pertiwi akan dijual
    untung2 orang negri kita yang beli, tapi kalo orang luar
    bisa berbahaya tuh buat negri kita pak……..!

  8. nonop said

    jangan asal jual aja pak,kan itu memencung agar negara kita di jajah lg,kan pemerintah melarang untuk penjualan pulau tersebut…..tolong di perhatikan….jaya selalu indonesia ku.

  9. imam mustofa said

    awas kalo sampe bener2 dijual ke negara lain….!! ayo para pemegang pemerintahan Indonesia, kita pertahankan kepulauan nusantara…

  10. Elisabeth said

    Aduh,,, semoga aja bukan org asing yg beli. Ga kebayang, kalo yang beli ternyata penjajah.

  11. dian novita said

    aduh………………
    jangan dijual……………
    ibu pertiwi dan rakyat indonesia akan menangis………………..meratapinya sepanjang masa…………..indonesia merdeka…………….

  12. dimasqi said

    Y ALLAH,, semoga yang menjual pulau di Indonesia di beri peringatan

  13. Taufik said

    habis sudah kekayaan bangsa ini kalau benar-benar dijual

  14. NIMEYSHI said

    siapa sich yg berani2nya menjual pulau?? jangan sampai dijual kalau memang pulau2 itu bagus… kita manfaatin sendiri aja…

  15. reza said

    astagfirulah al azim..
    semoga yang menjual dpt peringatan dri yang maha kuasa!!

  16. rendi said

    pak kalau mau cari uang yg halal dong….jng merugikan bangsa indonesia…pahlawan kita memperjuangkan ny dengan darah…nati kena azab dari allah swt..

  17. jimmy said

    jangan dijual donk…pulau yang ada di negara nkri…..ok…….???///,,,,,,,,,,,

  18. dika jrock said

    awas ja apek ,djual w gebukin ma skampung…mga ja dapet azam dri allah..

  19. joko said

    waduh..
    mana pak “SBY” itu??
    yg identik dengan kata-kata lanjutkan ?
    entar yg di lanjutkan mala menjual pulaunya bukan mempertahankan indonesia..!!

  20. alex said

    tolong bpk2 pejabat tinggi di pemerintahan,jagalah kekayaan Indonesia jgn asal d jual atau d lego.tanah ini bkn pemberian tetapi titipan Tuhan,agar di jaga dan di lindungi.

  21. chinde said

    ya ampun…..ga sadar apa ya….main jual kekayaan sendiri sama aja menjual harga diri sendiri…gimana ga makin terpuruk sih ndonesia kl byk org2 yg seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: