infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Daftar Penguasa dan Sultan Palembang Darussalam

Posted by infokito™ pada 6 Desember 2007

Penguasa dan Sultan Palembang
triyono-infokito

Sejarah panjang terbentuknya Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-17, dapat kita runut dari tokoh Aria Damar, seorang keturunan dari raja Majapahit yang terakhir. Kesultanan Palembang Darussalam secara resmi diproklamirkan oleh Pangeran Ratu Kimas Hindi Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayidul Iman (atau lebih dikenal Kimas Hindi/Kimas Cinde) sebagai sultan pertama (1643-1651), terlepas dari pengaruh kerajaan Mataram (Jawa). Corak pemerintahanya dirubah condong ke corak Melayu dan lebih disesuaikan dengan ajaran agama Islam. 

Tanggal 7 Oktober 1823, Kesultanan Palembang Darussalam dihapuskan oleh penjajah Belanda dan kota Palembang dijadikan Komisariat di bawah Pemerintahan Hindia Belanda (kontrak terhitung 18 Agustus 1823).

Berikut beberapa nama penguasa/raja dan Sultan yang pernah memimpin Kesultanan Palembang Darussalam.

No Nama Penguasa Tahun Makam Keturunan
1 Ario Dillah (Ario Damar) 1455 – 1486 Jl. Ario Dillah III, 20 ilr Anak Brawijaya V
2 Pangeran Sedo ing Lautan (diganti putranya) s.d 1528 1 Ilir, di sebelah Masjid Sultan Agung Keturunan R. Fatah
3 Kiai Gede in Suro Tuo (diganti saudaranya) 1528 – 1545 1 Ilir, halaman musim Gedeng Suro Anak R Fatah
4 Kiai Gede in Suro Mudo (Kiai Mas Anom Adipati ing Suro/Ki Gede ing Ilir) (diganti putranya) 1546 – 1575 1 Ilir, kompleks makam utama Gedeng Suro Saudara Kiai Gede in Suro Tuo
5 Kiai Mas Adipati (diganti saudaranya) 1575 – 1587 1 Ilir, makam Panembahan selatan Sabo Kingking Anak Kiai Gede in Suro Mudo
6 Pangeran Madi ing Angsoko (diganti adiknya) 1588 – 1623 20 ilir, candi Angsoko Anak Kiai Gede in Suro Mudo
7 Pangeran Madi Alit (diganti saudaranya) 1623 – 1624 20 Ilir, sebelah RS Charitas Anak Kiai Gede in Suro Mudo
8 Pangeran Sedo ing Puro (diganti keponakannya) 1624 – 1630 Wafat di Indralaya Anak Kiai Gede in Suro Mudo
9 Pangeran Sedo ing Kenayan (diganti keponakannya) 1630 – 1642 2 Ilir, Sabokingking
10 Pangeran Sedo ing Pasarean (Nyai Gede Pembayun) (diganti putranya) 1642 – 1643 2 Ilir, Sabokingking Cucu Kiai Mas Adipati
11 Pangeran Mangkurat Sedo ing Rejek (diganti saudaranya) 1643 – 1659 Saka Tiga, Tanjung Raja Anak Pangeran Sedo ing Pasarean
12 Kiai Mas Hindi, Pangeran Kesumo Abdurrohim (Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam) (diganti putranya) 1662 – 1706 Candi Walang (Gelar Sultan Palembang Darusslam 1675) Anak Pangeran Sedo ing Pasarean
13 Sultan Muhammad (Ratu) Mansyur Jayo ing Lago (Diganti saudaranya) 1706 – 1718 32 Ilir, Kebon Gede Anak Kiai Mas Hindi
14 Sultan Agung Komaruddin Sri teruno (diganti keponakannya) 1718 – 1727 1 Ilir, sebelah Masjid Sultan Agung Anak Kiai Mas Hindi
15 Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikromo (diganti putranya) 1727 – 1756 3 Ilir, Lamehabang Kawmah Tengkurap Anak Sultan Muhammad Mansyur Jayo ing Lago
16 Sultan/Susuhunan Ahmad Najamuddin I Adi Kesumo (diganti putranya) 1756 – 1774 3 Ilir, Lemahabang (wafat 1776) Anak Sultan Mahmud Badaruddin I
17 Sultan Muhammad Bahauddin 1774 – 1803 3 Ilir, Lemahabang Anak Sultan Ahmad Najamuddin I
18 Sultan/Susuhunan Mahmud Badaruddin II R. Hasan 1803 – 1821 Dibuang ke Ternate (wafat 1852) Anak Sultan Muhammad Bahauddin
19 Sultan/Susuhunan Husin Dhiauddin (adik SMB II) 1812 – 1813 Wafat 1826 di Jakarta. Makam di Krukut, lalu dipindah ke Lemahabang Anak Sultan Muhammad Bahauddin
20 Sultan Ahmad Najamuddin III Pangeran Ratu (putra SMB II) 1819 – 1821 Dibuang ke Ternate Anak SMB II
21 Sultan Ahmad najamuddin IV Prabu Anom (putra Najamuddin II) 1821 – 1823 Dibuang ke Manado 25-10-1825. Wafat usia 59 tahun Anak Sultan Husin Dhiauddin
22 Pangeran Kramo Jayo, Keluarga SMB II. Pejabat yang diangkat Pemerintah Belanda sebangai Pejabat Negara Palembang 1823 – 1825 Dibuangke Purbalingga Banyumas. Makam di 15 Ilir, sebelah SDN 2, Jl. Segaran Anak Pangeran Natadiraja M. Hanafiah

Sumber: ‘Kesultanan Palembang’, Ir. Nanang S. Soetadji

note:
Kami menerima koreksi apabila pada silsilah di atas terdapat kekeliruan.

59 Tanggapan to “Daftar Penguasa dan Sultan Palembang Darussalam”

  1. Mohamad Atok Arif Rifqi said

    tolong dicek-kan apakah ada keturunan dari Aryo Damar yang bernama Puteri Intan yang menikah dengan Orang Madura

  2. Aqsha Erlangga said

    Mohon informasinya bila ada yang tahu putra atau keturunan dari Pangeran Mangkurat Sedo ing Rejek, siapa namanya dan bagaimana kelanjutannya..?

  3. Aqsha Erlangga said

    Apakah ada yang mengetahui tentang Raja Kancing Beusi yang di makamkan di Rasuan ? Mohon bantuannya informasi data tentang Raja Kancing beusi bial ada yang mengetahuinya..terima kasih.

  4. Aqsha Erlangga said

    Apakah ada yang mengetahui tentang Raja Kancing Beusi yang di makamkan di Rasuan ? Mohon bantuannya informasi data tentang Raja Kancing beusi bila ada yang mengetahuinya..terima kasih.

  5. kesultanan palembang darussalam TIDAK DAPAT DIHAPUSKAN OLEH BELANDA karena TIDAK DISERAHKAN oleh susuhunan ratu mahmud badaruddin / smb 2 kepada siapapun sampai SRI PADUKA DAN SEBAGIAN KELUARGANYA diasingkan ke ternate, dan yang dihapuskan belanda`adalan kesultanan palembang yang dibentuk / diangkat oleh belanda sendiri dengan sultannnya adalah sultan ahmad najamuddin prabu anom bin susuhunan husin diauddin ( yang sebelumnya sultan ahmad najamuddin prabu anom ini telah diberi gelar sultan di betawi sebelum bersama belanda menyerang palembang yang dipimpin oleh smb 2

  6. YANG MULIA SULTAN AHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU BELUM SEMPAT MEMERINTAH DI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM / BARU MAGANG , KARENA SRI PADUKA SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN / SMB II MASIH HIDUP DAN BELUM MENYERAHKAN KEKUASAANNYA / KESULTANAN PADA PUTRANYA, DAN SAMPAI BERSAMA SAMA SMB II TAHUN 1821 DIASINGKAN DARI NEGERI PALEMBANG DARUSSALAM KEBEKASI DAN TERUS KE TERNATE MALUKU UTARA, SULTAN AHMAD NAJAMUDDIN PANGERAN RATU BELUM SEMPAT MEMERINTAH DAN KEBIJAKSANAAN KESULTANAN MASIH DITANGAN SRI PADUKA SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN / SMB II ( KITA DAPAT LIHAT DALAM PEPERANGAN MELAWAN BELANDA , SEMUANYA MELALUI KEBIJAKAN KEPUTUSAN DARI SMB II )JIKALAU TIDAK DIDAULAT BELAKA, NISCAYA MENANG PULA SRI PADUKA

  7. asslamu alaikum wr wb, maaf sodare2 ada yang ingin saya tanyakan tentang silsilah kesultanan raja palembang ke 3…..tentang anak turunnya yg dari garis perempuan( Anak2nya Yg Perempuan) Siapa saja, sebab menurut riwayat hidup keluarga saya Bani Sagipoddin/ Gipo Ampel surabaya, Nama aslinya H Abdul Latief Bin Kamal Bin (Kadirun Istrinya adalah anak kesultanan Palembang Ke 3) kira2 siapa saja anaknya….??? trima kasih , salam dari kami keluarga Sagipoddin/Gipo ampel, wassalamu alaikum wr wb

  8. Kemas Zainal A Yusuf said

    Assalamualaikum..saya keturunan dari kemas guguk 8 Ulu, bin kemas yusuf bin kemas udjang bin kemas mamat…
    dimana saya bisa mencari silsisah kerukunan keluarga kemas…terima kasih..salam sedulur…

  9. Muhammad Fardy Pabinsa said

    ass…., sy mencari silsilah nenek sy yg berasal dari keturunan raja palembang, krn nenek sy anak pertama yg pergi merantau ke tanah bugis. sy prn bertemu baginda sultan palembang darussalam pada saat perayaan festival kraton di gowa yg sempat mengajak sy ke hotel utk berbincang. sy mohon bantuannya, trima kasih.

  10. Muhammad Fardy Pabinsa said

    nenek sy meninggal pd thn 2005 pd usia antara 130-140 thn. tdk seperti saudara dan sepupunya, mereka kembali ke palembang 40 hr sebelum meninggal. mereka banyak dimakamkan di makam raja2 di kota palembang

  11. Muhammad Fardy Pabinsa said

    Kakek buyut sy keturunan Raja Palembang, dia yg pertama prg ketanah bugis. Utk menutupi identitasnya, dia mengganti namanya dgn nama H. Asnawi. Mohon infonya

  12. hafiz said

    adakah benar sultan abu bakar dari palembang yang melarikan diri ke melaka sebelum majapahit menakluk melaka??

  13. hafiz said

    sejauh manakah kebenaran sultan abu bakar datang dari palembang??adakah benar sultan abu bakar melarikan diri ke melaka sebelum penalukan jajahan majapahit??

  14. azim said

    Yth Bp. Ir. Nanang S. Soetadji, mengharapkan penjelasan Sultan Plg No. 21 dan 22 yg Bp. susun itu. sebab sumber yang saya baca adalah sbb: 1) Setelah Sri Paduka Sultan Mahmud Badaruddin diperdayakan pada tgl. 2 Syawal 1236/ 3 Juli 1821 M, ‎beliau ditawan dan diusir dari negeri kedaulatannya, maka pada tgl. 6 Juli 1821, beliau diangkut ‎ke Batavia, kemudian diasingkan ke tanah pulau Ternate nun jauh di sana. Beberapa hari kemudian, pada tgl. 15 Syawal ‎‎1236/ 16 Juli 1821, Pemerinah Belanda mengadakan upacara penobatan Raden Muhammad Husien Dhiya`uddin (adik SMB II) selaku Sultan Ratu Ahmad ‎Najamuddin/ Raja ke X/ 10 (1236-1238/ 1821-1823) menggantikan kedudukan serta Sri Paduka ‎Suhunan Mahmud Badaruddin yang dimakzulkan Belanda dan sedang berada dalam perjalanan menuju ‎ke Betawi/ Ternate (Catatan R.H.M.Akib, 1983).‎ tercatat dalam sejarah, (lihat dan baca naskah surat raja Plg di gedung arsip Nasional Jkt) pada bulan ‎April 1823, Sultan Ratu Ahmad Najamuddin mengadakan perjanjian dagang dengan Belanda; Mei 1823 mengakui ‎kekuasaan Belanda, dan September 1823 memohon keringanan tugas-tugasnya di Palembang (Arsip ‎Nasional, Jakarta, September 2005). Perlawanan rakyat terhadap kaum penjajah kafir harbi dan sekutunya terus ‎berlangsung, baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan hingga terbentuknya pemerintahan ‎yang diatur secara bersama (darul ;ahdi: menurut konsep Islam) antara kaum Eropah/ pemenang perang salib, plus sekuutunya kaum Timur Asing (China, India, dan Arab), dan kaum ‎pribumi (Mentok, Jawa, Ambon, Siak,dengan wong Palembang. Ini artinya, Sultan Ratu Ahmad Najamuddin bertahta selama kurang lebih 2 tahun (Juli 1821-september 1823). Demikian hasil penelitian saya bersama mhs Fak, Adab jurusan SKI thn 2005. Semoga sejarah Plg semakin jelas. terima kasih atas perhatiannya,(Drs. Abd. Azim Amin, M. Hum, pengasuh MK Bhs Arab dan Bhs. Melayu, serta Insya`I dan II)

  15. eddy said

    assalam..

    ado yg tau ttng LANDAU dak???
    aku salah 1 keturunan nyo
    menurut crta kluarga kami puyang landau itu adalah salah 1 pejabat di kesultanan plmbg
    asal dari muara dua
    mohon info nya

  16. Pangeran Kramajaya said

    Asslmualaikum..
    Nama saya (asli bukan alias) Pangeran Kramajaya. nama ini diambil dari kakek Buyut saya yang bernama Pangeran Kramajaya (182x s.d. 19xx). beliau adalah seorang Pesirah di Dusun Buluh Cawang OKI.
    saya ingin menanyakan adakah garis keturunan kakek Buyut saya ini dari keluarga Kesultanan Palembang Darussalam? kalau ada, mohon dibantu silsilahnya..
    terima kasih..

  17. Adakah hubungan keramat sabakingking dgn sjarah Banten.?
    Mhon Infomasi Klau ada yg tw tlong pnjelasan nya..

    • Salam

      Setahu saya arti Sabakingking adalah kedukaan yang sangat mendalam.

      Dan kita tahu tokoh-tokoh yang dimakamkan di daerah 1 ilir banyak menyimpan kisah duka terutama karena sebab-sebab kematiannya.

      Sedangkan istilah Sabakingking di daerah Banten biasanya merujuk pada gelar Sultan Maunala Hasanuddin bin Syarif Hidayatullah. Sehingga satu sama lain tidaklah saling berhubungan.

  18. rabbana zalamna anfusana said

    ngaku keturunan raden raja palembang? yang di bangka yang asli………
    hehehehhehehe

  19. knp org plmbng slalu ribut dgn gelar nya.. padahl sebenarnya apa pun gelar nya kan ttp saudara, kita bukan d zaman dulu yg slalu memegang tingkatan tingkatan brp tinggi gelar nya.. :) saya punya sisilah keluarga, tp saya tidag terlalu suka dgn beda sebuah kdudukan, karna itu membuat saudara” saya haus atas kdudukan, harta, dan khormatan.. by cucu Raden Muh ALi ( RadenMat)

  20. eqmal said

    salam…..saya dari malaysia tetapi ayah dan ibu saya dari magelang(ayah) dan kendal(ibu) indonesia. terjadi perkara pelik di rumah saya apabila langsir/curtain sliding door dan tingkapnya berubah warna dari hijau putih kepada kuning putih. Dan begitu juga quran saya pernah terbuka dengan sendirinya ketika sedang saya mengaji quran yang lain pada suatu awal pagi (lebih kurang 4 pagi). Pernah ketika saya berjumpa dengan seorang pengamal ilmu laduni(bidang asal usul) kerana isteri saya ada masalah kesihatan namun setelah di scan maka didapati isteri mempunyai tinggalan saka moyangnya. Langsung kepada diri saya dikatakan mempunyai darah keturunan raja palembang lantas katanya perubahan warna langsir (dari warna hijau kepada kuning) dan terbukanya quran dengan sendirinya sebagai tanda darjat buat diri saya. Persoalan saya apakah kemungkinan ayah saya menyamar diri berkelana ke malaysia selama ini? Kedua-dua orang tua saya kini sudah kembali kerahmatullah. Mohon penjelasan daripada pihak tuan.

  21. Ratu Daeng Intjik Rosanida Memed- saya cucu dari Raden aju Siti said

    Mohon kiranja saya mendapat keterangan mengenai bagaimana kaitan Raden Azisdi kesultanan palembang, anak2nja tjek enong Raden Aju Siti Chadidjah, tjek inut, tjek aju.
    saya cucu dari Raden Aju Siti Chadidjah + Daeng Abdullah akbar, putridari Intjik idjah/intjik Anna + Tubagus Memed Roejani.
    saya sdh 29 tahun tinggal di Swedia. ingin mengetahui keluarga saya.
    saya berterimakasih sekali bila mendapat keterangan
    wassalam
    Radu Ida

    • h.andy kusuma wardana said

      ass wr.wb salam ade radi ida saya teratarik dng rununan nama dng nama ninek kami raden nyimas ayu ada 3 beradek nyimas ayu,nyimas inut (mama saya bil tante inut),satu lg lupa nama adik nenek saya,.nenek sy kawin dng H.basri wahab anak dari pangeran abdul wahab adik kakek kami H.bayumi wahab (tambangrambang) barangkali kita sama keturunan dari satu nenek.wslm H.andy kusuma wardana (email yandikawardana@yahoo.com)

  22. Vingky januarsih said

    Seharus nya pemerintahan
    dpalembang bs lebih kondusf lg.
    Dgn mencontoh pemernthan sblm nya

  23. assalamualaikum, mohon alamat dan telpon bapak Ir.Nanang S Soetaji karena ada yang mau di bicarakan sangat penting mengengenai sejarah Palembang Dasussalam

  24. Yang terhormat bpk. Ir. Nanang.
    aya masih banjak keluarga Palembang
    kapten.tjek Iten( ajudan pak Sadikin) gubernur.. tjek Ningmas. di jakarta.datuk tjak, jaksa di lampung, semua di kupang tebah, teluk betung itu adalah keluarga Palembang yg mengungsi

  25. jufry assagaf said

    ass bpk ir Nanang kami keturunan SMB 2 yang ada sulawesi utara,suadah tahu susahnya kakek buyut kami dibuang di ternate dan sampe skarang pun banyak anak keturunannya pada susah ,tapi kami bangga dgn heroiknya SMB2 dan kami hanya ingin supaya penulisan sejarah harus seimbang karena keturunan SMB 2 masih ada dan banyak di sulawesi utara dan ternate/maluku .salam buat keluraga besar di palembang dari keluarga yg terbuang di negeri jauh.

  26. R.M. SYAFARUDDIN, SE said

    assm bpk jufry, ayah sy juga kturunan
    SMB2 yg dibuang ke ternate, tapi bisa balik lagi ke palembang sedangkan sanak familiynya menurut beliau msh banyak di ternate, salam smua kluarga besar asli palembang yg ada disana semoga Allah SWT dapat menyambungkan tali silaturahmi kembali antara keturunan SMB2 yg ada di Palembang maupun yg msh ada di Ternate, amiiinnn

  27. Kutipan sejarah raja melaka
    benar adanya suku awal itu hanyalah yang empat itu (Koto-Piliang-Bodi-Caniago) karena suku itu sejatinya adalah clan-clan atau bani-bani layaknya bani-bani yang ada di Jazirah Arab.
    makanya jangan heran anak raja johor(titisan melaka)..dibawa lari ke pagaruyung..saat terjadi perang saudar di johor.yaitu raja kecil di siak.beliau dibawa lari ke pagaruyung karena dalam kitab sejarah melayu keturunan raja pagaruyung adik beradik dengan keturunan di raja malaka.raja kecik membawa empat datuk dari tanah pagaruyung…salah satunya keturunan saya sendiri …keturunan datuk limopuluh.dan kami mengakui keturnan dari palembang..

  28. • Salah satu periode kegelapan dalam Lintasan Sejarah Sumatera adalah masa antara abad pertama sampai abad kelima Masehi. Catatan sejarah dari Cina pertama kali muncul pada tahun 645 M dimana Kerajaan Malayu (Minanga) mengirim utusan ke Cina (catatan Wang Pu). Pada rentang tahun 1 M – 644 M praktis tidak ada catatan Cina yang menyebut daerah sekitar Sumatera.
    • dan fokus pada dua kerajaan pertama yaitu Kerajaan Koying dan Kerajaan Kantoli.

    • Meskipun demikian ada catatan-catatan tentang daerah di laut selatan (Kepulauan Nusantara) yang mengirim utusannya ke Cina pada rentang 441 M – 563 M. Daerah yang disebut itu adalah Kerajaan Koying dan Kerajaan Kantoli.

  29. keturunan Melayu berasal dari Minangkabau? kajian DNA
    sumber rujukan rasmi kajian DNA itu : https://yentown.us/wp-content/uploads/137/1.pdf
    penerangan lengkap kajian DNA itu : http://humpopgenfudan.cn/p/A/A1.pdf
    • Data di atas membuktikan, raja minang kabau /kerajaan pagaruyung/,raja sedaulat dunia,tuan raja di asia timur ,sudah selayaknya masyrakat dunia seluruhnya beraja kepada raja minang kabau.sebagai pewaris raja islam ,dari keluarga junjungan besar nabi Muhammad S A W ,nabi dan rasul,penghulu seluruh alam .

  30. Tambo Sutan Nan Salapan
    • Tambo Darah, berisi ketentuan Raja Pagaruyung mengirim putera-puteranya ke delapan negeri untuk dirajakan disana. Tambo Darah ini juga dikenali dengan “Surat Wasiat Sutan Nan Salapan”

  31. Bamulo Sultan Nan Salapan Rajo ialah nan banamo Sultan Rajo Siak anak cucu nan dipertuan dalam nagari Pagaruyung jua adonyo, ialah nan Kerajaannya di nagari Siak Malimpah lalu ka Kualo Kampar.
    Tambo ini ganti baganti, salin basalin, turun tamurun kapado urang tuo kito, datang datang sakarang kini, barubahpun tidak barang sadikit syak dan mungkir akan tambo ini, dimakan kutuk daulat yang dipertuan, dimakan biso kawi dinagari, karena itulah

  32. 1) Adapun nan tingga di tanah Aceh ialah nan banamo Sultan Syariat berpangkat Rahim. Anak cucu Daulat yang dipertuan dalam Nagari Pagaruyung, asal mulonyo rajo-rajo di negeri Aceh, malimpah ka Patahan Batu, lalu ka tanah labuah kaliliang, lalu ke Deli. Adapun Deli taklukka Aceh. Itulah kebesaran Rajo Aceh nan turun tamurun, lalu sakarang kini, nan tiada marubah rubah, waris nan manjawek dek Rajo Aceh, nan di tarimo dari Niniak kito. Wallahualam.

  33. 2) Adapun nan tingga di dalam nagari Banten, malimpah lalu ka Batawi, Sultan Nan Banamo: Marhabat Maruhum Alam, anak cucu yang dipertuan di dalam nagari Pagaruyung, tatkala asa mulonyo Raja di tanah Jawa, lalu ke Johor ka Manggali, kaliliang Banten Batawi, semuanya tanah Banten ialah kebesaran Raja Banten, beroleh khalifah dari yang dipertuan nan sati, memberi ijin mutlak serato sumpah sati, kalalamullah di dalam Koto Pagaruyung, Darussalam

  34. 3) Adapun nan tinggal turun temurun di dalam nagari Jambi Sultan Bagindo Tuan Rabbi, anak cucu Daulat yang di pertuan dalam nagari Pagaruyung, tatkala asa yang dipertuan dalam nagari Pagaruyung, tatkala asa mulonyo jadi rajo dalam nagari Jambi, lalu melimpah ka Batang Hari sampai ka hulu Batang Sangie, tatkala asa mulonyo jadi Rajo di dalam nagari Jambi 12 Koto Sungai Babi, tatkala masa dahulunyo, itulah kabasaran dan mukjizat, Sultan Bagindo Rabbi, nan dijawek turun tamurun, beroleh derajat nan tinggi di bari Allah Subhanahuwataala, amin ya rabbal alamin.

  35. 4) Adapun yang turun tamurun ka Palembang katurunan di tanah Jawa asal mulonyo jadi Raja ialah, nan banamo Sultan Bagindo Ibnu Rahim, anak cucu Daulat yang dipertuan di dalam nagari Pagaruyung, Tinggal di dalam Nagari Palembang, malimpah lalu ka Musi, sampai turun ka Bugis Makasar, di dalam laut kaliliang tanah Bugis, ialah darajat dan mukjizat Sultan Bagindo Ibnu Rahim, Khalifatullah Muhammad Rasulullah. Amin

  36. 5) Adapun nan turun tamurun ka nagari Pariaman tatkala, akan badiri, belum banamo Tiku Pariaman, hanyo banamo Sungai Salak, nan tingga didalam nagari Pariaman, ialah nan banamo Sultan Maharajo Dewa, anak cucu Daulat yang dipertuan Nan Sati di dalam Koto Pagaruyung, tatkala asa mulonyo manjadi Rajo di Pariaman, malimpah lalu ka Natal sakuliliangnyo, kurnia Allah subhanahuwataala, baroleh Khalifah dari pado bapaknyo, karena mukjizat Tuanku Nan Sati, dalam Nagari Pagaruyung, Nan Khalifah datang dari dalam syurga jannatun naim. Rahman Muhammad Rasulullah.

  37. 6) Adapun nan turun tamurun dalam nagari Indrapura, tatkala asa mulonyo jadi Raja Indrapura, nan banamo Sultan Muhammad Syah, anak cucu daulat nan dipertuan nan Sati, didalam nagari Pagaruyung, itulah yang mulo-mulo jadi Rajo di Indrapura, balahan tingga di dalam nagari Muko-Muko, Partamuan Rajo Rajo dahulunyo, balun banamo Muko Muko, sakalian hamba rakyat mangko turun ka tanah Padang, hinggo Lawik Nan Sadidiah, lalu ka pulau kaliliangnyo, kapado Rajo Indrapura Kaliling itu, itulah kabasaran Sultan Muhammad Syah Indrapura, nan oleh Khalifah di bari Allah, katurunan Daulat nan dipertuan Sati, Khalillullah di Pagaruyung.

  38. 7) Adapun nan turun tamurun ka dalam nagari Sungai Pagu, iolah nan banamo Sultan Besar, Barambuik Putieh, Bajangguik Merah, anak cucu daulat dipertuan nan Sati, dalam koto Pagaruyung, asa mulonyo jadi Rajo dalam Alam Sungai Pagu, malimpah lalu kabandar Nan Sapuluah, di situlah Rajo nan Barampek, keliliang Alam Sungai Pagu. Semuanya itu beroleh Khalifah, dari pado Tuhan yang banamo Rahman, tatkala manjunjung mangkuto alam nan mamilih Tanah Nan Sakapa di dalam alam nangko, berwasiat Sungai Pagu yang terjadi di dalamnyo.

  39. 8) Adapun nan turun tamurun ka nagari Indragiri, Sultan Kadhi Indra Sakti, anak cucu daulat nan dipertuan di dalam nagari Pagaruyung, asa mulonyo manjadi Rajo di nagari Indragiri lalu ka Kuantan sampai ka Riau, kaliling Indragiri Riau, adapun Riau takluk pado Indragiri, Riau baroleh Khalifah dari Indragiri, katurunan daulat nan Sati dari nagari Pagaruyung, itulah daulat na baroleh mukjizat, nan di bari Allah swt Alaihissalam, katurunan Adam di dalam syurga jannatun nain, amin ya rabbalalamin Tuhan Yang Maha Esa.

  40. universiti yang terlibat dalam kajian DNA yang membuktikan bahawa bangsa di timur Asia itu berasal dari DNA Melayu
    1) Chinese National Human Genome Center, Shanghai, CHINA
    2) Institute of Genomics and Integrative Biology, New Delhi,
    3) University of Tokyo, JAPAN
    4) Center for Genome Science, Korea National Institute of Health, Seoul, KOREA

  41. sumber rujukan rasmi kajian DNA itu : https://yentown.us/wp-content/uploads/137/1.pdf
    penerangan lengkap kajian DNA itu : http://humpopgenfudan.cn/p/A/A1.pdf

  42. Kaba Cindua Mato

    Wilayah Kebudayaan Minangkabau
    Rahasia Suku Malayu di Pa…
    Rahasia Suku Malayu di Pariangan padang panjang
    Koto dari Katta (benteng)
    Piliang dari Pili Hyang (para dewa)
    Ada apa dengan suku-suku itu?
    Kita masih ada satu informasi lagi yaitu Tujuh Suku Awal yang Menghuni Nagari Pariangan (pada beberapa versi ada 8 suku). Suku apakah yang tujuh itu : Koto, Piliang, Pisang, Malayu, Dalimo Panjang, Dalimo Singkek, Piliang Laweh dan
    Suku Malayu, berasal dari penduduk asli Sumatera yang pernah hidup di kerajaan-kerajaan Malayu Tua seperti Kandis dan Koto Alang, di kemudian hari penduduk dari Dharmasraya

  43. 5) Universiti Sains Malaysia, Kubang Kerian, Kelantan, MALAYSIA
    6) Genome Institute of SINGAPORE
    7) Institute of Biomedical Sciences, Academia Sinica, Taipei, TAIWAN
    8) Affymetrix, Inc. USA

  44. Daerah kekuasaan Dharmasraya =yang berada disawah lunto sijunjung Sumatra barat ,minang kabau
    Dalam naskah berjudul Zhufan Zhi (諸蕃志) karya Zhao Rugua tahun 1225[3] disebutkan bahwa negeri San-fo-tsi memiliki 15 daerah bawahan, yaitu Che-lan (Kamboja), Kia-lo-hi (Grahi, Ch’ai-ya atau Chaiya selatan Thailand sekarang), Tan-ma-ling (Tambralingga, selatan Thailand), Ling-ya-si-kia (Langkasuka, selatan Thailand), Ki-lan-tan (Kelantan), Ji-lo-t’ing (Cherating, pantai timur semenanjung malaya), Tong-ya-nong (Terengganu), Fo-lo-an (muara sungai Dungun, daerah Terengganu sekarang), Tsien-mai (Semawe, pantai timur semenanjung malaya), Pa-t’a (Sungai Paka, pantai timur semenanjung malaya), Pong-fong (Pahang), Lan-mu-li (Lamuri, daerah Aceh sekarang), Kien-pi (Jambi), Pa-lin-fong (Palembang), Sin-to (Sunda), dan dengan demikian, wilayah kekuasaan San-fo-tsi membentang dari Kamboja, Semenanjung Malaya, Sumatera sampai Sunda.

  45. sabalah19@gmail.com

  46. sebab perdagangan manusia ,tidak ada kerjasama dalam masyarakat ,dalam 4 perkara ,1-kerjasama dalam agama,2-kerjasama dalam hal adat,3-kerjasama dalam ekonomi,4-kerjasama dalam pertahanan /seni bela diri…………..secara profesional………

  47. keturunan Melayu berasal dari Minangkabau? kajian DNA / sumber rujukan rasmi kajian DNA itu : https://yentown.us/wp-content/uploads/137/1.pdf
    penerangan lengkap kajian DNA itu : http://humpopgenfudan.cn/p/A/A1.pdf
    / universiti yang terlibat dalam kajian DNA yang membuktikan bahawa bangsa di timur Asia itu berasal dari DNA Melayu
    1) Chinese National Human Genome Center, Shanghai, CHINA
    2) Institute of Genomics and Integrative Biology, New Delhi,
    3) University of Tokyo, JAPAN
    4) Center for Genome Science, Korea National Institute of Health, Seoul, KOREA
    5) Universiti Sains Malaysia, Kubang Kerian, Kelantan, MALAYSIA
    6) Genome Institute of SINGAPORE
    7) Institute of Biomedical Sciences, Academia Sinica, Taipei, TAIWAN
    8) Affymetrix, Inc. USA
    / • Data di atas membuktikan, raja minang kabau /kerajaan pagaruyung/raja sedaulat dunia,tuan raja di asia timur ,sudah selayaknya masyarakat dunia seluruhnya beraja kepada raja minang kabau.sebagai pewaris raja islam ,dari keluarga junjungan besar nabi Muhammad S A W ,imam para nabi dan penghulu semua rasul,serta penghulu seluruh alam .

  48. lukman said

    tolong di beritahu silsilah/nashab keturunan pangeran penghulu nata agama karta manggala mustopa ibnu raden kamaludin ?

    • Rmd Ramanda said

      Saya Raden Mansyur Djamil kebetulan anak satu2nya dari Raden Mustopa Kamaluddin bin Raden Haji Mansyur Kamartan dan Raden ayu Zibaidah binti Raden Mohamad Arpah saya ingin tahu juga sisilah seperti yg saudara sebutkan tadi,terima kasih wass
      Emil : rmd1132@yahoo.com

  49. ramanda said

    MANAQIB RADEN FATTAH AZMATKHAN “SANG PENDOBRAK” 1424 – 1518 MASEHI
    KONDISI MASA KELAHIRAN BELIAU :

    Beliau dilahirkan di Negeri Champa, yang pada masanya adalah merupakan kerajaan Melayu Islam yang besar dan berpengaruh. Begitu berpengaruhnya kerajaan ini sampai sampai kerajaan Majapahit dan Kerajaan disekitar Asia Tenggara menjalin kerjasama dengan kerajaan ini, Kerajaan Champa betul-betul sangat terkenal pada masa itu. Hal-hal yang berbau Champa betul-betul melekat, bahkan putri-putri champa sangatlah dikenal kaum bangsawan di bumi Nusantara. Kebanggaan akan muncul tatkala bangsawan bangsawan kerajaan Nusantara bisa bersanding dan mencapatkan putri putri bangsawan champa untuk dinikahi. Champa yang mulai mendapat pengaruh Islam dengan penguasa penguasa pendahulunya yang beragama islam yaitu Sayyid Ali Nurul Alam yang juga bergelar MAULANA MALIK ISRAIL atau SULTAN QONBUL atau ARYA PATIH GAJAH MADA, ternyata dalam proses perjalanan kerajaan ini cukup mendapatkan wibawa dimata kerajaan lain. MAULANA MALIK ISRAIL adalah gelar kebesaran dari SAYYID ALI NURUL ALAM karena pengaruhnya mampu menembus kalangan Yahudi yang berada dikawasan Timur Tengah, terutama pada kantong kantong wilayah Yahudi. Artinya dia bukanlah orang Yahudi seperti apa yang pernah ditulis di sebuah situs internet. Champa sendiri adalah sebuah kerajaan islam yang ironis karena sampai saat ini masih sering mengundang perdebatan. Namun berdasarkan jalur perjalanan para Walisongo, bahwa Champa diperkirakan berada Di India, berdekatan dengan wilayah Kesultanan Naserabad pada masa lalu, Kesultanan Naserabad Kuno sendiri adalah cikal bakal munculnya keluarga besar walisongo. Kesultanan Naserabad adalah sebuah wilayah pemerintahan Islam yang pemimpinnya dipegang oleh keluarga besar dari SAYYID ABDUL MALIK AZMATKHAN, yang merupakan cikal bakal leluhurnya walisongo. Sedangkan kota champa itu sampai sekarang masih ada disebuah wilayah distrik India. Sedangkan Naserabad India, posisinya kini berada di Negara India yang berdekatan dengan kota Rajishtan dan Ajmer pada masa sekarang.

    Dari kota Champa yang merupakan daerah Kesultanan Nasirabad India kuno ini kemudian keluarga besar Walisongo kemudian bermigrasi ke wilayah Champa Kamboja. Inilah yang akhirnya mengundang penafsiran jika Champa berada di Vietnam Tengah, posisi Champa itu berdekatan dengan Pattani dan Kelantan. Dari wilayah Champa Kamboja atau Vietnam Tengah ini mereka bergerak lagi kewilayah Kesultanan Patani, Kesultanan Kelantan dan Kesultanan Malaka. Sayangnya kejayaan Champa dengan simbol-simbol KEISLAMAN seperti tidak berbekas lagi, jangankan artefak, makam, peninggalan dalam bentuk tulisan, dapat dipastikan semua itu hampir tidak ada, yang ada cerita-cerita kejayaan Islam Champa dari beberapa warga etnis champa yang masih tersisa pada saat ini. Kerajaan Champa yang pernah mengalami masa jaya beberapa periode terutama dari masa Sayyid Ali Nurul Alam sampai anaknya Abdullah Umdatudin betul betul hilang dari bumi Asia Tenggara. Kerajaan Champa dulunya pernah menjadi negara Islam saat ini sejarahnya telah dilenyapkan oleh rezim penguasa vietnam pada masa lalu bahkan sampai sekarang, mereka tidak pernah mau mengakui bahwa negara mereka pada masa lalu adalah negara besar ISLAM!. Namun sampai saat ini walaupun Kerajaan Champa telah hilang ditelan zaman, namun ternyata sebagian etnis ini masih eksis didbeberapa tempat, bahasa yang mereka pakai adalah bahasa Melayu.

    Dalam kondisi kerajaan yang terus berkembang pada kerajaan champa ini, maka lahirlah seorang anak yang bernama Sayyid Hasan atau kelak nanti bernama Raden Hasan dan setelah menjadi Sultan Demak sering disebut Raden Fattah. Beliau lahir pada Hari Senin Tanggal 22 Bulan Shofar Tahun 827 Hijriah bertepatan dengan tanggal 24 Januari 1424 Masehi. Raden Fattah bukan lahir pada tahun 1955 Masehi seperti yang selama ini beredar, sebab nanti Tahun 1466, Raden Fattah menjadi anggota Walisongo, sehingga sangat mustahil ia dia menjadi anggota walisongo dalam usia 11 tahun!. Raden Fattah lahir di Kerajaan Champa lewat rahim Syarifah Zaenab binti Ibrahim Al Hadrami/ Ibrahim Al Ghazi/ Ibrahim As Samarkand/Ibrahim Asmorokondi Azmatkhan Al Husaini. Ibrahim Zainuddin Al Akbar As Samarkand atau Ibrahim Asmorokondi adalah saudara kandung dari Sayyid Ali Nurul Alam yang merupakan salah satu pejabat tinggi di Kesultanan Kelantan dan Patani. Ibrahim Asmorokondi ini sering disebut Wali Tertua dimasanya, khususnya wilayah Jawa Timur. Syarifah Zaenab sendiri adalah adik kandung dari Sayyid Ahmad Rahmatullah atau SUNAN AMPEL AZMATKHAN ALHUSAINI. Artinya Raden Fattah adalah keponakan dari Sunan Ampel. Saat kelahiran Raden Fattah di Champa, Keberadaan Sunan Ampel masih ada di Champa untuk mengikuti dakwah ayahnya yaitu Ibrahim Zaenuddin Al Akbar Asmorokondi dan kakeknya yaitu Sayyid Husin Jamaludin atau Syekh Jumadhil Kubro. Ayah dari Raden Fatah sendiri adalah Sayyid Abdullah Umdatudin bin Sayyid Ali Nurul Alam bin Sayid Husin Jamaludin. Sayyid Abdullah Umdatudin adalah Raja Champa. Adapun Nasab Raden Fattah adalah sebagai berikut:

    NASAB RADEN FATAH

    Dari Jalur Ayah nasab Raden fatah adalah :
    1. Nabi Muhammad SAW
    2. Fatimah Azzahra
    3. Husein Asshibti
    4. Ali Zaenal Abidin
    5. Muhammad Al Baqir
    6. Jakfar Asshodiq
    7. Ali Al Uraidhi
    8. Muhammad An Naqib
    9. Isa Arrumi
    10. Ahmad Al Muhajir
    11. Ubaidhilah
    12. Alwi Al Awwal
    13. Muhammad Shohibus Souma’ah
    14. Alwi Atsani
    15. Ali Kholi’ Qosam
    16. Muhammad Shohib Mirbath
    17. Alwi Ammil Faqih
    18. Abdul Mali Azmatkhan
    19. Abdullah Azmatkhan
    20. Sultan Syah Ahmad Jalaluddin
    21. Husein Jamaludin/Syekh Jumadhil Kubro
    22. Ali Nurul Alam/Maulana Malik Israil/Sultan Qonbul/Arya Patih Gajah Mada
    23. Abdullah Umdatuddin/Sultan Champa/Maulana Hud
    24. Raden Hasan/Raden Fattah/Sultan Demak 1

    Sedangkan Nasab dari Ibunda Raden Fattah adalah :
    1. Nabi Muhammad SAW
    2. Fatimah Azzahra
    3. Husein Asshibti
    4. Ali Zaenal Abidin
    5. Muhammad Al Baqir
    6. Jakfar Asshodiq
    7. Ali Al Uraidhi
    8. Muhammad An Naqib
    9. Isa Arrumi
    10. Ahmad Al Muhajir
    11. Ubaidhilah
    12. Alwi Al Awwal
    13. Muhammad Shohibus Souma’ah
    14. Alwi Atsani
    15. Ali Kholi’ Qosam
    16. Muhammad Shohib Mirbath
    17. Alwi Ammil Faqih
    18. Abdul Mali Azmatkhan
    19. Abdullah Azmatkhan
    20. Sultan Syah Ahmad Jalaluddin
    21. Husein Jamaludin/Syekh Jumadhil Kubro
    22. Ibrahim Zaenuddin Al Akbar As Samarkand/Ibrahim Asmorokondi
    23. Syarifah Zaenab/Thobiroh/Putri Champa >> melahirkan Raden Fattah

    Ayah Raden Fattah bukanlah Brawijaya V atau Bhre Kertabumi Raja Majapahit terakhir dari Dinasti Raden Wijaya. Sebagian mengatakan bahwa orangtua yang dianggap selama ini sebagai ayah kandung Raden Fattah adalah Brawijaya IV atau Kertajaya, dan ini yang lebih mendekati fakta, bahwa yang dimaksud oleh banyak orang selama ini adalah Kertajaya itu bukan Kertabumi, dan dialah yang seharusnya dinyatakan sebagai ayah “kandung” Raden Fattah, Raden Fattah sendiri bila dibandingkan dengan Kertabumi atau Brawijaya 5 ternyata hampir seumuran usianya. Namun kenyataannya sampai saat ini ternyata Bre Kertabumi atau Brawijaya 5 inilah yang selama ini dipercaya masyarakat Jawa sebagai ayah Raden Fattah dan ini juga terdapat didalam beberapa Babad seperti Babad Tanah Jawi Galuh Mataram.

    Ayah Raden Fatah yang bernama Abdullah Umdatuddin sendiri adalah Raja Champa kedua dalam kerajaan Islam Champa di Vietnam Tengah (sebelumnya di wilayah Champa India) dan dikenal dengan nama lain di Malaka, Kelantan, Patani sebagai WAN BO. Abdullah Umdatuddin ini sering diartikan sebagai Sultan Mesir dalam sejarah yang berkaitan dengan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah. Padahal ia adalah Raja Champa. Kemungkinan besar kenapa ia dinamakan Sultan Mesir karena boleh jadi mesir adalah satu medan dakwah dari Abdullah Umdatuddin. Dari Abdullah Umdatuddin akan banyak menurunkan orang orang yang bergerak dalam bidang politik pemerintahan serta ulama ulama besar.

    Antara Sayyyid Abdullah Umdatudin dengan Syarifah Zaenab dan Sayyid Ahmad Rahmatullah atau Sunan Ampel adalah saudara sepupu. Pernikahan antar kerabat dalam keluarga walisongo itu adalah biasa. Adapun anak-anak dari Abdullah Umdatudin sangat banyak, namun yang mahsyur dalam dunia nasab adalah :

    1. Ahmad Waliyullah atau Sultan Abul Muzhafar yang kelak menurunkan beberapa para sultan di Malaka, Patani, Kelantan, dan beberapa Kerajaan di Malaysia.
    2. Sultan Babullah yang menurunkan sultan sultan di Ternate dan Maluku.
    3. Sultan Nurullah yang menggantikan posisi Raja Champa berikutnya..
    4. Syarif Hidayatullah yang kelak menurunkan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon
    5. Raden Fattah yang kelak menurunkan Kesultanan Demak.

    Adapun yang paling terkenal sebagai anak Sayyid Abdullah Umdatuddin adalah Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Kenapa sampai saat ini kenapa posisi Raden Fattah jarang sekali disebut dalam dunia nasab sebagai anak dari Abdullah Umdatudin (bahkan terkesan disembunyikan), hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya karena adanya pengkaburan dan manipulasi sejarah Kerajaan Islam oleh para kolonialis penjajah serta oknum oknum yang memang tidak menginginkan Islam dalam bentuk kekhalifahan berjaya di Bumi Nusantara ini. Nasab Raden Fattah adalah salah satu nasab yang paling banyak mendapat pendustaan oleh kalangan yang tidak memahami sejarah perkembangan ilmu nasab. Nasab Raden Fatah adalah nasab yang paling sering dimanipulasikan oleh berbagai oknum demi kepentingan pribadi atau juga golongannya. Nasab Raden Fattah dapat dikatakan merupakan nasab yang sering dipermasalahkan oleh banyak sejarawan dan juga beberapa ahli silsilah karena dianggap “tidak memiliki” data primer, padahal sebagai seorang sultan yang besar yang luas kekuasaannya hampir seluruh Jawa, sepertinya tuduhan seperti ini sangat aneh , karena pada kenyataannya nasab Raden Fattah telah tercatat dengan baik oleh kalangan Ulama Ahli Nasab khususnya Keluarga Besar Walisongo lebih khusus lagi keluarga Besar Sunan Kudus dan juga keturunan keturunan Raden Fattah sendiri, terutama keturunan Raden Fattah yang sumber nasabnya berasal dari Pencatatan turun temurun dan berdasarkan catatan nasab dari Keturunan Keluarga Besar Sunan Kudus.

    GAMBARAN FISIK RADEN FATTAH

    Raden Fattah memiliki perawakan yang tinggi dan tegap, tinggi beliau melewati angka 185 cm, kondisi fisik beliau ini mirip dengan Sunan Kudus yang tinggi dan tegap, dan ini nanti kelak banyak diturunkan kepada beberapa anak cucunya yang banyak memiliki fisik-fisik yang tinggi, kulit beliau putih bersih seperti juga para walisongo, wajah beliau berkarakter tegas namun teduh, dan beliau memiliki wajah dengan tipe timur tengah (arab). Beliau selalu memakai pakaian keulamaan seperti juga walisongo dengan Imamah dikepala dan jubah, sangat tidak benar jika ada foto Raden Fattah yang digambarkan dengan pakaian ala Kerajaan Majapahit, apalagi pakaian-pakaian kebesaran dari Penjajah kelonial. Foto Raden Fattah yang beredar selama ini adalah palsu dan menyesatkan.

    NAMA NAMA RADEN FATTAH

    RADEN FATTAH mempunyai nama yang banyak, seperti kebiasaan para walisongo yang juga mempunyai banyak nama karena berbagai faktor, baik itu budaya, sosial, maupun politik. Nama nama beliau yang mahsyur adalah :

    1. Sayyid Hasan atau Raden Hasan (nama kecil dan dewasa dan nama yang terkenal saat beliau di Nyantri di Pondok Pesantren Ampel) dan nama saat beliau di Palembang,
    2. Sayyid Yusuf (panggilan kesayangan dari ibunya).
    3. Abdul Fattah/ Al Fattah (karena kemenangannya Demak terhadap Majapahit, sekaligus orang yang pertama kali membuka kerajaan Islam di Jawa). Nama Al Fattah ini adalah menjadi Fam dari keturunan Raden Fattah, mereka disebut BANI AL FATTAH
    4. Senopati Jim Bun/Panembahan Jim Bun (karena perhormatan dari Etnis Tionghoa di Jawa terhadap peran dan wibawanya,
    5. Adipati Natapraja (saat demak masih dibawah wilayah kerajaan Majapahit),
    6. Sultan Syah Alam Al Akbar/Sultan Surya Alam (saat beliau dilantik menjadi Sultan pertama Kesultanan Demak.
    7. Senapati Jimbun Ningrat Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama (gelar yang mendapat pengakuan dari penguasa/Syarif Mekkah dan Palembang),
    8. Sultan Bintoro (berdasarkan nama sebuah hutan yang bernama Glagah Wangi dan kemudian diirubah namanya menjadi Bintara/Bintoro untuk dijadikan tempat pemerintahan beliau).

    Ibunya dikenal dengan panggilan yang banyak didalam kerajaan Majapahit, namun yang cukup akrab adalah Tobhirah terutama saat beliau masih di champa, sedangkan saat beliau sudah di Majapahit ada yang mengatakan Dewi Drawati, Kencana Wungu, Nyai Endang, Putri China, Putri Champa, dll sehingga banyak membuat orang terkecoh dan rancu akan sejarah dirinya. Namun dari semua nama yang populer, Nama Drawati adalah nama yang paling terkenal. Ibunda Raden Fattah adalah seorang muslimah yang taat dan berilmu, karena pendidikan agamanya didapat langsung dari bapaknya yang merupakan walisongo angkatan pertama yaituIbrahim as samarkand atau IBRAHIM ASMOROKONDI..Ibunda Raden Fatah tidaklah hamil saat dicerai Brawijaya 5 (orang yang dianggap sebagai suami Drawati), beliau suci dari fitnah itu, karena pada kenyataannya Raden Fattah telah lahir di Champa. Ibunda Raden Fattah dimakamkan di Ampel Berdekatan dengan Sunan Ampel, Beliau kembali Ke ampel setelah Suami ketiganya wafat terlebih dahulu di Palembang, yaitu Arya Dillah/Sultan Abdillah atau Arya Damar.

    Artinya Raden Fattah nasab kedua orangtuanya adalah Alhusaini melalui jalur Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammil Faqih yang merupakan keturunan Sayyidina Ahmad Al Muhajir (nenek moyangnya seluruh kaum Alawiyyin yang ada di Nusantara dan Asia Tenggara. Raden Fattah adalah keturunan ke 24 dari Rasulullah melalui ayah dan Ibunya…

    MASA KECIL DAN DEWASA RADEN FATTAH

    Raden Fattah menghabiskan waktu kecilnya di Champa, dalam asuhan ibunda dan ayahnya yang tercinta yaitu Sayyid Abdullah Umdatudin dan Syarifah Zaenab/Thobiroh/Drawati, namun masa kecil Raden Fatah tidaklah lama dalam kebahagiaan karena Abdullah Umdatuddin dan Syarifah Zaenab berpisah karena Sultan Abdullah Umdatuddin kondisinya sering sakit sakitan, sehingga tidak lama kemudian beliau akhirnya wafat, sehingga dengan kondisi yang sakit sakitan dan uzur ini, maka Abdullah Umdatuddin menceraikan Istrinya ini, agar mencari kehidupan yang lebih layak guna untuk mendidik Raden fattah yang masih kecil, Oleh Sebab itu Abdullah Umdatuddin mengusulkan agar mantan istrinya ini mengikuti saran Sunan Ampel untuk menikahi Raja Majapahit yang sudah masuk Islam yaitu Kertajaya (Brawijaya 4). Abdullah Umdatuddin pun tidak keberatan mantan istrinya itu menikah dengan Kertajaya karena hubungan Abdullah Umdatuddin dengan Kertajaya sangatlah baik, apalagi kerajaan mereka adalah sekutu. Abdullah Umdatudinpun memesan kepada Kertajaya melalui Sunan Ampel, agar Kertajaya mau untuk mendidik anaknya yaitu Raden Fattah seperti mendidik anaknya sendiri, artinya Raden Fattah dititipkan Abdullah Umdatudin kepada Kertajaya untuk menjadi anaknya sendiri, namun tetap dalam didikan kerajaan yang dipenuhi etika dan tata krama…

    Ibunda Raden Fattah dan juga Raden Fattah diberangkatkan dari Champa bersama dengan wali walisongo yang lain untuk menuju Majapahit. Perjalanan dari Champa menuju Majapahit ditempuh dengan jarak sekitar kurang lebih satu bulan. Setelah tiba beberapa saat di Majapahit, sesuai dengan tujuan pertama, maka Syarifah Zaenab dinikahkan dengan Kertajaya. Pernikahan ini nantinya akan mengundang perdebatan, karena ini jelas tentu akan bertabrakan dengan konsep pernikahan yang biasa dianut keluarga besar walisongo yaitu kafa’ah, apalagi karena disatu sisi Syarifah Zaenab adalah seorang Ahlul Bait, sedangkan Kertajaya adalah seorang raja yang mualaf dengan keislaman yang tidak semua orang tahu, kecuali beberapa kerabat dekatnya. Namun demikian rahasia pernikahan ini hanya Sunan Ampel dan wali wali lainnyalah yang lebih tahu bagaimana kedepannya nanti. Betapapun demikian Konsep pernikahan Kafa’ah antar keluarga besar walisongo tetap terjaga Namun memang pasca pernikahan ini Islam bisa berkembang dengan pesat berkat lindungan dari Kertajaya dan nanti diteruskan oleh Brawijaya 5 atau Kertabumi. Sayang pernikahan ini tidak lama, karena adanya intrik intrik yang terjadi dalam keluarga besar Kertajaya, sehingga menyebabkan Syarifah Zaenab dan Raden Fattah tersingkir. Syarifah Zaenab diceraikan Kertajaya, dan setelah masa iddah lewat maka Syarifah Zaenab diserahkan kepada Arya Dillah yang merupakan bawahannya di Palembang. Pernikahan antara Kertajaya dan Syarifah Zaenab tidak menghasilkan keturunan, artinya Kertajaya tidak bisa menghasilkan keturunan lewat rahim Syarifah Zaenab, lagipula kondisi Kertajaya saat itu juga mulai sakit sakitan.

    Dari pernikahan antara Syarifah Zaenab dengan Arya Dillah Lahirlah Raden Husein. Raden Fattah dan adiknya dididik dan dibesarkan di Palembang. Di Palembang pada masa kecil dan dewasa nama Raden Fattah adalah Raden Hasan. Setelah Dewasa ia bersama adiknya menuju Pondok Pesantren Ampel untuk belajar kepada Pamannya yang bernama Sayyid Ahmad Rahmatullah atau Sunan Ampel. Setelah kurang lebih 3 tahun mereka mondok, maka Raden Fatah mengabdi kepada ayah tirinya sambil membuka sebuah kawasan untuk pusat penyiaran agama Islam yang berada disebuah hutan yang bernama Bintoro.

    ISTRI ISTRI RADEN FATTAH :

    1. Siti Asyiqah/Dewi Murtasimah binti Sunan Ampel
    2. Putri Randusanga binti Adipati Randusanga
    3. Putri Jipang binti Adipati Jipang
    4. Alwiyah binti Syekh Subakir

    Semua istri Raden Fattah mempunyai keturunan, baik itu laki laki maupun perempuan, dan semua istri Raden Fattah ini adalah Bangsawan bangsawan yang berasal dari Majapahit serta dari Keluarga Besar Walisongo. Istrinya adalah perpaduan yang cukup unik, disinilah Raden Fattah menunjukkan bahwa ia dan juga Walisongo mampu untuk berbaur dan berasimilasi dengan rakyat nusantara pada saat itu, dan sebelum era Raden Fattah pernikahan dengan Pribumi juga telah dilakukan. Sehingga Raden Fattah tidaklah merasa sombong dan angkuh walaupun ia seorang Sultan dan juga seorang Ahlul Bait Rasulullah SAW.

    ANAK ANAK RADEN FATTAH

    1. Patih Rodin/Komaruddin/Badruddin
    2. Sayyid Muhammad Yunus/Sultan Yunus Surya/Raden Surya/Pangeran Seberang Lor1/Adipati Unus 1/Pati Unus 1/Sultan Demak II
    3. Sayyid Ali/Raden Bagus Surawiyata/Raden Kikin/Pangeran Sekar Seda Lepen
    4. Syarifah Jamilah/Ratu Mas Nyawa/Putri Gunung Ledang >< menikah dengan Raden Abdul Qodir bin Muhammad Yunus Al Mukhrawi Azmatkhan/Pati Unus 2
    5. Sultan Ahmad Abdul Arifin/Sultan Trenggono/Sultan Demak III
    6. Pangeran Purbo
    7. Raden Bagus Sido Kali
    8. Dewi Ratih (Menikah dengan Sayyid Amir Hasan bin Sunan Kudus Azmatkhan)
    9. Radeng Tumenggung Kanduruhan (Senopati Japan Ratu Sumenep)
    10. Pangeran Sulaiman
    11. Pangeran Daud
    12. Pangeran Musa
    13. Pangeran Yusuf
    14. Pangeran Muhammad
    15. Raden Pamekas

    Semua anak Raden Fattah ini mempunyai banyak keturunan yang menyebar diberbagai wilayah Nusantara dan juga beberapa wilayah Asia Tenggara. Dan kelak dari keturunan Raden Fattah ini banyak yang menjadi ulama ulama besar serta tokoh tokoh politik dan juga pemimpin bangsa, baik dari bidang pemerintahan politik maupun militer. Mereka semua anak anak Raden Fattah menyebar luas keberbagai daerah untuk menyebarkan dakwah islamiah yang sesuai dengan cita-cita Majelis Dakwah Walisongo yang salah satu anggotanya adalah Raden Fattah. Tidak hanya Raden Fattah, semua keluarga Walisongo keturunannyapun banyak yang mirip dalam hal apapun dengan keluarga besar Raden Fattah.

    RADEN FATTAH DAN WALISONGO

    Banyak fihak yang tidak mengetahui jika Raden Fattah sebenarnya adalah anggota Walisongo, beliau Raden Fattah disamping sebagai Sultan Demak beliau merangkap sebagai anggota Walisongo, terutama Walisongo Periode ke 4 dengan menggantikan Maulana Ahmad Jumadhil Kubro, sebelumnya tahun 1462 dalam usia 38 tahun diangkat menjadi Adipati Bintoro oleh Kerajaan Majapahit, dan pada tahun 1465 Masehi dalam usia 41 tahun membangun mesjid Demak dan akhinrya diangkat menjadi Sultan Demak dalam usia 44 tahuh pada tahun 1468 Masehi, sehingga setiap keputusan Walisongo, beliau Raden Fattah ikut terlibat sekaligus ikut mengesahkan, karena ia adalah pemimpin Negara. Tidak banyak pemimpin pada masa sekarang yang bisa merangkap dua jabatan seperti ini jika ia tidak punya kemampuan yang kompleks, baik itu tata Negara dan juga agama dan Raden Fattah membuktikan jika ia punya kemampuan seperti itu.

    Adapun Periode Wali Songo Angkatan ke-4 yang dalam masa pemerintahan Raden Fattah terutama pada era tahun 1466 – 1513 M, terdiri dari:

    1. Sunan Ampel Azmatkhan, asal Champa, Muangthai Selatan (w.1481)
    2. Sunan Giri Azmatkhan, asal Belambangan,Banyuwangi, Jatim (w.1505)
    3. Raden Fattah Azmatkhan, asal Majapahit, Raja Demak pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra (wafat tahun 1518)
    4.Fathullah Khan/Fatahillah Azmatkhan (Falatehan), asal Cirebon pada tahun 1465 menggantikan Maulana Muhammad Al-Maghrabi (wafat 1573)
    5. Sunan Kudus Azmatkhan, asal Palestina (wafat tahun 1550)
    6. Sunan Gunung Jati Azmatkhan, asal Palestina (wafat tahun 1567)
    7. Sunan Bonang Azmatkhan, asal Surabaya, Jatim (wafat 1525)
    8. Sunan Derajat Azmatkhan, asal Surabaya, Jatim (wafat 1533)
    9. Sunan Kalijaga Azmatkhan, asal Tuban, Jatim (wafat tahun 1513)

    GURU GURU RADEN FATTAH

    Semua anggota Walisongo, terutama yang usianya diatas Raden Fattah adalah guru dari Raden Fattah, salah satunya gurunya yang paling dekat dengan Raden Fattah adalah Sunan Ampel dan Sunan Kudus. Sunan Ampel adalah paman beliau karena ibu Raden Fattah adalah adik dari Sunan Ampel, sedangkan Sunan Kudus adalah disamping sebagai ulama beliau juga merangkap sebagai Panglima Perang, Penasehat Militer, Naqib Nasab Walisongo, dan mendapat julukan Waliyul ilmi, karena begitu tingginya ilmu pengetahuan yang beliau miliki. Guru lain yang beliau miliki adalah ayah tiri beliau yaitu Arya Dillah, saat beliau masih berada dalam diPalembang, Arya Dillah ini juga terkenal sebagai seorang pemimpin Palembang, namun juga menguasai ilmu-ilmu agama.

    MAZHAB RADEN FATTAH

    Raden Fattah adalah produk dari keluarga besar Walisongo, sehinga setiap yang menjadi keputusan beliau baik itu yang bersifat agama atau umum selalu berdasarkan musyawarah Walisongo. Dasar ajaran Raden Fattah adalah Islam Ahlusunnah Wal Jama’ah, dengan bermazhabkan kepada Imam Syafi’I dan ini sesuai dengan konsep dan ajaran Walisongo. Thariqoh beliau juga berdasarkan Thariqohnya keluarga besar Alawiyyin. Pada masa Raden Fattah aliran islam Ahlussunah Waljama’ah disebarkan dengan nilai nilai kasih sayang serta toleransi yang tinggi.

    MASA PEMERINTAHAN RADEN FATTAH

    1. Membuat UUD Kesultanan Demak yang bernama Jughul Mudha.
    2. Mendirikan Masjid Agung Demak sebagai sentral penyebaran Islam dan pusat pemerintahan.
    3. Membuka Hutan Glagah wangi untuk dijadikan pemukiman yang bernama Bintoro.
    4. Menyebarkan Islam dengan Damai sesuai dengan Thariqah Walisongo
    5. Memindahkan ke Demak beberapa pusaka, dan beberapa bangunan Majapahit yang terlantar.
    6. Tidak mengadakan konfrontasi dengan Majapahit pada masa era Brawijaya 5.
    7. Tidak Menyerang Umat Budha dan Hindu yang hidup dibawah wilayah Kesultanan Demak.
    8.Menerapkan toleransi yang tinggi terhadap agama lain dengan membiarkan agam lain beribadah dan menjaga bangunan-bangunan agama lain yang sudah ada (kelenteng, kuil, candi)
    9. Berperang dengan Majapahit Era Dyah Ranawijaya (Brawijaya 6) disebabkan majapahit versi Brawijaya 6 menyerang Giri Kedaton.
    10.Mematahkan kerjasama antara Brawijaya VII (Prabu Udara) dengan Portugis yang akan menjual negara bila berhasil mengalahkan dan mematahkan Islam
    11.Menjalin Kerjasama poros politik dengan Kesultanan Cirebon, Banten, Palembang, Malaka.
    12. Melibatkan penuh peran walisongo dalam segala keputusan kepemerintahan..
    13. Menyebarkan Islam dengan cara damai kepada masyarakat Jawa.
    14. Menjadikan Demak sebagai Negara Islam pertama Di Jawa.
    15. Diangkat sebagai Sultan pada Kesultanan Demak oleh walisongo dan beliau diangkat bukan karena berdasarkan dia anak tiri kertajaya atau juga Kertabumi, namun karena kemampuan Agam, politik dan militernya yang menonjol.

    KRATON KESULTANAN DEMAK

    Keraton Kesultanan Demak bukanlah seperti bangunan mewah, ia hanya merupakan sebuah gedung bahkan rumah biasa yang ditempati oleh Raden Fattah dan Keluarganya, Raden Fattah memiliki hidup yang sederhana, ia tidak terbiasa dengan kehidupan mewah, jadi Kraton milik beliau itu ya rumah beliau itu, sedangkan pertemuan kenegaraan atau pertemuan dengan walisongo dilakukan di Mesjid Demak. Jadi Kraton yang sesungguhnya dari Raden Fattah adalah Mesjid Demak, yang merupakan bangunan multi fungsi, baik dia sebagai tempat ibadah maupun untuk kegiatan kegiatan lainnya..

    KONTROVERSI TERHADAP RADEN FATTAH

    1.Dituduh sebagai anak durhaka karena menyerang Majapahit era Brawijaya 5, padahal runtuhnya Majapahit itu karena serangan Dyah Ranawijaya (menantu Brawijaya 5 atau ipar tiri dari Raden fattah).
    2. Dituduh telah meruntuhkan kehebatan peradaban nenek moyangnya.
    3. Dituduh sebagai anak haram dari Brawijaya 5.
    4. Dianggap sebagai biang kerok runtuhnya agama terdahulu yang sudah lebih dulu eksis.
    5. Ibunya dituduh sebagai seorang selir dan putri china, padahal ia muslimah sejati..
    6. Dituduh lahir dari identitas yang tidak jelas.
    7. Dituduh untuk ambisi dan mendesak Sunan Ampel untuk menyerang majapahit.
    8. Berusaha dihilangkan peran dan sejarah hidupnya dalam sejarah Majapahit.
    9. Lebih dimunculkan mitos dan legendanya daripada peran keislamannya.
    10.Dituduh tidak mempunyai anak laki-laki (tidak memiliki keturunan)
    11.Sengaja dihilangkan asal usul keluarganya yang berasal dari nasab Keluarga Besar walisongo.
    12.Ditonjolkannya sisi lain yang tidak ada hubungan dengan hidupnya agar peran sentral sebelumnyalah yang menjadi acuan dalam menilai sejarah demak, bukan dari keluarga besar Walisongo
    13.Dituduh bahwa anak-anak dan cucu-cucunya terlibat konflik berdarah karena perebutan tahta, padahal selama hidupnya Raden Fattah telah mengajarkan kehidupan sufi kepada anak dan cucunya.
    14.Menuduh walisongo dimasa Beliau adalah orang-orang yang telah telah menyebabkan hilangnya sebuah Negara besar yang sudah mapan.

    KEWAFATANNYA

    Beliau wafat pada usia yang cukup sepuh yaitu 94 tahun, pada hari Selasa tanggal 11 Sya’ban Tahun 924 Hijriah atau bertepatan pada tanggal 18 Agustus Tahun 1518 Masehi dan dimakamkan disamping mesjid Demak berdampingan dengan istri, anak dan beberapa kerabatnya. Dengan diiringi kesedihan dari ribuan rakyat Demak, dan diiringi anggota Majelis Dakwah Walisongo saat itu, maka Sang Pendobrak Yang Berani itu akhirnya kembali keharibaan Allah SWT dengan tenang….Semoga Amal Ibadahnya diterima disisi Allah SWT…

    Wallahu A’lam Bisshowab

    *Apabila dalam penulisan manaqib ini ada beberapa koreksi, mohon disampaikan kepada penulis…..Insya Allah segala koreksi itu menjadi nilai ibadah bagi mereka yang ikhlas mengkoreksinya…..*

    DAFTAR PUSTAKA

    RUJUKAN UTAMA
    Sayyid Baharudin Azmatkhan & Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan, KITAB NASAB ENSIKLOPEDIA NASAB ALHUSAINI, halaman 105 bab Raden Fattah, Penerbit Madawis tahun 2011.

    RUJUKAN PENDAMPING
    Agus Sunyoto, WALI SONGO, Rekontruksi sejarah yang disingkirkan, Jakarta, Transpustaka, 2011
    Abu Amar, Imron, KERAJAAN ISLAM DEMAK, Kudus, Penerbit Menara Kudus, 1996.
    Abu Amar, Sunan Gunung Jati Cirebon, Kudus, Penerbit Menara Kudus, Tahun 1992.
    Amin, Fatah Nur, METODE DAKWAH WALISONGO, Pekalongan, Penerbit CV Bahagia, 1997.
    Aso Sumiarso, CATATAN NASAB KELUARGA BESAR CIGUGUR, Cimahi, tidak diterbitkan, 1964.
    Badri Yatim, SEJARAH PERADABAN ISLAM, Jakarta, Penerbit Rajawali Press, Tahun 1993.
    Bisyri Mustofa, TARIKHUL AULIA (SEJARAH WALI DINUSANTARA), KUDUS, Penerbit Menara Kudus, Tahun 1952.
    Dahlan, KH. Mohammad. HAUL SUNAN AMPEL KE 555, Penerbit Yayasan Makam Sunan Ampel, Surabaya, 1979
    Darmawijaya, SEJARAH KESULTANAN NUSANTARA, Jakarta, Penerbit Al Kautsar 2010.
    Daryanto, RADEN FATAH, Bara diatas Demak Bintara, Penerbit Tiga Kelana, 2009.
    De Graff, KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI JAWA, Jakarta, Penerbit Grafiti, 2003.
    Darmawijaya, KESULTANAN ISLAM NUSANTARA, Jakarta, Penerbit AL Kausar, 2010
    Departemen Agama, ENSIKLOPEDIA ISLAM, Jakarta, Penerbit Depag, 1993.
    Haji Unang Sunarjo SH, “Meninjau Sepintas Panggung Sejarah Pemerintahan Kerajaan Cerbon 1479-1809” Penerbit Tarsito, Edisi ke 1, Bandung, 1983.
    Helmiati, SEJARAH ISLAM ASIA TENGGARA, Ha, Bandung, Penerbit Nusa Media & Zanaf Publising, Tahun 2011.
    Hasanu Simon, MISTERI SYEKH SITI JENAR, Pustaka Pelajar, Tahun 2007.
    Iwan Mahmud, SEJARAH DESA GUNUNG BATU DAN ARIA PENANGSANG, PRIBADI, 2005.
    Iwan Mahmud, CATATAN NASAB KELUARGA BESAR ARIA PENANGSANG, PRIBADI, 2004.
    Joko, PANEMBAHAN SENOPATI (PENDIRI KERAJAAN MATARAM) Jakarta, Penerbit Pradnya Paramita, Tahun 1983
    Yosef Iskandar, SEJARAH JAWA BARAT, Hal 263 s/d 270, Bandung, Penerbit CV Geger Sunten, Tahun 1997.
    Kiagus Imran Mahmud, SEJARAH PALEMBANG, Palembang, Penerbit? Tahun……
    TIM Penulis IAIN Syarif Hidayatullah, ENSIKLOPEDIA ISLAM INDONESIA, 2009, Penerbit Djambatan, tahun 1993
    Slamet Mulyana, RUNTUHNYA KERAJAAN HINDU JAWA DAN TIMBULNYA NEGARA NEGARA ISLAM DI NUSANTARA, Hal 242 s/d 245, Jogyakarta, Penerbt LKIS, Tahun 2007.
    Sagimun M.D, Sejarah Jakarta Dari Tepi air Ke Kota Sampai Dengan Masa Proklamasi, Pemda DKI, Dinas Musium Sejarah, Tahun 1988.
    Suwito, BABAD TANAH JAWI (GALUH MATARAM), Jakarta, Yayasan Idayu, 1970.
    Sayyid Thohir Al Haddad, SEJARAH MASUKNYA AGAMA ISLAM DITIMUR JAUH, Jakarta, Penerbit Lentera, 2001.
    Umar Hasyim, SUNAN MURIA, ANTARA FAKTA DAN LEGENDA, Kudus, Penerbit Menara Kudus, Tahun 1983
    Yuliadi Sukardi, SUNAN KUDUS SYEKH JAKFAR SHODIQ, Bandung, Penerbit Pustaka Setia Bandung, Tahun 2004.

    Situs

    http://id.wikipedia.org/wiki/Trenggana
    http://id.wikipedia.org/wiki/Arya_Penangsang
    http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Patah
    http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Demak
    http://id.wikipedia.org/wiki/Walisongo#Walisongo_Periode_Pertama
    http://id.rodovid.org/wk/Orang:275008
    http://id.rodovid.org/wk/Orang:188326
    http://asalsilahipunparanata.blogspot.com/
    http://sejarahgunungbatu.blogspot.com/
    http://madawis.blogspot.com/
    http://demak-ku.blogspot.com/2012/06/manaqib-sejarah-singkat-sultan-fatah.html
    http://www.facebook.com/azmatkhanalhusaini
    http://ibnurusydi.blogspot.com/2011/06/champa-negara-melayu-yang-hilang-dari_11.html
    http://teambulls.wordpress.com/2010/08/16/babad-tanah-jawi-raden-fatah-penakluk-majapahit/
    http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&sub=7&id=1148
    Diposkan oleh Iwan di 09.01

  50. sahlan efendi said

    assalamualaikum wr wb,…mohon bagi yg mengetahui tentang nama DANA MAYO KARTAWIJAYA di abat 18 utk menghubungi saya 081368086480, konon ceritanya sempat di Rantau Bayur Banyuasin,

  51. naldie said

    assalamualaikum.. saudara2..
    Saya hendak bertanya apakah ada keturunan kerajaan palembang di daerah Batu Raja. dusun saung nage ? karena diceritakan puyang kami masih orang kerajaan palembang tapi tidak diketahui siapa beliau..
    saya cuma tau silsilah sampai buyut kami haji yahya saung nage katanya diatasnya insya allah bernama haji abdurahman.. jika ada yang tau mohon infonya ke no 085294967466

  52. salam kenal

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: