infokito

jembatan informasi kito

Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam

Posted by infokito™ pada 22 November 2007

Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam
triyono-infokito

Serah terima keraton dengan seluruh kekayaan Kesultanan Palembang Darussalam dilaksanakan oleh putra Badaruddin yaitu Pangeran Prabukesuma dan menantunya Pangeran II, Kramajaya kepada Kolonel Bischoff pada tanggal 1 Juli 1821.

Menjelang tengah malam 3 Juli 1821, Sultan Badaruddin II disertai putra sulungnya dan seluruh keluarga lainnya menaiki kapal. Beberapa hari kemudian menuju Batavia dan Dageraad kemudian dibuang ke Ternate sampai akhir hayatnya tanggal 26 September 1852.

Tanggal 16 Juli 1821 Jenderal De Kock melantik Prabu Anom menjadi Sultan Najamuddin IV dan ayahnya Husin Dhiauddin menjadi
Susuhunan (Najamuddin II). Kesultanan Palembang dijadikan bagian dari Karesidenan Palembang di bawah pemerintahan kolonial Belanda sesuai perjanjian yang diadakan pada tanggal 18 Mei 1823. Selanjunya Sultan Najamuddin IV mendapat gaji dari Pemerintah Kolonial. Pelaksanaan perjanjian ini terjadi pada tanggal 7 Oktober 1823.
Tindakan Belanda ini membawa konsekuensi kemarahan yang terpendam di keluarga Sultan maupun rakyat di pedalaman Musi Rawas. Pada bulan November 1824 terjadi reaksi atas perjanjian tersebut. Tanggal 21 November 1824 Sultan dibantu keluarga serta alim-ulama menyerbu ke garnisun Belanda di Kuto Besak.

Serangan ini tak membawa hasil, Sultan Najamuddin IV melarikan diri ke daerah Ogan. Akan tetapi karena ditinggalkan pengikut-pengikutnya, kemudian menyerah kepada Belanda pada bulan Agustus 1825, kemudian dibawa ke Batavia dan dibuang ke pulau Banda akhirnya dipindah ke Menado pedalaman. Untuk itu Belanda mengangkat keluarga (menantu) mantan Sultan Badaruddin II, Pangeran Kramo Jayo (Kramajaya) sebagai Perdana Menteri, karena kerabat Badaruddin II inilah yang mempunyai kharisma di depan rakyat.

Rakyat pedalaman masih mengharapkan kembalinya Kesultanan Palembang dan dengan lemahnya pemerintahan timbullah pergolakan-pergolakan bahkan kolonial di pedalaman, pemberontakan terutama di daerah Pasemah. Adanya peristiwa-peristiwa yang memusingkan pemerintah kolonial ini, Belanda tidak dapat mempercayai Pangeran Kramo Jayo dan Belanda menuduhnya terlibat. Kemudian ia dipecat dan dibuang ke Jawa pada tahun 1851. Dengan demikian habislah sisa-sisa peranan kekuasaan Kesultanan Palembang dan berganti dengan kekuasaan kolonial Belanda secara mantap. [triyono-infokito]

7 Tanggapan to “Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam”

  1. Binar said

    Ass.Kalau bukan sejarahwan ataupun baru mengenal sepenggal tentang kesultanan Palembang ..tolong jangan tulis … pelajari Sejarah Perjuangan SMB II dimana disana ada tertulis kisah perjuangan Sultan Ahmad Najamuddin Prabu Anom yang ditulis oleh Badan Perumus Sejarah Perjuangan SMB.II yang diterbitkan oleh PEMDA tahun 1980…dimana hasil kajian tsb melibatkan banyak orang yang tahu sejarah dan ditetapkan SK.oleh DPRD TK.I sumsel.jangan membuat masyarakat bingung…sampai sekarang makam Sultan terakhir tersebut belum ditemukan dimenado tua dibuang oleh Belanda…wassalam….Binar

    • sultan ahmad najamuddin prabu anom bin susuhunan husin diauddin bersama belanda menyerang palembang yang pada saat itu palembang dibawah pemerintahan susuhunan ratu mahmud badaruddin / smb 2, dan diangkat menjadi sultan oleh belanda dengan gaji yang kecil, karena merasa tidak sesuai dia berontak dan sampai sekarang makamnya tidak jelas ada dimana

  2. Margani, Lampung said

    Terimakasih atas infonya.
    Tetapi mohon sertakan juga daftar bacaan dalam tulisan ini, agar kita semua dapat melacak kebenaran info yang kita dapat. Sebab setahu saya sejarah Palembang sarat dengan berbagai mitos, dan buku-buku rujukan selama ini acap mencampuradukkan mana yang fakta dan mana yang legenda.Sudah cukup bagi kita semua gambar Sultan Badaruddin II itu rekayasa belaka (dan tambah kacau setelah ditambah lagi dengan gambar-gambar tiruannya oleh para pelukis amatir).

  3. sejarah kesultanan palembang darusssalam harus jelas , jangan membuat cerita seenaknya saja yang membingungkan orang , apalagi kalau untuk bahan kuliah antara lain kalau sultan ahmad najamuddin iv adalah sultan ahmad najamuddin prabu anom bin susuhunan husin diauddin yang ikut belanda menyerang susuhunan ratu mahmud badaruddin / smb 2 yang pada waktu itu memerintah di palembang

  4. Ismail As'ad said

    sejarah yg dituliskan tentu tdk sama dg cerita dari mulut ke mulut. janganlah berani menulis sejarah tanpa jelas sumbernya karena hal itu akan menyesatkan. jika ada keseriusan cobalah kumpulkan seluruh referensi yang ada, dan akan lebih baik jika disusun menjadi sebuah buku, tentu hal itu akan lebih bisa dipertanggungjawabkan. tapi saya tetap mengapresiasi tulisan yang ada, hanya perlu lebih ‘ilmiah’. terimkasih.

  5. Dr.Rizal Sheikh Muhammad said

    Saya ingin tahu Posisi Sultan Mahmud Badaruddin lll ? ada kah beliau Sultan Palembang Darussalam?

    • Dr.Rizal Sheikh Muhammad said

      Sultan Mahmud Badaruddin lll ada lah Sultan Palembang Darussalam, ini pendapat saya kalau ikut tulisan kamu; ia itu Sultan Mahmud Badaruddin ll di singir oleh pencoroboh belanda di ikuti Prabu anon, kerana mereka ini lanon (Pirates).Sultan yang sah ada lah Sultan Mahmud Badaruddin ll (mantan) dan Sultan Mahmud Badaruddin lll aqda lah Sultan Palembang Darussalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: