infokito

jembatan informasi kito

Agen Perubahan Bernama Blog

Posted by infokito™ pada 27 Oktober 2007

Blogger Indonesia menggelar perhelatan untuk kali pertama hari ini

Ia adalah warga Irak biasa yang ketakutan dan menuliskan pengalaman mendebarkan itu di blog pribadinya. Ia menceritakan apa yang dunia tak ketahui: Bombardir roket pasukan Sekutu di jantung kota Baghdad, Irak; keguncangan hebat yang melanda dirinya; serta apa ia lihat dengan mata kepala sendiri pada pertengahan 2003 jahanam itu. Inilah laporan paling orisinal tentang serangan pasukan sekutu ke Irak empat tahun silam.

Laporan anonim inilah yang kelak membuka mata dunia soal apa yang sebetulnya terjadi di Irak pada detik itu. Laporan ini mampir ke jutaan layar monitor di seantero jagat. Sekaligus menyentakkan pembacanya untuk berbuat sesuatu –mulai dari demonstrasi hingga menggalang dana kemanusiaan. Inilah kekuatan nyata blog.

Blog juga telah membuat Jeff Ooi, seorang warga Malaysia, berkali-kali berurusan dengan pemerintah setempat menyusul kritik-kritiknya yang membuat panas kuping penguasa. Di Indonesia, kasus paling anyar adalah perseteruan seorang ustadz versus seorang blogger Ibu Kota. Peristiwa ini, kata Priyadi Iman Nurcahyo (30 tahun), seorang blogger, bermula ketika sang blogger iseng-iseng menuliskan ketidaksetujuan soal maraknya ustadz yang kebanjiran order di bulan Ramadhan. Tak dikira, ustadz ini membaca tulisan blogger tadi. Ia keberatan dan mengajukan somasi.

Kekuatan blog terbentang dari hal-hal gawat hingga sepele. Suatu waktu, tambah Enda Nasution, blogger senior, seorang teman menuliskan kejengkelannya di blog. Ia dongkol lantaran sepatu baru yang dibeli dari sebuah toko sepatu beken di Bandung belum-belum sudah rusak. Tulisan iseng ini beredar cepat di dunia maya hingga mampir di telinga sang pengelola toko. Kejutan. ”Toko itu langsung menghubungi dia dan mengganti sepatunya,” kata Enda Nasution (31 tahun), blogger senior Indonesia.

Awalnya, blog hanyalah catatan harian pemiliknya. Tapi, kemudian kepuasan tertinggi tidak terjadi ketika sang blogger mampu mengaktualisasikan diri lewat blog, melainkan ketika mereka mampu melakukan perubahan berkat informasi-informasi yang disuguhkan dalam blog. Penulis blog, menurut Enda, karenanya juga agen perubahan.

Kelahiran blog sendiri berawal dari situs. Namun, blog melakukan sesuatu yang tak bisa lakukan situs, yakni dialog interaktif antara pemilik blog dan pembacanya di mana saja, kapan saja, dan siapa saja. Blog membuka keran komunikasi tanpa batas, namun dalam format yang lebih sedap ketimbang e-mail, forum, atau chatting di internet.

Kenduri nasional pertama

Di Indonesia, demam blog melanda sejak 4-5 tahun lalu. Enda yakin jumlah blogger di negeri ini sudah mencapai lebih dari 100 ribu orang –diduga sekitar 130 ribuan. Jika mengacu pada blogger.com saja, kata dia, sudah 60 ribuan alamat internet protocol (IP) blogger yang tertebar di situ. ”Jumlah riilnya kemungkinan bisa lebih,” kata dia.

Laporan Business Week belum lama ini membikin para blogger kian terkipas-kipasi. Menurut majalah ekonomi itu, para blogger Indonesia tercatat sebagai salah satu yang teraktif di kawasan Asia Pasifik. Kota Jakarta juga termasuk salah satu dari 30 kota dengan aktivitas blog paling aktif di dunia. Enda yang disebut-sebut sebagai ‘bapak’ blogger termasuk yang girang, tapi sekaligus masygul. Sebab, kata Enda,”Mana barangnya? Manaaa?”

Ya, belum sekali pun para blogger Indonesia ini berkumpul dan menampakkan batang hidungnya di dunia nyata, kecuali ‘cuap-cuap’ di jagat virtual sepanjang 4-5 tahun ke belakang. Inilah inspirasi bagi dihelatnya pertemuan akbar para blogger. ”Kita ingin tunjukkan bahwa blogger Indonesia itu benar-benar eksis,” kata ketua panitia Pesta Blogger Indonesia (PB) 2007 itu. ”Memang sudah waktunya kita menggelar kopi darat,” ungkap Priyadi Iman Nurcahyo (30 tahun), blogger terkemuka Indonesia yang juga menjadi panitia PB.

Alhasil, untuk pertama kali, mereka akan berbondong-bondong keluar dari tempat ‘persembunyiannya’ di dunia maya. Mereka adalah para blogger negeri ini yang pada 27 Oktober ini berkumpul di dunia nyata untuk sebuah pesta yang semarak: Pesta Blogger Indonesia 2007. Inilah kenduri nasional pertama para blogger.

Lantas, setelah pesta berakhir, mau apa para blogger Indonesia? Tak ada agenda khusus. Enda mengungkapkan soal wacana mendirikan organisasi induk blogger se-Indonesia. Meski terdengar indah, menurut Enda, realisasi wacana itu bukanlah perkara mudah. Maklum, dunia blogger memiliki aturan dan logikanya sendiri.

Blogger pada dasarnya adalah para penulis individualis yang ogah dijejali banyak ‘aturan’ atau ‘platform’. Selain itu, hukum yang berlaku di dunia maya amat berbeda dengan dunia nyata. ”Dalam hitungan menit, seseorang bisa saja tak lagi menjadi seorang blogger,” kata Enda. Selain itu, terdengar kurang realistis ‘mewadahi’ para blogger dalam satu korps ketika mereka hidup di dunia maya yang tanpa batas.

Meski begitu, toh, tak ada salahnya ngumpul-ngumpul. Sebab, keterhubungan adalah ‘darah’ bagi para blogger. Dalam dunia blog, para blogger saling bersahutan dan saling mengomentari. Ini yang membikin pelakon blog serasa hidup lebih hidup. Karena itulah,” Ngumpul-ngumpul kan tak ada salahnya,” kata Priyadi enteng. ”Just having fun.” (imy/rep)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: