infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Halaman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    Oktober 2014
    S S R K J S M
    « Sep    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,187,882 hits
  • PojoK

  • GuguK

    Prabumulih Lubuklinggau Pagaralam Pemkab Lahat Banyuasin Muara Enim Musi Banyuasin OKU OKUT Baturaja BPS Sumsel Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Archive for the ‘Sejarah Palembang’ Category

Benteng Kuto Besak (BKB)

Posted by infokito™ pada 29 Januari 2008

Ensiklopedia
Benteng Kuto Besak
triyono-infokito

Kuta Besak adalah keraton pusat Kesultanan Palembang Darussalam, sebagai pusat kekuasaan tradisional yang mengalami proses perubahan dari zaman madya menuju zaman baru di abad ke-19. Pengertian KUTO di sini berasal dari kata Sanskerta, yang berarti: Kota, puri, benteng, kubu (lihat ‘Kamus Jawa Kuno – Indonesia’, L Mardiwarsito, Nusa Indah Flores, 1986). Bahasa Melayu (Palembang) tampaknya lebih menekankan pada arti puri, benteng, kubu bahkan arti kuto lebih diartikan pada pengertian pagar tinggi yang berbentuk dinding. Sedangkan pengertian kota lebih diterjemahkan kepada negeri.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Ensiklopedia Palembang, Palembang, PengetahuaN, Sejarah Palembang | Dengan kaitkata: , , | 12 Comments »

Daftar Penguasa dan Sultan Palembang Darussalam

Posted by infokito™ pada 6 Desember 2007

Penguasa dan Sultan Palembang
triyono-infokito

Sejarah panjang terbentuknya Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-17, dapat kita runut dari tokoh Aria Damar, seorang keturunan dari raja Majapahit yang terakhir. Kesultanan Palembang Darussalam secara resmi diproklamirkan oleh Pangeran Ratu Kimas Hindi Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayidul Iman (atau lebih dikenal Kimas Hindi/Kimas Cinde) sebagai sultan pertama (1643-1651), terlepas dari pengaruh kerajaan Mataram (Jawa). Corak pemerintahanya dirubah condong ke corak Melayu dan lebih disesuaikan dengan ajaran agama Islam.  Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | Dengan kaitkata: , , , , | 57 Comments »

Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam

Posted by infokito™ pada 22 November 2007

Berakhirnya Kesultanan Palembang Darussalam
triyono-infokito

Serah terima keraton dengan seluruh kekayaan Kesultanan Palembang Darussalam dilaksanakan oleh putra Badaruddin yaitu Pangeran Prabukesuma dan menantunya Pangeran II, Kramajaya kepada Kolonel Bischoff pada tanggal 1 Juli 1821.

Menjelang tengah malam 3 Juli 1821, Sultan Badaruddin II disertai putra sulungnya dan seluruh keluarga lainnya menaiki kapal. Beberapa hari kemudian menuju Batavia dan Dageraad kemudian dibuang ke Ternate sampai akhir hayatnya tanggal 26 September 1852.

Tanggal 16 Juli 1821 Jenderal De Kock melantik Prabu Anom menjadi Sultan Najamuddin IV dan ayahnya Husin Dhiauddin menjadi
Susuhunan (Najamuddin II). Kesultanan Palembang dijadikan bagian dari Karesidenan Palembang di bawah pemerintahan kolonial Belanda sesuai perjanjian yang diadakan pada tanggal 18 Mei 1823. Selanjunya Sultan Najamuddin IV mendapat gaji dari Pemerintah Kolonial. Pelaksanaan perjanjian ini terjadi pada tanggal 7 Oktober 1823. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | Dengan kaitkata: , , | 7 Comments »

Masa Pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II

Posted by infokito™ pada 5 November 2007

Masa Pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II
triyono-infokito

Kesultanan Palembang mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II. Di dalam melawan penjajahan Belanda dan Inggris, Sultan Mahmud Baruddin II berhasil mengatasi politik diplomasi dan peperangan kedua bangsa tersebut. Sebelum jatuhnya Palembang dalam peperangan besar di tahun 1821, Sultan Mahmud Badaruddin II secara beruntun pada tahun 1819 telah dua kali mengahajar pasukan pasukan Belanda keluar dari perairan Palembang. Keperkasaan Sultan Mahmud Badaruddin II ini dinilai oleh Pemerintah Republik Indonesia adalah wajar untuk dianugrahi sebagai Pahlawan Nasional. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | Dengan kaitkata: , , , | 3 Comments »

Masa Pemerintahan Sultan Abdurrahman

Posted by infokito™ pada 5 November 2007

Masa Pemerintahan Sultan Abdurrahman
triyono-infokito

Setelah Palembang rata dengan tanah karena penyerbuan Belanda tahun 1659 tersebut, Ki Mas Hindi yaitu saudara Pangeran Seda ing Rajek diangkat sebagai Pangeran Palembang (dengan persetujuan Belanda dan atas anjuran penguasa Jambi yang bersahabat dengan Belanda). Beberapa kali Ki Mas Hindi mengirimkan utusannya ke Mataram pada masa kekuasaan Amangkurat I dan II, dalam usaha untuk memperbaiki hubungan dengan Mataram, namun sambutan dari penguasa Mataram tidak seperti yang diharapkan, dan beberapa kali ditolak oleh Sunan Mataram. Kemudian hubungan ini menjadi putus sama sekali dan penguasa Mataram membiarkan saja hubungan yang lebih erat antara Palembang dengan VOC di Batavia (Jakarta).

Setelah hubungan politik dan kultural dengan Mataram diakhiri, Ki Mas Hindi pada tahun 1675 memakai gelar “Sultan“, suatu gelar yang selama itu tabu untuk dipakai orang lain selain Sultan Agung Mataram (gelar yang didapat Sultan Agung dari penguasa Mekah tahun 1641). Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Fakhruddin al-Falimbani

Posted by infokito™ pada 19 Oktober 2007

Fakhruddin al-Falimbani
Ulama Kesultanan Palembang Darus Salam
Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah

FAKTA untuk menjejaki ulama yang berasal dari Palembang ini ialah sebuah manuskrip karya beliau yang selesai ditulis pada 16 Syaaban 1297 H/24 Juli 1880 M, selanjutnya disebut MS 1731 (PMM-PNM). Tarikh tersebut saya jadikan bukti bahwa saya tidak sependapat dengan beberapa pendapat yang menyebut bahawa usia Kemas Fakhruddin lebih tua daripada Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani.

Menurut penyelidikan saya, Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani lebih dulu menghasilkan karya, iaitu, Zahrah al-Murid tahun 1178 H/1764 M dan Risalah Nikah tahun 1179 H/1764 M. Pada hari Ahad, 8 Rabiul awal 1421 H/11 Juni 2000 M, sewaktu saya ke Ranai, Pulau Natuna/Bunguran Timur saya peroleh sebuah karya besar Kemas Fakhruddin berjudul Futuh asy-Syam, jilid pertama.
Baca entri selengkapnya »

Posted in Budaya, Literature, Pustaka, Sejarah Palembang, Tokoh | Dengan kaitkata: , | 3 Comments »

Mengenal Syeikh Abdush Shamad al-Palimbani

Posted by infokito™ pada 2 Oktober 2007

Syeikh Abdush Shamad al-Palimbani
triyono-infokito

Dalam percaturan intelektualisme Islam Nusantara –atau biasa juga disebut dunia Melayu– khususnya di era abad 18 M, peran dan kiprah Syeikh Abdush Shamad Al-Palimbani tak bisa dianggap kecil. Syeikh Al-Palimbani, demikian biasa ia disebut banyak kalangan, merupakan salah satu kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara. Ketokohannya melengkapi nama-nama ulama dan intelektual berpengaruh seangkatannya semisal Al-Raniri, Al-Banjari, Hamzah Fansuri, Yusuf Al-Maqassari, dan masih banyak lainnya.

Dalam deretan nama-nama tersebut itulah, posisi Syeikh Al-Palimbani menjadi amat sentral berkaitan dengan dinamika Islam. Malah, sebagian sejarahwan, seperti Azyumardi Azra, menilai Al-Palimbani sebagai sosok yang memiliki kontribusi penting bagi pertumbuhan Islam di dunia Melayu. Ia bahkan juga bersaham besar bagi nama Islam di Nusantara berkaitan kiprah dan kontribusi intelektualitasnya di dunia Arab, khususnya semasa ia menimba ilmu di Mekkah. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah dan Fakta, Sejarah Palembang, Tokoh | Dengan kaitkata: , , | 9 Comments »

Kesultanan Palembang Darussalam (1550 – 1823)

Posted by infokito™ pada 6 September 2007

Sejarah mengenai Kesultanan Palembang dapat dimulai pada pertengahan abad ke-15 pada masa hidupnya seorang tokoh bernama Ario Dillah atau Ario Damar. Beliau adalah seorang putera dari raja Majapahit yang terakhir, yang mewakili kerajaan Majapahit bergelar Adipati Ario Damar yang berkuasa antara tahun 1455-1486 di Palembang Lamo, yang sekarang ini letaknya di kawasan 1 ilir. Pada saat kedatangan Ario Damar ke Palembang, penduduk dan rakyat Palembang sudah banyak yang memeluk agama Islam dan Adipati Ario Damar pun mungkin kemudian memeluk agama Islam, konon namanya berubah menjadi Ario Abdillah atau Ario Dillah (Dalam bahasa Jawa damar = dillah = lampu). Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | 186 Comments »

Catatan Perkembangan Kota Palembang

Posted by infokito™ pada 1 September 2007

Runtuhnya Sriwijaya di sekitar abad ke-12 dan 13, seolah-olah tidak ada kesinambungan Sejarah dengan “kelahiran” Palembang. Palembang memulai lembaran catatannya dengan Sejarah Melayu, yaitu saat Sang Sapurba, yang berpuyang dengan Iskandar Zulkarnain, turun di atas Bukit Seguntang Mahameru. Tokoh setengah dewa ini membuat “kontrak” atau “perjanjian awal” dengan penguasa Demang Lebar Daun, untuk menjadi penguasa dan menurunkan kekuasaan kepada raja-raja Melayu, yang mempunyai garis keturunannya. Kekuasaan ini berkembang di Malaka, yang pada gilirannya menurunkan raja-raja Melayu baik di Semenanjung Malaka, Sumatera dan kepulauan Riau. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | Leave a Comment »

Bentuk dan Susunan Kota Palembang

Posted by infokito™ pada 31 Agustus 2007

Pada abad ke-12 dan 13 kota Palembang digambarkan oleh catatan Cina (Chau Ju-kua, hlm 60):
Penduduknya tinggal terpencar di luar kota, atau mereka tinggal di rakit di atas air, suatu tempat tinggal yang lantainya terdiri dari bambu. Mereka dibebaskan dari segala bentuk pajak. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | 12 Comments »

Aneka Nama Palembang dalam Sejarah

Posted by infokito™ pada 30 Agustus 2007

Aneka Nama Palembang dalam Sejarah
triyono-infokito

Kota Palembang sekarang, sebelum nama “Palembang” tampaknya beberapa kali berubah nama sepanjang sejarahnya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | Dengan kaitkata: | 14 Comments »

Arti Nama Palembang

Posted by infokito™ pada 28 Agustus 2007

Arti Nama Palembang

Nama Palembang banyak mempunyai arti. Pengertian yang mendekati kenyataan adalah apa yang diterjemahkan oleh R.J.Wilkinson dalam kamusnya ‘A Malay English Dictionary’ (Singapore, 1903): lembang adalah tanah yang berlekuk, tanah yang rendah, akar yang membengkak karena terendam lama di dalam air. Menurut Kamus Dewan (karya Dr. T.Iskandar, Dewan Bahasa dan Pustaka, 1986), lembang berarti lembah, tanah lekuk, tanah yang rendah. Untuk arti lain dari lembang adalah tidak tersusun rapi, terserak-serak. Sedangkan menurut bahasa Melayu, lembang berarti air yang merembes atau rembesan air. Arti Pa atau Pe menunjukkan keadaan atau tempat. Baca entri selengkapnya »

Posted in Sejarah Palembang | Dengan kaitkata: | 29 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.