infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

  • ahlan wa sahlan

  • Halaman

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Kalender

    September 2011
    S S R K J S M
    « Jul   Des »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Tulisan Teratas

  • Statistik

    • 2,167,507 hits
  • PojoK

  • GuguK

    Prabumulih Lubuklinggau Pagaralam Pemkab Lahat Banyuasin Muara Enim Musi Banyuasin OKU OKUT Baturaja BPS Sumsel Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Uang Program Keluarga Harapan (PKH) Cair

Posted by infokito™ pada 20 September 2011

Berita gembira bagi para warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Saat ini, dana tahap I bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) dari pemerintah pusat sudah bisa dicairkan. Jika tidak ada halangan, peserta program sudah dapat mengambilnya di kantor-kantor pos yang ditunjuk mulai Kamis (22/9), mendatang.

Pencairan uang PKH bakal ditandai dengan penyerahan giro secara simbolis dari pemerintah provinsi Sumsel kepada kota/kabupaten penerima program. Manajer Operasional PT Kantor Pos Besar Merdeka, Fediyan Syahputra mengatakan, untuk PKH 2011 di Sumsel ada 3 daerah yang menerima. Yakni, Palembang, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

”Tapi hingga saat ini baru dua daerah yakni Palembang dan Banyuasin yang dananya sudah siap dibayar. Sedangkan OKI dalam proses penyempurnaan administrasi. Kemungkinan dananya bisa dicairkan tidak lama (setelah Palembang dan Banyuasin, red),” ujarnya, kemarin.

Pembayaran PKH tahap I, tambah dia, bakal digelontorkan Rp10, 645 miliar bagi 31.690 RTSM. Rinciannya, Palembang 14.585 RTSM dengan total Rp5,094 miliar. Banyuasin 7.985 RTSM dengan dana Rp2,681 miliar dan OKI 9.120 RTSM senilai Rp2,869 miliar.

Mekanisme pancairan, tambah dia, RTSM penerima bantuan membawa sejumlah persyaratan yang ditetapkan. Yakni, kartu peserta PKH, giro 6 (slip penarikan), fotokopi kartu tanda penduduk (KPT) atau domisili. Saat pencairan, tambah dia, warga harus didampingi petugas pendamping yang telah ditunjuk. Petugas bersangkutan akan mendampingi warga mengisi giro 6 yang diisi identitas penerima bantuan, nomor rekening, dan nominal bantuan yang diterima.

”Nanti petugas pendamping juga akan menandatangani giro enam,” ungkapnya. Petugas pendamping akan berada di sekretariat yang disiapkan di sejumlah kantor pos tempat pencairan dana. Nah, bagi warga yang berhalangan hadir seperti alasan sakit berat, pencairannya dapat diwakilkan kepada anggota keluarga lain yang ditunjuk melalui surat kuasa. Mengenai kemungkinan penyalahgunaan surat kuasa, tambah dia, diantisipasi dengan adanya petugas pendamping yang mengetahui apakah benar warga yang hendak mencairkan dana tersebut memang anggota keluarga peserta penerima PKH.

”Nanti akan dicek oleh petugas,” tuturnya. Pembayaran uang PKH, tambah dia, dilakukan di kantor pos yang tersebar di sejumlah kecamatan dalam wilayah tiga kota/kabupatan penerima PKH 2011. Untuk pembayaran uang PKH di Kantor Pos Besar Merdeka akan disiapkan 3 loket khusus pembayaran. Sedangkan di kantor pos cabang (KPC) bakal menggunakan loket-loket yang ada.

Menghindari antrian dan pencairan dana secara serentak, saat ini sedang disusun jadwal pencairan dana. Hanya, bagi mereka yang tidak bisa mencairkan dana sesuai jadwal tidak jadi masalah. Mengapa? Lantaran masa pencairan dana PKH 2011 cukup lama, hingga Mei 2012. ”Kalau mau mengambil di kantor pos lain juga bisa. ‘Kan sistem kita (kantor pos, red) sudah on-line,” terangnya. Selain itu, dana tersebut tidak harus diambil setiap tahapan, bisa beberapa tahapan sekaligus.

Tapi, jelasnya, jika warga tidak juga mengambil dana PKH selama tiga tahapan, maka dana tahapan ke empat bakal ditarik kembali oleh pusat. Oleh karena itu, Ia mengimbau agar warga penerima bantuan dapat mencairkan paling lama pada tahap II. Dikatakan, dana PKH yang diterima masing-masing warga berbeda sesuai 4 kriteria yakni ibu hamil dan balita mendapatkan bantuan Rp800 ribu, anak usia SD Rp400 ribu dan anak usia SMP Rp800 ribu per tahun. Tapi, per PKH maksimal mendapatkan bantuan Rp2,2 juta per tahun. ”Tidak bisa lebih dari itu,” ungkapnya.

Koordinator pendamping PKH, M Ali Mansyah mengatakan di Metropolis terdapat 56 petugas pendamping. Namun, jumlah tersebut dinilai belum ideal. Jika idealnya petugas mendampingi sekitar 200-375 RTSM, pada kenyataannya masih ada petugas yang mendampingi hingga sekitar 750 RTSM yakni di kawasan Gandus. ”Untuk pencairan dana sudah kita jadwalkan, dibagi per kecamatan. Hingga saat ini kita terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak kantor pos,” tukas pria bertubuh tinggi dan
tegap itu.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Sumsel Dra Hj Ratnawati MM mengatakan, besok (Rabu, red) akan dilakukan penyerahan secara simbolis dana PKH kepada penerimanya bertempat di Kantor Pos Jl Merdeka Palembang. “Penyerahan secara simbolis menandai pencairan dana PKH untuk Sumsel.” Tahun ini merupakan tahun pertama Sumsel menerima dana PKH. Total yang diterima besarnya Rp42,586 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi 31.602 rumah tangga sangat miskin (RTSM) di tiga kabupaten/kota. Yakni Palembang 14.491 RTSM, Banyuasin 7.985 RTSM dan OKI 9.126 RTSM.

Kabid Banjamsos Dinsos Sumsel, Drs MS Sumarwan, menegaskan, terjadi bias jumlah penerima PKH sekitar 0,5 persen. Dari kuota awal 37.155 RTSM menjadi 31.602 RTSMa. Rinciannya, Palembang dari 15.223 pada 107 desa menjadi 14.491 RTSM, Banyuasin dari 12.267 pada 213 desa menjadi 7.985 RTSM dan OKI semula dari 13.563 pada 170 desa menjadi 9.126 RTSM.

Ada sejumlah penyebab berkurangnya penerima RTSM untuk Sumsel. “Ada yang sudah pindah, ada juga yang keluar dari RTSM karena perekonomian mereka sudah membaik. Tapi ada pula sejumlah penerima di beberapa desa yang tidak mau menerima bantuan tersebut,” pungkas Sumarwan. (mg13/46/sumeks)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: