Tujuh Pembangkit PLN Rusak
Ditulis oleh infokito™ di/pada 29 November 2008
Sebanyak 7 pembangkit PLN mengalami gangguan sejak 24 November lalu. Untuk mengatasi defisit listrik, PLN kembali menerapkan pemadaman bergilir.
Asisten Manager (Asmen) Distribusi PT PLN (Persero) Cabang Palembang, Ir Yasin Haneman yang dikonfirmasi, Jumat (28/11) malam membenarkan sejumlah pembangkit listrik yang terganggu sehingga menyebabkan terjadi difisit pasokan di sistem Sumbagsel-Sumbagteng.
Dikatakan, posisi beban puncak (BP) 1.582 MW dengan Daya Mampu Pembangkit (DPM) hanya 1.302 MW sehingga mengalami 280 MW. Kondisi ini disebabkan, gangguan di beberapa pembangkit seperti di PLTA Singkarak unit 3, PTLG Inderalaya unit 1, PLTA Ombilin unit 1, PLTG Kemarasan Unit 1 dan kegiatan Pemeliharaan Pembangkit PLTG Borang, PLTA Besai unit 1, ditambah dengan PLTU Bukitasam unit 1.
Dengan kondisi ini, maka PLN Cabang Palembang melakukan pemadaman bergilir karena Palembang mengalami defisit 33 MW atau 28,2 persen dari total BP khusus Palembang 150 MW. Itu artinya, sekitar 30.000 pelanggan PLN Cabang Palembang terkena pemadaman bergilir.
Seperti hari ini, Sabtu (29/11), wilayah pemadaman mencakup Kecamatan Sukarami, Alang-Alang Lebar, Kecamatan Talangkelapa (Banyuasin dan wilayah lainnya. Pemadaman pada siang hari terjadi 09.00-16.00 sedangkan pada malam hari diprediksi semakin luas karena BP semakin naik.
Tentu saja dengan pemadaman ini, konsumen kembali dirugikan karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli lilin, dan BBM untuk menghidupkan genset. Kita ketahui bersama, jika pemakaian lilin tidak waspada, maka ancaman bahaya kebakaran akan terus membayangi warga.
Jika seperti itu terjadi, siapa lagi yang mau bertanggung jawab. Pastilah konsumen yang dipersalahkan.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumsel, RM Taufik Husni, SH, MH, memprotes keras adanya pemadaman tersebut. Terlebih, jumlah pembangkit yang mengalami gangguan cukup banyak.
“Kalau memang beban pembangkit di Wilayah Sumbagsel tidak kuat untuk menanggung beban listrik di Sumatera Bagian tengah, lebih baik putuskan interkoneksi,” katanya.***(husin/sripo)
Entri ini dituliskan pada 29 November 2008 pada 9:04 am dan disimpan dalam Sumatera bagian Selatan. Bertanda: listrik, pembangkit, PLN. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.



















































