90% Penghuni Rutan Kota Prabumulih Tak Bisa Baca Alquran
Posted by infokito™ pada 27 April 2008
Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kota Prabumulih Sugeng melalui Kepala Sub Pelayanan Tahanan Idris YS SH mengatakan, sebanyak 90% dari 340 penghuni rutan tidak bisa membaca Alquran, padahal mayoritas penduduk rutan beragama Islam.
”Jadi, hanya sekitar 10% yang bisa membaca Alquran. Tetapi, kita tetap berupaya melakukan pembinaan, baik moral maupun keahliannya. Diharapkan saat bebas nanti, mereka bisa sadar dan dapat berusaha menjadi lebih baik lagi,” ujarnya Sabtu kemarin.
Menurut dia, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya secara rutin melakukan pembinaan dan pembelajaran mengenai agama kepada para penghuni rutan, di antaranya mewajibkan salat Jumat secara berjamaah serta menggelar pesantren kilat. ”Hal ini untuk memberikan penyegaran rohani dan pencerahan hati bagi mereka,” jelasnya.
Sugeng mengatakan, pihaknya juga memberdayakan warga binaan yang memang paham dan mengerti masalah agama. Dia berharap, warga rutan dapat meningkatkan keimanan dan menyadari segala kesalahan yang telah dilakukan.
”Saat mereka (penghuni rutan) kembali ke masyarakat nanti, mereka dapat diterima dengan baik,”tukasnya. Kandepag Prabumulih Musthafa Anwar mengimbau para penghuni rutan untuk introspeksi diri selama menjalani masa hukuman. ”Kita tetap membantu dalam membina mereka agar dapat menyadari segala perbuatan yang selama ini dilakukan,” ujarnya kemarin. (sutami ismail/SINDO)

















































leelly berkata
betul.. udah bagus nih programnya Pak Sugeng. memanusiakan manusia bukan mengandangkan manusia menjadi hewan peliharaan. itulah seharusnya konsep yang diadopsi oleh rutan-rutan indonesia. karena kita adalah manusia beradab dan beragama. dan pada kesempatan inilah seharusnya program memanusiakan manusia itu terjadi.
semua peninggalan-peninggalan dan ajaran jaman kolonial itu jangan di pakai lagi deh di rutan idonesia. terutama Prabumulih. jadikan rutan sebagai sarana pendidikan ahlak dan dan perbaikan rohani tiap individu yang terjebak didalamnya.
hilangkan semua prilaku semena-mena terhadap manusia dalam rutan yang ladzim disebut napi. karena mereka manusia dan punya hak untuk menikmati masa hidupnya dengan layak sekalipun hanya dalam rutan.
lestari berkata
alhamdulillah, di kota prabumulih,d\sudah memikirkan kebijakan seperti itu.
Tiwol slankers pendopo berkata
jangan cuma dikurung dong…
ajarin juga keahlian yang bermanfaat..
biar kalo keluar nanti ada yang bisa dikerjain. gak balik lagi ke tingkah awal….