Sarana Pendidikan di OKU Masih Butuh Perhatian
Ditulis oleh infokito™ di/pada 22 April 2008
Sarana pendidikan di Kabupaten OKU masih butuh perhatian serius pemerintah setempat. SMPN 32 Baturaja di RS Sriwijaya, Desa Sekar Jaya, Kec Baturaja Timur, misalnya. Selain kondisi jalan yang memprihatinkan, sekolah ini ternyata belum dialiri listrik. Tak hanya itu, menurut Kepala SMPN 32 Darma, sekolah yang saat ini baru memiliki siswa hingga kelas II ini juga tak memiliki pagar sekolah dan sarana air bersih yang memadai.
“Kalau hujan, jalan tanah liat menuju sekolah sangat becek. Berjalan harus buka sepatu.Kalau memakai motor, kerapkali terjatuh. Bahkan, tukang ojek pun enggan masuk ke daerah ini,” kata Darma Senin (21/4) kemarin.
Menurut dia, ada dua jalan menuju SMPN 32. Pertama, dari perumahan RS Sriwijaya sekitar satu kilometer, dan dari tembusan SMAN 4 OKU sepanjang lebih kurang dua kilometer. Pihaknya sangat berharap perhatian dari pemerintah setempat dengan memperlancar sarana transportasi ke sekolah tersebut. Hal senada disampaikan Kepala Desa (Kades) Lekis Rejo Batumarta III Kec Lubuk Raja M Nasir. Selain SMPN 32, jalan sepanjang 500 meter menuju SDN 143 pun tak layak.
Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Kab OKU Indra Gunawan mendesak Pemkab OKU untuk menanggapi masalah pendidikan dan kesehatan dengan serius. Sebab, sesuai janji Bupati, pada 2009 mendatang, anggaran sudah diarahkan ke desa-desa.
Anggota DPRD dari Fraksi PAN Ardi Marzuki bahkan, pihaknya sudah mengukur sendiri panjang jalan yang rusak tersebut. Hanya saja mengenai jaringan listrik, Dewan bersama-sama Bupati akan mencari solusi bersama PLN. (jimmy octa harto/SINDO)
Entri ini dituliskan pada 22 April 2008 pada 5:17 pm dan disimpan dalam Ogan Komering Ulu, PendidikaN. Bertanda: listrik, Sarana. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.




















































wong alit berkata
memang sewajarnyalah pemerinta memperhatikan kebutuhan rakyat-rakyatnya apalagi yang terkait dengan kebutuhan yang sifatnya publik seperti perbaikan jalan, gedung bahkan alat-alat perlengkapan kelas lainnya.
Iskandar gabusmusi_2008@yahoo.co.id berkata
Pemerintah OKU hanya setengah hati memperhatikan pendidikan di OKU, liat dri Anggaran Pendidikan untuk kegiatan yang menyentuh ke peningkatan mutu pendidikan hanya 1 digit. Kalau proyek baru jor-joran, karena proyek UUD, bisa mencari keuntungan mulai pimpro hingga pejabat, tapi kalau masalah peningkatan mutu, gak peduli sama sekalai, bagaiamana labor IPA, labor bahasa, dll yang berkaitan dengan mutu pendidikan. Manalagi pengangkatan kepala sekolah yang tidak berkualitas dianggat ke sekolah yang paporit. Contoh SMA 1 OKU, masa ! apa gak ada manusia yang berkualitas di jajaran guru untuk diangkat ke SMA tersebut. Adaapa dengan pengangkatan ini kalau tidak dengan Uang. Sebab kasubdinnya di Muara Enim kepala SMP yang malas jadi cari uang di Baturaja.
madzz berkata
salam kenal