infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Daerah Tertinggal di Musi Rawas Terhambat Infrastruktur

Ditulis oleh infokito™ di/pada 21 April 2008

Belum meratanya pembangunan infrastruktur beberapa kabupaten yang memiliki status tertinggal, menjadi salah satu kendala Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) melaksanakan programnya.

“Saat ini, ada sekitar 199 kabupaten yang statusnya masih tertinggal, atau sebanyak 38 ribu desa yang masih tertinggal.Namun, 28 kabupaten berhasil keluar dari status tersebut,” kata Menteri PDT Lukman Eddy dalam Kunjungan Kerja (kunker) ke Kecamatan Jayaloka dan Kecamatan Megang Sakti Desa Megang Sakti III, Kabupaten Musi Rawas Minggu kemarin.

Menurut Menteri, paling tidak ada beberapa indikator dikategorikan tertinggal. Pertama, pertumbuhan ekonomi dengan acuan penghasilannya belum layak. Kedua, infrastruktur dasar meliputi, jalan, irigasi, dan listrik.Ketiga, kualitas SDM terdiri dari tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat yang masih di bawah standar rata-rata. Selain itu, daya beli masyarakat terhadap pasar masih rendah.

“Kalau masih banyak pengangguran, sekolah sedikit, dan prasarana pendukung lainnya masih kurang, maka daerah atau desa tersebut masih digolongkan daerah tertinggal,” tandasnya. Permasalahan itu, saat ini masih banyak ditemukan hampir di seluruh wilayah kabupaten di Indonesia baik Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan kawasan timur yang memiliki status tertinggal.

Dari hasil kunker-nya, selama ini daerah yang bisa disebut memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah yaitu Sulawesi Selatan dan Papua.

“Sebagaimana yang diberitakan di media cetak maupun elektronik di daerah Sulsel, ada satu keluarga yang meninggal karena diduga kelaparan atau terkena penyakit. Yang menjadi pertanyaan saya, ke mana perangkat desa dan masyarakat di sana,” katanya.

Untuk mengatasi masalah itu, sejak 2004 lalu, di masa kepemimpinan Presiden SBY, pemerintah pusat sudah menjalankan program-program yang diperuntukkan untuk membangun dan membantu daerah tertinggal, antara lain P2KP, serta masih banyak program lain.

“Dari tahun ke tahun, dana itu terus bertambah, kalau pada 2007 kita anggarkan sebesar Rp30 triliun, maka pada 2008 dianggarkan sebesar Rp60 triliun. Nantinya yang dikucurkan ke seluruh desa tertinggal sebesar Rp 250 juta untuk setiap desa di Indonesia,” paparnya.

Dia berharap, dana tersebut dapat digunakan untuk membangun infrastruktur dasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kualitas SDM daerah setempat. “Silakan gunakan dana bantuan itu untuk kepentingan desa kalian,baik untuk sarana infrastruktur atau kebutuhan lainnya. Jadi, dana itu untuk masyarakat dan dijalankan sepenuhnya oleh masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan pula oleh masyarakat. Kades setempat harus menjadi ujung tombak untuk desanya,” harapnya.

Menteri PDT memuji keberhasilan Kabupaten Mura yang dipimpin Bupati Ridwan Mukti yang telah mampu menjalankan program-program pemerintah pusat dengan tepat serta bermanfaat bagi masyarakat banyak. Walaupun saat ini, Kabupaten Mura berstatus sebagai salah satu kabupaten tertinggal, namun pihaknya yakin dalam waktu dekat ini status tersebut akan hilang.

“Saya kagum dengan kinerja Bupati Ridwan Mukti yang mampu membuka infrastruktur jalan ke desa-desa tertinggal. Mudah-mudahan tahun ini Kabupaten Mura akan lepas dari status tertinggal,” ujarnya. Dia menambahkan, pada 24 April di Kota Palangkaraya, ada pemberian penghargaan kepada kepala daerah dan bupati yang dinilai berhasil melakukan pembangunan infrastruktur di daerahnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel Syahrial Oesman mengatakan, saat ini, dari 2.800 desa di Sumsel, tercatat sekitar 1.200 desa, masuk dalam kategori tertinggal. Namun jumlah itu, kata Gubernur, setiap tahun mengalami penurunan. Hal itu menurut Gubernur dapat dilihat di Kabupaten Mura yang dulunya memiliki banyak desa tertinggal sekarang banyak mengalami kemajuan.

“Untuk itu saya ingin menyampaikan pesan kepada Pak Menteri PDT agar menyampaikan kepada Presiden bahwa inilah buah karyanya dikerjakandiSumsel. Saya juga berencana ingin mengajak Bapak Presiden untuk melihat langsung buah karyanya tersebut di Sumsel khususnya di Mura, ” ungkapnya. (ade satia pratama/SINDO)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>