infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Dana BOS Provinsi Sumsel Segera Dicairkan

Posted by infokito™ pada 15 Februari 2008

Dana BOS senilai Rp77 miliar segera dicairkan Dinas Pendidikan Nasionak (Diknas) Provinsi Sumsel pada 21 Februari 2008. Ketua Tim Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumsel H Tarmizi Mairu mengatakan, dicairkannya dana BOS senilai Rp77.132.431.000 kepada siswa SD dan SMP se-Sumsel sesuai surat perintah pencairan dana (SP2D) yang terbit pada 14 Februari dan surat perintah membayar (SPM) pada 13 Februari.

“Ada 15 kabupaten/kota di Sumsel yang akan menerima BOS. Namun, dari 15 kabupaten tersebut, ada satu kabupaten yang hingga saat ini belum menyerahkan dananya kepada kita, yaitu Kab Muba. Dana yang akan kita cairkan ini untuk triwulan pertama, yaitu Januari–Maret,” ujar Tarmizi, ketika ditemui harian SINDO di ruang kerja Kamis (14/2) kemarin.

Dikatakan Tarmizi, berdasarkan informasi dari tim dana BOS Muba, pihak Muba ingin memberikan data seakurat mungkin. Tujuannya mencegah terjadinya kekeliruan. “Kami tetap menunggu kabar dari mereka kapan data-data mereka bisa diterima. Kami akan tetap mencairkan dana kepada sekolah lainnya. Dengan demikian, pihak sekolah lain tidak terganggu hanya karena belum diterimanya data dari Muba,” ungkap Tarmizi.

Dijelaskan Tarmizi, jumlah penerima dana BOS ada sebanyak 830.849 SD dan 275.407 SMP, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1.106.256 sekolah. “Dana tersebut sudah ditransferkan pada 21 Februari ke rekening masing-masing sekolah,” ujarnya singkat.

Selanjutnya, kata Tarmizi, dana tersebut dapat dipergunakan sepenuhnya oleh sekolah sebagai dana operasional. Sebab, selama ini sebagian orangtua siswa masih banyak yang tidak mengerti penggunaan dana BOS. Sebenarnya dana BOS itu untuk sekolah yang dialokasikan sebagai dana operasional sekolah. Namun, selama ini banyak pihak yang menyalahartikannya beranggapan bahwa dana bos tersebut untuk siswa.

Dana tersebut boleh saja diberikan kepada siswa, seperti bantuan ongkos kepada siswa yang kurang mampu. Namun, dana tersebut diberikan setelah ada sisa dari penggunaan BOS sebagai operasional sekolah. ”Banyak orangtua siswa yang mempertanyakan dana tersebut. Mungkin saja ini adalah kurangnya sosialisasi dari kepsek kepada orangtua siswa dan masyarakat,” jelas Tarmizi.

Dalam waktu dekat, Diknas akan mengikuti rapat koordinasinasional (rakornas) di Bandung mengenai BOS. Pada pertemuan tersebut, pihaknya akan meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan sekolah luar biasa (SLB). Sebab, selama ini, dana yang digulirkan kepada sekolah tersebut cukup kecil.

“Padahal, dana yang dibutuhkan mereka lebih besar dibandingkan dengan sekolah reguler. Sedangkan untuk pemberian BOS itu, dihitung berapa jumlah siswa di sekolah tersebut. Oleh sebab itu, bersama-sama nanti kami akan memperjuangkan untuk bantuan SLB lebih ditingkatkan lagi,” kata Tarmizi.

Sekretaris Manajemen BOS Diknas Provinsi Sumsel H Bonny Syafrian mengatakan, pengawasan dilakukan sebanyak 3–4 kali dalam satu tahun kepada semua sekolah. Bonny menjelaskan, untuk siswa SD akan mendapat bantuan BOS sebesar Rp21.500 per bulan dan SMP sebesar Rp29.500. (jemi astuti/SINDO)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: