Ditulis oleh infokito™ di/pada 6 Oktober 2007
Akhir-akhir ini berkembang aliran sesat yang meresakan dikalangan umat Islam, aliran yang bernama Al-Qiyadah Al-Islamiyah ini yang didirikan oleh Ahmad Moshaddeq alias H. Salam (sejak 23 Juli 2006) yang cikal bakal pendirian di Kampung Gunung Sari, Desa Gunung Bunder, Bogor ini sudah mulai merambah ke propinsi lain di Indonesia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah sesat karena bertentangan dengan ajaran Islam. Karena mempercayai Syahadat baru, mempercayai adanya Nabi/ Rasul baru sesudah Nabi Muhammad SAW, dan tidak mewajibkan pelaksanaan sholat, puasa dan haji. Fatwa ini tertuag dalam keputusan Fatwa MUI No.04 tahun 2007 tanggal 3 Oktober 2007. “Kenapa sesat, karena dia itu, pertama mempercayai adanya nabi sesudah nabi Muhammad SAW, padahal itu sudah jelas nabi terakhir yang kedua membuat syahadat baru, yang paling meresahakan sholat, puasa dan juga haji belum wajib dianggap masih periode Makkah, padahal Islam itu sudah sempurna,” jelas Ketua DPP MUI KH. Ma’ruf Amin dalam jumpa pers, di Sekretariat MUI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu(4/10). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam KhazanaH Islam, Nasional | Bertanda: aliran | 225 Komentar »
Ditulis oleh infokito™ di/pada 6 Oktober 2007
Komando Daerah Militer (Kodam) XVII yang selama ini menjadi satuan teritorial TNI AD di Provinsi Papua dan Papua Barat mulai Jumat (5/10) berganti nama, dari Kodam Trikora menjadi Kodam Cenderawasih. Pergantian nama ini diresmikan Panglima Kodam XVII Mayjen Zamroni di Jayapura, Jumat sore.
“Awalnya, nama asli Komando Daerah Militer di Irian Jaya adalah Cenderawasih. Nama itu berubah saat Kodam di Irian Jaya digabungkan dengan Kodam di Maluku pada tahun 1985. Pengembalian nama Kodam di Papua dan Papua Barat menjadi Kodam XVII/Cenderawasih dilakukan melalui Keputusan Kepala Staf TNI AD Nomor 175/IX/2007 tertanggal 26 September 2007. Hari jadi Kodam XVII/Cenderawasih juga dikembalikan dari 1 Agustus menjadi 17 Mei,” kata Zamroni. [kmps]
Ditulis dalam Nasional | Leave a Comment »
Ditulis oleh infokito™ di/pada 6 Oktober 2007
Kapolres Banyuasin AKBP Budi Suprayoga mengimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati dengan bajing loncat, terutama di jalan yang kondisinya rusak. Dia menjelaskan, biasanya modus operasi bajing loncat berpura-pura berhenti di jalan.”Sebenarnya untuk di Banyuasin sudah cukup aman, karena jalan di wilayah ini sudah tidak rusak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, kita menginginkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama bagi kendaraan yang menyetop di jalanan. Karena tidak menuntut kemungkinan inilah bajing loncat yang berpura-pura,” ujar Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Sulistiyono seusai apel bersama gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2007 di halaman Mapolres Banyuasin, Jumat (5/10). Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Banyuasin | Bertanda: bajing loncat, Banyuasin, lebaran, mudik, rawan | 1 Komentar »
Ditulis oleh infokito™ di/pada 6 Oktober 2007
Sejumlah ruas jalan di Kab OKU, baik yang berstatus milik kabupaten, provinsi maupun negara, rawan longsor dan banjir. Hal ini patut menjadi perhatian, mengingat letak geografis Kab OKU yang menjadi perlintasan para pemudik Lebaran dari arah Lampung menuju sejumlah kabupaten/kota di Sumatera.
”Daerah rawan longsor berada di Sukapindah, Suka Banjar, dan Kedaton. Sementara, rawan banjir berada di wilayah Pengandonan dan Semidang Aji,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kab OKU Ilhamudin di Kantor Dinas Perhubungan, Kab OKU, Baturaja, Jumat (5/10). Di daerah rawan longsor seperti Sukapindah, Suka Banjar, dan Kedaton, jelas Ilhamudin, dilalui jalan yang statusnya masih menjadi milik Provinsi Sumsel. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ogan Komering Ulu | Bertanda: lebaran, mudik, OKU, rawan | Leave a Comment »
Ditulis oleh infokito™ di/pada 6 Oktober 2007
Pasar murah yang dilakukan oleh SMAN 3 Prabumulih di halaman masjid Maghfiroh, Kel Mangga Besar,Kec Prabumulih Utara, diserbu warga. Pasalnya, harga kebutuhan pokok yang dijual mencapai separuh harga di pasaran, sehingga hari pertama dibuka pasar milik SMAN 3 disambut antusias oleh sejumlah warga. Tidak hanya menjual separuh harga, dalam kesempatan tersebut juga sejumlah warga bisa mendapat potongan harga dengan membeli paket yang tersedia, seperti paket satu dengan harga Rp13.000, yang isinya beras, minyak, gula, dan mi instan. Sedangkan paket kedua berisi beras, minyak, gula, dan vitamin dengan harga Rp11.500.Lurah Kel Mangga Besar Suwanto Margono menyambut baik dan mendukung apa yang telah dilakukan pihak sekolah SMAN 3 tersebut. ”Setidaknya akan membantu masyarakat saya dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya. Dia juga merasa senang karena barang yang dijual di pasar murah oleh para pelajar tersebut cukup murah sehingga masyarakat merasa mampu untuk membelinya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Prabumulih | Bertanda: pasar murah, Prabumulih | 1 Komentar »
Ditulis oleh infokito™ di/pada 6 Oktober 2007
Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Sumsel, dalam rapat Panggar dengan SKPD Diknas Sumsel dan TAPD di ruang Panmus DPRD Sumsel, telah sepakat menolak program beasiswa kepada seluruh pelajar SMU/SMK se-Sumsel sebesar Rp300.000/siswa yang diusulkan melalui Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumsel. Jumlah dana yang diusulkan sebesar Sumsel Rp66 miliar.
Anggota Panggar DPRD Sumsel H Syarkowi Wijaya mengatakan Panggar menilai dana sebesar Rp66 miliar untuk bantuan beasiswa ditambah dengan Rp2 miliar untuk studi banding para guru tersebut sebaiknya dialihkan untuk program yang lebih mendesak dan jelas manfaatnya. Misalnya pembangunan dan rehab gedung sekolah ataupun pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keahlian para siswa. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Sumatera bagian Selatan | Bertanda: anggaran, beasiswa | 1 Komentar »
Ditulis oleh infokito™ di/pada 6 Oktober 2007
Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Sumsel akhirnya sepakat menolak usulan proyek penimbunan kawasan Islamic Center senilai Rp11 miliar yang diajukan Dinas PU Cipta Karya Sumsel. Dengan penolakan ini, mega proyek tersebut terancam batal. Apalagi, sampai saat ini belum jelas pihak ketiga dari luar negeri yang akan membangun proyek Islamic Center yang rencananya dibangun di kawasan Jaka Baring tersebut.
Rapat antara Panggar dengan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Dinas PU Cipta Karya dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel, kemarin berlangsung alot. Awalnya, terjadi perbedaan pendapat di antara anggota Panggar. Sejumlah anggota Dewan, antara lain Zahruddin Hodsay (PKS), Ibnu Hajar Dewantara (PPP), dan Aliandra Gantada (PDIP) menyatakan mendukung proyek lanjutan penimbunan lokasi Islamic Center tersebut. Namun, sejumlah anggota Dewan lainnya, antara lain Hj Fatimah Syamsul (Partai Golkar), Badrullah Daud Kohar (PAN), Syarkowi Wijaya (PBR), dan H Elianuddin (PDIP) menyatakan menolak. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Palembang, Sumatera bagian Selatan | Bertanda: anggaran, islamic center | Leave a Comment »