infokito

Portal Palembang – Jembatan informasi dari kito untuk kito bersamo

Kesultanan Palembang Darussalam (1550 – 1823)

Posted by infokito™ pada 6 September 2007

Sejarah mengenai Kesultanan Palembang dapat dimulai pada pertengahan abad ke-15 pada masa hidupnya seorang tokoh bernama Ario Dillah atau Ario Damar. Beliau adalah seorang putera dari raja Majapahit yang terakhir, yang mewakili kerajaan Majapahit bergelar Adipati Ario Damar yang berkuasa antara tahun 1455-1486 di Palembang Lamo, yang sekarang ini letaknya di kawasan 1 ilir. Pada saat kedatangan Ario Damar ke Palembang, penduduk dan rakyat Palembang sudah banyak yang memeluk agama Islam dan Adipati Ario Damar pun mungkin kemudian memeluk agama Islam, konon namanya berubah menjadi Ario Abdillah atau Ario Dillah (Dalam bahasa Jawa damar = dillah = lampu).

Ario Dillah mendapat hadiah dari Raja Majapahit terakhir Prabu Kertabumi Brawijaya V salah seorang isterinya keturunan Cina (kadang-kadang disebut juga Puteri Champa) yang telah memeluk Islam dan dibuatkan istana untuk Puteri. Pada saat putri ini diboyong ke Palembang ia sedang mengandung, kemudian lahir anaknya yang bernama Raden Fatah. Menurut cerita tutur yang ada di Palembang, Raden Fatah ini lahir di istana Ario Dillah di kawasan Palembang lama (1 ilir), tempat itu dahulu dinamakan Candi ing Laras, yaitu sekarang terletak di antara PUSRI I dan PUSRI II. Raden Fatah dipelihara dan dididik oleh Ario Dillah menurut agama Islam dan menjadi seorang ulama Islam. Sementara itu hasil perkawinan Ario Dillah dengan putri Cina tersebut, lahir Raden Kusen yaitu adik Raden Fatah lain bapak.

Setelah kerajaan Majapahit bubar karena desakan kerajaan-kerajaan Islam, Sunan Ngampel, sebagai wakil Walisongo, mengangkat Raden Fatah menjadi penguasa seluruh Jawa, menggantikan ayahnya. Pusat kerajaan Jawa dipindahkan ke Demak. Atas bantuan dari daerah-daerah lainnya yang sudah lepas dari Majapahit seperti Jepara, Tuban, Gresik, Raden Fatah mendirikan Kerajaan Islam dengan Demak sebagai pusatnya (kira-kira tahun 1481). Raden Fatah memperoleh gelar Senapati Jimbun Ngabdu’r-Rahman Panembahan Palembang Sayidin Panata’Gama.

Hubungan Palembang dengan Demak

Raja Kerajaan Demak Raden Fatah wafat tahun 1518 dan digantikan puteranya Pati-Unus atau Pangeran Sabrang Lor yang wafat tahun 1521, kemudian digantikan saudara Pati-Unus yaitu Pangeran Trenggono yang wafat pada tahun 1546 (makam-makam mereka ada di halaman Mesjid Demak). Setelah Pangeran Trenggono wafat terjadi perebutan kekuasaan antara saudaranya (Pangeran Seda ing Lepen) dan anaknya (Pangeran Prawata). Pangeran Seda ing Lepen akhirnya dibunuh oleh Pangeran Prawata. Kemudian Pangeran Prawata beserta keluarganya dibunuh pada tahun 1549 oleh anak Pangeran Seda ing Lepen yang bernama Arya Penangsang atau Arya Jipang. Demikian juga menantu Raden Trenggono yang bernama Pangeran Kalinyamat dari Jepara juga dibunuh. Arya Penangsang sendiri dibunuh oleh Adiwijaya juga seorang menantu Pangeran Trenggono atau terkenal dengan sebutan Jaka Tingkir yang menjabat Adipati penguasa Pajang. Akhirnya Keraton Demak dipindah oleh Jaka Tingkir ke Pajang dan habislah riwayat Kerajaan Demak. Kerajaan Demak hanya berumur 65 tahun yaitu dari tahun 1481 sampai 1546.

Dalam kemelut yang terjadi atas penyerangan Demak oleh Pajang ini, berpindahlah 24 orang keturunan Pangeran Trenggono (atau Keturunan Raden Fatah) dari kerajaan Demak ke Palembang, dipimpin oleh Ki Gede Sedo ing Lautan yang datang melalui Surabaya ke Palembang dan membuat kekuatan baru dengan mendirikan Kerajaan Palembang, yang kemudian menurunkan raja-raja, atau sultan-sultan Palembang. Keraton pertamanya di Kuto Gawang, pada saat ini situsnya tepat berada di kompleks PT. Pusri, Palembang. Dari bentuk keraton Jawa di tepi sungai Musi, para penguasanya beradaptasi dengan lingkungan melayu di sekitarnya. Terjadilah suatu akulturasi dan asimilasi kebudayaan jawa dan melayu, yang dikenal sebagai kebudayaan Palembang.

Hubungan Palembang dengan Mataram

Pindahnya pusat kerajaan Jawa dari Demak ke Pajang menimbulkan pergolakan baru setelah wafatnya Jaka Tingkir. Pajang yang diperintah Arya Pangiri diserang oleh gabungan dua kekuatan, dari Pangeran Benowo (putra Jaka Tingkir yang tersingkir) dan kekuatan Mataram (dipimpin Panembahan Senapati atau Senapati Mataram, putra Kyai Ageng Pemanahan atau Kyai Gede Mataram). Akhirnya Arya Pangiri menyerah kepada Senapati Mataram dan Kraton Pajang dipindahkan ke Mataram (1587) dan mulailah sejarah Kerajaan Jawa Mataram. Senapati Mataram sendiri merupakan keturunan Raden Fatah dan Raden Trenggono yang masih meneruskan dinastinya di Jawa, sehingga dapat dipahami eratnya pertalian antara Palembang dan Mataram pada masa itu, yang terus berlanjut hingga masa pemerintahan Raja Amangkurat I (silsilah raja yang keempat). Sampai akhir 1677 Palembang masih setia kepada Mataram yang dianggap sebagai pelindungnya, terutama dari serangan kerajaan Banten. Sultan Muhammad (1580 – 1596) dari Kesultanan Banten pada tahun 1596 pernah menyerbu Palembang (diperintah Pangeran Madi Angsoko) dengan membawa 990 armada perahu, yang berakhir dengan kekalahan Banten dan wafatnya Sultan Muhammad. Penyerbuan ini dilakukan atas anjuran Pangeran Mas, putra Arya Pangiri dari Demak.

Tetapi tidak lama kemudian terdapat golongan yang ingin memisahkan diri dari ikatan dengan Jawa khususnya generasi mudanya. Sementara itu kekuasaan raja-raja Mataram juga berangsur berkurang karena makin bertambahnya ikut campur kekuasaan VOC Belanda di Mataram, sehingga dengan demikian kekuasaan dan hubungan dengan daerah-daerah seberang termasuk Palembang juga merenggang.

Hubungan Palembang dengan VOC

Palembang yang semula merupakan bagian dari kekuasaan Mataram mulai mengadakan hubungan dengan VOC, dengan demikian timbul kecurigaan dari penguasa Mataram dan dampaknya adalah makin renggangnya hubungan Palembang dengan Mataram. Kontak pertama Palembang dengan VOC pada tahun 1610. Pada awalnya VOC tidak banyak berhubungan dengan penguasa Palembang, selain saingan dari Inggris dan Portugis serta Cina, juga sikap penguasa Palembang yang tidak memberikan kesempatan banyak kepada VOC. VOC menganggap penguasa Palembang terlalu sombong; dan menurut VOC hanya dengan kekerasan senjatalah kesombongan Palembang dapat dikurangi, sebaliknya Palembang tidak mudah digertak begitu saja.

Semasa pemerintahan Pangeran Sideng Kenayan yang didampingi istrinya Ratu Sinuhun di Palembang dan Gubernur Jendral di Batavia Jacob Specx (1629-1632) telah dibuka Kantor perwakilan Dagang VOC (Factorij) di Palembang. Kontrak ditanda tangani tahun 1642, tetapi pelaksanaanya baru pada tahun 1662. Anthonij Boeij sejak tahun 1655 ditunjuk sebagai wakil pedagang VOC di Palembang dan sementara tetap tinggal di kapal karena belum punya tempat (loji) di darat. VOC sendiri telah sejak tahun 1619 ingin mendirikan loji (kantor) dan gudang di Palembang. Pembangunan loji dari batu mengalami kesulitan karena pada saat yang sama didirikan bangunan-bangunan antara lain kraton di Beringin Janggut, Masjid Agung dan lain lainnya. Mula-mula loji didirikan di atas rakit, kemudian bangunan dari kayu yang letaknya di 10 Ulu sekarang diatas sebuah pulau yang dikelilingi sungai Musi, sungai Aur, sungai Lumpur serta sambungan dari sungai Tembok. Bangunan permanen dari batu baru dibuat pada tahun 1742. Tindak-tanduk mereka ini tidak menyenangkan orang Palembang karena antara lain ia menyita sebuah jung Cina bermuatan lada.

Kemudian VOC menggantikannya dengan Cornelis Ockerz (dijuluki — si Kapitein Panjang) yang tadinya dicadangkan untuk jadi perwakilan di Jambi. Ockerz datang dua kali di bulan Juni 1658 ke Palembang yang terakhir ia menahan beberapa kapal diantaranya milik putra mahkota Mataram. Terjadi bentrokan yang kemudian dapat didamaikan. Pada tanggal 22 Agustus 1658 beberapa bangsawan Palembang (a.l. Putri Ratu Emas, Tumenggung Bagus Kuning Pangkulu, Pangeran Mangkubumi Nembing Kapal, Kiai Demang Kecek) naik ke atas kapal yacht Belanda, yang bernama Jacatra dan de Wachter, dan membunuh Ockerz beserta 42 orang Belanda lainnya serta menawan 28 orang Belanda. Peristiwa ini disebabkan karena kecurangan-kecurangan serta kelicikan orang-orang Belanda termasuk Ockerz. Kemudian untuk membalas tindakan orang Palembang ini Belanda mengirimkan armadanya yang dipimpin Laksamana Johan Van der Laen dan pada tanggal 24 November 1659 membakar habis kota dan istana Sultan di Kota Gawang (1 llir). Pangeran Mangkurat Seda ing Rajek akhirnya menyingkir ke Indralaya (makamnya di Saka Tiga).

 

Sketsa yang tertua mengenai Kraton Palembang, dibuat pada tahun 1659, sesaat sebelum Kraton dan Kota Palembang Lama ini dibakar habis oleh Kompeni

 

 

 

 

Suasana Perang Palembang – VOC tahun 1659

Perang Palembang — Kompeni yang pertama dimulai 4 November 1659, akibat perlawanan Palembang atas kekurangajaran hasil wakil VOC di Palembang, dengan armada terbesar di bawah pimpinan Laksamana Joan van der Laen. Palembang akhirnya dapat direbut Belanda pada tanggal 23 November 1659. Keraton Kuto Gawang dan permukiman penduduk, dan tempat orang-orang Cina, Portugis, Arab, dan bangsa-bangsa lain yang ada di seberang Kuta tersebut dibakar habis selama 3 hari dan 3 malam. Sultan Abdurrahman memindahkan keratonnya ke Beringin Janggut (sekarang sebagai pusat perdangangan). [triyono-infokito]

Wallahua’lam

banner infokito

 

-topic related-
Portal Palembang

 

Agenda | Download | Ensiklopedia | Islami | Portal

186 Tanggapan to “Kesultanan Palembang Darussalam (1550 – 1823)”

  1. Riza said

    saya berharap agar saudara dapat memberikan rujukan bagi saya mengkaji sejarah palembang (jika ada) khusus nya kerabat diraja yang berhijarah ke tanah melayu. terima kasih

    • ASAL USUL SULTAN SULTAN PALEMBANG DARUSSALAM SULTAN MAHMUD BADARUDDIN III PRABU DIRADJA ( KOMBES POL ( PURN ) Drs RADEN MUHAMMAD SJAFEI PRABU DIRADJA )BIN RADEN HAJI ABDUL HAMID ( PRABU DIRATDJAH IV ) LAHIR DI SINGAPURE BIN RADEN HAJI SJARIF ( PRABU DIRATDJAH III ) LAHIR DISINGAPURE BIN RADEN HAJI ABDIL HABIB ( PRABU DIRATDJAH II ) LAHIR DITERNATE BIN PANGERAN PRABU DIRATDJAH HAJI ABDULLAH ( IKUT DIASINGKAN KETERNATE BERSAMA AYAHDA SMB II ) BIN SUSUHUNAN RATU MAHMUD BADARUDDIN ( SMB II ) BIN SULTAN MUHAMMAD BAHAUDDIN BIN SUSUHUNAN AHMAD NAJAMUDDIN ADI KESUMO BIN SULTAN MAHMUD BADARUDDIN JAYO WIKRAMO BIN SULTAN MUHAMMAD MANSYUR JAYO ING LAGO BIN SUSUHUNAN ABDURRAHMAN ( PENDIRI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM PADA TANGGAL 3 MARET 1666 YANG SEBELUMNYA BUKAN KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM )

      • kuda benefit said

        Kesultanan terakhir ada di turki dan telah dibubarkan pada tahun 1924 oleh kemmal pasha, jadi kalaupun yang ada sekarang ini bukan lagi kesultanan melainkan wajiir sultan, yang ingin mencari tapak tilas sultannya dengan harapan ingin mengadopsi silsilah sultan

      • Kusuma Asip Atmaja said

        Arya Dillah, dalam bahasa jawa adalah Aryo Dhamar( Dilah artinya dalam bahasa jawa Lampu) menurut catatan de graft aryo dhamar adalah putra Brawijaya terakhir yang membawa lari ibu tirinya (Istri Brawijaya IV, dari putrinya saudagar China bernama Tan Ing Wat,. karena di cemburui oleh permaisuri, akhirnya di ungsikan oleh Raja Majapahit Brawijaya IV dan di dampingi oleh putranya yaitu Aryo Dhamar, dalam keadaan hamil. setelah melahirkan anak yang bernama Raden Fatah(Jin Bun) baru kemudian dinikah oleh Aryo Dhamar dan melahirkan Raden kusen( Kin San),jadi tentang AQryo dhamar betulkah demikian? karena Sejarah yang dibuat oleh pujangga Mataram sdh sangat terplintir demi kekuasaan. banyak pujangga Mataram yang di bunuih karena tidak tunduk pada perintah raja. didukung catatan sejarah banyak di bawa dan juga di bakar oleh belanda. di kasunanan Giri ketika sultan agung Mataram berkuasa, banyak Ulama di bunuh tanpa sebab, dengan dalih masih setia dengan sisa kekuatan Majapahit. sementara di sisi lain, politik inviltrasi dari daerah timur tengah dengan dalih penyebaran Agama toh akhirnya juga berkeinginan untuk menguasai. sementara teramat baiknya bansa kita, di salah artikan. kita sudah dibodohi pleh penguasa karena sejarah kita telah di rampas oleh Belanda.
        karena keserakahan kasultanan Demak, akhirnya Raden Fatah cuma mampu brkuasa hanya 3 tahun. Setelah itu banyak menyisakan perebutan tahta berdarah-darah,

    • ramanda said

      Iwan Mahmoed Al Fattah
      ARYA DILLAH AZMATKHAN/ARYA DAMAR- PENGUASA PALEMBANG YANG LEGENDARIS, SALAH SATU NASAB YANG JUGA DIRUSAK OLEH TANGAN-TANGAN JAHIL

      Tidak banyak yang tahu jika Arya Dillah ini adalah seorang Azmatkhan tulen…. Orang Palembangpun sampai sekarang masih kebingungan melacak nasab dari tokoh Palembang ini. Beberapa sejarawan Palembang bahkan sangat kebingungan melacak asal usul tokoh yang satu ini. Paling-paling yang diketahui dari sosok Ulama besar ini adalah bahwa Arya Dillah berasal dari Majapahit dan ayahnya adalah Brawijaya 5. Kepercayaan bahwa Arya Dillah keturunan majapahit tulen sampai sekarang sangat melekat kuat dimata sejarawan dan sebagian masyarakat Palembang. Masih banyak sampai sekarang orang yang mengambil sumber sejarah dari babad bali dan babad tanah jawa mengenai sejarah Arya Dillah dan juga Raden Fattah.

      Benarkah Arya Dillah asli keturunan Majapahit?

      Berdasarkan catatan lama As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan & As-Sayyid Shohibul Faroji diketahui bahwa leluhur Arya Dillah adalah seorang Azmatkhan tulen!! Artinya Arya Dillah adalah seorang Sayyid atau Ahlul Bait Rasululllah SAW…

      Informasi Arya Dillah sebagai Azmatkhan baru dibuka oleh Pemilik KItab Nasab Al Mausuu’ah Li Ansaabi Al Imam Al Husaini sebulan yang lalu. Adanya data nasab bahwa Arya Dillah adalah seorang Sayyid membuktikan jika Palembang sudah lebih awal dimasuki oleh keluarga besar Azmatkhan. Fakta bahwa Arya Dillah adalah seorang Sayyid lagi-lagi menggugurkan keterangan sejarah yang mengatakan bahwa Arya Dillah adalah anak Brawijaya 5. Sangat tidak mungkin jika Arya Dillah anak Brawijaya 5 dan Raden Fattah adalah adiknya. Mana mungkin Arya Dillah menikah dengan mantan ibu tirinya, apalagi disertai keterangan bahwa ibu Raden Fattah dalam keadaan hamil…. mana ada ajaran Islam seperti itu, memangnya seluruh Walisongo diam melihat kesesatan pernikahan model begini…Cerita aneh yang jelas sangat merendahkan martabat seorang Arya Dillah dan istrinya itu. Kalau masih ada orang yang percaya dengan cerita, berarti logika sejarahnya sangat memprihatinkan….

      Apakah kita tidak berfikir dengan adanya pernikahan ini maka rusaklah silsilah atau nasab yang ada pada mereka. Bagaimana posisi Raden Fattah, mau manggil apa dia sama Arya Dillah? kakak atau ayah? pernikahan versi babad bali dan cerita majapahit ini jelas sangat merusak dan mendeskriditkan sosok Arya Dillah dan Raden Fattah…Apakah mungkin Arya Dillah mau menikah dengan cara yang batil dan haram ini menurut versi babad bai atau babad tanah jawa ini..

      Tidak benar juga jika Arya Dillah ini berasal dari cerita legenda yang dhubungkan dengan tokoh raksasa, rendah sekali kalau begitu sosok seorang Arya Dillah. Arya Dillah/Arya Damar adalah tokoh nyata dan salah satu penyebar agama Islam yang legendaris bersamaan dengan eranya waliosongo. Dan tidak benar jika Arya Dillah dikatakan sebagai seorang Mualaf yang berasal dari Majapahit atau Bali. Arya Dillah bukan Mualaf karena leluhurnya adalah Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, dan nama aslinya memang Abdullah, sedangkan Arya Damar adalah gelar kebangsawananya. Jadi jangan dibalik kalau Arya Dillah justru nama julukan, Arya Dilllah/atau Sultan Abdullah Azmatkhan adalah nama Asli. Cerita Arya Dillah atau Arya Damar versi Babad Bali dan Majapahit adalah cerita menyesatkan dan tidak bisa dipercaya, karena babad babad itu dibuat bukan oleh orang Islam apalagi dibuat oleh ulama. Jelas Babad Bali adalah kitab sejarah yang menyesatkan, apalagi kitab ini tidak ada nama penyusun dan pengarangnya…

      Dalam hal pernikahan Arya Dillah dengan Syarifah Zaenab (ibu Raden Fattah) Yang benar adalah bahwa pernikahan antara Arya Dillah dengan ibu Raden Fattah dilakukan secara normal, suci dan sesuai dengan syariah Islam dan sesuai dengan cara kafa’ah. Jadi wajarlah jika suatu saat ibu Raden Fattah yang bernama Syarifah Zaenab binti IBrahim Asmorokondi itu menikah dengan Arya Dillah atau Sayyid Abdullah Azmatkhan ini…pernikahan ini melahirkan Raden Husein atau Adipati Pecat Tanda Terung.

      Jadi kesimpulannya Raden Husein dan ayahnya Arya Dillah Azmatkhan dan keturunannya adalah Azmatkhan…

  2. Dhilan Djalani Kusumaputra said

    Assalamu’alaykum!

    Semoga para penulis dan atau peduli sejarah Kesultanan Palembang dapat juga membuat data tentang asal muasal dan sisa – sisa keturunan Adipati Jipang dan Pangeran Trenggono yang menyebar di sumatera selatan (Palembang dan sekitarnya).

    Terima kasih

  3. Kgs Ismail Hamzah said

    Assalamu’alaykum,

    Semoga penulis dapat membuat data tentang 24 keturunan R. Fatah yang hijrah ke Palembang termasuk kakek buyut saya (saya keturunan yang kesembilan) yaitu Pangeran Abdul Rahman Kertomenggolo atau Kiagus Abdul Rahman Kertomenggalo atau Pangeran Keling

    Waktu saya kecil, saya pernah membaca buku silsilah keluarga mulai dari Raden Fatah hingga datuk saya, tapi sekarang saya tidak mengetahui keberadaan buku silsilah tersebut

    Wassalam,

    • Kemas Muhamad Erwansyah, S.TP said

      Asslm Wr Wb. Secara pribadi Saya yang merupakan keturunan dari KEMAS, sungguh berterimakasih sekali atas adanya situs ini semua yang berisi penjelasan tentang silsilah keturunan dari priyayi-priyayiyang merupakan keturunan dari raja-raja yang berasal dari Jawa. Sebelumnya Saya merasa masih bingung dengan gelar KEMAS yang Saya sandang ini,apakah memang benar keturunan dari Raja-raja yang pernah berkuasa di Palembang. Sedangkan Saya sendiri berdomisili di Kota Jambi (Provinsi Jambi. Ternyata KEMAS adalah gelar yang diberikan pada keturunan dari anak Ki Bodrowongso yang sebenarnya punya kesempatan untuk menjadi Raja karena Raja yang ada telah wafat,namun pada prinsipnya KEMAS merupakan keturunan dari seorang pahlawan yang patut dibanggakan. Oleh karena itu jangan sampai ada istilah KEMAS Jambi, KEMAS Palembang ataupun KEMAS Jawa, karena pada prinsipnya gelar KEMAS tersebut adalah satu keturunan. Terimakasih. Wsslm Wr Wb. Hormat Saya: Kemas Muhammad Erwansyah, S.TP (C. Widyaiswara Pertama Balai Pelatihan Pertanian Jambi)081927467315

      • Kms M Syafii said

        Salamullahi alaikum,
        Bang ERwan yang terhormat… saya jugo menemukan kebingungan dengan gelar yang sayo dapat ni, dari penulusuran sayo dak dapat dipungkiri bahwa Kemas di Jambi itu berasal dari satu nasab, cuman yang sayo heran saya mendapat dua cabang Kemas dijambi, yang pertamo Kemas yang berasal dari Palembang yang telah berdomisili sejak kerajaan Sriwijaya, yang keduo Kemas yang Hijrah di era sekarang, ini saya simpulkan karena saya sulit menemukan titik temu antara dua cabang atau bahkan lebih dari nasab kemas dijambi. nasab sayo sendiri yang sayo tau adalah : Kms, M. syafii bin kms nur bin kms tahir bin kms abbas bin kms jayo bin kms ahmad. Sampe Kms Jayo dapat saya telusuri sampai habis, sementara dari Kms Ahmad saya hanya menemukan satu dulurnya dan beranak pinak di Dusun Lopak Aur, saya mendengar ada satu dulur lagi yang hijrah ke Malaysia. tahun 2001 saya sempat ke lopak aur dan betutur disana, alhamdulilah kami menemukan silsilah yang lengkap disana, bahkan senjata pusaka (Pedang) masih tersimpan baik disana, begitu juga dengan Pusaka yang ada dikami (Tumbak) masih tersimpan baik. Menurut cerita Kemas Ahmad ini mewarisi tiga senjata pusako. Pedang (di Lopak Aur). Tumbak (dipenyengat Rendah) dan Pisau Belati (di Malaysia). adapun Pedang di lopak Aur ini sangat aneh, kalau bukan keturunan kemas dari Kemas Ahmad, maka jangan coba2 mau buka dari sarungnya , nyembur keringat dak bakal tecabut. Alhamdulillah ternyata pas saya di tes suruh nyabut aman2 saja,ternyata saya ini memang keturunan Kemas. Wallahu A’lam Bissawab. (mudah2an kito bedulur… Aminnn)
        Kms. M. Syafii +20164092631 boysjam@yahoo.com

      • kuda benefit said

        KEMAS (keturunan melayu asli) berasal dari Turki, yang mana tidak diketahui siapa orang Turki tersebut sehinga membuat bingung para penyandang gelar kemas itu sendiri

      • kemas Taufiq said

        Asalamualaikum nama saya Kemas Taufiq (saya) Bin H.Kemas Usman Bin Kemas abdul baqi Bin kemas muhammad zein,saya dari kalsel apakah saya juga sama keturunan dari palembang? 081235616333 mohon infonya terimakasih

    • aslakum cek ismail hamzah,,, klo boleh tau cek mail tinggal dimano,,,, sekironyo berkenan nomor tlpon ana 085273017187.. sudilah kironyo berbagi pengalaman samo ceritonyo itu,,,keluargo sayo dulu punyo manuskrip cak yang disebutke itu, tapi sayang kareno ado proses perombakan rumah dan kebakaran sehingga dak keloroam kemano,,,, tapi cerito tetuo kami nyatoke dulunyo raden ato pangeran tapi kami ne sekarang kiagus samo cak anda sebutkan,,, nah aku bingung cak mano,,, mohon berbagi info,,,makasih

  4. Ibnu F said

    saya mau penjelasan lebih kongkrit,,bahwa pada saat pangeran mangkurat seda ing rajek mengungsi ke indralaya, sangat dapat dipastikan tentu melalui sungai komering dan memotong rawa dalam daerah pegagan langsung tembus ke sakatiga dan indralaya,,karena lebih dekat dibanding kalau melalui sungai ogan. di daerah jejawi oleh pangeran mangkurat, ditempatkan seorang panglima perang sebagai benteng garis depan pertahanan, bernama raden mas bayangan sering disebut buyut panjang oleh masyarakat jejawi, nah kalau saudara sangat tahu dengan kisah ini, siapa dan darimanakah asal dari raden mas bayangan ini, sebab kalau di dalam kisah bumbung bambu peninggalan beliau, ada cap amangkurat, apakah ini cap pangeran mangkurat ataukah cap amangkurat dari mataram jawa. jejawi dahulu bahasanya adalah bahasa jawa kromo inggil, kalau mendengar istilah jejawi sendiri artinya mungkin jawa, mohon penjelasannya

    • saudara ibnu, maksudnya yg makamnya ada didesa air itam kan, sebelahan desa jejawi.
      sepertinya itu benar panglima perang rd. mas bayangan berasal dr jawa, sebagai utusan bala bantuan mataram pd waktu itu. tetapi kami belum ada menemukan babad yg menceritakan perihal siapa dan dr mana sebenarnya panglima yg sakti mandraguna itu.

  5. Dhilan Djalani Kusumaputra said

    Alhamdulillah!

    Dan kami sangat menghargai jika ada dari keluarga besar keturunan raja-raja padjadjaran, mataram dan kesultanan palembang dapat menulis jejak hubungan antar kerajaan keluarga mereka…

    Terima kasih.

  6. Saya Lahir di 1 ilir tapi besar di Jakarta,baru mengetahui kalau 1 ilir dulunya pusat kesultanan Palembang.Ada bagusnya jika ditulis juga sejarah gelar-gelar yang ada di Palembang.

    • kemas umar said

      Assalamu’alaikum

      saat ini sudah didirikan Pemuda kesultanan palembang Darussalam
      di bawah binaan Sultan Mahmud badaruddin III Prabu Diradja (SMB III), untuk keterangan lebih lengkap masalah kesultanan palembang bisa hub saya di
      nomor 0711 792 9918 atau 08197838649, dan saya dapat hub kan langsung dengan yang mulya SMB III
      terima kasih,,
      Wassalam

      • Kemas Muhamad Erwansyah, S.TP said

        Salam Persahabatan. Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya dengan nama KEMAS MUHAMMAD ERWANSYAH, S.TP baru pertama kali ini membuka situs ini karena Saya harus mencari kebenaran secara tertulis sejarah silsilah keturunan KEMAS ini sebenarnya. Setelah pada Lebaran ke-4 kemarin Saya bersilaturahmi dengan Pakdo Kemas Arsyad Somad, SH, MH yang ada mengutarakan tentang keturunan KEMAS ini berasal dari Raden Fatah, dan pada dasarnya mempunyai kesempatan untuk menjadi Raja tetapi kesempatan tersebut tidak diambil oleh Ki Bodrowongso. Akhirnya setelah membaca isi situs ini maka sedikit-banyaknya Saya jadi tahu bahwa dimanapun Kemas tersebut berada pada prinsipnya adalah satu keturunan dari Ki Bodrowongso. Mengenai derajat siapa yang paling tinggi sebanarnya sama saja antara Ki Agus, Mas Agus karena sama-sama keturunan dari anak Ki Bodrowongso. Derajat yang mulya hanya bisa dicapai seseorang jika seseorang tersebut lebih taqwa kepada ALLAH SWT. Derajat antar manusia hanyalah sandiwara dunia saja, dan sebenarnya derajat akhiratlah yang lebih hakiki. Subhanallah. Wslm Wr Wb. Kalau ingin berhubungan dengan Saya maka dapat menghubungi di 081927467315. Ini menurut Saya untuk gelar KEMAS dapat diberi kepanjangan sebagai Komunitas Elit Melayu ASli. Wallahua’lam. Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Hormat Saya:Kemas Muhamad Erwansyah, S.TP (iwan) c.Widyaiswara Pertama Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

  7. Djenambang Bin Tandjak said

    Alhamdulillah! Semoga buyut, kakek/nenek, saudara/i kami yang tinggal di Jl. Sungai Lematang Ds. 5 Desa Ulak Bandung Kec. Ujanmas Kab. Muara Enim Sumatera Selatan berkenan, jika ada orang atau kelompok yang peduli dan ingin menulis tentang sejarah dan benda-benda pusaka dari tanah jawa, serta asal usul mereka.. !?? Terima kasih.

  8. Kiagus Muhammad Faizal Aziz said

    Assalamuallaikum

    Nama Saya, Kiagus Muhammad Faizal Aziz, Saya Ingin Bertanya, Kepada Yang Melihat Comment Saya, Apakah Silsilah Keluarga Kiagus, Masih Ada? Jika Ada, Bisa Anda Memberitahu Saya, Dengan Cara Meng-Email Ke Saya Di : consiunos_darkside@yahoo.com, Karena Saya Sangat Membutuhkannya, Terima Kasih.

    • Kemas Muhamad Erwansyah, S.TP said

      ASlm Wr Wb. Silsilah Ki Agus sebenarnya saudara sepupuan kandung dengan KEMAS, maupun MAS AGUS karena sama-sama keturunan priyayi dari anaknya Ki Bodrowongso. Untuk derajatnya saipa yang paling tinggi, maka harus berdarkan pada anak pertama (tertua) dari Ki Bodrowongso yaitu yang mempunyai keturunan bergelar KEMAS, setelah itu KI AGUS, dan barulah MAS AGUS. Tetapi sebenarnya derajat ini hanyalah sandiwara dunia saja, dan pada prinsipnya derajat seseorang tersebut dapat menjadi mulya adalah tergantung pada tingkat ketakwannnya kepada Allah SWT, jadi tidak memandang apakah keturunan priyayi atau bukan.Keturunan dari KI AGUS tetap ada silsilahnya. semoga kita dapat belajar dari sejarah, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat belajar dari sejarah. Subhanallah. Untuk salam persahabatan dapat hubungi Saya di 081927467315. Trim’s. Wssl Wr Wb. KEMAS MUHAMMAD ERWANSYAH, S.TP C.WIDYAISWARA BALAI PERTANIAN JAMBI.

      • Ananda Kemas said

        Salam. Sekedar informasi, beberapa waktu lalu dan bahkan hingga saat ini saya dan beberapa pemerhati budaya Palembang mengadakan penelitian mengenai silsilah zuriat Kerajaan dan Kesultanan Palembang Darussalam. Berikut adalah data-data yang kami temukan:
        1. Gelar Raden – Raden Ayu dan Masagus – Masayu, berasal dari zuriat Sri Susuhanan Abdurrahman Candiwalang bin Pangeran Sido Ing Pasarean bin Tumenggung Manco Negaro.
        2. Gelar Kemas – Nyimas, berasal dari 3 jalur keturunan, yaitu pertama dari zuriat Kemas Tumenggung Yuda Pati bin Pangeran Sido Ing Pasarean bin Tumenggung Manco Negaro, kedua dari zuriat Tumenggung Nagawangsa Ki Mas Abdul Aziz bin Pangeran Fatahillah, dan terakhir dari zuriat Sunan Kudus.
        3. Gelar Kiagus – Nyayu, berasal dari 2 jalur keturunan, yaitu pertama dari zuriat Ki Bagus Abdurrohman (Panglima Bawah Manggis/Ki Bodrowongso) bin Pangeran Fatahillah, dan kedua dari zuriat Syekh Faqih Jalaluddin.

        Untuk informasi lebih lanjut bagi kerabat dari zuriat Kesultanan Palembang Darussalam silahkan add grup saya di facebook Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam.

        Terimakasih

      • penduduk palembang di bagi menjadi 2 bagian yaitu golongan priyayi dan rakyat.Priyayi berarti keturunan raja-raja atau kaum ningrat.Priyayi-priyayi ini dibagi lagi menjadi 3 golongan yaitu:Pangeran,raden dan masagus.Pangeran berarti yang memerintah dan diberikan kepada raja.Anak laki2 raja sendiri kelahiran asli dan anak laki2 dari para pangeran biasanya di beri gelar itu.Raden (berarti tinggi/luhur atau terpilih adalah hasil perkawinan dari laki2 pangeran/raden dengan anak perempuan pangeran/raden.Mas agus berarti berharga banyak gelar ini didapat dari anak laki2 pangeran/raden dengan perempuan rakyat biasa(aturan ini berlaku pada masa susuhunan Tjindo Belang) tapi menurut sultan Limabang tetap mendapat gelar raden.Mereka yang mendapat gelar masagus adalah generasi pada zamanya sultan limabang sekitar 100 thn yang lalu.

        Golongan yng kedua adalah Rakyat.Rakyat dibagi menjadi 3 golongan yaitu golongan kiai-mas(kemas),kiai-agus(kiagus) dan rakyat jelata.Kemas adalah anak laki2 dari perkawinan seorang mas-ayu dengan seorang pria rakyat jelata.
        Kiagus adalah anak laki2 dari mantri dan turunan raden yang terendah dengan rakyat jelata.

        sedang rakyat jelata terdiri dari orang2 miji,orang2 senan dan orang2 yang menjadi budak

        Catatan:Kesultanan palembang mengambil garis keturuan dari bapak dan ibu seperti yang berlaku di jawa.Namun pada masa sultan mahmud badarudin I jalur yang diambil dari laki2.Wa allahu a’lam bishawab

      • @pak Didi,

        Apa yang Anda tulis itu tidak ada dasar sejarahnya. Tulisan Anda mungkin terdapat dalam beberapa literatur tentang Palembang, tapi hal tersebut setelah diteliti tidak berdasar dan tidak ada buktinya.

        Bisa saya buktikan bahwa golongan Kemas dan Kiagus menduduki posisi yang penting dalam lingkungan Kesultanan Palembang Darussalam. Mereka ada yang menjabat sebagai Menteri, Hulubalang, Penasihat Keagamaan, dan lain sebagainya.

        Pun tidak ada bukti pernikahan antara Masayu dan (yang Anda sebut) rakyat jelata yang menurunkan gelar Kemas. Kalau memang ada tolong tunjukkan pada saya buktinya? Saya telah mengumpulkan sebagian besar silsilah Palembang, dan tidak ada satupun salinan silsilah yang menyatakan seperti yang Anda tulis di atas.

        Pesan dan saran saya, bila Anda bukan seorang peneliti dan hanya menukil berita dari suatu buku yang belum lagi Anda cek kebenarannya harap berhati-hati. Tidak saja hal tersebut menunjukkan kearifan Anda namun juga kebijaksanaan Anda.

        Terimakasih,
        Wassalam

      • kuda benefit said

        Gelar2 yg saudara ingin tau silahkan ada kunjungi musium nederland

  9. Salam jumpa Bapak Kiagus Muhammad Faizal Aziz …
    :)

    Silsilah keturunan/zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, baik itu Raden, Kgs, Mgs, ataupun Kms mudah-mudahan akan tetap ada. Namun, biasanya tiap-tiap mereka memiliki silsilah-silsilah sendiri dari nenek buyut mereka. Dan ini bisa berbeda per inividunya.

    Silsilah yang sangat umum tentang Penguasa dan Sultan Palembang Darussalam bisa dilihat di halaman ini
    http://infokito.wordpress.com/2007/12/06/daftar-penguasa-dan-sultan-palembang-darussalam/

    Terima kasih …

  10. indra said

    Kunjungi kami yang di Demak—www.rokokideal.blogspot.com

  11. Ati said

    Assalamualikum,
    Apakah pernah ada catitan sejarah palembang yg menceritakan salah seorang dr kesultanan palembang telah menghantar anaknya ke kawasan pantai timur semenanjung malaysia untuk meneruskan kesultanan bila mana diserang terus oleh belanda pd ketika itu.

    kerana ada tempat terpencil yg bernama “palembang” disini dan banyak sekali kesan sejarah perdagangan yg masih belum disiarkan dan masih misteri.

    -waris.

    • kemas umar said

      saat ini sudah didirikan Pemuda kesultanan palembang Darussalam
      di bawah binaan Sultan Mahmud badaruddin III Prabu Diradja (SMB III), untuk keterangan lebih lengkap masalah kesultanan palembang bisa hub saya di
      nomor 0711 792 9918 atau 08197838649, dan saya dapat hub kan langsung dengan yang mulya SMB III
      terima kasih,,
      Wassalam

      • kuda benefit said

        Yang namanya kesultanan itu budaya melayu, datangnya dari timur tengah bukan dari tanah jawa, jadi kalau saudara2 ingin tau kebenarannya coba pahami isi kandungan alquran yang tidak ada keraguan padanya

  12. iwan said

    berarti, mereka para penguasa yang saling membunuh itu semua bersaudara ya… sayang cuma gara-gara kekuasaan hubungan saudara dikorbankan (oh ya saya mau tahu ada tidak keterangan tentang Aria Penangsang secara detail di kerajaan Palembang itu?

  13. ada tidak keterangan tentang Aria Penangsang secara detail di kerajaan Palembang itu?

    Adakah rekan2 yang punya catatannya???

  14. gimmi said

    Saya mengenal keturunan kesultanan palembang yang bergelar ‘Tjakradininggrat’. Keturunan ini tersebar dimana-mana di Indonesia tapi saya masih tetap keep contact dengan mereka.
    hubungi saya di octgimmi@yahoo.com

  15. Rudi said

    saya dilahirkan di 1 ilir & hampir semua keluarga saya bergelar kemas / nyimas….sy melihat di 1 ilir masih ada peniggalan bekas kerajaan Kuto Gawang dan menurut cerita dr keluarga sy, kami masih keturunan kerajaan Kuto Gawang….salah satu buktinya rumah keluarga sy yg sdh berdiri ratusan tahun merupakan area kerajaan Kuto Gawang dan sebagian besar tanah yg ada di PT.Pusri merupakan tanah keluarga sy mulai dr 1 ilir sampai intirub(dkt pulau kamarau)….dan ada satu lagi buktinya bahwa keluarga sy memiliki manuskrif silsilah keluarga sy sampai garis silsilah kerajaan….tulisan ini tdk bermaksud utk menyombongkan diri tp hanya sebatas memberikan sedikit informasi.

    • kemas umar said

      Saat ini kami sedang berupaya melestarikan budaya palembang, dan kami mendirikan wadah dengan nama Pemuda Kesultanan Palembang Darussalam dan saya berposisi sebagau sekjen. kalau berkenan bolehkah mengetahui no tlp sdr untuk kami
      ini no telp saya 0711 7929918, 08197838649 an. Kemas Umar Jaya negara

      • kiemas HELMI FANSYURI said

        aslmkm nama saya Kiemas HELMI FANSYURI Bin Kiemas AZAHARI UMAR ADNAN bin syech mohammad azahari bin ABDULLAH dari ibu Hj wildani bin H DJON SAMSUDIN(PHDM) bin H DJAMALOEDIN, telp-088274121767 waslm

      • Ananda Kemas said

        Salam. Nama saya Ananda Kemas bin Kemas Adang Effendi bin Kemas Usman, alangkah senangnya bila seluruh keluarga keturunan Kesultanan Palembang Darussalam bisa berkumpul kembali. Saat ini saya pun merasa terpanggil untuk mengenal saudara-saudara yang lain dengan membentuk sebuah grup Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam di Facebook.

      • Nyimas Laily Zaimah, SE said

        Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokah,
        Salam kenal semua keluarga KEMAS.
        Saya Nyimas Laily Zaimah, SE binti Kemas H.Achmad Sudja’i bin Kemas H.Abdullah bin Kemas H.Jakfar.
        saya ingin mengenal lebih banyak saudara keturunan Kemas. Saat ini saya tinggal di Denpasar – Bali.
        berikut no hp saya 08123913202.
        Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokah.

    • Kemas Yustiar Abu Hafas said

      Assalamu’alaikum wr. wb. saya Kemas Yustiar bin Kemas A. Hafas bin Kemas Adil bin Kemas Mustofa bin Kemas Ibrahim bin Kemas Amin. Moyang kami Kemas Amin adalah seorang utusan Kesultanan Palembang untuk menjadi Batin di Pulau Bangka yang termasuk wilayah kesultanan Palembang. Apakah saudaraku rudi dapat mencarikan kelanjutan silsilah ini sampai pusat ? saat ini saya tinggal di kota Semarang No. HP 087832333738 – 08883961555, terima kasih dan salam kenal, Wassalamu’alaikum wr. wb

  16. wahyu said

    sya tinggal di jaln Pangeran Si doing lautan, konon cerita di sana juga adatertinggal letak kerajaan sriwijaya, kalau anda mempunyai asal usul bagaimana Sriwijaya berdiri di palembang, tolong ceritakan bagaimana perkembangan sriwijaya pada masa kemashurannya, dan apakah benar kerjaan sriwijaya berdiri di sepuratan jalan tersebut tepanya saat ini jalan syahkirti.

  17. Kang Nur said

    Bahwasanya pemimpin Palembang masih berkait dgn keturunan penguasa Demak saya kira benar. Namun saya kira tidak benar jika dikatakan bahwa (Panembahan) Senapati (Mataram) adalah merupakan keturunan Raden Fatah dan Raden Trenggono. Leluhur Senapati adalah orang kebanyakan dari Sela (sekitar Grobogan). namun lalu dalam Babad ada diceritakan bahwa leluhur Senapati tsb, bercampur mitos, ada berkait dgn raja Majapahit terakhir. Namun ahli sejarah kurang mempercayai hal tersebut.
    Jadi, perlu kita lihat kemungkinan bahwa leluhur Senapati di Mataram adalah orang kebanyakan dari Sela itu. :)

  18. Maya Susanti said

    Salam kenal…

    Nama saya MAya susanti, saya siswi SMA negeri 2 Sekayu,…

    Saya ingin tahu banyak mengenai kesultanan palembang, namun sayang, di buku cetak tidak ada kisah tersebut,namun disini saya membaca banyak hal, apakAh silsilah Keluarga Raden masih ada?

    harap bantuannya ke Masya.20792@gmail.com

    thX

  19. irvanabeta@yahoo.com said

    kata mak, aku masih ada keturun sultan palembang entah itu sultan yang mana namun yang pasti aku anak badarudin dari istri ke 110
    makanya aku gak dapat warisan sama sekali malahan dapat utang badarudin

    • Iman said

      utang juga warisan, kan? :))

      • Kwok Sang Dewa said

        nah berhubung u anak dari istri k 110,nungkin saat ngawini mak mu maskawin nyo ngutang dan mak mu diasingke ke daerah Oi supayo dak ketahuan bini,,bini lain….
        mungkin akibat hal itu u jd selalu terobsesi berburu pengganti mak dirout di ibu kota…
        he..he…he…

  20. irvanabeta@yahoo.com said

    )):

  21. Djenambang Bin Tandjak said

    Yang Yth

    Maya Susanti
    Jika ada waktunya, silahkan kontak ke djalan_i@yahoo.com.
    Insya Alloh, kita dapat bahas tentang asal muasal nenek moyang keluarga Adipati Jipang di dusun Ulakbandung, Ujanmas, Muaraenim

    Terima kasih

  22. I love Palembang City!!!

  23. Diandri Kusumah said

    Alhamdulillah.. Semoga semua keturunan suku-suku Sunda, Jawa, dan Palembang terus semangat mengangkat sosial budaya dan moral bangsa kita zaman dahulu.. Demi Bangsa Indonesia Raya!

  24. asalamualaikum Wr Wb.
    Saya sedang menyusun buku tentang toponim Kota Pangkalpinang, berdasarkan catatan yang saya temukan, bahwa pada masa Susuhunan Ahmad Najamuddin Adi Kusumo (1758-1776, yang mulia pernah mengangkat seorang Tumenggung di Bangka yaitu Abang Pahang yang bergelar Tumenggung Dita Menggala cuma saya tidak tahun persis kapan penanggalannya. Kemudian Sultan juga mengangkat dua orang Depati di Bangka, dan beberapa orang Batin, juga saya tidak jelas siapa depati depati dan batin tersebut. Selanjutnya Sultan menitahkan kepada Tumenggung agar memerintahkan para Depati mencari tempat yang cocok untuk tempat kedudukan Demang yang akan menjaga parit-parit timah termasuk di Pangkalpinang, saya mohon informasi lengkap tentang masalah ini untuk penyempurnaan tulisan yang sedang saya susun termasuk buku buku yang berhubungan dengan hal di atas, terimakasih atas bantuannya,akhmad elvian.

  25. kemas ari said

    Ass, sanak beroyot di seluruh jagad raya kunjungi Kami di Blog/FB ; http://fps2b.blogspot.com atau kemas-ari.blogspot.com serta facebook (kemas ari) atau bergabung di FB Grup Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam (pendiri Ananda Kemas), Insyaallah kita dapat bertukar informasi, trims atas kesediaanya untuk berkunjung.

  26. ASS WR WB, DIHARAPKEN BAGI YANG MERASO DARI KETURUNAN / ASAL USULNYO DARI PALEMBANG ( DIMANO BAE ), APO LAGI YANG PUNYO GELAR RADEN, MASAGUS, KEMAS, KIAGUS SEBAIKNYO MEMPELAJARI ADAT ISTIADAT, BUDAYA DAN SEJARAH KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM YANG BENER, DAN JANGAN MUDAH DIADU DOMBA / DIBOHONGI DENGAN CERITO CERITO YANG MENYESATKAN TERHADAP GENERASI PENERUS DI NEGERI PALEMBANG DARUSSALAM , YANG RUGI ADALAH GENERASI KITO YANG AKAN DATANG DAN MENGUNTUNGKAN YANG MEMANG IDAK SENANG KALU KELUARGO PALEMBANG DAPAT HIDUP RUKUN , DAMAI DAN SEJAHTERA , MARILAH KITO DOAKEN SUPAYO MEREKA SADAR ATAS PERBUATANNYO DAN KEMBALI KEJALAN JANG BENER WASS WR WB

    • kiemas lmi said

      aslmkm emang bener buat keturunan raden kemas kiagus masagus marilah kita bersatu ambil data maupun cerita yg positif toh kenyataannya kesultanan sekarang sebagai simbol budaya bukan politik kekuasaan supaya kesultanan palembang kita bisa maju kedepan agar anak cucu kita bisa berkembang lebih maju dan hubungan sesama kita lebih erat saling membantu tolong menolong dan saling menghargai jg saling menghormati dimasa kedepan, wlkmslm

    • Nah yang ini yang sayo senang, sayangnyo aku lum ngerti silsilah, cuma baru nak beguyur menyelusuri silsilah bae, intinya supayo pacak menyambung tali Silahtuhrahmi, belajar adat istiadat, samo dolor dolor yanng peduli dengan sejarah wong Palembang. sekaligus kalu ado yang masih pacak bebaso Palembang ( pecak bahaso Jawo Kawi) payo sesamo wong Palembang kito guyuri belajar Bebaso Palembang, sekurang kurangnyo melesatrikan peninggalan wong wong tuo dulu

      kepada admin situs ini terimokasih nian, semoga jadi wadah pemersatu dan jembatan informasi bagi yang membutuhkennyo.

      wassalamu’alikum

  27. Sebagaimana dimaklumi Raja/Sultan di era sekarang ini bukanlah pemilik kekuasaan teritorial (kekuasaan politik) melainkan hanya pemimpin dalam pelestarian budaya & kearifan lokal. di yogyakarta ada dua raja Sultan Hamrngku Buono X dan KGPA Pakualam IX, di Solo/Surakarta ada Sunan Paku Buono XIII dan KGPAA Mangkunegoro X, di Cirebon ada Raja Kanoman & Kasepuhan, namun mereka semua dapat bekerja sama dalam melestarikan budaya leluhur yang Adi Luhung. Oleh karena itu dua Sultan Palembang Modern (SMBIII & Sultan Iskandar MB ) tidak perlu saling mengeklaim siapa yang lebih berhak di antara mereka, tetapi lebih baik saling bekerja sama bila perlu dengan membagi tugas mis : SMBIII bagian memelihara makam para Raja/Sultan Sultan Iskandar MB bagian perawatan aset-aset budaya & Masjid. Kemudian keduanya berfastabiqul Khairat dalam memberi teladan masyarakat Palembang dan sekitarnya dalam melestarikan budaya yang masih relevan dan dalam melestarikan kearifan lokal. Yang terpenting Baginda berdua adalah panutan wong Palembang, sehingga harus memiliki akhlak yang terpuji dan patut diteladani (maaf ini nasihat sebagai sesama muslim & sebagai tanda kasih rakyar keturunan Palembang yang memiliki kehormatan & kepedulian pada tanah leluhur). Akhirnya Kemas Yustiar hanya dapat berdoa agar Baginda berdua diberi kekuatan, kesehatan, perlindungan serta bimbingan Allah, SWT. amiiin.

  28. asslamu alaikum wr wb, maaf sodare2 ada yang ingin saya tanyakan tentang silsilah kesultanan raja palembang ke 3…..tentang anak turunnya yg dari garis perempuan( Anak2nya Yg Perempuan) Siapa saja, sebab menurut riwayat hidup keluarga saya Bani Sagipoddin/ Gipo Ampel surabaya, Nama aslinya H Abdul Latief Bin Kamal Bin (Kadirun Istrinya adalah anak kesultanan Palembang Ke 3) kira2 siapa saja anaknya….??? trima kasih , salam dari kami keluarga Sagipoddin/Gipo ampel, wassalamu alaikum wr wb

  29. jika terdapat daftar silsilah secara keseluruhan mencakup keturunan baik dari pihak laki atw pun perempuan,mohon di cantumkan, demi terjalinnya tali silaturrohim antara kesultanan palembang dengan raja2 mataram kuno yg ada di surabaya,mohon hub ke hp 0818969414 / 021 37006624 / email yunussby@yahoo.com. trima kasih

    • Ananda Kemas said

      Sepertinya sangat tidak pada tempatnya bila silsilah keluarga di tampilkan di hadapan publik, mengingat kita harus menjaga kerahasiaannya agar tidak ditiru dan dipalsukan oleh orang lain. Bila anda mencari informasi tentang keturunan Sultan Palembang Darussalam yang ke 3 saya akan coba bantu mencarikan. Tapi yang hendak tanya dulu siapa nama Sultan Palembang Darussalam yang dimaksud? Sebab mungkin saja ternyata ada perbedaan persepsi. Lalu kemudian siapa nama istri buyut anda yang mengaku putri dari Sultan tersebut? Dan maaf mungkin anda salah menuliskan, sebab Kesultanan Palembang Darussalam tidak ada hubungannya dengan kerajaan Mataram kuno melainkan dengan kesultanan Mataram.

      Terimakasih

      • KemasFalatehan said

        Aslm… bisa tolong telusuri… zuriat kami kakek saya
        kemas H Abdul Manaf (Haji Dol) bin Kemas H Saleh… asal Lorong Limbungan 26 ilir Palembang….
        terimo kasih

  30. Aslkm, setelah membaca situs ini, kami menyadari begitu banyaknya keturunan Kesultanan Palembang di Nusantara. Mohon info, nama sy Iksan bin Raden Ali bin Raden Arsyad bin Raden Murad, domisili di Ternate, Maluku Utara. Kalo ada catatan, kira2 buyut kami Raden Murad ke atasnya siapa.. Mereka adalah Keluarga Sultan Plmbang yg diasingkaan di Ternate. Sewaktu kami ke Bandung di tempat paman kami Raden Amin, kami diperlihatkan silsilah kelg sultan Palembang yg ke atasnya sampai ke Syaidina Ali bin Abutholib, suami Fatimah Azzahra, mohon penjelasan. Yg terakhir, kami di Ternate, generasi kami sudah mulai menghilangkan gelar Raden, sebagaimana generasi orang tua kami, mohon tanggapan. Trima kasih, wassalam. Kepada yg menjadi Sultan, agar bekerja sama dg pemda utk membangun keimanan dan ketaqwaan warga Palembang. Bila tanpa itu, sia-sia upaya Saudara2 utk menobatkan diri sebagai khalifah (Sultan). Sukses slalu. Amin.

  31. awang sejahtera said

    saya lahir di indralaya,sakatiga, besar dan domisilih di surabaya, dan keluarga kami sudah terpisah dengan family ( kata orang jawa ” kepaten obor “).alm bapak saya pernah bercerita bahwa saya adalah keturunan ke 10 dari pangeran sumantri dan Krie sulton, menurut cerita, orang dusun kami setiap malam tertentu mendengarkan rombongan pasukan berkuda menuju sungai untuk memberi minum kuda-kuda mereka yang diyakini itu adalah rombongan pasukan pangeran sumantri.
    mungkin dalam situs ini ada yang bisa menjelaskan tentang silsilah ini, atau mungkin ada yang masih kerabat kami.
    saya anak dari masri asmawi dan siti ahil , cucu dari demang mas muat ( yai gemok) , yai pangeran , yai asmawi .hanya ini saja yang saya ketahui.

    terimakasih

  32. Iman said

    assalamu ‘alaikum mangcek & bicek.

    apo kabar dulur? (almh) ebok aku begelar “nyimas”, nah di catetan dio pernah aku baco silsilah dari (alm) bapaknyo (yai aku), amen dak salah sampe 9 – 10 ke pucuk. terakher yang aku enget, namo leluhurnyo “pangeran mandi alit” yang didugo amen idak berasal dari cirebon, dari mataram (yogya sekarang, bener dak?).

    kageklah amen aku ketemu buku itu lagi, aku tuliske di sini yo? kalu be pacak tedeksi dulur-dulur kito di sini, heheh :D

    aku dewek idak begelar apo-apo. soalnyo bapak aku bukan wong pelembang, tapi dari sekayu. aku sekarang tinggal di bandung. siapo dulur kito di bandung? siapo tau pacak bekumpul lagi.

    salam,
    iman
    imansyah[at]gmx[dot]net

    • azim amin said

      wa’alaikum salam war. wab. wong kito yang masih paca’ bertutur baso pelembang, masih ngunoken sistem kerabat, jangan kuatir dak disebut wong pelembang, keturunan parameswara (wong betino) di palembang yang dinikahi para pendatang asal berbagai negeri muslim (arab, india, china) menjadi leluhur wong kito, dan menurunkan wong Melayu pelembang, terutama bergelar baba-nona/ babah-nyonya. dari sisi lahirlah melayu komering, melayu musi, melayu ogan, melayu Enim, melayu lahat, dls. dan tak terhitung lagi jumlahnyo, itulah menjadi Melayu pelembang, karena memiliki bahaso persatuan “palembang”, yang diperkiroken muncul sejak abad ke 14 dN 15 Masehi, diantara ciri fisiknyo; bermato sipit, berhidung besa`, berambut lurus, berkulit coklat, dan tumbuh uban kalu sudah berusia tua. lalu sejak abad ke-16 M, keturunannya dinikahi pula oleh rombongan priyayi asal daerah Jipang: antara jawa tengah dan jawa timur (Jepara/ Bojonegoro dan daerah sekitarnya), bukan mustahil dari sinilah muncul generasi wong pelembang yang bergelar raden,kemas, kiagus, masagus, cili, dls. dari kami; baba azim amin/ bb h abbas, kemas ari, dkk.

  33. Diceritakan dalam Babad Tanah Jawi, bahwa Prabu Brawijaya selain menikah dengan Ni Endang Sasmitapura juga mepunyai istri yang berasal dari Campa dan Cina peranakan puteri dari Babah Ban Hong. Putri Campa merupakan istri ketiga dari prabu Brawijaya merasa tidak senang dengan putri Cina dan meminta sang raja untuk mengusirnya. Permintaan ini akhirnya dikabulkan dan putri Cina tersebut dihadiahkan kepada putra sang prabu Arya Damar/Jaka Dilah yang hendak berangkat ke Palembang untuk menjadi Adipati. Arya Damar sendiri merupakan anak Brawijaya dari Ni Endang Sasmitapura. Bayi dalam kandungan putri Cina tersebut itulah yang kemudian lahir di Palembang yang kemudian di identifikasi sebagai Raden Patah.

    Pertanyaan menarik selanjutnya adalah siapa Prabu Brawijaya yang beristrikan Ni Endang Sasmitapura yang juga ayah Raden Patah? Didalam Serat Kanda, Brawijaya yang beristrikan Ni Endang Sasmitapura juga menyebut dirinya sebagai Hyang Wisesa. Hyang Wisesa didalam Pararaton adalah Wikramawardhana suami dari Kusumawardhani yang memerintah majapahit pada 1389-1427. Ni Endang Sasmitapura yang disebut dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda sebagai istri Brawijaya tidak begitu jelas asal-usulnya (walaupun terlihat sebagai salah satu tokoh sentral). Sementara kronik Tiongkok dari kelenteng Sam Po Kong menyebutkan bahwa Hyang Wisesa selain menikah dengan Kusuwardhani juga mempunyai istri peranakan Cina dan dari pernikahan itu ia mempunyai anak bernama Swan Liong. Swan Liong mengasuh dua orang anak laki-laki bernama Jin Bun dan Kin San. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Swan Liong adalah Arya Damar. Swan Liong sendiri bukanlah keturunan langsung dari Raden Wijaya (Pendiri Majapahit) karena Wikramawardhana ayah Swan Liong adalah menantu dari Hayam Wuruk.

    Berita dari Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda akan menggiring pembacanya kepada kesimpulan bahwa Arya Damar (Swan Liong) adalah saudara satu bapak lain ibu dengan Jin Bun, perlu dipertanyakan kembali karena, Jin Bun atau Raden Patah meninggal pada tahun 1518 dalam usia 63 tahun. Dari situ dapat diketahui kalau Jin Bun dilahirkan pada tahun 1455 sementara pada tahun itu Wikramawardhana sudah meninggal dunia. Penugasan Arya Damar menjadi Adipati di Palembang sendiri terjadi pada tahun 1433, jadi otomatis yang menempatkannya bukanlah Hyang Wisesa melainkan Rani Suhita (1427-1447). Dari uraian diatas rasanya jelas bahwa Jin Bun bukanlah saudara satu ayah dengan Arya Damar.

    Kronik Tionghoa menceritakan bahwa Swan Liong mengasuh dua anak laki-laki yaitu Jin Bun dan Kin San. Jin Bun merupakan anak raja Majapahit yang bernama Kung Ta Bu Mi. Raja majapahit yang mempunyai pengucapan mirip sekali dengan Kung Ta Bu Mi adalah Kertabhumi yang memerintah pada 1474-1478. Jika memang benar putri Cina yang diberikan kepada Swan Liong merupakan istri Kertabhumi, maka proses penghadiahan tersebut dilaksanakan jauh sebelum Kertabhumi menjadi raja Majapahit.

    Tahun 1474, Jin Bun dan Kin San sama-sama menolak tawaran Swan Liong untuk menggantikan posisinya sebagai adipati di Palembang. Kedua anak muda ini memilih pergi ke tanah Jawa secara sembunyi-sembunyi. Keberangkatan Jin Bun dan Kin San ini bertepatan dengan tahun kematian Bhre Singawardhana yang disebut dalam pararaton sebagai Bhre Prabu Moksa Ring Kedathon karena kematian tiba-tibanya. Singawardhana digantikan oleh pamannya Kertabhumi yang juga merupakan ayah dari Jin Bun. Penolakan Jin Bun untuk menggantikan Swan Liong menjadi adipati Palembang dimungkinkan karena ayahnya menjadi raja Majapahit. Namun pada akhirnya Jin Bun lebih memilih berhenti di Ampel setelah sebelumnya singgah di Semarang sementara Kin San melanjutkan perjalanan ke Majapahit sendiri.

    Tercatat dalam kronik Tionghoa bahwa Jin Bun hanya satu tahun berada di Ampel dan kemudian lebih memilih untuk membuka lahan sendiri di kaki gunung Muria. Selama tiga tahun di Jawa, Jin Bun telah mempunyai banyak pengikut dari golongan Islam fanatik baik dari kalangan Tionghoa maupun non Tionghoa. Tahun 1477, Jin Bun kemudian menyerang Semarang dan berhasil menduduki seluruh kota kecuali kelenteng Sam Po Kong. Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda tidak menceritakan adanya pendudukan kota Semarang oleh Jin Bun. Keduanya hanya menyebutkan bahwa pada tahun itu Brawijaya (Kertabumi) memanggil patih Gadjah Mada (dalam Babad Tanah Jawi hampir semua Maha Patih Majapahit pasca Hayam Wuruk bernama Gadjah Mada) untuk menanyakan apakah telah terjadi pemberontakan di Semarang. Tidak di jelaskan apa jawaban Gadjah Mada atas peristiwa itu, hanya disebutkan bahwa sesudah itu Brawijaya memanggil Raden Kusen yang menerangakan bahwa pemimpin pasukan di Semarang adalah saudaranya (dari uraian Babad Tanah Jawi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Raden Kusen adalah Kin San saudara satu ayah dari Jin Bun yang telah berhasil menduduki Semarang.

    Cerita selanjutnya menyebutkan bahwa Jin Bun kemudian dipanggil untuk menghadap Brawijaya. Setelah berhadapan denga Jin Bun, Brawijaya merasa ada kemiripan antara dia dan Jin Bun sehingga diputuskan untuk menganugerahi Jin Bun daerah Bintara dan diangkat menjadi adipati disana. Satu tahun kemudian, Jin Bun memutuskan untuk menyerang Majapahit. Dalam kronik Tionghoa, penyerangan ini berhasil menjadikan Kertabumi sebagai tawanan dan mengangkut benda pusaka Majapahit yang berjumlah tujuh gerobak untuk dibawa ke Demak. Karena Kertabhumi merupakan ayah kandung dari Jin Bun maka ia diperlakukan dengan sangat baik dan keraton tidak dibumihanguskan. Namun terjadi perbedaan versi dalam cerita penaklukan Majapahit ini. Dalam Serat Kanda disebutkan bahwa Sunan Kudus dan Kalijaga memimpin pernyerbuan. Awalnya Sunan Kalijaga menolak penggunaan senjata karena raja Majapahit tidak pernah menghalangi penyebaran Islam di wilayahnya. Penyerangan ini ternyata berhasil dan membuat Brawijaya serta Gadjah Mada mengungsi ke Sengguruh. Setelah mengetahui keberadaan raja terakhir Majapahit dan maha patihnya, Demak mengadakan penyerbuan untuk kedua kalinya yang membuat Brawijaya mengungsi ke Bali. Peristiwa kedua inilah yang dimaksudkan dalam candra sengkalan Sirna Ilang Kertining Bumi sebagai tanda keruntuhan Majapahit sebagai negara yang berdaulat penuh.

  34. kulo nak betanyo samo sultan palembang,ngapo palembang idak diusulke jadi daerah khusus seperti DIY,NAD padahal zaman mak ini adat istiadat kito banyak terpinggirke,cubolah sultantuh menghidupkenyo lagi.supayo kito wong plembang dihargoi oleh suku laennyo’akor dak mang

    • Subagiyo said

      saya setuju sama pak.Mgs Adibeest sebaiknya bekas kerajaanx2 besar seperti Samodra Pasai,Sriwijaya,Majapahit Demak Bintoro,Pajang dan Mataram mestinya dijadikan daerah Istimewa seperti daerah ISTIMEWA JOGYAKARTA karena semua itu ada kaitanya negara Republik INDONESIA tercinta ini karena cikal bakalnya adalah kerajaanx2 ini dan situsx2 sejarah yg ada harus dilestarikan biyar anak cucu kita tahu dan yg lebih penting lagi sebenarnya tokoh sejarah yg berpengaruh seperti 10 wali – 1 wali adalah keturunan BANGSA ARAB DAN CINA MOSLEM (ISLAM) yg telah menikah dengan Rajax2,Pribumi Jawa keturunan dari Raja MAJAPAHIT (BRAWIJAYA V)dan jagan dipolitisasi kareana untuk kepentingan umat Tiong hoa maka ada salah satu situs kuno disebuah pulo di sumatra selatan tulasan ARAB nya dihapus memang dari kelompok cina yg sekarang lebih mampu secara ekonomi tapi cina yg mananih yg punya kepentingan CINA KOMUNIS,CINA KONGHUCU,CINA HINDU,CINA BUDA atau CINA MUSLIM (ISLAM), sebaiknya semua bangsa ini menyatu untuk menjaga keutuhan negara yaitu NEGARA REPUBLIK INDONESIA

  35. kereeeen… aku selalu saja penasaran tentang apa dan siapa itu yang bergelar nyayu dan kiagus, tolong penjelasannya….

  36. Krniawan said

    kakek saya masih keturunan dari Masagus……datuk saya bernama nurdin, anak dari Masagus Abdul Manaf….saya sendiri masih bingung dengan silsilah kesultanan palembang. yang pasti menurut cerita ibu….datuk saya memilih tidak menggunakan nama-nama gelar karena enggan dan merasa kurang pantas mengaku-ngaku berdarah biru….kami sekeluarga sejak kecil hidup dan besar di daerah Bangka di Bangka Belitung….tapi sebagai rasa ingin tahu dan penasaran saya,….saya berharap komunikasi melalui media online seperti ini paling tidak dapat membantu menyambung silaturahmi antar keluarga dan kerabat yang terpencar di banyak tempat…….salam hangat…

    • lmi said

      aslmkm cek krnwn coba anda buka situs kawah tekurep /potlot adventure isinya ada salah satu istri SMB 1 yg bernama MAS AYU RATU (LIM BAN NIO) yg berasal dari bangka mungkin anda ada kerterkaitan…wkmslm

      • Setahu saya kebanyakan zuriat Masagus berasal dari keturunan Pangeran Subakti bin Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidil Iman. Dan jika Anda hendak mencari tahu mengenai silsilah keluarga Anda, sebaiknya Anda telurusi dulu dari guguk mana keluarga Anda berasal.

      • Asrudin said

        Betul nian, harus telusuri dlu guguk’an mano nian kito nih. Soalnyo klo aq nih bae lah saroh nian nyireninyo. Kareno guguk abah sebagian dari 1 Ilir, sedengke emek aq nih dari 14 Ulu…

    • Kiagus Azmi said

      Assalamualaikum. Saya Kiagus Azmi bin Kgs. Ahmad Syarif bin Kgs. Ismail bin Kgs. Ibrohim bin Kgs. Muhammad bin Kgs. Nanang. Menurut saya saat ini ada baiknya anda meneruskan pemberian gelar kepada anak cucu kita karena bukan berarti merasa darah biru atau yang lain, tetapi lebih sebagai pelestarian budaya dan differensiasi sosial bukan stratifikasi sosial.

      Terima kasih.

      • Ananda Kemas said

        Salam cek Azmi. Pacak dak diteruske lagi ke pucuknyo Kgs. Nanang tu siapo bae?

    • kando Tian, cubo teruske pangeran subakti tuh eo, cak mno nian sejarahnyo..
      kulo tinggal di 26 ilir dak jaoh tuh namnonyo kuburan talang parak wong tuo2 nyebutnyo.. nah disitu kan do makam pangeran surbakti.. po dio lah sejarahnyo tuh e…
      rumah kami dak jaoh dri rumah om rozali yasin ali tuh( pasti tau namo ini) hehh

  37. Kemas Fahmi Al Husain said

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb

    salam sedulur.

  38. Kemas Fahmi Al Husain said

    mohon info apabila ingin bertandang silaturahim ke palembang harus kemana?

  39. Addin said

    Apakah nama ARYA DILLAH atau ARYA DAMAR sama dgn nama “KAYA DAMA” yg menjadi RAJA DI KOMERING bergelar RATU MANGGILAN..? dan adakah hbunganya dgn lampung (ratu pemanggilan) dan RAKIHAN SAKTI? Krn ceritanya hampir2 mirip..

  40. Addin said

    Urutan gelar adat saibatin (bangsawan) di lampung pesisir : SULTAN-PANGERAN-DALOM-BATIN-RAJA-RADIN/RADEN-MINAK-KIMAS/KEMAS-MAS.. Dalam pakaian adat diknl jg kain songket, batik cempaka, batik pelangi selain kain tapis..

  41. Addin said

    Menurut cerita: perang memperebutkan pulau tabuan teluk semaka lampung melibatkan bntuan pasukan sultan ARYA DILLAH dr palembang.. Ktrnnya sudah 14 generasi di pulau tabuan.. Apa hbgn lampung pesisir pemanggilan dgn sultan ARYA DILLAH?

  42. Addin said

    Menurut cerita: perang memperebutkan pulau tabuan teluk semaka lampung melibatkan bntuan pasukan sultan ARYA DILLAH dr palembang.. Ktrnnya sudah 14 generasi di pulau tabuan..

  43. blog mahasiswa lampung UNJ said

    Salam dari mahasiswa Lampung UNJ …

  44. Asrudin said

    Klo cerito-cerito mak ini, aku semaseh kecik dulu. Nemen nian nenger cerito dari abah aku. Perang ini di mulai dulu dari Sungsang disano tempat pertahanan pertamo dari penjajahan VOC. Sesudem dikalahken oleh VOC, baru pertahanan yang keduo di sekiteran Selat JARAN yg terletak dak jauh dari Desa Upang. Nah disitulah konon ceritonyo, yang menghadapi belando itu iolah yang makamnyo ado di Talang Keramat Kenten. yaitu Keramat Panjang itu. Setelah di Selat Jaran itu dihancurken oleh VOC, baru Belando itu biso masuk ke segalo Sungai Musi hinggo sampelah ke pusat kerajaan Palembang Darussalam.

  45. Addin said

    Kmngkinan ARYA DAMAR bukan putra brawijaya 5 tetapi putra brawijaya 3 (hyang purbawisesa/giriwardhana).. Apakah nama purbawisesa sama dgn PUYANG PURBA dlm cerita di way kanan..

    • Kung said

      Arya Damar adalah nama lain dari Adityawarman saat menjadi Raja di palembang…keturunannya .Arya damar II/Swan Liong/arya dillah ..kemungkinan adalah keturunan Arya damar I/Aditywarman yang menikah dengan putri Cukim ( china ).di palembang.

      • Kung said

        Pada Prasasti Arya Kenuruhan maring Bali Dwipa disebutkan : “Sira Arya Damar Sire Juge Mebiseka Aditya Warman” (Reji 1984: 1/X55). Artinya : “Beliau Arya Damar juga Beliau bernama Aditya Warman”.

  46. Addin said

    Apakah istri brawijaya 5 yg bernama ANDRAWATI sama dgn putri berdarah putih setelah ke palembang/komering bersuami RATU PEMANGGILAN (KAYA DAMA atau ARYA DAMAR)..?

    • Kung said

      Arya Damar adalah gelar Bukan Nama……ada hubungan keturunan antara arya damar I di zaman gajah mada dan arya damar II/Swan Liong/ arya Abdullah……dizaman raden fatah..

  47. Addin said

    Jika itu benar, maka ada kaitan dgn puyang rakihan sakti (serunting sakti) saudara angkat putri berdarah putih yg pernah singgah di pulau tabuan yg skrg dikuasai buay mikhadatu (semenguk) dari way kanan..

  48. Addin said

    Jika semuanya benar, maka tdk dipungkiri bahwa nenek moyang org way kanan memang benar dari jawa yaitu daerah blambangan majapahit.. Shg ada nama blambangan umpu di way kanan..

    • Kalau dari cerita orang tua saya, Pulau Tabuan itu dulu milik Kampung Negeri Besar, Way kanan dari kebuayan pemuka bangsa raja. Pulau tersebut diperoleh oleh Nenek moyang kami Umpu Serunting Sakti sewaktu siba ke banten tetapi pada masa salah satu pesirah, pulau tersebut dijual.
      Mengenai nama Blambangan, menurut saya itu hanya pengaruh Hindu, bukan hanya di Blambangan Umpu saja yg memakainya tapi juga ada Blambangan Pagar di Kotabumi dimana kita ketahui pengaruh Hindu sangat kental di Indonesia so bukan berarti orang way kanan keturunan Jawa.

  49. Mayzura said

    Penduduk Pulau tabuhan berasal dari putihdoh (marga putih) cukuhbalak, yg trdri dr 5 buay: semenguk mikhadatu, tambakura, hulu dalung, hulu lutung dan pemuka.. 5 buay trsbt ktrn keratuan pemanggilan..

    • Mungkin sekarang iya, karena sudah dijual….
      Jaman puyang dulu juga kan sudah ratusan tahun.
      Kalau mengenai Aji Saka, kemungkinan besar dia dari India bagian Utara, karena disana ada suku yg namanya SAKA dan ada sungai yg namanya AJI, di pulau jawa pun Aji Saka ini dikenal sebagai pendatang. beliau yg memperkenalkan tulisan HANACARAKA dan berkuasa di jawa selama 3 tahun diperkirakan pada masa Majapahit, mungkin setelah itu beliau ke Daerah Ranau/Selabung lalu kawin dengan orang sana lalu turunannya Pujang Sehujan(Kl gak salah), pada masa itu daerah ranau sudah ditempati oleh Orang Abung krn ada perselisihan mereka(Abung) pergi melalui way selabung ke Martapura lalu ke Pesagi. kemudian Aji saka kawin lagi dengan Orang Pesagi (Dayang mestika) nah turunannya ini menyebar ke daerah Lampung dan Sumsel.
      Setelah itu datanglah perantau lainnya ke Sekala/Segara Brak dari Pagaruyung maka dibentuklah Paksi Pak / 4 Keratuan, Ratu Dipuncak (Abung), Ratu Pemanggilan(Komering, Way kanan, Pesisir dll), Ratu Belalaw dan Ratu Pugung, Kenapa disebut Ratu bukan Raja, menurut saya(just my guess) karena Mereka berempat adalah Pendatang yg menikah dengan Warga Skala Brak Asli yakni dari Buay Tumi. Jadi tidak ada Penguasa tunggal di Lampung yang ada adalah pembagian daerah kekuasaan kemasing2 klan dimana secara hubungan darah ataupun secara pewarian masih ada hubungan.
      Di Sumbagsel ini ada 2 rumpun asli utama yakni Rumpun Dempo dan Rumpun Seminung, terlihat didaerah inilah ada peninggalan Megalitik zaman pra sejarah.
      Nah Rumpun Seminung itu identik dengan Buay Tumi, kemudian dengan Adanya Pendatang India, Tiongkok dan Pagaruyung seperti Aji saka, Naga Berisang, Serunting Sakti, Belunguh maka menyebarlah turunannya di Lampung dan Sumsel.
      Yang perlu diingat jaman dulu tidak ada Pembagian Provinsi seperti sekarang jadi lintas batas maka tidak heran, jika disatu kampung di sumsel mempunyai Nama Puyang yang sama dengan yg di lampung atau sebaliknya…:)

  50. Mayzura said

    Utk buay semenguk mikhadatu brsl dr muara way tenumbang krui… 5 saudara ke putihdoh dipmpin DALOM PEMOTOKH JAGAD yg trknl dgn nama LANANG AKUAN.. Ktrnnya ada di putihdoh dan kalianda..

  51. Mayzura said

    Dalam kitab kuno brbhsa lampung disbutkan yg memerintah di sekala berak pd sktr zaman mataram kuno+sriwijaya adalah ratu menapik nyerupa sailendra.. Istana skala berak dibuat oleh GUNADARMA dan SAN YASIN yg dtg dr jawa stlh slsai mbuat candi borobudur dan istana ratu boko..

  52. Mayzura said

    Dari cerita diatas, dimungkinkan puyang rakihan sakti dan 12 prajuritnya brsl dr blambangan (ktrn wangsa sailendra di jawa), yg pd zaman majapahit balik ke aji saka komering (pemanggilan), krn tmpt asal nenek moyangnya dr pesagi (sekala brak)..

  53. Mayzura said

    Maka di komering saka aji (martapura) trsbt berdirilah keratuan pemanggilan yg berhubungan saudara dgn ratu pesagi nyerupa.. Ktrn2 selanjutnya dr ratu pemanggilan tgl di pesagi sekala berak yg lebih diknl dgn “buay nyerupa”.. Dimknkan buay tumi, semenguk dan komering adalah ktrn ratu pesagi nyerupa tsbt (krtuan pemanggilan)..

  54. Mayzura said

    Runtuhnya krtuan pemanggilan disebabkan adanya penghianat yg memberontak kpd keluarga ratu pemanggilan.. Shg klrga ratu pemanggilan mengungsi ke krui lampung..

  55. Mayzura said

    Aslm, Tihang jaya: mengapa orang way kanan dan pubian memakai adat pepadun, padahal saudara2nya (dari buay yg sama di pesisir) byk yg memakai adat saibatin? Saya rasa sekala berak itu ada rajanya, krn 4 paksi tsbt berfungsi sbg “pemapah raja”.. Krn diatas keratuan itu ada kemaharajaan (kekaisaran) spti pada krjaan sunda-galuh (pajajaran).. Krn nama suttan/sultan itu identik dgn nama TAN yg brarti panglima..

    • Waalaikusalam, Pada awalnya semua mempunyai adat sebatin/saibatin, adat pepadun dimulai oleh suku abung mungkin sekitar abad 16~17 setelah zaman Minak Trio Diso yg mungkin krn ada perselisihan antara marga pokok abung (Nunyai, Unyi, Nuban, Subing) dengan marga Wari/perkawinan (Selagai, Kunang, Beliyuk, Anak Tuho, Bulan yg kemudian digantikan Nyerupa) Maka terjadi kemufakatan antara mereka untuk menghindari perselisihan lebih dalam maka diputuskan mereka duduk sama rendah berdiri sama tinggi dimana sebelumnya marga Nunyai yg memimpin sbg turunan anak paling tua dari klan Ratu di Puncak.
      Dimana setiap Marga mempunyai Panggeh tersendiri yg diucapkan sewaktu pesta adat. Lalu mereka mengadakan pesta Adat di way rarem kotabumi yg dihadiri oleh para marga lainnya dari Pubian dan Way Kanan. Karena mungkin disebabkan oleh pengaruh kekuasan Ratu dipuncak atau mungkin Tulang bawang (buay bulan),Pubian dan waykanan secara de facto berdiam didaerah kekuasaan Ratu dipuncak atau mungkin jg karena sifat org lampung yg senang dipuji dan tidak mau direndahkan dan maka marga2 lain pun mengikuti tatacara adat pepadun ini dimana seorang yg mempunyai harta bisa memisahkan diri dengan penyimbang asalnya untuk membentuk kepenyimbangan baru (cakak pepadun).
      Saya pernah bertemu dg pegawai anjungan Lampung di TMII dimana beliau sedang menyusun keseluran silsilah Rumpun seminung/skala brak yg ada di lampung dan sumsel, beliau mengatakan dilampung sejak dulu tidak ada Raja absolute yg ada adalah Paksi Pak yg menjadi Raja dimasing2 klannya, dan jika ada pesta adat maka semua marga yg berhubungan akan diundang dan diminta pendapatnya. Mungkin baru akhir2 ini ada yg mengaku Raja Lampung tetapi faktanya mungkin Beliau hanya Raja di marganya sendiri (misal Buay Pernong). kl anda ditanya siapa Raja Lampung? apa mau dijawab Edwarsyah Pernong? kl anda satu kebuayan mungkin iya kl tidak pasti tidak.
      Dilampung banyak sekali Gelar Adat/Adek, yg semuanya dipengaruhi oleh kebudayaan lain misal: Minak (pengaruh Hindu), Sutan (pagaruyung), Tuan (Melayu), Kemas (Palembang) dll, kalau Sultan Pengaruh Islam Turki.

  56. Mayzura said

    Aslm, Tihang jaya: mengapa orang way kanan dan pubian memakai adat pepadun, padahal saudara2nya (dari buay yg sama di pesisir) byk yg memakai adat saibatin? Saya rasa sekala berak itu ada rajanya, krn 4 paksi tsbt berfungsi sbg “pemapah raja”.. Krn diatas keratuan itu ada kemaharajaan (kekaisaran) spti pada krjaan sunda-galuh (pajajaran)..

  57. Mayzura said

    Kami di pesisir cukuhbalak dan waylima brsl dr buay2 yg sama dgn orang di waykanan, pubian, komering dan sungkai.. Spti mikhadatu ada yg blng sama dgn baradatu, buay tambakura sama dgn di pubian nuwat, buay tengklek (marga badak) adik dari buay bintang/dibintang sungkai, hulu lutung dr komering, hulu dalung dr sungkai. tungau/tumi,babok dan khandu (marga limau) ktrn karai handak di pugung krui.. Apa ada hbgn dgn PAKSI PAK TUKET PEDANG? Tapi mengapa dat kt berbeda?

    • Jaman dulu puyang2 kan istrinya gak satu, sewaktu mereka mengembara pun biasanya beristri lagi, nah turunannya pasti menggunakan buay dari bapaknya. dan mungkin juga krn ingin mencari tempat bermukim baru atau ada perselisihan maka turunan dari buay2 tersebut mengembara dan sampai di cukuh balak siapa yg dulu sampai disana bisa Anda tanyakan ke tokoh adat disana, biasanya jika dalam satu kampung terdapat banyak kebuayan mungkin itu disebabkan Perkawinan, Seangkonan/Mewari atau kerjasama untuk mempertahankan kampung dari ancaman pihak2 yg ingin mengganggu.
      Seperti yg telah saya tulis sebelumnya adat kita dulu semua sama Saibatin, baru setelah pengaruh Suku Abung yg jadi Pepadun maka Tulang bawang, Pubian dan Way Kanan mengikuti. dan itu setalah ratusan tahun dari Puyang Utama membentuk Tiyuh masing2.

  58. Mayzura said

    Cukuhbalak trdri dr 5 marga: limau, badak, putih, pekhtiwi dan kelumbayan.. Ktrn2nya menyebar ke talang padang, pardasuka, kedondong, waylima; sbgn gedung tataan, punduhpedada, padangcermin; teluk betung dan kalianda.. Dikenal dgn pesesekh bandakh lima atau lampung peminggir pemanggilan.. Adat dan logatnya berbeda dgn di semaka kota agung..

    • Coba tanyakan ke tokoh adat atau yg tua2 disana, sudah brp turunan marga diatas bermukim di Cukuh balak, dari situ bisa diperkirakan kapan puyang yg disana turun dari Skala brak.
      Penyebaran Rumpun Seminung biasanya Mengikuti aliran Sungai, Sungai2 yg bermuara ke Laut Jawa atau selat sunda maka masuk Prov. Lampung dan Pengaruh Banten lebih terasa, Sedangkan sungai2 yg bermuara ke Sungai Musi maka masuk Prov. Sumsel dan pengaruh Palembang yg lebih terasa.

  59. Mayzura said

    Aslm tihang jaya: mengapa buay semenguk disbtkn dmkian? Darimana asal usul nama trsbt? Semenguk = buaya? Ada yg bilang krn buay trsbt ahli dlm ilmu pengobatan dan kebatinan? Bhkn ada ktrnnya yg dilindungi jin macan putih dan elang (bujang iman dan bujang elang).. Drmn asal usulnya, apakh ada hbgnnya dgn prabu siliwangi dan majapahit/kediri/blambangan (aji saka)?

    • Kalau saya baca memang buay semenguk mempunyai keahlian di Perdukunan buay ini turunan Puyang Kuasa juga dari Skala brak, Yah jaman dulu kan gak aneh yg seperti itu setiap Puyang mempunyai kemampuan supranatural masing2 walaupun sering terlalu didramatisir, makanya mereka bisa mengembara kemana-mana dan tentunya untuk survival karena yg ada hanya hukum rimba, siapa yg kuat dia yg menang, tp dulu jika tidak saling kenal lalu ingin mulai perselisihan biasanya menyebutkan asal muasalnya supaya tidak terjadi perselisihan antar saudara sendiri (khawatir masih ada hubungan persaudaraan) untuk itu sifat Angken/Angkon masih melekat di masayarakat Lampung. tapi setelah masuknya pengaruh Islam hal2 supranatural tersebut cenderung berkurang.
      Ingat Aji Saka dari India lalu ke Majapahit lalu Ke Skala Brak Kawin dg Dayang Mestika dari Pesagi dan mungkin saja Saya atau Anda adalah Turunannya.

  60. Mayzura said

    Aslm, mmk tihang jaya.. Turunan kami dr putihdoh (marga putih) cukuhbalak rata2 sdh 13-15 generasi.. Buay tambakura yg pertama dtg ke putihdoh.. Klau buay semenguk dihtg dr puyang kuasa sdh brp generasi? Apakah dpt silsilahnya dijabarkan.., trmksh.. Slm kemuakhian dr kami di waylima_cukuhbalak..

    • Waalaikumsalam, sayang sekali sy tidak punya silsilahnya dan sy bukan dari buay Semenguk, sy juga berharap dan sedang menunggu hasil penelitian dari pegawai TMII mengenai silsilah keturunan Lampung. Mungkin Bpk/Ibu Mayzura bisa menanyakan ke Buay semenguk yg ada di Baradatu Way Kanan krn secara de facto yg memakai Buay Semenguk mereka, biasanya ada silsilah yg ditulis di daun lontar atau sejenisnya tp agak susah untuk mendapatkannya krn kebiasaan pemegangnya barang2 tsb dijadikan pusaka atau sengaja disembunyikan untuk mengaburkan silsilah yg sebenarnya krn mungkinkebiasaan orang Lampung ingin dianggap lebih tua dari yg lainnya sehingga lebih berkuasa (dlm urusan adat).
      Saya hanya punya silsilah klan Abung marga Nunyai dan Way Kanan Buay Pemuka Bangsa Raja itupun sebatas silsilah keluarga tidak mencakup sub suku yg ada di kebuayan tersebut.
      Salam Kemuwarian.

  61. Mayzura said

    Saya jg prnh membaca di google_books dlm bhs inggris, sebaran2 rumpun skala berak. Dmn org2 waykanan dan sungkai disbtkn sbg org lampung pesisir yg pnybrn2nya mngkti org2 komering.. Tetapi stlh itu menybr ke sltn yaitu daerah waykanan skrg..

  62. Mayzura said

    Didaerah tsbt mrk trdsk oleh org abung shg merubah adat mereka.. Sdgkn org sungkai sbgn pergi ke way seputih dan labuhan maringgai melinting dan membaur di sana.. Disbtkn lg, mrk (waykanan dan sungkai) terpisah dgn saudara2 mrk di wilyh pesisir selatan yg trbntk dr brbgai macam kelompok/buay..

  63. Mayzura said

    Dsbtkn lg mngnai 2 ktrn ratu darah putih bertalian klrga dgn buay/marga putih di daerah kedondong dan pardasuka.. Jd ktrn kami disini sudah campur2, jd sulit secara pasti mngthi silsilah lurusnya dr ktrn buay apa, krn silsilh jg ada yg terputus di 7 generasi diatas kami..

  64. Mayzura said

    Bhkn ada yg bisa menerawang (mngthui scr batin) bhwa kami ada ktrn wali dr zaman ksltn banten.. Sdgn utk ktrn buay dr sekala berak, dkthui dr ctn sebatin marga di bandar cukuhbalak..

  65. Waylima said

    Aslm, marga waylima disbtkn mrpkn wilyh teritorial dari 5 buay, yg asalnya dr 3 marga di bandar cukuhbalak.. Yuitu buay tuangau selimau (bulog_banjarmasin), buay seputih (pardasuka-kedondong), buay khadu selimau (kuripan_cimanuk), buay sebadak (wayharong_wayawi), buay babok selimau (banjar_padangmanis)..

  66. Waylima said

    Aslm, marga waylima disbtkn mrpkn wilyh teritorial dari 5 buay, yg asalnya dr 3 marga di bandar cukuhbalak.. Yaitu buay tuangau selimau (bulog_banjarmasin), seputih (pardasuka-kedondong), khadu selimau (kuripan_cimanuk), sebadak (wayharong_wayawi), babok selimau (banjar_padangmanis).

  67. Waylima said

    Aslm, marga waylima mrpkn wilyh teritorial dari 5 buay, yg asalnya dr 3 marga di cukuhbalak: buay tuangau selimau (bulog_banjarmasin), seputih (pardasuka-kedondong), khadu selimau (kuripan_cimanuk), sebadak (wayharong_wayawi), babok selimau (banjar_padangmanis).

  68. Waylima said

    Aslm, marga waylima mrpkn wilyh teritorial dari 5 buay, yg asalnya dr 3 marga di cukuhbalak: buay tungau selimau (bulog_banjarmasin), seputih (pardasuka-kedondong), khadu selimau (kuripan_cimanuk), sebadak (wayharong_wayawi), babok selimau (banjar_padangmanis).

  69. Waylima said

    Perpindahan penduduk cukuhbalak ke daerah pedalaman dikarnakan lahan yg sempit utk pertanian dan letusan gunung krakatau th1883 yg menyebabkan tsunami dan hujan abu.. Awal mulanya wilyh ini perkebunan/huma org dr selimau (marga limau) ktrn dr krtuan pugung..

  70. Waylima said

    Utk buay seputih dr bandar putih unggak sbgn besar pindah ke daerah pardasuka_kedondong.. Serta daerah pampangan gedongtataan.. Mereka ktrn 3 saudara dr buay mikhadatu : Pangeran ngeliang zaman, makhgi kusuma & sang liwat agung..

  71. Waylima said

    Sang liwat agung pergi siba ke banten.. Ktrnnya mjd sebatin di putih unggak brsm ktrn makhgi kusuma.. Yg tua (pang. Ngeliang zaman) pindah ke pardasuka.. Ktrnya mjd sebatin di pardasuka..

  72. Waylima said

    Keturunan 5 saudara :lanang akuan, minak sinahu, raja singganung, tedung pembosokh & tapak gubang (dr buay mikhadatu), tgl di putihdoh mjd sebatin bandar/marga putih dan sebatin luwah lawang.. Ktrnya ada yg di pulau tabuan dan kedondong..

  73. Waylima said

    Keturunan sebatin bandar putih (kedaloman) dari jurai IWATBATIN, sbgn pindah ke waykepayang kedondong (mnrnkn alm. Datuk Said/KHAJA PUKHBASA) dan ke tebajawa kedondong (mnrnkn alm. Hi. Wastabaq jaya /Batin penggentokh makhga, Sebatin lubuk damai)..

  74. Waylima said

    Selain ktrn iwatbatin, di desa tebajawa jg ada ktrn sendakho (sahabat iwatbatin).. Di putihdoh, ktrn sendakho jg yg mnrnkan DR. KAILANI (Dosen PAI UI dan Pendiri midadacenter jakarta)..

  75. Waylima said

    Sedangkan ktrn buay mikhadatu yg di pampangan gedongtataan menurunkan ibunda bpk ALZIER DIANIS TABRANI (ketua kemuakhian cukuhbalak dan ketum partai golkar lampung..), istri Hi. Daud (mantan walikota bandar lampung)..

  76. Waylima said

    Hub.Kemuakhian marga2 asal cukuhbalak adalah sbg satu klrg besar yg saling seangkon, seandanan dan seuyunan baik sebagai lebu, kelama, makhu, kekhepah, sabai, dll.. Bgtu jg dgn ktrn2nya yg tlh membntuk 2 marga baru: waylima dan gunungalip..

  77. kgs Fauzi Achmad said

    Assalamualaikum..

    ane mw tanya kepada saudara saudari tentang silsilah keturuan Raden Fatah ,,kata babe ane, ane masih memiliki darah keturuan dari Raden Fatah lalu ane ngeliat kertas silsilah keluarga ane yang berisi..

    1. ane bin
    2. kgs Hasyim(babe ane) bin
    3. H. kgs Hassan bin
    4. H. Nanang Murid bin
    5. H. Ach Baijuri bin
    6. H. Hassanudin bin
    7. H. Abdul Malik bin
    8. H. Muh Akhib bin
    9. Kholifah Jafar bin
    10. Kholifah Suhmun bin
    11. Pengeran Fathullah dari Kerajaan Demak.

    dari situ ane penasaran ingin tau lebih banyak tentang asal usul keluarga ane..
    yang membuat ane penasaran lagi yaitu pendahulu ane yang ke-10 Kholifah Suhmun bin Pengeran Fathullah dan yang ke-9 Kholifah Jafar bin Kholifah Suhmun karna dari semua artikel yang ane pernah baca dari silsilah keturuan Raden Fatah, ane belum pernah menemukan nama kedua pendahulu ane tersebut,, lalu ane tanya ke babe dan dia bilang itu nama julukan namun nama aslinya babe ane pun tidak tau.. dari urutannya mungkin pendahulu ane yang ke-9 Pangeran Trenggono atau mungkin saudara atau sepupunya entahlah..

    sampai sekarang ane masih mencari ,,dan mungkin saudara saudari yang membaca comment ane ini kiranya mau membantu untuk menuliskan siapa nama asli dari beliau ke heaven_orange1928@yahoo.co.id atau langsung saja balas comment ane disitus ini..

    Trimakasih

    Wassalam..

  78. kgs Fauzi Achmad said

    Assalamualaikum..

    ane mw tanya kepada saudara saudari tentang silsilah keturuan Raden Fatah ,,kata babe ane, ane masih memiliki darah keturuan dari Raden Fatah lalu ane ngeliat kertas silsilah keluarga ane yang berisi..

    1. ane bin
    2. kgs Hasyim(babe ane) bin
    3. H. kgs Hassan bin
    4. H. Nanang Murid bin
    5. H. Ach Baijuri bin
    6. H. Hassanudin bin
    7. H. Abdul Malik bin
    8. H. Muh Akhib bin
    9. Kholifah Jafar bin
    10. Kholifah Suhmun bin
    11. Jadaruangsa bin
    11. Pengeran Fathullah dari Kerajaan Demak.

    dari situ ane penasaran ingin tau lebih banyak tentang asal usul keluarga ane..
    yang membuat ane penasaran lagi yaitu pendahulu ane yang ke11 yaitu Jadaruangsa dan ke-10 Kholifah Suhmun bin Jadaruangsa dan yang ke-9 Kholifah Jafar bin Kholifah Suhmun karna dari semua artikel yang ane pernah baca dari silsilah keturuan Raden Fatah, ane belum pernah menemukan nama ketiga pendahulu ane tersebut,, lalu ane tanya ke babe dan dia bilang itu nama julukan namun nama aslinya babe ane pun tidak tau.. diketahui dari urutannya mungkin pendahulu ane yang ke-11 ABDURROHMAN bin Pengeran FATHULLAH yang mendapat gelar BODROWONGSO yang ejaannya sedikit mendekati dengan kata Jadaruangsa..
    dan pendahulu ane ke-9 yaitu Kholifah Jafar bin Kholifah Suhmun apakah nama aslinya JAKFAR SHODIO namun dari suatu artikel yang ane pernah baca JAKFAR SHODIO adalah anak dari ABDURROHMAN bin Pengeran FATHULLAH bukan cucunya yang tertera diSilsilah Pendahulu-pendahulu ane..

    sampai sekarang ane masih mencari ,,dan mungkin saudara saudari yang membaca comment ane ini kiranya mau membantu untuk menuliskan/mengetikkan siapa tepatnya beliau ke heaven_orange1928@yahoo.co.id atau langsung saja balas comment ane disitus ini..

    Trimakasih

    Wassalam..

    • Salam

      Catatan silsilah keluarga Anda di tulis dalam huruf apa? Bentuknya catatan lama atau baru? Lalu urutan silsilahnya terlihat agak kacau. Anda berasal dari guguk mana?

      • kgs Fauzi Achmad said

        kata babe ane Dalam bentuk tulisan Arab, catatan lama,
        lalu definisi guguk itu apa ya??

  79. kgs Fauzi Achmad said

    maaf sebelumnya comment ane yang pertama itu salah..
    tapi ane sudah koreksi dan ane ketik dicomment ane yang kedua..

    • silahkan kirimkan salinan silsilah anda melalui email saya ananda_kemas@yahoo.co.id

      bila memang salinan silsilah tersebut ditulis dalam bahasa arab maka seharusnya penulisan dan cara bacanya tidak salah. “guguk” merupakan suatu satuan struktur masyarakat asli palembang baik yang berasal dari satu keturunan atau satu wilayah tempat tinggal.

  80. Visit Darussalam Palembang Years 1433 H
    TONNY FIRMANSYAH
    ADMIRAL TEOTHORITHY

  81. [...] Kesultanan Palembang Darussalam (1550 – 1823) [...]

  82. kemas achamad fadli said

    Assalamualaikum..
    saya tigal dilampung

    kata Orang tua saya golongan kemas itu adalah hulubalah,panesehat..Dll
    keluarga besar saya tgal di 2 hulu….Kampung kemas………..

  83. kemas achamad fadli said

    apakah benar nama saya Kemas Achmad fadli bin Kemas Cik dun hasan bin kemas Hasan bin Kemas Hi abdullah bin kemas Hi Mahmud bin kemas Hi Hamjah bin Kemas Demang Dipornayo bin kemas Temenggung sastrowijoyo bin Kemas dipowongso bin kemas wongsodipo bin kemas martokesumo bin kemas jalaludin bin kemas Bulih bin kemas kiayi Geding ilir bin kemas Kiayi geding suro…….ini semua turunan dri PANGERAN GEDING LAUTAN DARI SURABAYA…………

    INI INFOR MASI DARI AYAH ANDA…..KEMAS CIK DUN HASAN…………TOLONG INFO NYA….TRIMAKASIH……

  84. eddy kurniawan Landau said

    assalamualaikum..
    menarik nian kalo kito ngomongke tentang sejarah kluargo besak kesultanan palembang darussalam..
    aku eddy kurniawan Landau
    kato wong tuo di kluargo kami namo landau tu diambil dari namo puyang kami yang berasal dari daerah muaro duo
    menurut cerito puyang Landau itu adalah salah satu pejabat di kesultanan palembang
    yg jelas kluargo kami idak pake gelar cak keturunan sultan dari palembang
    keluargo Landau sebagian berdomisili di Baturajo
    tolong berbagi kalo ado yg punyo info tentang puyang landau ini
    biso lngsung kirim ke ekla09@ymail.com

  85. Hadi said

    Ngomong2 tentang Palembang Darussalam
    men dak salah sekarang ni ado 2 sultannyo..
    aku ni wong biaso.. men gares keturunan wong biaso be.. dak pulo tau men di urut ke..
    tapi aku seneng n cinto dengan plembang ni…
    cak mano model men sultan nyo ado 2 tu????
    dak di rembuk ke dulu apo oleh keluargo2 yg mase keturunan rajo tu…
    trus.. men memang nak melestari ke kesultanan plembang ni
    buatlah keratonnyo.. jelas jadi nyo n bangga jugo..
    posisi nyo cubo di BKB itu nah.. mintak dg pemerintah pindahke be komplek TNI n RS ny
    biar itu jadi pusat kebudayaan palembang, jadi kami men cerito budayo
    dan ado yg betanyo tempat pusat informasi kebudayaan pcak tau

    itu be pecak nyo.. wasalam…

  86. anak bangka.... said

    saya senang membaca sejarah kerajaan .. apa lagi silsilah nya..
    bagi dulur yg mau kasih tau kirim email ke saya ya…. rian_rocker2002@yahoo.com

  87. palembang ini adalh tanah dan negeri melayu,sebik nya sejarah dn kultur nya adalah melayu bukan jawa…

  88. feri said

    Assalamualaikum,………

    Saya mau tanya ? kata tante dan om saya kami masih keturunanan Ki agus, tapi kalau saya boleh tahu apakah Gelar itu bisa di pakai Atau di sandang kalau keturunan itu dari Pihak Wanita( IBU)….
    Dan kata Orang kalau Gelar yg di Dapat dari sebelah wanita(ibu) katanya kita tidak bisa memakai gelar itu jadi tolong kasih saran,dan terimakasih sebelumnya saya ucap kan.Wasalam’mualaikum

  89. sumber rujukan rasmi kajian DNA itu : https://yentown.us/wp-content/uploads/137/1.pdf
    penerangan lengkap kajian DNA itu : http://humpopgenfudan.cn/p/A/A1.pdf

    data diatas me rupakan bukti sejarah yang raja minang kabau raja sedaulat dunia sebagai waris dari kerajaan islam dari keluarga besar junjungan nabi muhammad . S A W

  90. Kemas Ahmad. K said

    Assalam mualaikum sedulur sesamo wong kito, nama sayo Kemas Ahmad K bin Kemas Arsyad bin kemas Bahasyim bin Kemas Su’ud bin Kemas Badalludin, mudah2 an dengan ado nyo blok ini makin memper erat tali silaturahim diantara kito yg tersebar di seantero negeri, kemas atau apolah didepan namo kito masing2 sekiro nyo bayak membawa mampaat nyo untuk kemaslahatan diri kito dan masyarakat banyak dak apolah tetap tersandang, tp kalu bakal membuat kito menjadi sombong dan meraso lbih tggi dari yg lain… sepantas nyo kito malu, karena ado yg lbih tggi dari segalo nyo yaitu Allah SWT. wass Kemas Ahmad. K

  91. kholik 23 said

    Salam Kenal………pada seluruh keluarga kemas , kiagus dan mas agus………………………………………………………………………..: nama ane kms abdul kholik bin kms machmud ridwan bin kms h badar bin kms h muhammad hasan bin kms abdul kholik bin kms ……………………….., dan ane berasal dr kampung kms dua ulu laut palembang, lahir di keban agung kab rejang bengkulu salam kenal, secara kebetulan ane membaca disini dan sekarang ane berada di jambe

    • Salam.

      Boleh tahu Anda di Jambi tinggal dimana? Kebetulan saya akan bertugas di Jambi. Mohon info alamat dan nomor telpon. Tolong dikirim ke email saya ananda_kemas@yahoo.co.id

      • kholik 23 said

        Assalamua’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
        Kms. Abdul Kholik bin Kms. Machmud Ridwan Jl. Sunan Gunung Jati Rt 02/01 Kenali Asam Bawah Val 8 Jambi 085384177000, 082371348991 salam kenal dan semoga silaturahim keturunan palembang tidak pernah putus.

      • Mohon maaf, saya sudah pulang dari Jambi tgl 9 Maret lalu. Semoga lain waktu bisa bertemu.

        Terimakasih,
        Salam

  92. Kgs.H.Nispi rais said

    Assalamualaikum wr.wb salam hormat kulo kepada semua keturunan wong palembang yang tersebar dimano bae , kulo niki meraso senang nian kareno ado tempat untuk menyimak mengenai sejarah silsilah keturunan zuriyat wong palembang, namo kulo Kgs.H.Nispi bin Kgs.H.M.Rais bin Kgs.Misbach bin Kgs.Bachsin bin . . . , rompok/guguk kulo ado di Sekanak 27 ilir jln Temon ,sekarang rompok kulo niki berado di Pangkalpinang Bangka dengan informasi ini kalu ado yang dapat nyambungken zuriyat kulo diucapken trimokasih. No Hp.08127170595

  93. kholik 23 said

    Sekedar Info : keturunan kemas dari guguk duo ulu laut peri kecik, banyak tersebar di kecamatan kepahyang, kecamatan keban agung rejang bengkulu ,purwakarta, cirebon dan jambi mudah mudahan suatu saat seluruh kemas berkumpul semua semoga kito pacak saling kenal mengenal dari seluruh pelosok dunio ini.

  94. Andri Oesman said

    Assalamu’allaikum, kenalkan saya Mohamad Andri Fajari Oesman…..ayah saya berasal dari sekayu, kebetulan terakhir saya ziarah ke sekayu ada makam keluarga “Pangeran Oesman” , kalau ada yg tau cerita tentang “pangeran Oesman” Boleh saya minta info ke Email putrafajar34@rocketmail.com , kalau tidak salah disekayu kakek saya dulu ada POM bensin pertama di Sekayu, dan orang2 bilang Rumah Batu, rumah yang pertama berdiri dengan menggunakan semen, karena disekelilingnya masih rumah panggung.
    nama2 yang sering orang tua saya bicarakan untuk referensi adalah : Rasyad, Abdoel Rahman Nawawie, Mustafa Bakrie Nawawie,….kalau ada yang mengetahui…mohon Kuyung2, uwak2, bisa email ke saya….thanks …Wassalamuallaikum Wr Wb

  95. nitta said

    assalamualaikum, saya mau tanya apakah binti masagus agus ada keturunan dari kiagus ? mohon pencerahan dan terima kasih

  96. Assalamu’alaikum wr wb

    Menjaga Nasab adalah suatu kemuliaan,,dgn mengetahui dan mempelajari serta melestarikan nasab, maka dapat memperpanjang tali silaturahmi keluarga yg sempat terputus,, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلَكِنْ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

    “Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus”. [Muttafaqun 'alaihi].

    Dari Aisyah bahwa Nabi bersabda:

    الرَّحِمُ شَجْنَةٌ مِنَ اللهِ مَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَهَا
    قَطَعَهُ اللهُ

    “Rahim adalah syajnah (bagian dari limpahan rahmat) dari Allah, barangsiapa
    yang menyambungnya maka Allah akan menyambungnya dan barangsiapa yang
    memutuskannya maka Allah akan memutuskannya”.

    seseorang dari Bani Salamah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia bertanya:

    يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

    “Wahai Rasulullah, apakah masih ada cara berbakti kepada kedua orang tuaku setelah keduanya meninggal?” Beliau menjawab,”Ya, dengan mendoakannya, memintakan ampun untuknya, melaksanakan janjinya (wasiat), menyambung silaturahmi yang tidak bisa disambung kecuali melalui jalan mereka berdua, dan memuliakan teman-temannya”. [HR Abu Dawud].

    Jadi sebaiknya, Orientasi kita untuk menyelidiki dan melestarikan Gelar/marga haruslah berdasarkan dalil-dalil di atas jangan oleh karena rasa bangga dan apalagi berorientasi politik,,,,karena sesungguhnya tingkat kemuliaan derajat suatu hamba itu tidak di ukur oleh nasabnya, namun dari Ketaqwaannya sebagaimana firman Alah SWT :

    “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13)

    Jazakumullahu khoiron katsiro…

    Silahkan yang mau bersilaturahmi :)
    Hp: 082180826826
    fb : http://www.facebook.com/ahmadfadlyrizqon?ref=tn_tnmn
    Guguk : 5 Ulu Kedukan Laut

  97. PERI said

    aslwm..saya peri mau menanyakan kepada penulis dan semua saudara-saudaraku yang ada di forum ini.apakah sebelum kedatangan KI GEDE SI DOING LAUTAN yang konon nya keturunan RAJA-RAJA JAWA yang kata nya merupakan cikal bakal kesultanan palembang itu.
    APAKAH NAMA PALEMBANG ITU SUDAH ADA ATAU BELUM SAAT KI GEDE SI DOING LAUTAN DATANG DAN MEMBUAT KERATON DI PALEMBANG?
    SIAPA YANG MENJADI RAJA/SULTAN SEBELUM KI GEDE SI DOING LAUTAN DATANG KE PALEMBANG?
    SIAPA SUKU ASLI YANG TINGGAL DI PALEMBANG SEBELUM KESULTANAN PALEMBANG ITU BERADA ?
    APA MARGA DAN GELAR (CIRI-CIRI/TANDA-TANDA)PENDUDUK ASLI PALEMBANG SEBELUM KEDATANGAN KI GEDE SI DOING LAUTAN ?
    KARENA PERADABAN PALEMBANG ITU LEBIH TUA DARI PERADABAN JAWA
    karena mengingat semua literatur sejarah yg di tulis oleh kebanyakan sejarawan di indonesia ini selalu merunut/merujuk sejarah kerajaan jawa saja. sedang kan di Pulau sumatra ini banyak sekali kerajaan-kerajaan ataupun kesultanan-kesultanan yang juga punya sejarah terhadap perkembangan palembang.mengingat PALEMBANG ini adalah EX KERAJAAN SRIWIJAYA.(ABAD KE 7) DAN MAJAH PAHIT(ABAD KE 13).
    MOHON PENCERAHAN SUPAYA TIDAK TERJADI PENYIMPANGAN SEJARAH DAN ASAL USUL KITA SEMUA.

    • saran saya sebaiknya Anda perluas lagi pengetahuan Anda dengan membaca literatur-literatur tentang Palembang dan Sumatera sebelum mengatakan semua literatur hanya merujuk kepada kerajaan Jawa saja.

      Dalam literatur-literatur tersebut sudah cukup gamblang diceritakan peri keadaan Palembang sebelum masa Ki Gede Ing Suro masuk ke Palembang. Cerita mengenai runtuhnya Sriwijaya, wilayah Palembang yang menjadi sarang bajak laut, kedatangan Arya Damar sebagai utusan Majapahit, masa Demang Lebar Daun, dan lain sebagainya. Termasuk kemudain berdirinya Kerajaan Palembang dengan Ki Gede Ing Suro sebagai penguasanya.

  98. Erlangga said

    Assalamualaikum WR WB
    Sekedar ingin berbagi dan menjelaskan sejarah…..tentang Pangeran Mangkurat Nembing Kapal adalah juga Raja Kancing Bosi dan beliau adalah Kakek leluhur saya. Silahkan saudara saudara membuka blogger saya Ksatriakampungsurabaya.blogspot.com
    Saya tidak ada tujuan apapun, hanya ongin meluruskan sejarah Kerajaan Palembang yang pernah ada.
    Wassalam WR WB

    • Salam

      Berdasarkan literatur silsilah Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, Pangeran Mangkubumi Nembing Kapal merupakan putra dari Pangeran Purbanegara dari Jambi. Jadi bukan merupakan putra dari Pangeran Sedo Ing Rajek sebagaimana yang Anda ketahui.

      Gelar “Mangkurat” pada zaman Kerajaan Palembang pun hanya digunakan oleh raja/penguasa.

      Silahkan Anda mengunjungi blog saya di anandakemas.wordpress.com

      Terimakasih

      • Erlangga said

        Ass Wr Wb
        Terimakasih atas perhatiannya, maaf saya mau bertanya, mungkin saudara mempunyai data. Siapa nama asli atau nama kecil putra Pangeran Sedo Ing Rajeg ?
        Mohon maaf, bila saudara mempunyai datanya dan merupakan fakta dan dapat dipertanggung jawabkan mungkin dapatnya untuk sharing kpd kami…Demikian
        Wassalam

      • Silahkan Anda menghubungi saya secara personal melalui blog saya dan kita bisa atur janji bertemu di kediaman saya untuk melihat data yang dimaksud. Saya sudah lebih dari 2 tahun ini melakukan penelitian catatan keturunan keluarga besar Palembang Darussalam baik di Palembang sendiri maupun di wilayah lain.

      • Erlangga said

        Maaf dengan tidak mengurangi rasa hormat Zuriat yang berasal dari keluarga anda, saya kurang sependapat dan kurang percaya…pertanyaan saya :
        1. Mengapa di tulisan anda keturunan bangsawan yang dituliskan hanya Pangeran Mangkubumi, mengapa bangsawan yang lain tidak dijelaskan, mengapa dan ada apa ?
        2.Saya punya cerita turun temurun dari Akas saya dan Akas buyut saya. Selama ini keluarga kami sudah mengetahui betul karena hal itu seperti wasiat turun temurun….
        3.Pangeran Sedo Ing Rajeg yang memiliki nama Ario Utama tidak pernah turun tahta, tetapi sengaja di kudeta dengan bantuan kekuatan asing..
        Saya tidak ada niatan apapun. Hanya ingin meluruskan sejarah, terutama sejarah keturunan keluarga kami.
        Terima kasih sebelumnya..
        Wassalam

      • 1. Data keturunan yang saya tulis hanya untuk menjelaskan asal muasal keturunan masing-masing gelar yang di gunakan di Palembang saat ini, sehingga saya hanya mengambil pangkalnya saja dan tidak menyebutkan seluruh nama-nama keturunan yang lain.

        2. Data yang saya miliki sudah melalui penelitian dengan membandingkan kepada seluruh catatan keturunan dari keluarga besar Palembang Darussalam dan juga data-data sejarah

        3. Susuhunan Abdurrahman naik tahta menjadi Sultan merupakan penunjukan langsung dari kakak beliau yaitu Pangeran Sedo Ing Rejek. Beliau berhasil memulihkan kekuasan kerajaan Palembang dan kemudian mengembangkannya menjadi wilayah yang makmur selama kepemimpinannya yang kemudian hari dikenal menjadi Kesultanan Palembang Darussalam. Dalam catatan silsilah yang saya dapatkan, hubungan antara kedua keturunan kakak beradik ini masih berjalan dengan baik melalui hubungan pernikahan. Hal tersebut cukup menjadi bukti tidak adanya peristiwa kudeta.

        Silahkan Anda kemukakan argumen Anda yang kuat berdasarkan catatan sejarah dan catatan silsilah yang saat ini dipegang oleh banyak zuriat Kesultanan Palembang Darussalam. Sehingga tidak hanya mendasarkan pada klaim pribadi saja.

        Salam

      • Erlangga said

        Ass Wr Wb
        Maaf… saya selama ini bersama Alm Bpk Djohan Hanafiah saling komunikasi dan berkonsultasi, sayang beliau sudah mendaluhui kita. Silahkan baca buku yang beliau tulis dan beliau telusuri. Kerajaan Palembang diserang Belanda pun atas dasar saran masukan Kerjaaan Jambi. Sangat tidak masuk akal kalau seorang Pangerannya sendiri yang dari Jambi melawan Belanda tetapi dikatakan pula dalam tulisan sejarah bahwa Belanda menyerang Kerajaan Palembang atas dasar saran masukan Kerajaan Jambi (data ini berdasarkan hasil telusuran Alm Bpk Djohan).

        Dan satu lagi…dengan menghaturkan ucapan maaf lagi anda belum memberi jawaban yg saya kemukakan…
        Wassalam

      • Hal tersebut wajar jika Kerajaan Jambi menghendaki agar Belanda menyerang Palembang. Tahukah Anda perseteruan antara Palembang dan Jambi dikarenakan ikatan pernikahan di antara keluarga kerajaan ini? Silahkan Anda baca lagi literatur sejarah mengenai Palembang terutama di awal berdirinya kerajaan Palembang dan ikatan perkawinan antara keluarga kerajaan Palembang dengan Jambi.

        Klaim bahwa Anda pernah melakukan interaksi dengan almarhum bpk Djohan Hanafiah juga tidak dapat memberikan Anda semacam kekuatan untuk mengatakan bahwa data yang Anda miliki valid, selama Anda tidak pernah terjun ke lapangan.

        Saya pikir jawaban saya sudah cukup jelas dan menggambarkan pernyataan saya.

        Terimakasih

        Salam

  99. Masya Alloh.. Jadi samapai saat ini pemerintah daerah tingkat I dan II tidak mau dan memahami sejarah sumatera selatan.. Nauzubillahiminzalik.. !!

  100. Mimi Hamed said

    Salam dari Malaysia,

    Assalamualaikum, saya ingin bertanya tuan empunya blog. Ada kah keturunan kesultanan Palembang dan atau pahlawannya yang berhijrah atau berlindung ke Tanah Melayu?. Terima kasih.

    • Salam

      Pertama, mohon maaf bila saya menjawab pertanyaan Anda meskipun saya bukanlah pemilik blog ini.

      Saya pikir pertanyaan tersebut agak rancu, karena bukankah semenjak dahulu Kesultanan Palembang sudah berdiri di Tanah Melayu?

  101. Lia said

    Bgaiman hubungan kesultanan Palembang dengan Inggris pada abad 18-19?

  102. ABANG EFRAN said

    Ass wr wb
    Kami ialah kerabat Sultan-sultan Palembang Darussalam. Berawal dari Sultan Mahmud Badaruddin I yang memperisteri moyang kami, Mas Ayu Ratu Zamnah pada tahun 1720-an. Pada saat itu, kerabat MAR Zamnah diberi gelar oleh Sultan SMB I : ABANG (bagi laki-laki) dan YANG (bagi perempuan).
    Pada akhir abad 19, sekitar tahun 1870-an, Atok Moyang kami : ABANG MUHMMAD YASIN (Jaksa di Bangka), menikah dengan NYIMAS SAJA’AH binti KEMAS ABDUL JALIL. … Kemas Abdul Jalil ini seorang saudagar yang sering berdagang ke Mentok Bangka.
    Kepada saudara (i) ku, terutama yang bergelar KEMAS/NYIMAS, adakah yang mengenal atau mempunyai kaitan dengan Kemas Abdul Jalil ini. Memang serasa tak masuk akal untuk menelusurinya dari sekian ribuan Kemas/Nyimas, KECUALI keluarga besar zuriatnya mempunyai/menyimpan SILSILAH.
    Terima kasih sebelumnya ….

    Wass. Abang Efran.

    • Salam kenal untuk saudara Abang Efran. Saya senang sekali akhirnya bisa mendengar kabar keturunan dari penguasa Muntok yang para keturunannya diberi gelar Abang dan Yang. Selama ini saya selalu berusaha mencari para zuriatnya yang berasal dari susur galur ini.

      Mengenai pertanyaan yang Anda ajukan, silahkan hubungi saya melalui email ananda_kemas@yahoo.co.id atau facebook dengan ID saya Kemas Ananda Wirosentiko. Insyaalloh akan saya bantu untuk menelusuri susur galurnya.

      Terimakasih
      Wassalam

  103. eni murdiati said

    salam tuk semua……….
    saya tertarik dengan ulasan yang dikemukakan, tetapi alangkah baiknya ada data yang memang valid untuk menelusuri silsilah keturunan. Mengapa masih terjadi perdebatan….? perlu ada manuscrip atau semacam barang peninggalan yg bisa memberikan arahan terhadap kajian yang mau di teliti.

    salam…
    Enik, Dosen Antropologi budaya

    • Betul sekali bu Enik. Dalam mengkaji data silsilah keturunan maupun ulasan sejarah yang lain tentunya harus dilakukan melalui suatu proses penelusuran ilmiah yang didapatkan melalui bukti-bukti otentik seperti catatan manuskrip, benda-benda pusaka, makam, dan lain-lain yang telah diuji secara seksama mulai dari sekedar transliterasi hingga uji silang terhadap data-data yang telah didapatkan. Sehingga diharapkan hasil yang didapatkan lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

      Silahkan kunjungi blog saya di http://www.anandakemas.wordpress.com untuk melihat sebagian hasil penelusuran saya. Saya juga memberikan contoh beberapa transliterasi yang dilakukan atas peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam.

      Terimakasih

  104. fatimahcaca76 said

    Hanya mau tambah info aja. Mungkin saja masih saudara visitor di sini. Sumber dari silisilah keluarga kami – jadi beliau2 ini saudara jauh banget…. Nama yang dicopas disini merupakan ipar dari zainah/djenah (istri abubakar bin ibrahim – datuk kami). Isa merupakan adik Zainah/Djenah anak dari anang darii isteri Moenah binti patin. Sumber Naskah “Perkawinan Dua Pupu”. Diperkirakan K.A Tiwik lahir antara 1800-1865…berikut hasil copasnya..dari laporan “Descendants of K.A Tiwik”. Sebagain tambahan, 3 orang lagi saudara isa yaitu Ahamd, Sainah dan Hoesin..

    Keturunan K.A Tiwik
    Generation 1
    1. K.A1 TIWIK . He married ISA.
    K.A Tiwik and Isa had the following children:
    2. i. N.A2 SAIDAH. She married HANI.
    3. ii. N.A HAMNAH. She married ABOEBAKAR FADLOEN.
    4. iii. N.A SALMAH. She married SALIM KEROEMIK.
    iv. K.A AHMAD NINGRAT. He married YOT.
    Generation 2
    2. N.A2 SAIDAH (K.A1 Tiwik). She married HANI.
    N.A Saidah was also known as Dayang.
    Hani and N.A Saidah had the following children:
    i. SYAMSUDIN3.
    ii. HANAPI.
    iii. A. RANI.
    iv. BUDIN.
    v. SAPARIMA.
    vi. IDRUS.
    vii. HAMDANI.
    viii. WATI.
    ix. HERMAN.
    3. N.A2 HAMNAH (K.A1 Tiwik). She married ABOEBAKAR FADLOEN.
    Aboebakar Fadloen and N.A Hamnah had the following children:
    i. ABOE3 HASAN.
    ii. ABOE SAMA.
    iii. MARIANI.Mariani was also known as Ayok.
    iv. ABOE KOSIM.
    v. MARIATI. She married YUSUF. Mariati was also known as Alen.
    vi. ABOE AKBAR.
    vii. ABOE ZOEHRI.
    viii. MULIANA.
    4. N.A2 SALMAH (K.A1 Tiwik). She married SALIM KEROEMIK.
    Salim Keroemik and N.A Salmah had the following children:
    i. IBRAHIM3.
    ii. HATAMI. Hatami was also known as Apet.
    iii. SAHANAN.
    iv. NUR.
    v. SURYATIN.

  105. assalamu’alaikum dulur :)
    saya Kemas Fathussalaami mengucapkan salam kenal dan salam silaturahmi.
    bagi dulur-dulur yang mau bersilaturahmi dipersilahkan langsung saja ke alamat : Jln. Kamboja Lrg. Sehat No. 1389. tepatmya di kediaman keluarga besar Kemas H M Husin Ar

  106. ..ass.wr.wb..salam kenal bae lur, oh ya,menurut sayo,kalu kisah temtang kesultanan Palembang Darusalam,la memang pecak itu kisah nyo..Payu kamek yg banyak ni cuma pacak melok mak uji awak..

  107. jadi sedikit bnyak tahu nih sekarang tentang kota empek-empek itu,

  108. Hendra said

    Asslmlkm salam Kenal bwt semuanya sy dari tangerang ingin tahu sejarah Raden Arya Damar Yg sebenarnya, sy membaca dari sekian website yg ada berbeda – beda. Jadi mana yg Benar …?

  109. Amran said

    salam. buat semua keturunan Badrawangsa. (baru ikutan) saya juga keturunan kemas. ngomong2 dimana ya makam bodrowongso. cerita nenek2 kami dia panglima perang makamnya di 3 ilir palembang. kami nyebutnya Panglima Ki Agus Bodrowongso. keturunannya di sebut kemas karena tidak menjadi raja.(hanya keluarga kerajaan). wsslm

    • Amran said

      cerita dari ayahku turun temurun, dialah yang membunuh jaladeri.dizaman itu.kerisnya ada dikami sebagai pusaka keluarga. wsslm

      • Armin Firdaus said

        Ass. Semua sudah menyampaikan kisah nya masing2 dan benda pusaka nya masing2 , saran saya untuk mempertemukan kita semua , ada baik nya kesultanan dibawah prabu diraja melakukakn publikasi semua apa yang ada , disebuah acara umum , jadi kita bisa tahu dari keturunan mana ! Dan kita bisa menyatukan apa yang selama ini tercerai berai , saya pun bingung dengan keturunan silsilah buyud saya ,, saya hanya dapat cerita bahwa keluarga kami di percaya sebagai penguasa tebing peningkat ,pagar alam,curup sampai ke bengkulu , dengan julukan aman kondor atau kiagus abdurrohim ,, saya belum percaya apakah ituh benar2 ada , jadi kalo ada publikasi atau acara dari susuhunan prabu diraja, monggo diaturi saya di nomor 085267552596, jadi kita semua bisa tahu dan jelas , sehingga kita bisa mendirikan kembali kelustanan yang terbagi dua ini , dan kembali bersatu ,,, wass

  110. masayu mariyam said

    Saya sedang mencari silsilah awal keturunan Raden Kelit..
    Ada yang tau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: